Harlah PKB Ke 28 Tahun, DPP Partai Ummat: Rekonsiliasi Politik Indonesia Raya
HARIAN PELITA — Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat menghadiri puncak peringatan hari lahir (Harlah) yang ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.
Harlah tersebut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto serta Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. Kedatangan Presiden dan Wapres pun disambut oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bersama pengurus, kader dan simpatisan.
Kali ini, Harlah PKB ke-28 mengusung tema “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi” serta mempopulerkan istilah ” Prabowonomics”. Istilah Prabowonomics menjadi simbol dukungan terhadap gagasan kemandirian ekonomi nasional yang diusung oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
Melalui pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa gagasan ekonomi tersebut berpijak pada UUD 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.
Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat Taufik Hidayat menyampaikan amanat konstitusi perlu diwujudkan melalui pengelolaan kekayaan alam yang benar dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Bumi dan Tanah air Indonesia sangatlah kaya raya, oleh karenanya wajib dikelola dengan baik, sehingga hasil keuntungannya juga dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” terang Heikal, Sabtu (25/7/2026).
‘Heikal meminta masyarakat melihat secara objektif pihak-pihak yang selama ini menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia. Ia juga mempersilahkan masyarakat mengecek dengan sesuai berdasarkan fakta terkait pihak-pihak yang menikmati dan menguasai kekayaan alam di Indonesia.
“Jika sudah tahu jawabannya, maka seluruh rakyat Indonesia wajib bersatu padu tegakkan keadilan dan lawan kedzaliman,” katanya.
Selain persoalan ekonomi, kata dia, Harlah PKB ke-28 menjadi momentum penting untuk memperkuat rekonsiliasi politik nasional. Kehadiran sejumlah tokoh nasional, menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan partai politik menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antar kekuatan politik.
Heikal mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang dinilai membuka peluang bagi seluruh partai politik untuk berkolaborasi membangun bangsa.
“Negara kita Indonesia tercinta adalah bangsa yang besar, oleh karenanya wajib berjiwa besar dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada, hindari berprasangka, fitnah, hinaan dan makian, boleh mengkritik namun jangan menghina, memaki dan memfitnah,” ujar Heikal.
“Begitu pula kami Partai Ummat sangat terbuka dan siap dengan saran dan kritik yang konstruktif, bukan sebaliknya,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh partai politik dapat membangun hubungan yang harmonis dengan mengedepankan persatuan dan kritik yang konstruktif. Menurutnya visi dan misi seluruh partai politik dinilai sangat baik dan menjanjikan.
“Jika semua partai politik harmonis seperti di acara harlah PKB ini, Insyaallah Indonesia menjadi negara besar yang disegani dunia Internasional,” ucap Heikal.
“Oleh karena itu kami atas nama Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Ummat mengucapkan sekaligus mendoakan semoga Harlah PKB ke 28 tahun menjadikan negeri ini menjadi negara yang baldatun thoyibatun warabbun ghofur, serta menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan untuk kemajuan Indonesia Raya,” tandasnya.
Diketahui, sejumlah tokoh yang hadir dalam acara Harlah PKB ke 28 tahun
antara lain Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Amanat Nasional sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. ●Redaksi/Dw
