2026-02-04 7:20

Puluhan Sekolah di Lotim Diremajakan Pemkab “Gaspol” Peningkatan Kualitas Pendidikan

Share

HARIAN PELITA — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menunjukkan keseriusannya membenahi sektor pendidikan dengan meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025.

Kegiatan peresmian berlangsung di SDN 1 Lenek Duren, Kecamatan Lenek, Kamis (29/1/2026) dihadiri Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin.

Bupati menegaskan bahwa percepatan pembangunan fasilitas pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan anggaran pemerintah.

Menurutnya, keterbatasan APBD dan APBN harus dijawab dengan kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan lembaga sosial dan mitra swasta.

“Pendidikan tidak boleh berhenti karena alasan anggaran. Justru di sinilah pentingnya kolaborasi, agar anak-anak Lombok Timur tetap mendapatkan hak belajar yang layak,” kata Bupati di hadapan para undangan.

Ia menambahkan, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari agenda besar pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.

Selain perbaikan gedung sekolah, Pemkab Lombok Timur juga menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat di sejumlah kecamatan serta merancang kehadiran sekolah unggulan sebagai pusat peningkatan prestasi dan karakter siswa.

Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari bangunan yang baru, tetapi dari kualitas lulusan yang dihasilkan.

Karena itu, ia meminta kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur M Nurul Wathoni menyampaikan bahwa pembangunan sekolah tersebut berdiri di atas lahan hibah yang berasal dari inisiatif kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa setempat. Ia menyebut sinergi ini sebagai contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Dengan fasilitas yang kini lebih representatif, Kadis Dikbud menekankan bahwa sekolah dituntut untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan prestasi siswa. Ia menilai kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang produktif.

Di sisi lain, Ketua Panitia Nur Hidayati mengungkapkan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar pembaruan fisik bangunan, tetapi juga upaya menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi guru serta siswa. Ia mengapresiasi kontribusi para donatur, khususnya yang terlibat melalui program Classroom Hope.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Lombok Timur mencakup perbaikan 46 sekolah, terdiri dari 36 Sekolah Dasar dan 10 Sekolah Menengah Pertama tersebar di tujuh kecamatan. Kecamatan Lenek menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaan program tersebut.

Acara peresmian ditutup dengan prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Lombok Timur bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai simbol resmi dimulainya pemanfaatan gedung sekolah hasil revitalisasi.

Sejumlah unsur Forkopimcam, pejabat pendidikan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, perwakilan mitra pembangunan, serta pengawas sekolah turut hadir dalam kegiatan tersebut. ●Redaksi/Pan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *