<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Health &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/category/health/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 03:37:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>Peduli Penyakit TB Paru, Polda Jateng Luncurkan Program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/peduli-penyakit-tb-paru-polda-jateng-luncurkan-program-polda-jateng-peduli-berantas-tb-paru/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/peduli-penyakit-tb-paru-polda-jateng-luncurkan-program-polda-jateng-peduli-berantas-tb-paru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 03:37:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87928</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Polda Jawa Tengah saat ini melaksanakan inovasi program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah untuk memperkuat penanganan penyakit menular di wilayah Jawa Tengah. Kabiddokkes Polda Jateng KBP drg. Agung Hadi Wijanarko menyampaikan bahwa program tersebut dilatarbelakangi tingginya angka kasus TB di Indonesia. “Berdasarkan data nasional, Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Polda Jawa Tengah saat ini melaksanakan inovasi program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah untuk memperkuat penanganan penyakit menular di wilayah Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabiddokkes Polda Jateng KBP drg. Agung Hadi Wijanarko menyampaikan bahwa program tersebut dilatarbelakangi tingginya angka kasus TB di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Berdasarkan data nasional, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah India dengan jumlah penderita TB aktif mencapai sekitar 1 juta jiwa. Indonesia juga menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia,” kata Kabiddokkes, Sabtu (23/5/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, angka keberhasilan program penanganan TB di Indonesia masih berada pada angka 86 persen, sedangkan cakupan tracing atau penemuan kasus baru masih sekitar 77 persen sehingga dinilai masih perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Angka keberhasilan program penanganan TB di Indonesia masih berada pada angka 86 persen, sedangkan cakupan tracing atau penemuan kasus baru masih sekitar 77 persen sehingga perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabiddokkes juga menjelaskan bahwa berdasarkan data Situasi Tuberkulosis Indonesia Tahun 2025, Jawa Tengah tercatat menjadi provinsi ketiga dengan kasus TB paru terbanyak di Indonesia dengan jumlah mencapai 105.428 kasus, setelah Jawa Barat sebanyak 150.000 kasus dan Jawa Timur sebanyak 120.000 kasus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sementara itu, sebaran kasus TB paru aktif di Jawa Tengah tahun 2026 menunjukkan lima wilayah dengan jumlah kasus tertinggi yakni Kabupaten Brebes sebanyak 8.291 kasus, Kabupaten Banyumas 7.517 kasus, Kabupaten Tegal 6.750 kasus, Kota Semarang 6.390 kasus, dan Kabupaten Cilacap sebanyak 6.261 kasus,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai langkah konkret, Polda Jateng melaksanakan sejumlah kegiatan dalam program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru, di antaranya program Polri Tracing TB Paru melalui pelatihan tracer TB kepada para Bhabinkamtibmas serta pelaksanaan tracing terhadap orang-orang terdekat penderita TB paru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dilakukan pula launching program berupa pembuatan dan distribusi buku saku pedoman Bhabinkamtibmas Tracer TB, penyediaan KIT TB Paru, hingga pengoperasian mobil dan motor jemput pasien TB guna membantu akses pelayanan kesehatan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap kesehatan masyarakat sekaligus penguatan peran preventif dan humanis Polri di tengah masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian Polri dalam mendukung eliminasi TB di Indonesia. Kami mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai tracer di lapangan untuk membantu menemukan kasus lebih dini, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan penderita TB mendapatkan akses pengobatan yang tepat,” ujar Kombes Pol Artanto. ●<strong>Redaksi/Asq</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/peduli-penyakit-tb-paru-polda-jateng-luncurkan-program-polda-jateng-peduli-berantas-tb-paru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Idul Adha Subdit Indag Ditreskrimsus PM Cek Kesehatan Hewan Kurban di Dharma Jaya</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/jelang-idul-adha-subdit-indag-ditreskrimsus-pm-cek-kesehatan-hewan-kurban-di-dharma-jaya/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/jelang-idul-adha-subdit-indag-ditreskrimsus-pm-cek-kesehatan-hewan-kurban-di-dharma-jaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 17:11:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87894</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Dinas KPKP DKI Jakarta mengecek kesiapan hewan kurban di Perumda Dharma Jaya, Kamis (21/5/2026). Memastikan hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dalam kondisi sehat, layak dan distribusinya berjalan aman. Kegiatan tmdihadiri Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon, Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Dinas KPKP DKI Jakarta mengecek kesiapan hewan kurban di Perumda Dharma Jaya, Kamis (21/5/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memastikan hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dalam kondisi sehat, layak dan distribusinya berjalan aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan tmdihadiri Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon, Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Muh Ardila Amry, Iptu Sindhu Satria (Satgas Pangan PMJ), dan Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta drh Hasudungan A. Sidabalok, serta Direktur Keuangan &amp; SDM Perumda Dharma Jaya Maulana Lazuardi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penyiapan hewan kurban di Dharma Jaya berjalan sesuai ketentuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi kesehatan hewan, kebersihan tempat penampungan, proses penyiapan, hingga kesiapan distribusi menjelang Idul Adha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini bagian dari tugas kami dalam menghadapi Idul Adha. Kami melihat langsung proses penyiapan sampai pendistribusian, termasuk aspek kebersihan dan kesehatan hewan kurban,” ujarnya, pada Kamis (21/5/2026). ●<strong>Redaksi/IA</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/jelang-idul-adha-subdit-indag-ditreskrimsus-pm-cek-kesehatan-hewan-kurban-di-dharma-jaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Kucing Lokal di RW 07 Cakung Jaktim Disterilisasi</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/ratusan-kucing-lokal-di-rw-07-cakung-jaktim-disterilisasi/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/ratusan-kucing-lokal-di-rw-07-cakung-jaktim-disterilisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 14:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87624</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212;- Ratusan ekor kucing di wilayah Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung dilakukan sterilisasi oleh tim Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Timur. Hal ini dilakukan dalam rangka pengendalian populasi serta pertumbuhan kucing lokal di pemukiman warga. Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur&#160; Theresia Ellita menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212;- </strong>Ratusan ekor kucing di wilayah Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung dilakukan sterilisasi oleh tim Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dilakukan dalam rangka pengendalian populasi serta pertumbuhan kucing lokal di pemukiman warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur&nbsp; Theresia Ellita menyampaikan sebanyak 150 ekor kucing disterilisasikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, kegiatan steril ini menekan laju pertumbuhan dan kelahiran kucing yang ada di masyarakat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/05/1000141701-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-87626" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/05/1000141701-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/05/1000141701-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/05/1000141701-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/05/1000141701.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hari ini kami melakukan kegiatan steril kucing lokal terutama di wilayah Jakarta Timur mengambil lokasi di sekretariat RW 07 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung, dengan capaian 26 ekor betina dan 124 ekor jantan totalnya 150 ekor,&#8221; ujar Theresia, Rabu (13/5/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menegaskan meningkatnya jumlah kucing lokal dimungkinkan dapat mengganggu masyarakat. Sejumlah kucing mendapatkan tindakan kebiri dan pengangkatan ovarium di lokasi tersebut. Upaya ini pun diutarakan tim Sudin KPKP Jaktim dapat menekan berkembang biaknya kucing liar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Theresia mengimbau masyarakat untuk bekerjasama dalam pengendalian kucing dan memperhatikan kesejahteraan hewan serta mengutamakan lingkungan. Kegiatan sterilisasi di RW 07 melibatkan 6 orang tin dokter hewan, 6 orang tenaga medis kemudian Komunitas Pecinta Kucing Sehati (KPKS). Sterilisasi dan vaksinasi dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wib.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi kita sayang kucing tapi juga kita sayang lingkungan. Semuanya kegiatan ini kita lakukan secara terpadu antara pemerintah dan masyarakat dan komunikasi pecinta hewan,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua RW 07 Aselih mengungkapkan sterilisasi kucing lokal dinilai sangat bantu. Sebab, kucing lokal menurut dia sudah terlalu banyak jumlahnya. Ia juga mengatakan tanpa ada sosialisasi dan vaksin akan membahayakan warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aselih khawatir bila sejumlah kucing lokal tidak divaksin dan sterilisasi bisa mendatangkan penyakit rabies. Kehadiran Sudin KPKP serta relawan KPKS dinilai positif oleh dia. Selain itu, populasi kucing di lingkungan RW 07 dipastikan sehat. ●<strong>Redaksi/Dw</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/ratusan-kucing-lokal-di-rw-07-cakung-jaktim-disterilisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahaya Menyantap Ikan Sapu-sapu dari Kali Jakarta</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/bahaya-menyantap-ikan-sapu-sapu-dari-kali-jakarta/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/bahaya-menyantap-ikan-sapu-sapu-dari-kali-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 05:42:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86593</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Ribuan ikan sapu-sapu baru saja disapu bersih dari Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jumat, 17 April 2026. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turun ke lapangan menjalankan instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengendalikan populasi ikan invasif kian merajalela di perairan ibu kota. Target operasi hari itu: lima ton ikan sapu-sapu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Ribuan ikan sapu-sapu baru saja disapu bersih dari Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jumat, 17 April 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turun ke lapangan menjalankan instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengendalikan populasi ikan invasif kian merajalela di perairan ibu kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Target operasi hari itu: lima ton ikan sapu-sapu. Tapi di luar soal ekosistem, ada pertanyaan yang diam-diam bergolak di benak banyak orang: ikan sebanyak ini, boleh tidak sekalian dimakan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Guru Besar Bidang Keamanan Pangan IPB University, Profesor Ahmad Sulaeman, memberikan jawaban yang tegas. Secara biologis, ikan sapu-sapu memang bisa dikonsumsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi ada syarat yang tidak bisa ditawar: ikan harus berasal dari perairan yang bersih dan tidak tercemar, atau dari hasil budidaya yang terkontrol. Sementara kondisi sungai-sungai di Jakarta? Jauh dari gambaran itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Habitat dan kebiasaan hidup ikan ini adalah di dasar sungai, rawa, got, dan memakan lumpur serta sisa organik. Karena itu ikan ini gampang mengakumulasi racun dari lingkungannya,&#8221; kata Ahmad.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai ikan jenis bottom-feeder, sapu-sapu menyedot semua yang ada di dasar perairan, termasuk limbah rumah tangga, deterjen, pestisida, hingga mikroplastik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menegaskan sungai-sungai di Jakarta telah tercemar limbah industri, sehingga ikan liar yang diambil dari perairan ibu kota tidak layak konsumsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada sistem pengawasan mutu yang memantau ikan-ikan hasil tangkapan liar ini. Dengan kata lain, tidak ada jaminan bahwa ikan yang masuk ke perut kita bebas dari bahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dikhawatirkan bukan sekadar perut mual. Ikan sapu-sapu dari sungai tercemar berpotensi mengandung logam berat berbahaya seperti merkuri, timbal, kadmium, dan arsen, yang kadarnya bisa melebihi ambang batas aman pangan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan proses memasak pun tidak bisa menghilangkan logam berat yang sudah terakumulasi dalam daging ikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika terlanjur dikonsumsi, Ahmad menjelaskan dampaknya bergantung pada seberapa tercemar ikan tersebut dan seberapa sering dikonsumsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam 1 hingga 24 jam setelah makan, efek akut bisa langsung dirasakan: mual, muntah, diare, sakit perut, pusing, hingga gatal. Tapi yang lebih mengerikan adalah dampak jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsumsi rutin dari sumber tercemar bisa berujung pada kerusakan ginjal dan hati, gangguan sistem saraf, gangguan kesuburan, bahkan risiko kanker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok paling rentan adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Ahmad memperingatkan dengan keras: konsumsi ikan sapu-sapu bisa mengganggu perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Ini bukan risiko yang bisa diabaikan. ●<strong>Redaksi/HP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/bahaya-menyantap-ikan-sapu-sapu-dari-kali-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Klinik BAMED Raih &#8220;Specialty Clinic of the Year 2026&#8221; Jadikan Preventive Medicine sebagai Standar Layanan di Asia</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/klinik-bamed-raih-specialty-clinic-of-the-year-2026-jadikan-preventive-medicine-sebagai-standar-layanan-di-asia/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/klinik-bamed-raih-specialty-clinic-of-the-year-2026-jadikan-preventive-medicine-sebagai-standar-layanan-di-asia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 14:23:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Bamed]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85729</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Klinik BAMED meraih penghargaan Specialty Clinic of the Year (Preventive Medicine) – Indonesia dalam ajang Healthcare Asia Awards 2026 berlangsung di Marina Bay Sands Expo &#38; Convention Center, Singapura, Kamis (26/3/2026) malam. Penghargaan ini menegaskan posisi BAMED sebagai leading model preventivehealthcare di Asia dan diterima langsung oleh CEO dr Yassin Yanuar Mohammad,didampingi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Klinik BAMED meraih penghargaan Specialty Clinic of the Year (Preventive Medicine) – Indonesia dalam ajang Healthcare Asia Awards 2026 berlangsung di Marina Bay Sands Expo &amp; Convention Center, Singapura, Kamis (26/3/2026) malam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penghargaan ini menegaskan posisi BAMED sebagai leading model preventive<br>healthcare di Asia dan diterima langsung oleh CEO dr Yassin Yanuar Mohammad,<br>didampingi dr Abigail Audity dan dr Adhimukti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat pentingnya intervensi sejak awal, BAMED mengedepankan deteksi<br>dini dan pemantauan berkelanjutan, sehingga pasien dapat memahami risiko<br>kesehatannya lebih awal dan mengambil tindakan sebelum kondisi berkembang<br>lebih jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem layanan terintegrasi menghubungkan konsultasi, pemeriksaan,<br>hingga tindakan medis dalam satu alur yang efisien.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116148-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-85731" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116148-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116148-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116148-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116148.jpg 1422w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak berdiri pada 2010, BAMED telah berkembang menjadi jaringan dengan<br>sembilan cabang di Indonesia, didukung lebih dari 100 dokter spesialis dan<br>subspesialis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Layanan mencakup kulit &amp; rambut, obstetri &amp; ginekologi, andrologi,<br>pediatri, nutrisi klinis, akupunktur medis, kedokteran gigi, laktasi, hingga praktik<br>umum—all dalam alur yang efisien dan fokus pada preventive care.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjaga kualitas, BAMED menerapkan standar operasional prosedur<br>dan protokol medis di seluruh cabang. Fasilitas dan teknologi medis mendukung<br>diagnosis tepat waktu dan intervensi yang cepat, memastikan pasien mendapatkan<br>perawatan terbaik tanpa harus berpindah fasilitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Di Bamed, kami percaya layanan kesehatan harus mengutamakan<br>pencegahan, bukan hanya pengobatan. Tujuan kami adalah pasien datang<br>sebelum sakit, bukan setelahnya,” ujar dr Yassin Yanuar Mohammad CEO<br>Klinik BAMED.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116147-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-85732" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116147-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116147-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116147-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000116147.jpg 1422w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Healthcare Asia Awards adalah ajang bergengsi tingkat Asia yang menilai<br>rumah sakit, klinik, dan institusi kesehatan berdasarkan inovasi layanan medis,<br>kualitas dan patient outcomes, efisiensi operasional, dan dampak nyata bagi<br>masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta berasal dari seluruh Asia, termasuk Singapura, Malaysia,<br>Indonesia, dan Thailand, sehingga kompetisinya sangat tinggi.<br>Dengan pendekatan ini, BAMED mendorong pasien untuk memulai<br>perjalanan kesehatan dari pencegahan, menjadikan preventive medicine sebagai<br>standar layanan yang aman, efektif, dan mudah diakses di Jakarta maupun seluruh<br>cabang di Indonesia. ●<strong>Redaksi/Rls/HP</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/klinik-bamed-raih-specialty-clinic-of-the-year-2026-jadikan-preventive-medicine-sebagai-standar-layanan-di-asia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Uap VOCs: Bahaya Tak Kasat Mata Mengancam Pekerja dan Konsumen di SPBU</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/uap-vocs-bahaya-tak-kasat-mata-mengancam-pekerja-dan-konsumen-di-spbu/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/uap-vocs-bahaya-tak-kasat-mata-mengancam-pekerja-dan-konsumen-di-spbu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 17:58:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84921</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Aliansi Jurnalis Video (AJV) Divisi Lingkungan Hidup menggelar diskusi publik bertemakan, &#8220;Bahaya Pencemaran Uap BBM di SPBU&#8221; di Hotel Amaris Pancoran, Sabtu 7 Maret 2026. CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa, mengungkapkan bahwa ancaman terbesar dari operasional SPBU adalah paparan senyawa Volatile Organic Compounds (VOCs) seperti bensena, toluena, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Aliansi Jurnalis Video (AJV) Divisi Lingkungan Hidup menggelar diskusi publik bertemakan, &#8220;Bahaya Pencemaran Uap BBM di SPBU&#8221; di Hotel Amaris Pancoran, Sabtu 7 Maret 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa, mengungkapkan bahwa ancaman terbesar dari operasional SPBU adalah paparan senyawa Volatile Organic Compounds (VOCs) seperti bensena, toluena, dan xilena (BTX).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senyawa tersebut berasal dari penguapan bahan bakar yang terjadi selama proses penyimpanan maupun pengisian BBM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Fabby, VOCs dapat muncul ketika bahan bakar disimpan di dalam tangki sehingga terjadi proses evaporasi, saat pengisian bahan bakar kendaraan, maupun ketika terjadi kebocoran akibat infrastruktur yang sudah tua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bahaya ini sering kali tidak terlihat, tetapi risikonya besar terutama bagi pekerja SPBU yang setiap hari terpapar uap bahan bakar,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan bahwa kandungan VOCs sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan bakar. Semakin rendah kualitas BBM, semakin tinggi kandungan senyawa berbahaya tersebut. Sebaliknya, bahan bakar dengan standar lebih tinggi memiliki kandungan VOCs yang lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di berbagai negara, lanjutnya, SPBU telah menerapkan teknologi vapor recovery system, yaitu alat yang berfungsi menyerap kembali uap bahan bakar agar tidak terlepas ke udara. Namun teknologi tersebut belum digunakan secara merata di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Beberapa SPBU milik Pertamina sudah mulai menerapkan konsep ramah lingkungan, tetapi belum semua menggunakan alat penyerap uap tersebut,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fabby juga menekankan pentingnya peningkatan standar kualitas BBM di Indonesia minimal setara Euro 4, yang dapat mengurangi emisi berbahaya. Ia menilai bahan bakar berkualitas rendah tidak hanya memperburuk polusi udara, tetapi juga dapat merusak mesin kendaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ia menyoroti perlindungan bagi pekerja SPBU yang seharusnya menggunakan alat pelindung diri, seperti masker khusus dengan karbon aktif atau masker standar N92 untuk mengurangi paparan VOCs.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ambang batas paparan VOCs yang aman sekitar 0,5 ppm. Idealnya pekerja diperiksa kesehatannya secara berkala, bahkan kadar zat tersebut dalam darah perlu dipantau setiap minggu,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pemerintah perlu memastikan penerapan standar keselamatan kerja melalui pengawasan yang ketat, termasuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dari Kementerian Ketenagakerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan yang sama, Presiden Federasi Serikat Pekerja ASPEK Indonesia sekaligus Sekretaris Eksekutif Jamkeswatch, Abdul Gofur, menyoroti kondisi pekerja SPBU yang dinilai masih jauh dari perlindungan yang layak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyebut banyak pekerja SPBU yang menerima upah di bawah upah minimum provinsi (UMP). Selain itu, status kerja mereka sering kali tidak jelas, mulai dari magang, pekerja lepas, hingga kontrak jangka sangat pendek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bahkan ada yang kontraknya hanya satu bulan. Ini tentu membuat perlindungan pekerja menjadi lemah,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gofur menambahkan bahwa pekerja SPBU tidak hanya terpapar uap BBM, tetapi juga polusi dari gas buang kendaraan yang setiap hari keluar masuk area SPBU. Sayangnya, sebagian besar pekerja tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyoroti masih banyak pekerja di SPBU yang belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.<br>“Kami meminta minimal dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja SPBU serta memastikan mereka mendapatkan perlindungan jaminan sosial,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Muhammad Mufti Mubarok, menegaskan pentingnya audit terhadap operasional SPBU untuk memastikan terpenuhinya hak-hak pekerja.<br>Menurutnya, audit tersebut juga perlu memastikan bahwa pengelola SPBU telah memberikan perlindungan kesehatan, termasuk kepesertaan BPJS bagi para pekerjanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami mendorong agar dilakukan audit menyeluruh untuk memastikan SPBU memenuhi standar keselamatan kerja serta hak-hak pekerja,” ujarnya. ●<strong>Redaksi/Sat</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/uap-vocs-bahaya-tak-kasat-mata-mengancam-pekerja-dan-konsumen-di-spbu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RS Premier Bintaro Gelar Media Gathering &#038; Health Talk, Tegaskan Regurgitasi Bayi Umumnya Normal, GERD Jarang Namun Perlu Diwaspadai</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/rs-premier-bintaro-gelar-media-gathering-health-talk-tegaskan-regurgitasi-bayi-umumnya-normal-gerd-jarang-namun-perlu-diwaspadai/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/rs-premier-bintaro-gelar-media-gathering-health-talk-tegaskan-regurgitasi-bayi-umumnya-normal-gerd-jarang-namun-perlu-diwaspadai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 12:25:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83878</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Regurgitasi atau gumoh pada bayi kerap menimbulkan kekhawatiran orang tua dan sering disalahartikan sebagai penyakit. Padahal secara medis, regurgitasi dan Gastroesophageal Reflux (GER) merupakan kondisi fisiologis yang umum terjadi pada bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Isu ini menjadi fokus utama dalam Media Gathering &#38; Health Talk diselenggarakan oleh RS Premier [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Regurgitasi atau gumoh pada bayi kerap menimbulkan kekhawatiran orang tua dan sering disalahartikan sebagai penyakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal secara medis, regurgitasi dan Gastroesophageal Reflux (GER) merupakan kondisi fisiologis yang umum terjadi pada bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isu ini menjadi fokus utama dalam Media Gathering &amp; Health Talk diselenggarakan oleh RS Premier Bintaro turut dihadiri dr Relia Sari, MARS, selaku Chief Executive Officer (CEO) RS Premier Bintaro.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung tema “POV: Regurgitasi, GER, dan GERD pada Anak dan Dampaknya terhadap Kesehatan”, kegiatan digelar&nbsp; di Sutasoma Hotel at The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta,&nbsp; Rabu, (4/2/2026),</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, dr. Relia Sari, MARS menyampaikan bahwa edukasi kesehatan anak berbasis bukti ilmiah merupakan bagian dari komitmen RS Premier Bintaro dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Peran media dinilai penting untuk membantu menyampaikan informasi kesehatan yang akurat kepada masyarakat, khususnya kepada orang tua,&#8221; tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data klinis yang dipaparkan dalam kegiatan ini, sekitar 30 persen bayi mengalami regurgitasi, dengan puncak kejadian pada usia 3–4 bulan, dan umumnya akan berkurang secara bertahap hingga usia 12 bulan. Kondisi ini dikenal sebagai happy spitter, yaitu bayi yang tetap ceria, menyusu dengan baik, dan tumbuh normal meskipun sering mengalami gumoh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun demikian, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi yang berbeda dan jauh lebih jarang, dengan prevalensi sekitar 3–8 persen. GERD terjadi ketika isi lambung naik ke kerongkongan secara terlalu sering atau terlalu lama, sehingga dapat menyebabkan peradangan esofagus (esofagitis) dan komplikasi lain seperti gangguan makan, gagal tumbuh, anemia, regurgitasi disertai darah, hingga gangguan kualitas hidup anak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K),&nbsp;&nbsp; Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, sebagai narasumber utama, menegaskan bahwa tantangan terbesar di lapangan adalah membedakan regurgitasi fisiologis dengan GERD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Regurgitasi dan GER itu sering dan umumnya tidak berbahaya, sedangkan GERD jarang. GERD perlu dicurigai bila terdapat tanda bahaya atau alarm sign, seperti gagal tumbuh, bercak darah pada regurgitasi, nyeri hebat, atau gangguan neurologis. Tanpa tanda alarm, pemeriksaan lanjutan biasanya tidak diperlukan,” paparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K) dikenal sebagai salah satu pakar terkemuka di Indonesia dalam bidang gastroenterologi dan hepatologi anak, dengan pengalaman luas dalam praktik klinis, pendidikan, serta penelitian, dan aktif sebagai pembicara di berbagai forum ilmiah nasional maupun internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sesi diskusi juga ditekankan bahwa regurgitasi berlebihan, bayi rewel, atau tangisan berkepanjangan tidak selalu menandakan GERD, karena kondisi tersebut juga dapat ditemukan pada bayi sehat. Oleh karena itu, evaluasi medis yang tepat diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, seperti alergi protein susu sapi, sebelum menetapkan diagnosis GERD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penatalaksanaan awal regurgitasi dan GER pada bayi umumnya bersifat non-farmakologis, meliputi edukasi orang tua, melanjutkan ASI, menghindari overfeeding, pengaturan posisi bayi, serta penggunaan susu formula yang ditebalkan bila diperlukan. Pemberian obat bukan merupakan terapi lini pertama dan hanya dipertimbangkan pada kasus GERD yang terkonfirmasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi kesehatan anak yang komprehensif dan berbasis ilmiah, serta memperkuat kolaborasi dengan media dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. ●<strong>Redaksi/Rls07</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/rs-premier-bintaro-gelar-media-gathering-health-talk-tegaskan-regurgitasi-bayi-umumnya-normal-gerd-jarang-namun-perlu-diwaspadai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD dr R Soedjono Selong Masuki Tahap Cathlab, Layanan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk Keluar Daerah</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/rsud-dr-r-soedjono-selong-masuki-tahap-cathlab-layanan-jantung-tak-lagi-harus-dirujuk-keluar-daerah/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/rsud-dr-r-soedjono-selong-masuki-tahap-cathlab-layanan-jantung-tak-lagi-harus-dirujuk-keluar-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 07:04:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83861</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; RSUD dr R Soedjono Selong terus memacu peningkatan layanan kesehatan rujukan dengan mempersiapkan pengoperasian Catheterization Laboratory (Cathlab). Fasilitas ini disiapkan memperkuat penanganan penyakit jantung, stroke, serta bedah toraks kardiovaskular (BTKV) yang selama ini menjadi kasus dengan tingkat fatalitas tinggi. Data internal rumah sakit menunjukkan bahwa penyakit jantung dan stroke masih menjadi penyebab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>RSUD dr R Soedjono Selong terus memacu peningkatan layanan kesehatan rujukan dengan mempersiapkan pengoperasian Catheterization Laboratory (Cathlab).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fasilitas ini disiapkan memperkuat penanganan penyakit jantung, stroke, serta bedah toraks kardiovaskular (BTKV) yang selama ini menjadi kasus dengan tingkat fatalitas tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data internal rumah sakit menunjukkan bahwa penyakit jantung dan stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi dari tahun ke tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut mendorong manajemen RSUD dr R Soedjono Selong untuk menghadirkan layanan Cathlab sebagai solusi penanganan cepat dan tepat bagi pasien dengan kondisi kritis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perangkat Cathlab yang dimiliki rumah sakit merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka penguatan layanan kesehatan prioritas. Manajemen menargetkan layanan ini mulai beroperasi pada pertengahan Maret 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur RSUD dr R.<br>Soedjono Selong, dr H Anjasmoro memimpin langsung rapat teknis persiapan operasional Cathlab yang digelar Rabu (21/1/2026). Rapat tersebut melibatkan jajaran pimpinan rumah sakit, kepala unit terkait, serta dokter spesialis jantung, bedah saraf, dan bedah toraks kardiovaskular.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fokus pembahasan meliputi kesiapan peralatan medis, pemenuhan sumber daya manusia, serta integrasi sistem pelayanan agar Cathlab dapat beroperasi sesuai standar keselamatan dan mutu pelayanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pengoperasian Cathlab bukan hanya soal alat canggih, tetapi juga kesiapan tim dan sistem pelayanan yang solid,” ujar dr. Anjasmoro.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menegaskan bahwa rumah sakit telah menyiapkan tenaga medis spesialis yang dibutuhkan, termasuk dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis intervensi, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular, serta dokter spesialis bedah saraf guna mendukung layanan rujukan lanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain kesiapan tenaga medis, rumah sakit juga melakukan pemenuhan dan penyesuaian sarana prasarana ruang Cathlab selama Januari hingga Februari sesuai standar keselamatan pasien. Sejumlah tenaga kesehatan pendukung telah mengikuti pelatihan teknis di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk meningkatkan kesiapan operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bagian dari penguatan layanan jantung terpadu, RSUD dr. R. Soedjono Selong juga merencanakan penataan ulang ruang Cardiovascular Care Unit (CVCU) pada awal Februari agar alur pelayanan pasien jantung dapat terintegrasi secara optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, rumah sakit juga akan mengirimkan tenaga medis untuk mengikuti program magang di RSUD Provinsi NTB selaku rumah sakit pengampu. Pendampingan dari rumah sakit pengampu juga akan dilakukan guna memastikan layanan Cathlab berjalan sesuai standar nasional dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan beroperasinya Cathlab, RSUD dr. R. Soedjono Selong optimistis masyarakat Lombok Timur tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan jantung dan stroke yang cepat dan komprehensif. ●<strong>Redaksi/Pan</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/rsud-dr-r-soedjono-selong-masuki-tahap-cathlab-layanan-jantung-tak-lagi-harus-dirujuk-keluar-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Majelis Ta&#8217;lim dan Dzikir Sunan Kalijaga Kota Bekasi dan Sosok Raden Jubah Ireng</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/mengenal-sosok-raden-jubah-ireng-dan-majelid-talim-dan-dzikit-sunan-kalijaga-kota-bekasi/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/mengenal-sosok-raden-jubah-ireng-dan-majelid-talim-dan-dzikit-sunan-kalijaga-kota-bekasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 15:04:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83717</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Majelis Ta&#8217;lim dan Dzikir Sunan Kalijaga didirikan pada 12 Desember 2008, kemudian di sahkan Kementerian Agama Kota Bekasi pada 15 Oktober 2012 silam. Namun ada tambahan majelis menjadi &#8220;Majelis Ta&#8217;lim dan Dzikir Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga Bekasi Raya (Padasuka Bekasi Raya). Majelis ta,lim dan dzikir Sunan Kalijaga didirikan dan dipimpin Raden Haryo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Majelis Ta&#8217;lim dan Dzikir Sunan Kalijaga didirikan pada 12 Desember 2008, kemudian di sahkan Kementerian Agama Kota Bekasi pada 15 Oktober 2012 silam. Namun ada tambahan majelis menjadi &#8220;Majelis Ta&#8217;lim dan Dzikir Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga Bekasi Raya (Padasuka Bekasi Raya).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Majelis ta,lim dan dzikir Sunan Kalijaga didirikan dan dipimpin Raden Haryo Hanggoro atau lebih dikenal Raden Jubah Ireng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Majelis ini sudah lama beroperasional dan hingga saat ini masih berjalan kegiatan pengajian Kitab Munajat dilaksanakam setiap malam Selasa Kliwon (untuk umum) dan malam Jumat Kliwon (khusus keluarga PJI dan keluarga besar Jubah Ireng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan pengajian Munajat setiap malam Selasa Kliwon sangat istiqomah dilaksanakan, bahkan pada saat negeri ini terjangkit Wabah Covid-19 (Corona) majelis ini tak diliburkan, pengajian jalan terus. Bahkan tidak ada istilah tawakuffan pengajian atau penutupan. Pada bulan Suci Ramadhan pengajian tetap dilaksanakan.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="682" height="1024" data-id="83720" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000089923-1-682x1024.jpg" alt="" class="wp-image-83720" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000089923-1-682x1024.jpg 682w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000089923-1-200x300.jpg 200w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000089923-1-768x1154.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000089923-1-1023x1536.jpg 1023w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000089923-1.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 682px) 100vw, 682px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pengajian pada malam Selasa Kliwon, terdiri dari beberapa rangkaian acara, seperti pembacaan tawasshul akbar, kemudian dilanjut pembacaan Kitab Munajat.<br>Kemudian disambung lagi pembacaan Rawi Al Barzanzi dipimpin Ustadz HM Saiman Al Batawi SE dengan iringan Hadhroh dari Majelis Assyifa Nusantara Lubang Buaya atau Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga Lubang Buaya, Jakarta Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum itu acara Maulid Nabi Muhammad SAW dilanjut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Mars Padasuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sambutan awal Ketua Majelis ta&#8221;lim dan dzikir Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga Raden Jubah Ireng sekaligus pemberian santunan yatim dan dhuafa secara simbolis kemudian ceramah agama dan ditutup doa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Majelis ta&#8217;lim dan dzikir Sunan Kalijaga ini juga berfungsi menjaga kesehatan yang diberi nama Klinik Jubah Ireng melayani pengobatan medis dan non medis yang gunakan metode bekam/hijamah, gurah THT, gurah mata, gurah telinga, ruqyah, totok syaraf, terapi air dan lainnya. Maharnya suka rela saja. ●<strong>Redaksi/Wjk</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/mengenal-sosok-raden-jubah-ireng-dan-majelid-talim-dan-dzikit-sunan-kalijaga-kota-bekasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahaya Mengkomsumsi &#8220;Whip Pink&#8221; Jangan Pernah Mencoba Bisa Berujung Kematian</title>
		<link>https://harianpelita.id/health/bahaya-mengkomsumsi-whip-pink-jangan-pernah-mencoba-bisa-berujung-kematian/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/health/bahaya-mengkomsumsi-whip-pink-jangan-pernah-mencoba-bisa-berujung-kematian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 06:30:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83487</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Saat ini marak diperbincangkan pemakaian Whip Pink atau &#8220;gas tertawa&#8221; yang sangat berbahaya dikomsumsi karena bisa berujung kematian, meski pun awal pemakaian kita bisa tertawa dan relaksasi. Tapi begitu menjadi komsumsi tetap, perlahan-lahan menggrogoti pernapasan dan paru-paru, kemudian berhenti. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengimbau masyarakat jangan pernah mencoba mengonsumsi gas tertawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; Saat ini marak diperbincangkan pemakaian Whip Pink atau &#8220;gas tertawa&#8221; yang sangat berbahaya dikomsumsi karena bisa berujung kematian, meski pun awal pemakaian kita bisa tertawa dan relaksasi.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tapi begitu menjadi komsumsi tetap, perlahan-lahan menggrogoti pernapasan dan paru-paru, kemudian berhenti.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengimbau masyarakat jangan pernah mencoba mengonsumsi gas tertawa kini marak diperbincangkan di media sosial. Whip pink disebut-sebut sebagai penyebab meninggalnya selebgram&nbsp;Lula Lahfah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mnenjelaskan, Whip Pink mengandung Dinitrogen Oksida (N2O). Ini adalah zat yang pada suhu ruang berwujud gas tak berwarna dan tidak mudah terbakar. Apabila dihirup atau dicicip terasa sedikit aroma dan rasa manis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen,&#8221; ucap Suyudi dilansir Antara di Jakarta, Selasa (27/1/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disebutkan Suyudi, N20 disebut gas tertawa karena perilaku penyalahguna gas tersebut menyerupai perilaku senang dan bisa bikin tertawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar konteks medis, N2O sering disalahgunakan sebagai inhalan untuk mendapatkan efek euforia singkat, relaksasi, atau halusinasi ringan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suyudi menegaskan penyalahgunaan N2O untuk efek euforia sangat berbahaya. Dampak buruk dan risikonya besar. Mulai dari kekurangan oksigen, kerusakan saraf, hingga kematian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia),&#8221; tuturnya. ●<strong>Redaksi/Alia/Antara</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/health/bahaya-mengkomsumsi-whip-pink-jangan-pernah-mencoba-bisa-berujung-kematian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
