2026-04-09 10:58

Jakarta Bersahabat Bila Kita Ikut Memiliki Walau Bukan Orang Betawi

Share

Kategori Khusus 500 Tahun
●Penulis Nazar Husain

JAKARTA atau kerap disebut “Kampung Betawi” memiliki daya tarik tersendiri bagi bangsa dan negara Indonesia, karena dihuni orang Betawi berbahasa Betawi. Istilah “Betawi” berasal dari kata “Batavia”, merupakan nama lama Jakarta pada zaman kolonial Belanda.

Betawi sendiri berasal dari nama “Batavia” atau juga disebut suku Batavus, sebuah suku kuno yang pernah tinggal di wilayah Belanda.

Pada waktu itu istilah Betawi hanya mencakup bagi orang-orang penduduk asli Jakarta bertempat tinggal di daerah Batavia (Kota Jakarta-Red). Istilah itu menyeruak melekat jati diri identitas etnis penduduk asli Jakarta.

Suku Betawi adalah penduduk asli Kota Jakarta sebenarnya mempunyai budaya, bahasa termasuk tradisi tersendiri, sehingga Betawi melekat sebagai simbol peradaban indentitas mereka.

Sejak dahulu Betawi merupakan suku asli Jakarta memiliki kebudayaan dipengaruhi berbagai etnis yang saat ini menetap di Jakarta yaitu Cina, Arab, Portugis dan Belanda.

Pada catatan saya, sejumlah aspek budaya Betawi terkenal yaitu tarian tradisional Tari Topeng, Tari Yapong, Musik Gambang Kromong, Teater tradisional seperti Lenong dan Topeng Betawi. Termasuk ciri makanan khasnya Soto Betawi, Nasi Uduk, dan Kemplang.

Mengenai karakter suku Betawi dikenal sangat ramah dan terbuka, kuat menjaga tradisi dan budaya mereka. Paling disukai ia memiliki rasa humor yang tinggi, dan sangat loyalitas terhadap keluarga ditambah kekuatan komunitas sangat kuat.

Menurut data diperoleh, jumlah suku Betawi di Indonesia sekitar 6.807.968 jiwa, atau sekitar 2,88 persen dari total penduduk Indonesia. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2010. Mereka merupakan suku bangsa keenam terbesar di Indonesia.

Betawi juga dikenal memiliki adat dan tradisi pernikahan, misalnya, tradisi “ngerod” (prosesi aduk nasi kuning), “ngunduh mantu” (pesta pernikahan), dan “ngeremes” (memberi uang ke pengantin), dari kelahiran hingga aqiqah dan sunatan termasuk kematian dengan melakukan  tahajud dan talamak” (mendoakan almarhum).

Dari segi kesenian, tradisi Betawi paling kuat yakni lenong, sebuah teater tradisional Betawi yang sangat lucu dan menghibur. Belum lagi tari topeng, tarian tradisional dengan topeng, gambang kromong dengan musik tradisional Betawi.

Soal makanan Betawi, pasti kita kenal dengan soto Betawi, soto dengan kuah santan dan daging sapi, nasi uduk, nasi dengan santan dan lauk-pauk khas, kemplang yaitu kerupuk ikan atau udang yang renyah. Khas makanan Betawi pedas dan gurih.

Saat ini Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta kokoh sebagai ibukota negara impian setiap orang untuk mendatangi kota metropolitan nan megah yang hampir berusia 500 tahun itu menjadi target perubahan nasib bagi perantau.

Kota Jakarta, bagi perantau menyebutnya “surgadunia” karena semua mimpi-mimpi indah ada di Jakarta. Bahkan ada pendorong semangat bagi orang-orang daerah menyebut; kalau belum lihat Monas dan Sarinah belum engkau tumbangkan Kota Jakarta.

Banyak orang bangga dengan Jakarta karena kota ini punya sejarah, budaya, dan kehidupan yang sangat dinamis!. Penuh gairah hidup membara.

Jakarta adalah pusat ekonomi, politik, dan budaya Indonesia, jadi banyak orang merasa kota ini mewakili semangat dan kemajuan bangsa. Namun dibalik itu banyak juga terkapar di Jakarta karena tak memiliki keahlian, hanya mengandalkan naluri saja tanpa arah tujuan pasti.

Jakarta songsong ulang tahun ke 500 tahun semoga kehidupan di Jakarta tak seribet yang kita bayangkan! Jakarta bersahabat bila kita juga ikut memiliki Jakarta, walau bukan orang Betawi. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *