2026-04-12 9:30

60 Seniman Bentangkan Lukisan Raksasa di Jelekong, “Ngabaladahan” Guncang Dunia Seni dan Gaungkan Jelekongism

Share

HARIAN PELITA — Perhelatan budaya spektakuler bertajuk “Ngabaladahan” sukses digelar oleh Yayasan Bubuara Jelekong Indonesia (YBJI) di Kampung Seni Jelekong, Baleendah.

Acara berskala nasional ini menjadi momentum “panen raya” kreativitas sekaligus penegasan Jelekong sebagai salah satu pusat seni lukis terbesar di Indonesia.

Sebanyak 60 seniman lokal berkolaborasi menciptakan karya monumental berupa lukisan raksasa berukuran 11 x 4 meter yang dibentangkan sebagai ikon pembuka pameran. Karya ini menjadi bagian dari total 112 masterpiece yang ditampilkan sepanjang gelaran.

Istilah Ngabaladahan berasal dari dialek lokal yang merujuk pada proses awal mengolah kanvas kosong. Namun, bagi YBJI, makna tersebut berkembang menjadi simbol praktik seni komunal yang menjunjung tinggi kebersamaan dan semangat gotong royong dalam berkarya.

Ketua YBJI Arya Sudradjat menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi dari gagasan “Jelekongism”, sebuah gerakan untuk mengangkat identitas seni rupa Nusantara agar tidak terus bergantung pada perspektif Barat.

“Jelekongism adalah pembacaan ulang tradisi visual Nusantara yang diadaptasi dengan konteks sosial budaya masa kini. Kita memiliki sejarah panjang, mulai dari lukisan gua tertua di dunia di Sulawesi hingga perkembangan Jelekong sejak 1970-an,” ujarnya.

Secara historis, Kampung Jelekong mengalami transformasi besar dari masyarakat agraris menjadi komunitas pelukis mandiri. Perubahan ini dipelopori oleh maestro Abah Odin.

Hingga kini, berbagai teknik khas seperti gaya sebring, beludru, spon, hingga pendekatan kontemporer terus berkembang secara dinamis.

Keunikan lain terletak pada material karya. Para seniman menggunakan karung terigu daur ulang sebagai pengganti kanvas konvensional.

Sementara itu, tinta yang digunakan merupakan racikan khas Jelekong yang memadukan cat mentahan, cat besi, dan serbuk sinquit, menghasilkan karakter visual yang autentik dan khas.

Dorong Pasar Global dan Kesejahteraan Seniman

Pendiri YBJI, Susrinah Sanyoto, menegaskan bahwa yayasan ini hadir sebagai jembatan bagi para seniman Jelekong untuk menembus pasar nasional hingga internasional.

“Peningkatan kualitas karya menjadi kunci agar memiliki nilai jual tinggi dan mampu meningkatkan kesejahteraan seniman,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sari Ramdani yang menilai Jelekong memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi kreatif terpadu. Selain seni lukis, kawasan ini juga kuat dalam kuliner lokal, pertunjukan wayang golek, hingga produksi mandiri bahan seni seperti cat, kanvas, dan bingkai. ●Redaksi/SAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *