2026-03-01 19:48

Ratusan Ribu Warga Iran Turun ke Jalan Protes Kekejaman Amerika dan Israel, “Perang Tak Berhenti Balas Dendam”

Share

HARIAN PELITA — Ratusan ribu warga turun ke jalanan di berbagai kota besar Iran menyusul pengumuman resmi wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran pemegang kekuasaan sejak 1989.

Gelombang massa terlihat memenuhi pusat-pusat kota seperti Teheran, Qom, dan Mashhad dalam suasana duka mendalam.

Kerumunan pro-pemerintah mengibarkan bendera nasional, membawa foto-foto Khamenei, serta meneriakkan slogan anti-Amerika dan anti-Israel. Banyak dari mereka menyebut Khamenei sebagai “syahid bangsa Iran”, menggambarkan kematiannya sebagai pengorbanan dalam menghadapi musuh eksternal negara.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan mengumumkan tujuh hari libur resmi.

Otoritas menyatakan bahwa Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya tewas dalam serangkaian serangan udara yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut disebut sebagai “kejahatan besar” oleh pejabat tinggi negara.

Dalam pidato disiarkan televisi nasional, pejabat Iran menegaskan bahwa kematian ini menjadi momen tragis sekaligus simbol kehormatan dalam tradisi Syiah. Sementara itu, Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan akan memberikan respons tegas terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan.

Peristiwa ini tidak hanya mengguncang stabilitas domestik Iran, tetapi juga meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Para pemimpin dunia kini memantau perkembangan situasi dengan cermat, terutama terkait proses suksesi kepemimpinan dan potensi respons militer yang dapat memengaruhi stabilitas regional. ●Redaksi/Andolu Ajansi/SNNTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *