2026-03-13 19:43

Perbedaan NPD dan Toxic Menurut Psikologi || Oleh Endah Sayani Feat Nazwa Alia

Share

Narcissistic Personality Disorder (NPD) dan toxic adalah dua konsep yang terkait, tapi tidak sama.

Narcissistic Personality Disorder (NPD)
NPD adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan:

•Perasaan superioritas yang berlebihan
•Kebutuhan akan pujian dan pengakuan yang berlebihan
•Kurangnya empati terhadap orang lain
•Menganggap diri sendiri sebagai pusat perhatian
•Menggunakan manipulasi untuk mencapai tujuan

Toxic:
Toxic adalah istilah yang lebih umum yang merujuk pada perilaku yang merusak atau beracun, seperti:

•Manipulasi
•Gaslighting
•Emosi yang tidak stabil
•Perilaku yang egois
•Kurangnya tanggung jawab

Perbedaan utama antara NPD dan toxic adalah bahwa NPD adalah gangguan kepribadian yang lebih luas dan kompleks, sedangkan toxic adalah perilaku yang lebih spesifik dan dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya orang dengan NPD.

Dari perspektif psikologi, NPD dan toxic dapat dilihat sebagai hasil dari:

•Gangguan attachment pada masa kanak-kanak
•Trauma atau pengalaman tidak menyenangkan
•Kurangnya empati dan validasi
•Kebutuhan akan kontrol dan kekuasaan

Psikolog ternama dunia yang membahas tentang NPD (Narcissistic Personality Disorder) adalah Dr. Ramani Durvasula, seorang psikolog klinis dan penulis buku “Don’t You Know Who I Am?” yang membahas tentang narsisme dan NPD. Namun, tidak ditemukan statement spesifik dari Dr. Ramani Durvasula.

NPD adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan perasaan superioritas, kurangnya empati, dan kebutuhan berlebihan akan pujian dan pengakuan dari orang lain.

Beberapa psikolog lain yang membahas tentang NPD adalah Dr. W. Keith Campbell, seorang psikolog sosial yang telah melakukan penelitian tentang narsisme dan NPD, dan Dr. Jean Twenge, seorang psikolog yang telah menulis tentang generasi narsistik dan dampaknya pada masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *