2026-07-04 4:31

GASAK NTB Kritik Keras Parpol: Banyak Partai Abaikan Suara Caleg DPRD yang Tidak Terpilih

Share

HARIAN PELITA — Gerakan Advokasi Strategis Analisis Kebijakan Publik (GASAK) Nusa Tenggara Barat (NTB) melayangkan kritik keras terhadap perilaku partai politik pasca-pileg 2024.

GASAK NTB menilai, mayoritas partai politik saat ini cenderung mengabaikan dan menelantarkan akumulasi suara dari para calon anggota DPR/DPRD yang tidak terpilih, padahal kontribusi suara mereka sangat signifikan dalam meloloskan partai ke parlemen.

​Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik GASAK NTB Anwar menyatakan bahwa fenomena ini mencerminkan buruknya tata kelola internal parpol dan kentalnya sikap pragmatisme politik.

​”Setelah kontestasi selesai, parpol hanya fokus pada caleg yang menang dan duduk di kursi parlemen saja. Sementara caleg yang tidak terpilih, beserta suara konstituen yang mereka bawa, seolah dicampakkan begitu saja. Ini adalah bentuk ketidakadilan organisasi,” ujar Anwar dalam keterangan persnya di Selong, Kamis 2 juli 2026
.
​Menurut GASAK NTB, ada tiga poin krusial yang menunjukkan pengabaian parpol terhadap caleg tidak terpilih:
​Pemberian Kompensasi Suara yang Mandek: Banyak parpol yang mengabaikan komitmen internal atau regulasi partai terkait pemberian kompensasi finansial atau penghargaan bagi caleg yang gagal namun menyumbang suara signifikan.

​Putusnya Komunikasi Konstituen: Parpol jarang memfasilitasi caleg tidak terpilih untuk tetap merawat basis massanya. Akibatnya, aspirasi masyarakat yang memilih caleg tersebut menjadi mengambang dan tidak tersalurkan.

​GASAK NTB mengingatkan bahwa kursi yang diraih oleh caleg terpilih adalah hasil akumulasi kerja keras seluruh caleg di daerah pemilihan (dapil) yang ada.

Tanpa sumbangan suara dari caleg-caleg yang tidak terpilih, parpol belum tentu bisa mengamankan kursi atau lolos ambang batas parlemen. “Terang Anwar”
​”Jangan sampai parpol hanya datang mengemis suara saat pemilu, lalu habis manis sepah dibuang setelahnya. Jika pola komunikasi politik ini terus dipertahankan, publik akan semakin apatis terhadap partai politik,” tambah Anwar. ●Redaksi/LR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *