2026-03-19 6:05

Polisi Merilis Foto Pelaku Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Ini Pelakunya

Share

HARIAN PELITA — Polisi merilis foto pelaku kasus penyiraman air keras Andrie Yunus, empat oknum TNI dari BAIS.

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus ketika itu mengalami kesakitan di sekitar badannya. Bahkan korban dalam video berhenti meninggalkan motornya kemudian berteriak meminta tolong.

Pada jumpa wartawan kemarin, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI resmi menahan empat anggota TNI aktif sebagai tersangka pelaku. Mereka berasal dari Denma Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto mengungkapkan keempat tersangka berinisial Kapten NDP (TNI Angkatan Laut),  Lettu SL (TNI Angkatan Udara), Lettu BHW (TNI Angkatan Udara) dan Serda ES (TNI Angkatan Laut).

Empat orang itu, tiga di antaranya berpangkat perwira dengan pangkat tertinggi kapten. Saat ini mereka ditahan di Rutan Pomdam Jaya/Jayakarta dalam sel khusus pengamanan maksimum (super security maximum).

Disebutkan oleh Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa aksi ini telah dipersiapkan secara terencana.

Bahkan hasil rekaman CCTV mengungkap bahwa pada pukul 16.32 WIB terduga pelaku sudah berada di lokasi dengan mengenakan kemeja batik biru—pakaian yang sama saat eksekusi.

Pukul 17.18 WIB, polisi berhasil menangkap potongan video yang memperlihatkan wajah salah satu eksekutor dengan jelas.

Para pelaku bahkan telah membuntuti korban sejak dari Kantor YLBHI, termasuk saat Andrie mengisi bensin di SPBU Cikini, sebelum akhirnya mengeksekusi di Jalan Salemba I, tepatnya di persimpangan Talang sekitar pukul 23.37 WIB .

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 467 KUHP Ayat 1 dan 2 tentang penganiayaan yang direncanakan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara .

Puspom TNI berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dalam penanganan kasus ini. Polda sendiri sebelumnya telah mengidentifikasi dua inisial terduga pelaku, yakni BHC dan MAK, namun membuka kemungkinan jumlah pelaku lebih dari empat orang.

Namun hingga saat ini pihak TNI masih mendalami motif di balik aksi kekerasan ini. Danpuspom Mayjen Yusri Nuryanto memohon publik bersabar karena proses pengumpulan saksi dan bukti masih berlangsung.

Mayjen Yusri menegaskan kasus ini akan ditangani secara profesional dan transparan.
“Puspom TNI akan bekerja secara profesional, kemudian akan transparan. Yakin itu akan kita sampaikan secara transparan, jadi enggak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Ia juga menyatakan akan mengundang media pada setiap tahap perkembangan kasus, termasuk hingga proses persidangan.

Saat ini Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata . Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di RSCM. ●Redaksi/HP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *