Malam 27 Ramadan Penuh Berkah, Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Usman Bin Yahya di Puncak Bogor
HARIAN PELITA — Malam ke-27 Ramadan kembali menjadi malam penuh keberkahan di Majelis dipimpin Habib Usman bin Ubaydillah bin Yahya.
Ribuan jamaah dari berbagai wilayah Jabodetabek memadati majelis yang berlokasi di Jalan Raya Puncak Hankam, Cisarua, Bogor berbuka puasa bersama dan melaksanakan salat tarawih berjamaah.
Tradisi berlangsung lebih dari dua dekade ini terus terjaga. Menurut Habib Usman, kegiatan yang rutin digelar setiap malam 27 Ramadan tersebut sudah berjalan sekitar 21 tahun dan menjadi momentum bagi umat untuk memperkuat ibadah di penghujung bulan suci.
“Alhamdulillah kegiatan ini sudah sekitar 21 tahun. Setiap malam 27 Ramadan kita menyiapkan buka puasa bersama dan tarawih berjamaah. Tujuannya untuk mencari keridaan Allah dan meraih keberkahan di malam-malam ganjil Ramadan,” ujarnya.

Setiap tahun, majelis ini mampu menampung sekitar 10.000 hingga 12.000 jamaah yang datang secara bergelombang.
Sebagian hadir sejak waktu Magrib untuk berbuka puasa bersama, sementara yang lain datang khusus mengikuti salat tarawih berjamaah.
Habib Usman mengingatkan umat Islam agar tidak lengah dalam beribadah menjelang berakhirnya Ramadan. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan malam-malam terakhir yang diyakini sebagai waktu turunnya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
“Biasanya menjelang Lebaran orang mulai sibuk dengan urusan dunia, membeli baju baru atau menyiapkan kebutuhan rumah. Padahal justru di malam-malam terakhir inilah kesempatan besar untuk memperbanyak ibadah,” pesannya.
Untuk mengakomodasi jamaah yang telah melaksanakan tarawih di masjid sekitar, jadwal salat di majelis sengaja dimundurkan agar mereka tetap dapat bergabung.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari sang istri, Kartika Putri. Dari dalam rumah, ia turut membantu menyiapkan berbagai hidangan tambahan sebagai cadangan jika makanan yang disediakan panitia tidak mencukupi.
“Konsepnya lebih baik berlebih. Jika ada sisa, jamaah bisa membawa pulang untuk sahur. Yang penting semua kebagian,” tuturnya.
Menariknya, mayoritas jamaah yang hadir adalah kaum perempuan. Meski demikian, kegiatan di majelis ini tetap difokuskan pada pelaksanaan salat tarawih berjamaah tanpa agenda i’tikaf, mengingat banyak di antara jamaah yang masih memiliki tanggung jawab keluarga di rumah.
Tradisi majelis Ramadan ini pun diharapkan terus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memaksimalkan ibadah hingga akhir bulan suci. Sebab, kesempatan bertemu Ramadan adalah nikmat besar yang belum tentu Allah berikan kembali pada tahun-tahun berikutnya. ●Redaksi/SAT
