MUI Kabupaten Banyuwangi Kecam Keras Giat Israj Mi’raj Diwarnai Tarian Erotis
HARIAN PELITA BANYUWANGI — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi menyampaikan kecaman keras terhadap pelaksanaan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Dusun Bangunrejo, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon. Kegiatan itu dinilai mencederai nilai-nilai dakwah Islam.
●Seperti dikutip dari GersikNews, Minggu (18/1/2026).
Pasalnya, acara keagamaan yang semestinya berlangsung penuh kekhusyukan itu justru diwarnai penampilan biduan dengan busana minim yang berjoget di atas panggung berlatar perayaan Isra Mikraj. Kondisi tersebut memicu keprihatinan para ulama.
Wakil Ketua Umum DP MUI Banyuwangi, Kiai Sunandi Zubaidi, menyebut peristiwa itu sangat tidak pantas dan bertentangan dengan esensi peringatan Isra Mikraj.
“Ini sangat kami sesalkan. Peringatan Isra Mikraj adalah momentum spiritual yang luhur, namun justru dicoreng dengan aktivitas yang tidak mencerminkan ajaran Islam,” ujarnya, Sabtu (17/1).
Ia menegaskan bahwa Isra Mikraj merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat langsung dari Allah SWT. Karena itu, nilai-nilai kesucian dan akhlak harus dijaga dalam setiap peringatannya.
“Amalan baik tidak bisa dicampur dengan perbuatan yang mengarah pada kemaksiatan, seperti mempertontonkan aurat, tarian erotis, serta ikhtilat. Ini bukan bagian dari dakwah,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Al-Kalam, Blimbingsari tersebut. ●Redaksi/Hp
