2026-02-28 16:12

Baznas RI Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, Berikan Edukasi Keagamaan dan Pesan Empati untuk Palestina bagi Anak Jalanan

Share

HARIAN PELITA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melaksanakan program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan”, sebuah inisiatif dakwah dan kemanusiaan yang menyasar anak-anak jalanan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong, Ciputat, Tangerang Selatan.

Kegiatan yang penuh kegembiraan ini dilaksanakan bersama mahasiswa peserta Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan dihadiri oleh 200 anak pada Jumat (27/2/2026).

Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (social responsibility) mahasiswa penerima beasiswa Baznas di bulan Ramadan yang dilaksanakan serentak di 233 titik yang tersebar di 30 Provinsi di Indonesia serta 10 Negara. Selain anak jalanan, sasaran program ini juga mencakup anak-anak disabilitas, yatim, korban bencana, hingga anak-anak pengungsi Palestina di wilayah Timur Tengah seperti Mesir, Yordania, dan Suriah.

Dalam kegiatan ini, suasana menyejukkan menyelimuti acara saat anak-anak jalanan Ciputat memberikan ekspresi empati mereka melalui pesan-pesan penyemangat untuk anak-anak di Palestina. Pesan tersebut ditempelkan pada papan khusus sebagai simbol persaudaraan lintas negara yang diajarkan sejak dini.

Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa mahasiswa BCB berperan sebagai motor penggerak aksi sosial ini.

“Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan dirancang untuk mengajak, menginspirasi, dan memberikan pengajaran keislaman yang kondusif bagi anak-anak jalanan dan kelompok marginal lainnya. Kami ingin memastikan keberkahan Ramadan hadir menjadi ‘cahaya’ bagi mereka yang selama ini belum tersentuh pengajaran agama yang memadai. Ini membuktikan bahwa zakat itu inklusif,” ujar Farid.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Baznas dalam menghidupkan ekosistem pendidikan di akar rumput.

“Program ini adalah upaya kita menjangkau dan merangkul anak-anak yang tidak mampu menikmati berbagai fasilitas yang ada. Melalui Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, kita tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga menghidupkan semangat literasi dan spiritualitas,” tutur Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Apresiasi juga datang dari Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., yang menilai langkah Baznas melibatkan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat sebagai teladan yang baik.

“Mahasiswa harus menjadi contoh; mereka pintar, gigih, dan kini kembali untuk merangkul adik-adik yang kurang beruntung. Kami mendukung penuh kegiatan ini agar komunitas di sekitar kampus tetap mendapatkan lingkungan belajar yang sehat dan dorongan untuk sukses di masa depan,” jelasnya.

Dampak positif dari program edukasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, salah satunya Ambarwati, seorang ibu rumah tangga yang hadir mendampingi anaknya.

“Terima kasih banyak kepada Baznas atas kegiatannya yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami di bulan puasa ini. Semoga Baznas makin maju, terus amanah, dan menjadi berkah untuk semua orang,” ucap Ambarwati. ●Redaksi/Rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *