Mantan Pemain Madura United Peter Odemwingie Bongkar Kerasnya Liga Indonesia “Bunuh” Karir Pemain Asing
HARIAN PELITA — Mantan pemain Madura United dan bintang Premier League West Brom Peter Odemwingie membongkar kekasaran pemain yang berlaga di Super Leaque (Liga 1 Indonesia-Red) menjadi momok menakutkan baginya.
Menurut Peter Odemwingie, setelah mengarungi kompetisi panjang Liga Indonesia, ia menorehkan 15 gol dalam 23 laga selama bergabung dengan Madura United.
Saking takutnya, Peter Odemwingie hanya bertahan satu tahun di Madura United karena ia berpikir bila bertahan akan hancur karirnya di Indonesia.
“Saya pergi dari Indonesia karena permainan pemain Indonesia sangat kasar dan suka mencederai lawan. Saya sangat kesal dan menakutkan bila saya bertahan,” tegas Peter Odemwingie kepada media Inggris.
Sehingga kenapa pemain kelas dunia cuma bertahan seumur jagung di Indonesia. Jawabannya ada pada kisah Peter Odemwingie.
Datang dengan status bintang Premier League sempat bikin publik Madura United jatuh cinta. Apalagi 23 laga dimainkan berbuah 15 gol pada waktu itu.
Di atas lapangan, Odemwingie terlihat sangat dominan dan terlalu berkelas. Namun kenyamanan itu runtuh bukan karena fasilitas atau gaji, melainkan karena ‘hantaman’ di lapangan.
Momen saat ia ditekel keras oleh Indra Kahfi dalam laga melawan Bhayangkara FC menjadi titik balik. Odemwingie tersadar bahwa di sini, talenta besar bisa berakhir seketika karena permainan yang kelewat kasar.
Satu musim sudah cukup baginya.
Ia pergi dengan pesan tersirat: di Liga Indonesia, skill saja tidak cukup untuk bertahan hidup. “Kamu harus siap dengan risiko cedera yang mengancam karier.”
Artinya PSSI wajib merubah aturan di Super Leaque dengan ketat dan tanpa kompromi dan banding. Bahkan anehnya, staf kepelatihan di pinggir lapangan pun bisa memprotes membabi buta kepada wasit dan asisten wasit. ●Redaksi/CR/HP
