Buka Bareng HUT PARFI ke-10, Ki Kusumo Buka Suara Soal Isu Perpecahan
HARIAN PELITA — Momen Ramadan dimanfaatkan jajaran pengurus dan anggota Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) untuk mempererat kebersamaan lewat acara buka puasa bersama.
Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan perayaan ulang tahun PARFI ke-10 berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Gedung KNPI PPHUI, Selasa (10/3/2026).
Acara dihadiri sejumlah pengurus serta anggota PARFI dari berbagai kalangan. Meski tidak semua hadir, suasana keakraban tetap terasa dan menjadi ajang silaturahmi antaranggota.

Di tengah acara Ketua Umum PARFI periode 2025–2030 Ki Kusumo menanggapi isu gonjang-ganjing yang sempat beredar di luar organisasi. Ia menegaskan kabar tersebut tidak mencerminkan kondisi internal PARFI.
“Tidak ada masalah serius. Yang terjadi hanya perbedaan pendapat saja, dan itu hal yang wajar dalam sebuah organisasi atau komunitas,” ujar Ki Kusumo.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan dinamika biasa dan tidak sampai menimbulkan konflik besar di dalam organisasi.
Ki Kusumo menjelaskan, buka puasa bersama ini memang dirancang sebagai ruang terbuka untuk mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota. Namun, ia memahami tidak semua anggota dapat hadir karena kesibukan masing-masing.
“Harapannya tentu semua bisa berkumpul. Tapi kami juga memahami setiap anggota punya aktivitas sendiri,” katanya.
Tak hanya silaturahmi, PARFI juga menyiapkan kegiatan sosial selama Ramadan berupa pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Aksi sosial ini diharapkan memperkuat semangat berbagi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial anggota.
Ke depan, PARFI telah menyiapkan sejumlah program di bidang perfilman dan produksi sinetron yang bekerja sama dengan beberapa rumah produksi. Meski begitu, sebagian program dihentikan sementara selama bulan puasa.
“Program sudah berjalan, hanya ditunda sementara. Setelah Lebaran, kegiatan akan kembali dilanjutkan,” ujarnya.
Lewat momen kebersamaan ini, PARFI berharap hubungan antaranggota semakin solid dan berbagai program organisasi bisa berjalan lebih optimal setelah Ramadan. ●Redaksi/Satria
