Ciri-ciri Seorang NPD || Oleh Endah Sayani
Apa itu NPD: Si “Cinta Diri Sendiri” yang bisa menghancurkan orang lain
NPD (Narcissistic Personality Disorder) adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan sifat narsisme yang berlebihan, kebutuhan akan pujian dan perhatian, serta kurangnya empati terhadap orang lain.
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tampak sangat percaya diri, haus pujian, namun mudah tersinggung saat dikritik? Orang tersebut bisa saja menunjukkan tanda-tanda Narcissistic Personality Disorder (NPD), sebuah gangguan kepribadian yang lebih serius daripada sekadar “narsis”.
Teori narsisme pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud, yang menyatakan bahwa individu dengan kecenderungan narsistik sering kali merasa dirinya sangat penting dan layak mendapat perhatian lebih (Sirait & Syarqawi, 2024).
Dalam beberapa dekade terakhir, narsisme bukan hanya menjadi topik kajian klinis di bidang psikologi, tetapi juga bagian dari budaya populer.
Perilaku seperti pamer pencapaian, pencitraan diri, dan obsesi terhadap pengakuan dari orang lain dapat merusak keseimbangan psikologis terutama jika mengabaikan empati dan kebutuhan emosional orang lain (Fernanda, 2024).
Inilah ciri-ciri seorang NPD
1. Sifat narsisme yang berlebihan
Mereka memiliki pandangan yang berlebihan tentang diri sendiri, kemampuan, dan prestasi.
2. Kebutuhan akan pujian dan perhatian Mereka memerlukan pujian dan perhatian dari orang lain untuk meningkatkan ego mereka.
3. Kurangnya empati
Mereka tidak dapat memahami atau peduli dengan perasaan dan kebutuhan orang lain.
4. Sifat egois
Mereka hanya memikirkan diri sendiri dan kebutuhan mereka.
5. Sifat sombong dan arogansi
Mereka memiliki sikap yang sombong dan arogansi terhadap orang lain.
6. Mengharapkan perlakuan khusus
Mereka mengharapkan perlakuan khusus dan hak-hak yang lebih besar daripada orang lain.
7. Tidak dapat menerima kritik
Mereka tidak dapat menerima kritik atau umpan balik negatif.
8. Menggunakan orang lain untuk keuntungan
Mereka menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan mereka.
9. Sifat manipulatif
Mereka menggunakan taktik manipulatif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
10. Kurangnya kesadaran diri
Mereka tidak memiliki kesadaran diri yang baik dan tidak dapat memahami dampak perilaku mereka terhadap orang lain.
Catatan psikologis:
Ketergantungan pada media sosial dalam bentuk likes, comments, dan followers hanya memperkuat pola perilaku ini. Tanpa sadar, ini menciptakan siklus narsisme yang sulit diputus.***
