2026-01-10 12:32

Mengenal Islam di Tiongkok Melalui Jalur Perdagangan

Share

HARIAN PELITA — Islam di Tiongkok adalah agama minoritas yang telah ada sejak abad ke-7 Masehi, dibawa melalui jalur perdagangan.

Populasi Muslim diperkirakan 17-25 juta jiwa, mayoritas dari etnis Hui dan Uighur, terkonsentrasi di wilayah barat laut seperti Xinjiang, Ningxia, Gansu, dan Qinghai, serta memiliki sejarah panjang dan komunitas yang beragam.

Sejarah dan penyebaran awal
Awal Mula: Islam masuk Tiongkok pada masa Dinasti Tang (618-907 M) melalui pedagang Persia, Arab, dan India, serta misi diplomatik.

Sosok Penting: Sahabat Nabi, Sa’ad bin Abi Waqqas, dipercaya sebagai salah satu pembawa Islam dan membangun Masjid Huaisheng, salah satu masjid tertua di dunia, di Chang’an (sekarang Xi’an).

Perkembangan: Berkembang pesat di masa Dinasti Ming (1368-1644 M) saat Muslim mendominasi perdagangan maritim.

Kelompok etnis dan wilayah
Etnis Terbesar: Suku Hui (tersebar luas) dan Uighur (terkonsentrasi di Xinjiang).

Wilayah Mayoritas: Xinjiang (populasi Uighur signifikan), Ningxia, Gansu, dan Qinghai (dikenal sebagai “Sabuk Quran”).

Kelompok Lain: Kazakh, Dongxiang, Kyrgyz, Salar, Tajik, Tatar, dan Uzbek.

Karakteristik komunitas Muslim
Integrasi Budaya: Muslim Tiongkok banyak mengadopsi nama marga Tiongkok seperti Mo (Muhammad), Mai (Mustafa), dan Mu (Masoud).

Terminologi: Menggunakan istilah Qingzhen (清真) yang berarti “kesucian benar” untuk merujuk pada Islam, makanan halal (qingzhen cai), dan masjid (qingzhen si).

Pusat Keagamaan: Terdapat ribuan masjid, dengan konsentrasi tinggi di Xinjiang dan provinsi barat laut lainnya.

Kondisi saat ini
Populasi: Diperkirakan 17-25 juta Muslim di Tiongkok, mayoritas dari 55 etnis minoritas yang diakui, 10 di antaranya mayoritas Muslim.

Kehidupan Beragama: Ada komunitas Muslim yang sangat taat, seperti di Shadian, Yunnan, di mana suasana keagamaan kuat terasa. ●Redaksi/HP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *