2026-01-14 16:24

KWT Berkah Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pemanfaatan Pekarangan

Share

HARIAN PELITA — Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Cipaku dorong ketahanan pangan lewat pemanfaatan pekarangan
Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah di Kecamatan Cipaku terus menunjukkan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan rutin KWT Berkah dilakukan setiap pekan dengan beragam aktivitas, mulai dari penanaman, panen, hingga sanitasi tanaman. Komoditas yang dibudidayakan antara lain kangkung, kacang tanah, pak choy, tomat, cabai rawit, serta berbagai tanaman obat keluarga.

Penyuluh Pertanian  Cipaku Inding Supriyadi menjelaskan bahwa hasil pertanian KWT Berkah tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga anggota, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat sekitar,  Selasa (13/1/2026).

“Hasil panen bisa dibeli langsung oleh warga maupun instansi seperti puskesmas dengan harga yang relatif lebih murah dibanding harga pasar,” ujar Inding.

Ia mencontohkan, harga pak choy di pasaran berkisar Rp8.000 per ikat, sementara di KWT Berkah dijual Rp5.000 hingga Rp6.000. Begitu pula cabai rawit yang saat harga pasar mencapai Rp40.000 per kilogram, di KWT dijual sekitar Rp35.000.

Menurut Inding, sistem penjualan tersebut tetap memperhitungkan biaya transportasi dan memberi keuntungan bagi anggota, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan segar dengan harga terjangkau.

Ke depan, KWT Berkah diharapkan mampu menjadi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan di tingkat desa dan mendorong masyarakat sekitar untuk menanam sendiri demi pemenuhan gizi keluarga.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) baru wilayah binaan Desa Cierih, Sinta Maulana menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan kelompok tani dan KWT dalam meningkatkan produktivitas pertanian lokal. ●Redaksi/Lili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *