Eksperimen Gila 1964, Remaja Nekat Tidak Tidur 11 Hari Demi Rekor
HARIAN PELITA — Pada tahun 1964, seorang remaja berusia 17 tahun bernama Randy Gardner melakukan sebuah eksperimen yang sangat berbahaya bagi nyawanya: ia nekat tidak tidur selama 264,4 jam atau sekitar 11 hari lebih.
Aksi ini dilakukan di bawah pengawasan tim medis untuk memecahkan rekor dunia sekaligus melihat apa yang akan terjadi pada otak manusia jika dipaksa terus terjaga tanpa istirahat.
Hasilnya benar-benar mengerikan dan menjadi rujukan penting dalam dunia kedokteran saraf.
Memasuki hari-hari terakhir, Randy mulai mengalami penurunan kognitif yang drastis, perubahan suasana hati yang ekstrem, hingga halusinasi parah.
Otaknya mulai mengalami kekersan fungsional di mana ia sulit berkonsentrasi, sering lupa ingatan jangka pendek, dan bicaranya mulai tidak jelas atau merancau.
Eksperimen ini menunjukkan bahwa tidur bukan sekadar aktivitas istirahat biasa, melainkan proses krusial bagi otak untuk membersihkan racun-racun sisa metabolisme.
Tanpa tidur, tubuh manusia akan mengalami kegagalan sistematis yang bisa berujung pada kematian.
Randy bahkan sempat merasa bahwa ia adalah orang lain dan kehilangan identitas dirinya akibat kelelahan saraf yang luar biasa parah.
Meskipun Randy berhasil memecahkan rekor dan tetap hidup, dampak jangka panjang dari eksperimen ini sangat melelahkan bagi tubuhnya.
Sejak saat itu, organisasi rekor dunia tidak lagi menyarankan atau memfasilitasi rekor penyiksaan diri lewat kurang tidur karena risikonya yang terlalu fatal.
Kisah ini menjadi peringatan keras bagi kita semua: jangan pernah remehkan waktu tidur, karena otak lo butuh istirahat agar tidak hancur!. ●Redaksi/HP
