PSSI Gerah Lihat Liga Sepabola Dijadikan Ajang “Tawuran” Rusak Sepakbola Profesional
HARIAN PELITA — PSSI menggelar rapat darurat (emergency online meeting) bersama Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah dan Jawa Timur membahas sejumlah insiden serius dalam Putaran Provinsi Liga 4 2025-2026 belakangan viral di media sosial dan merusak citra sepakbola Indonesia.
Rapat daring diikuti Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, anggota Exco Rudy Yulianto dan Kairul Anwar, Ketua Komite Disiplin Umar Husin, perwakilan Departemen Wasit Pratap Singh, serta perwakilan PSSI Jawa Tengah, PSSI Jawa Timur, manajer, dan panitia pelaksana pertandingan Liga 4 di kedua provinsi.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan, rapat darurat tersebut digelar atas arahan langsung Ketua Umum PSSI dan Eksekutif Komite PSSI menyusul berbagai peristiwa luar biasa yang terjadi dalam kompetisi Liga 4, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Atas arahan Ketua Umum Bapak Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI, terkait persoalan-persoalan luar biasa yang saat ini terjadi pada event-event sepak bola Indonesia, khususnya di Liga 4 di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas,” ujar Yunus.
“Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” kata Yunus.
“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” ujarnya.
Emergency meeting ini digelar menyusul sejumlah insiden tendangan brutal yang terjadi dalam kompetisi Liga 4.
Salah satunya terjadi pada pertandingan Liga 4 Jawa Tengah antara Persikaba Blora melawan PSIR Rembang di Stadion Krida, Rabu (21/1/2026), ketika seorang pemain Persikaba ditendang di bagian dada oleh kiper PSIR.
Insiden serupa juga terjadi di Liga 4 Jawa Timur dalam laga PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2025). Aksi tersebut viral di media sosial dan menuai kecaman publik.
Bahkan masih banyak pertandingan terselenggara dijadikan ajang tawuran dari pemain-pemain bermental “kampung”. PSSI didesak untuk mencoret pemain-pemain bola yang tak mengikuti aturan PSSI. ●Redaksi/Kompas/HP
