2026-03-14 16:11

Dilema Parcel dan Beban Berat Rismon Sianipar || Catatan Nazar Husain

Share

BERATNYA PARCEL mungkin seberat beban Rismon Sianipar sehingga menyerah ditengah perjuangannya yang tak kenal lelah. Jiwa heroik, Rismon semula tak terkalahkan. Bagai besi baja, akhirnya lumer disapu bahan kimia bernama “sologenk”.

Rismon awalnya begitu melawan, bahkan mencaci maki, ketidak kejujuran dari seorang bernama Jokowi. Sehingga, Rismon melintir ke sana kemari mencari kebenaran yang menurut dia, kasus itu wajib diungkap hingga ke akar-akarnya.

Perlawanan sengit dari kubu Roy Suryo Cs waktu itu untuk membongkar kebohongan bagai bara api panas agar kebohongan itu “meleleh” menjadi dingin.

Bahkan Rismon sempat mengacak-acak Kampus UGM agar kebohongan ijazah palsu terungkap. Bukan cuma itu, Rismon pun sempat melacak ke luar negeri tentang kebohongan itu.

Finalnya, Rismon “bersujud” di tembok ratapan rumah dari seorang yang paling dibenci bernama Joko Widodo atau Jokowi. Semesta alam pun menyebutnya “gamepoint”. Rismon bagai lunglai tak berdaya mengembangkan ideologisnya, ia terguncang oleh sebuah ironi mengayung isi kepalanya.

Bahkan Rismon Hasiholan Sianipar pernah membuat buku “Jokowi’s White Paper” dan “Gibran End Game” yang ditulis penuh cacian dan makian tanpa rasa iba. Ia menarasikan sebagai target “gameover” bagi Jokowi

Rismon Hasiholan Sianipar dan kawan-kawan saat itu keukeuh mengungkap kasus ijazah palsu Jokowi, bersama Roy Suryo Cs membuat perjuangan heroik dengan suguhan pertentangan dan membongkar narasi kekuasaan yang kini berakhir pahit-pahit manis.

Atas surat permohonan Restorative Justice (RJ), Rismon mengaku berdosa dan mengakhiri perjuangan heroiknya serta meminta ampunan dari “GenkSolo” dan kini tergadai oleh pemikiran dangkal, mungkin ujungnya menyerah tanpa perlawanan.

Rismon tidak lagi membawa sengketa panjang untuk menggugat ijazah palsu Jokowi, namun Rismon membawa kedua kakinya dan bersujud memasuki pintu rumah Jokowi, lalu berkata; Ampun Pak!.

Endingnya, Rismon kini harus berhadapan dengan Roy Suryo Cs. Rismon harus jujur mengungkap kenapa dia menyerah, ada apa?. Apa karena tekanan ekonomi atau tekanan berat “GenkSolo”.

Cerita tegang pun berakhir damai. Damai di bumi, damai di hati!. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *