2026-06-09 5:58

GEMURA Apresiasi MNEF 2026: Anak Muda Harus Jadi Produsen Solusi di Era Digital dan AI

Share

HARIAN PELITA — Gerakan Muda untuk Rakyat (GEMURA) mengapresiasi penyelenggaraan Merapi National Economic Forum (MNEF) 2026 mengangkat tema “Kemakmuran Ekonomi di Era Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan.”

Forum mempertemukan akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, dan generasi muda itu dinilai berhasil menghadirkan ruang dialog strategis mengenai masa depan ekonomi Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menurut GEMURA, MNEF 2026 menjadi contoh positif keterlibatan generasi muda dalam membangun diskursus ekonomi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan.

Terlebih, forum tersebut digagas oleh anak-anak muda yang sebagian masih berusia di bawah 20 tahun.

Perwakilan GEMURA Rajih Musa’ad, menilai keberanian generasi muda menghadirkan forum intelektual berkualitas layak menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia.

“Di usia yang masih sangat muda, mereka mampu menghadirkan forum yang membahas isu-isu strategis bangsa dengan format diskusi yang berkelas. Ini membuktikan bahwa anak muda Indonesia mampu menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar pengikut perubahan,” kata Rajih, Senin (8/6/2026).

Rajih menegaskan Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang dialog yang mendorong lahirnya gagasan dan solusi di tengah tantangan ekonomi global, transformasi digital, serta perkembangan kecerdasan buatan yang berlangsung cepat.

Menurutnya, penyampaian aspirasi tidak harus selalu dilakukan melalui aksi turun ke jalan. Kritik yang efektif dan berdampak justru lahir dari argumentasi yang kuat, berbasis data, dan menawarkan solusi.

“Kritik yang berkualitas tidak lahir dari teriakan yang paling keras, tetapi dari argumentasi yang paling kuat. Anak muda harus mampu mengedepankan gagasan dan pemikiran yang konstruktif,” ujarnya.

Ia mengingatkan pentingnya membangun tradisi intelektual yang kuat agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam mobilisasi emosional yang minim substansi.

“Kita menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun, jangan sampai anak muda hanya menjadi massa yang digerakkan oleh kepentingan tertentu tanpa memahami substansi isu yang diperjuangkan,” tegasnya.

Rajih menilai MNEF 2026 menunjukkan bahwa partisipasi anak muda dapat diwujudkan melalui forum diskusi yang mendorong pertukaran ide, pengujian gagasan, dan pencarian solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya berani mengkritik, tetapi juga mampu menawarkan solusi. Forum seperti ini mengajarkan anak muda untuk berdebat dengan data, berdiskusi dengan gagasan, dan berpikir strategis,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak akan otomatis membawa kemakmuran tanpa didukung kualitas sumber daya manusia, budaya berpikir kritis, riset, inovasi, dan kolaborasi.

“Kita tidak bisa menghadapi era digitalisasi dan kecerdasan buatan hanya dengan politik kemarahan. Indonesia membutuhkan ruang diskusi, inovasi, dan kolaborasi. Anak muda harus menjadi produsen solusi, bukan konsumen provokasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, GEMURA juga menyatakan kesiapannya menjalin kolaborasi dengan MNEF dalam berbagai program pengembangan kepemudaan, literasi digital, kepemimpinan, pendidikan kebangsaan, serta forum diskusi strategis yang melibatkan generasi muda dari berbagai latar belakang.

Rajih menambahkan, GEMURA dan MNEF memiliki kesamaan visi dalam membangun generasi muda yang kritis, inovatif, dan berorientasi pada solusi.

Sebagai penutup, ia mengajak generasi muda untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan berbagai ajakan yang beredar di ruang publik. ●Redaksi/Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *