2026-02-24 14:07

China Akan Bangun “Hongkong” Baru Dekat RI Jadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Raksasa

Share

HARIAN PELITA — Pemerintah China dilaporkan tengah memulai proyek ambisius untuk membangun sebuah pusat ekonomi dan keuangan raksasa yang dijuluki sebagai “Hong Kong Baru” di lokasi yang relatif dekat dengan wilayah Indonesia.

Proyek megah ini diperkirakan menelan biaya investasi yang luar biasa besar mencapai Rp1.760 triliun, dan ditargetkan menjadi pusat perdagangan baru di kawasan Asia Tenggara.

Langkah mendadak ini dipandang sebagai strategi Beijing untuk memperluas pengaruh ekonominya serta menciptakan jalur logistik baru yang lebih efisien.

Pembangunan kota baru ini akan dilengkapi dengan infrastruktur pelabuhan tercanggih, pusat data raksasa, serta kawasan bisnis internasional yang bebas pajak.

Kedekatan lokasinya dengan Indonesia tentu memberikan dampak geopolitik dan ekonomi yang signifikan bagi pemerintah di Jakarta.

Banyak analis menilai bahwa proyek ini bisa menjadi peluang kerja sama ekonomi yang besar bagi Indonesia, namun sekaligus menjadi tantangan persaingan dalam menarik investasi asing di kawasan.

China menargetkan “Hong Kong Baru” ini akan menjadi hub bagi perusahaan-perusahaan teknologi dan manufaktur kelas dunia yang ingin mendekatkan diri ke pasar Asia yang berkembang pesat.

Dana ribuan triliun rupiah tersebut dialokasikan untuk pembangunan bertahap yang mencakup reklamasi lahan, sistem transportasi modern, hingga perumahan elit bagi para tenaga kerja profesional. Proyek ini juga menjadi bagian dari inisiatif “Belt and Road” China yang ingin menghubungkan pusat-pusat ekonomi utama melalui infrastruktur yang solid.

Pemerintah negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, kini mulai mempelajari dampak jangka panjang dari keberadaan kota raksasa tersebut terhadap stabilitas ekonomi regional. Kekhawatiran mengenai dominasi ekonomi China tetap ada, namun potensi pertumbuhan ekonomi yang dibawa oleh proyek ini juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Hong Kong Baru” diprediksi akan mengubah lanskap ekonomi Asia Tenggara secara drastis dalam satu dekade ke depan jika pembangunannya berjalan sesuai rencana. ●Redaksi/HongkongNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *