<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/category/hiburan/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Jun 2026 01:28:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>Film &#8220;Dua Nafas&#8221; Resmi Tayang di Seluruh Bioskop Indonesia 2 Juli 2026</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dua-nafas-resmi-tayang-di-seluruh-bioskop-indonesia-2-juli-2026/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dua-nafas-resmi-tayang-di-seluruh-bioskop-indonesia-2-juli-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 01:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=88619</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Di tengah dominasi film horor yang masih menguasai layar bioskop Indonesia, kehadiran film drama keluarga &#8220;Dua Nafas&#8221; menjadi warna berbeda yang patut diapresiasi. Film dibintangi sekaligus diproduseri Syakir Daulay ini resmi menggelar press screening dan gala premiere di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). Diproduksi oleh PT Sunrise Pictures Indonesia bekerja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Di tengah dominasi film horor yang masih menguasai layar bioskop Indonesia, kehadiran film drama keluarga &#8220;Dua Nafas&#8221; menjadi warna berbeda yang patut diapresiasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film dibintangi sekaligus diproduseri Syakir Daulay ini resmi menggelar press screening dan gala premiere di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diproduksi oleh PT Sunrise Pictures Indonesia bekerja sama dengan Syakir Film dan Anypearl Film, &#8220;Dua Nafas&#8221; dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 Juli 2026, bertepatan dengan momentum liburan sekolah.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="767" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000178379-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-88621" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000178379-1024x767.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000178379-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000178379-768x575.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000178379-1536x1151.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000178379-2048x1534.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung genre drama keluarga yang sarat emosi, film berdurasi 1 jam 33 menit ini mengangkat tema pengorbanan, kasih sayang, dan penyesalan yang dekat dengan kehidupan banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cerita film diadaptasi dari kisah nyata asal Korea Selatan yang kemudian disesuaikan dengan latar budaya Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sutradara Hasto Broto mengatakan film ini memiliki kedekatan emosional dengan setiap manusia karena berbicara tentang perjalanan hidup, masa tua, serta hubungan keluarga yang tak lekang oleh waktu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Film ini sangat relate dengan kehidupan kita semua. Setiap orang akan menjadi tua dan memiliki kisahnya masing-masing. Kekuatan cinta, kasih sayang, kepedulian, keberagaman karakter, dan emosi para pemain menjadi daya tarik utama yang akan menyentuh hati penonton,&#8221; ujar Hasto Broto saat sesi konferensi pers.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, produser Park Joung-Kuk menyebut &#8220;Dua Nafas&#8221; sebagai bentuk dedikasi bagi para nenek di seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami membuat film ini sebagai penghormatan kepada para nenek yang telah memberikan cinta dan pengorbanan tanpa batas. Kami yakin film ini akan menjadi pilihan tontonan keluarga Indonesia,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Syakir Daulay mengungkapkan keterlibatannya dalam film ini berawal dari ajakan Hasto Broto, yang juga merupakan sutradara pertama yang pernah bekerja sama dengannya saat terjun ke dunia perfilman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Film ini mengingatkan kita bahwa momen bersama nenek adalah kenangan yang sangat berharga. Kakek dan nenek sering menjadi penjaga tradisi, cerita keluarga, sekaligus sosok yang selalu memberikan kasih sayang tanpa syarat,&#8221; ungkap Syakir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktris senior Aty Cancer memerankan tokoh Mariyam mengaku sangat menikmati perannya sebagai seorang nenek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Peran ini sangat dekat dengan kehidupan saya. Saya memang sudah menjadi nenek. Bahkan saya pernah diam-diam memberi uang jajan kepada cucu untuk membeli permen meski dilarang orang tuanya,&#8221; ujarnya sambil tertawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Aty, hubungan emosional antara nenek dan cucu yang ditampilkan dalam film ini menjadi salah satu kekuatan utama yang akan menyentuh hati penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">●<strong>Sinopsis film dua nafas</strong><br>Film &#8220;Dua Nafas&#8221; mengisahkan perjuangan seorang perempuan bernama Wati yang terpaksa menitipkan putranya, Anto, kepada sang nenek, Mariyam, di sebuah desa terpencil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Anto yang terbiasa hidup nyaman di Jakarta, kehidupan sederhana di desa menjadi tantangan besar. Ia kesulitan beradaptasi dan merasa terasing dari lingkungan barunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun perlahan kehidupannya berubah setelah bertemu dua sahabat bahru, Putri dan Udin. Kehadiran mereka membuat Anto mulai menikmati hari-harinya di desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah keterbatasan ekonomi, Mariyam membesarkan cucunya dengan penuh cinta dan pengorbanan. Dari sosok neneknya itulah Anto belajar tentang ketulusan, perjuangan, dan arti keluarga yang sesungguhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan Terakhir yang Menguras Air Mata</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cerita kemudian melompat 16 tahun ke depan. Anto berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan penuh rasa bangga, ia kembali ke kampung halaman untuk menemui nenek tercintanya. Anto membawa ijazah dokter sebagai bukti bahwa seluruh pengorbanan Mariyam selama ini tidak sia-sia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesampainya di rumah, ia mendapati meja makan telah dipenuhi berbagai hidangan favorit yang disiapkan sang nenek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anto menemukan Mariyam yang telah berusia 81 tahun meninggal dunia dalam posisi duduk, seolah masih setia menunggu kepulangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter muda itu pun tak kuasa menahan tangis saat memeluk tubuh nenek tercinta yang telah tiada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adegan emosional tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam film dan diprediksi akan membuat banyak penonton menitikkan air mata.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Daftar Pemain Film Dua Nafas</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">• Aty Cancer sebagai Mariyam<br>• Syakir Daulay sebagai Anto Dewasa<br>• Auzan Noh Karepesina sebagai Anto Muda<br>• Adelia Rasya sebagai Wati<br>• Bilqis Hafsa sebagai Putri<br>• Mantra Gurindam Smaratungga sebagai Udin<br>Melalui kisah sederhana namun sarat makna, &#8220;Dua Nafas&#8221; menghadirkan pesan mendalam tentang pentingnya menghargai keluarga, terutama orang tua serta kakek-nenek yang telah berkorban tanpa pamrih demi kebahagiaan anak dan cucunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film &#8220;Dua Nafas&#8221; resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dua-nafas-resmi-tayang-di-seluruh-bioskop-indonesia-2-juli-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sukses Tembus BiFan 2026, MD Pictures Rilis Final Poster dan Trailer Film Horor &#8220;402 Rumah Sakit Angker Korea&#8221;</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/sukses-tembus-bifan-2026-md-pictures-rilis-final-poster-dan-trailer-film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/sukses-tembus-bifan-2026-md-pictures-rilis-final-poster-dan-trailer-film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 16:19:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=88359</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; MD Pictures bersama Umbara Brothers Film resmi merilis final poster dan final trailer film horor terbaru mereka, &#8220;402 Rumah Sakit Angker Korea&#8221;, dalam sebuah konferensi pers dihadiri para pemain serta jajaran pembuat film. Perilisan materi promosi terbaru ini menjadi penanda semakin dekatnya penayangan film yang disebut-sebut sebagai salah satu horor Indonesia paling [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>MD Pictures bersama Umbara Brothers Film resmi merilis final poster dan final trailer film horor terbaru mereka, &#8220;402 Rumah Sakit Angker Korea&#8221;, dalam sebuah konferensi pers dihadiri para pemain serta jajaran pembuat film.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perilisan materi promosi terbaru ini menjadi penanda semakin dekatnya penayangan film yang disebut-sebut sebagai salah satu horor Indonesia paling ambisius tahun 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Final poster dan trailer menghadirkan atmosfer teror yang lebih pekat, penuh misteri, serta menawarkan sejumlah kejutan baru yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000171313-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-88361" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000171313-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000171313-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000171313-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/06/1000171313.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam final poster, nuansa estetika Korea berpadu dengan atmosfer mistis yang mencekam. Sorotan utama tertuju pada kemunculan boneka misterius mengenakan hanbok atau pakaian tradisional Korea, dengan noda darah yang mengelilinginya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Visual tersebut menjadi simbol kuat dari misteri kelam yang tersembunyi di dalam rumah sakit terbengkalai yang menjadi latar utama cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, final trailer membuka lapisan cerita yang lebih mengejutkan. Meski berlokasi di sebuah rumah sakit angker di Korea Selatan, film ini menghadirkan unsur budaya mistis Indonesia melalui ritual pemanggilan arwah Jelangkung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran ritual khas Nusantara di tempat yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling menyeramkan di Korea menjadi daya tarik sekaligus teka-teki besar dalam alur cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sutradara Anggy Umbara mengatakan bahwa perpaduan unsur budaya horor Indonesia dan Korea merupakan keputusan kreatif yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru bagi penonton, termasuk penggemar film aslinya, Gonjiam: Haunted Asylum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami tidak ingin sekadar memindahkan cerita. Kehadiran boneka berhanbok dan ritual Jelangkung di dalam Rumah Sakit Yongwon adalah jembatan kultural yang membuat terornya terasa dekat sekaligus tak tertebak. Ini adalah eksperimen horor paling ambisius yang pernah saya arahkan,&#8221; ujar Anggy Umbara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktor utama Arbani Yasiz menambahkan bahwa film ini membawa cerita ke level yang lebih menegangkan dibanding sekadar eksplorasi lokasi angker demi konten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di final trailer ini penonton bisa melihat kalau taruhannya sudah bukan lagi soal views atau popularitas, tetapi bertahan hidup. Karakter Juna yang saya mainkan akan membawa penonton merasakan langsung kepanikan saat menyadari bahwa ritual lokal yang dibawa justru memicu sesuatu yang jauh lebih gelap,&#8221; kata Arbani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada disampaikan Saputra Kori yang mengaku suasana syuting terasa sangat intens, terutama saat pengambilan adegan ritual Jelangkung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Visual boneka hanbok berdarah itu baru sebagian kecil. Ketakutan saat adegan Jelangkung dimulai menjadi momen ketika kami semua, bahkan sebagai aktor, benar-benar merasakan suasana yang merinding,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya menarik perhatian di dalam negeri, &#8220;402 Rumah Sakit Angker Korea&#8221; juga berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini resmi terpilih dalam Official Selection Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan) 2026 dan akan diputar dalam program prestisius Gala Presentation.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk pasar internasional, film ini menggunakan judul &#8220;Korean Haunted Hospital&#8221;, sedangkan untuk penayangan di Korea Selatan akan memakai judul resmi 폐병원 402 (Pye-byeong-won 402). ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/sukses-tembus-bifan-2026-md-pictures-rilis-final-poster-dan-trailer-film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KemenPPPA Ajak Anak Nobar “Na Willa”, Veronica Tan: Ruang Positif Penting untuk Tumbuh Kembang Anak</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/kemenpppa-ajak-anak-nobar-na-willa-veronica-tan-ruang-positif-penting-untuk-tumbuh-kembang-anak/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/kemenpppa-ajak-anak-nobar-na-willa-veronica-tan-ruang-positif-penting-untuk-tumbuh-kembang-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 08:16:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87321</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Na Willa bersama anak-anak dari Sekolah Rakyat dan rumah susun di Bioskop XXI Metropole, Cikini, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang-ruang positif bagi anak melalui pendekatan yang dekat dengan dunia mereka. Wakil Menteri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph">HARIAN PELITA &#8212; Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Na Willa bersama anak-anak dari Sekolah Rakyat dan rumah susun di Bioskop XXI Metropole, Cikini, Jakarta, Selasa (5/5/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang-ruang positif bagi anak melalui pendekatan yang dekat dengan dunia mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menegaskan bahwa anak-anak membutuhkan lebih banyak ruang yang aman dan mendukung untuk tumbuh, belajar, serta membangun keberanian sejak dini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Anak-anak perlu dibangun ruang-ruang positif, ruang yang membuat mereka merasa aman, didengar, dan belajar banyak hal baik sejak dini,” ujar Veronica Tan kepada wartawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai film Na Willa menjadi medium yang tepat karena menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan anak-anak, sekaligus sarat nilai edukatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, film tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti keberanian, persahabatan, empati, serta cara anak memahami lingkungan di sekitarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Film Na Willa banyak memberi pelajaran buat anak-anak. Ada nilai tentang keberanian, persahabatan, empati, dan bagaimana anak belajar menghadapi situasi di sekelilingnya,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. Ia menilai pendekatan edukasi melalui film merupakan cara efektif untuk menyampaikan pesan tanpa terkesan menggurui.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lewat cerita yang ringan dan dekat dengan keseharian, anak-anak lebih mudah menangkap nilai-nilai penting yang ingin disampaikan,” kata Irene.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ketua Umum Waroeng Imaji, Dopieke Angsana, selaku penyelenggara kegiatan, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang positif bagi anak-anak melalui kolaborasi dengan KemenPPPA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem yang ramah anak, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun ruang publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan ruang yang sehat dan positif, anak-anak diharapkan dapat tumbuh lebih percaya diri, berani, dan terlindungi,” ujarnya. ●Redaksi/SAT</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/kemenpppa-ajak-anak-nobar-na-willa-veronica-tan-ruang-positif-penting-untuk-tumbuh-kembang-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Horor “402: Rumah Sakit Angker Korea” Rilis Teaser Siap Teror Bioskop Juli 2026</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea-rilis-teaser-siap-teror-bioskop-juli-2026/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea-rilis-teaser-siap-teror-bioskop-juli-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 02:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86491</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; MD Pictures resmi merilis teaser trailer dan poster perdana film horor terbaru mereka, “402: Rumah Sakit Angker Korea”. Proyek ini menjadi salah satu rilisan paling ambisius tahun ini, sekaligus digadang-gadang sebagai penerus kesuksesan film-film horor populer setelah era Danur. Film ini merupakan adaptasi resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum, film Korea Selatan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>MD Pictures resmi merilis teaser trailer dan poster perdana film horor terbaru mereka, “402: Rumah Sakit Angker Korea”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyek ini menjadi salah satu rilisan paling ambisius tahun ini, sekaligus digadang-gadang sebagai penerus kesuksesan film-film horor populer setelah era Danur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini merupakan adaptasi resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum, film Korea Selatan yang sempat mengguncang dunia perfilman horor pada 2018.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara peluncuran digelar di Jakarta dan dihadiri langsung oleh Manoj Punjabi selaku CEO &amp; Founder MD Entertainment, sutradara Anggy Umbara, penulis sekaligus produser kreatif Lele Laila, serta jajaran pemain seperti Arbani Yasiz, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil. Influencer Korea, Jang Han-Sol, turut menyapa melalui video khusus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, film aslinya terinspirasi dari rumah sakit jiwa terbengkalai di Gwangju yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling angker di dunia. Versi Indonesia ini tidak sekadar remake, melainkan menghadirkan pendekatan cerita yang lebih relevan dengan era digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisahnya mengikuti empat YouTuber horor yang terobsesi mengejar 3 juta penonton melalui siaran live streaming. Demi ambisi tersebut, mereka nekat menjelajah rumah sakit angker di Korea.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, aksi tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika gangguan supranatural mulai terjadi secara nyata—dan semuanya terekam kamera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manoj Punjabi menyebut film ini akan menghadirkan pengalaman baru dengan pendekatan yang lebih berani. Ia menekankan bahwa fenomena konten kreator menjadi elemen penting dalam membangun ketegangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu daya tarik utama film ini adalah transformasi Arbani Yasiz. Dikenal lewat peran protagonis yang lembut, kali ini ia tampil dengan karakter yang lebih kompleks, misterius, dan penuh sisi gelap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arbani mengungkapkan bahwa peran ini menjadi tantangan besar dalam kariernya. Karakternya tidak hanya menghadapi teror dari luar, tetapi juga menyimpan rahasia yang perlahan terungkap sepanjang film—membuat penonton terus bertanya-tanya tentang motif sebenarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teaser trailer yang dirilis memperlihatkan atmosfer mencekam dengan sentuhan visual yang intens.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu adegan paling mencuri perhatian adalah momen karakter Bara (diperankan Elang El Gibran) yang memasukkan tangannya ke dalam lubang gelap di sebuah peti mati—adegan yang menjadi reinterpretasi dari versi aslinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pendekatan found footage dan nuansa real-time, film ini menjanjikan pengalaman horor yang imersif dan menegangkan dari awal hingga akhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film “402: Rumah Sakit Angker Korea” dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Dengan kombinasi cerita adaptasi ikonik, pendekatan modern, dan jajaran pemain muda, film ini berpotensi menjadi salah satu horor terbesar tahun ini. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea-rilis-teaser-siap-teror-bioskop-juli-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film &#8220;Dalam Sujudku&#8221; Kisah Nyata Rumah Tangga Penuh Air Mata dan Kekuatan Doa</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 17:49:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86242</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212;  Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati. Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat. Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong> Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai persoalan hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak sekadar drama, “Dalam Sujudku” menghadirkan pesan mendalam tentang kekuatan doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="457" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg" alt="" class="wp-image-86244" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-300x134.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-768x343.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1536x685.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Disutradarai oleh Rico Michael dan diproduseri Donnie Syech, film ini menggambarkan bagaimana konflik rumah tangga dapat menjadi jalan menuju pencarian makna spiritual yang lebih dalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Marcell Darwin, film ini juga diperkuat oleh jajaran pemain seperti Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode, hingga Dominique Sanda. Mereka menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, memperkuat pesan moral dalam cerita</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sutradara Rico Michael menegaskan bahwa film ini bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi kehidupan bagi siapa pun yang tengah berada di titik terendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Film ini kami hadirkan sebagai refleksi bahwa harapan selalu ada, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, pesan utama film ini terletak pada kekuatan memaafkan dan berserah diri melalui doa.<br>“Ketika kita benar-benar pasrah, di situlah kita belajar makna sujud yang sesungguhnya,” jelas Rico.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Denis Adhiswara mengaku mendapatkan tantangan baru saat memerankan sosok ustaz, berbeda dari karakter yang biasa ia mainkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya harus menyampaikan pesan sebagai ustaz, bukan hanya di film, tapi juga agar sampai ke penonton,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Vinessa Inez yang memerankan Aisyah mengaku mendapat pengalaman emosional mendalam dari karakter yang penuh kesabaran dan keyakinan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Naura Hakim menghadirkan karakter dengan konflik kompleks.<br>“Saya ingin menampilkan sisi manusiawi, bukan sekadar antagonis,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karakter pendukung juga memberi warna tersendiri. Ryuka tampil sebagai sahabat yang hangat, sementara Chika Waode menghadirkan nuansa segar sebagai karakter ‘tukang gosip’ yang dekat dengan realitas sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">OST “Titipan Ilahi” Perkuat Nuansa Spiritual</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan film ini juga didukung oleh original soundtrack (OST) berjudul “Titipan Ilahi” yang dinyanyikan Evelyn Wijaya. Lagu ini diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Rindu ke Layar Lebar: Transformasi Musik Ifan Seventeen di Era Digital</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/dari-rindu-ke-layar-lebar-transformasi-musik-ifan-seventeen-di-era-digital/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/dari-rindu-ke-layar-lebar-transformasi-musik-ifan-seventeen-di-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 17:11:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86234</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Industri hiburan kini bergerak melampaui batas konvensional. Musik tidak lagi berdiri sendiri, melainkan berkelindan dengan visual, storytelling, dan distribusi digital. Fenomena ini tercermin kuat dalam karya terbaru Ifan Seventeen bertajuk “Jangan Paksa Rindu (Beda)”. Dirilis pada 9 Januari 2026, lagu ini mencatatkan performa impresif di berbagai platform digital. Di Spotify, lagu tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Industri hiburan kini bergerak melampaui batas konvensional. Musik tidak lagi berdiri sendiri, melainkan berkelindan dengan visual, storytelling, dan distribusi digital. Fenomena ini tercermin kuat dalam karya terbaru Ifan Seventeen bertajuk “Jangan Paksa Rindu (Beda)”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirilis pada 9 Januari 2026, lagu ini mencatatkan performa impresif di berbagai platform digital. Di Spotify, lagu tersebut dengan cepat menembus rotasi pendengar dan memperkuat posisinya di lanskap musik pop Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga kini, “Jangan Paksa Rindu (Beda)” telah meraih lebih dari 50 juta stream—angka yang menegaskan daya jangkau luas sekaligus relevansinya di tengah persaingan konten.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="889" height="1024" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-889x1024.jpg" alt="" class="wp-image-86236" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-889x1024.jpg 889w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-260x300.jpg 260w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-768x885.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-1333x1536.jpg 1333w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-1777x2048.jpg 1777w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071.jpg 1884w" sizes="auto, (max-width: 889px) 100vw, 889px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya di platform streaming, lagu ini juga hidup di media sosial. Potongan lirik yang emosional banyak digunakan dalam video pendek, menciptakan koneksi personal dengan audiens dan mendorong penyebaran organik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eksposur di ruang publik pun memperluas jangkauan, menjadikan lagu ini tidak sekadar didengar, tetapi juga dirasakan dan divisualisasikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan ini menegaskan satu hal: performa musik masa kini ditentukan oleh sinergi lintas platform—mulai dari streaming, media sosial, hingga aktivasi visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melanjutkan momentum tersebut, Ifan merilis video klip resmi pada 10 April 2026 dengan pendekatan yang berbeda: dikemas sebagai film pendek sinematik. Video ini digarap oleh Avesina Soebli dan Jastis Arimba, menghadirkan storytelling yang kuat dan berdiri sebagai karya mandiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisahnya berpusat pada seorang pria yang terjebak dalam kenangan cinta—merindukan sosok yang berada di antara “ada dan tiada”. Plot twist emosional menjadi elemen kunci yang memperdalam makna lagu sekaligus memperkaya pengalaman visual penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pendengar sekarang tidak hanya ingin menikmati lagu, tapi juga memahami dan merasakan ceritanya,” ujar Ifan. “Karena itu, kami menghadirkan pengalaman yang lebih utuh, menggabungkan musik dengan narasi visual.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini mencerminkan pergeseran besar dalam ekosistem industri kreatif. Musisi kini tidak hanya menjadi pencipta lagu, tetapi juga storyteller yang memanfaatkan bahasa sinema. Di sisi lain, format film pendek menemukan ruang baru melalui distribusi digital, menjadikan video musik sebagai medium strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi lintas disiplin—mulai dari musisi, sutradara, penulis naskah, hingga sinematografer—menjadi kunci dalam menciptakan karya yang mampu menembus attention economy. Di tengah banjir konten, audiens cenderung memilih karya yang tidak hanya kuat secara audio, tetapi juga memiliki narasi dan visual yang berkesan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bagian dari rangkaian peluncuran, akan digelar gala premiere yang menghadirkan pengalaman menonton video klip di layar lebar untuk pertama kalinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini mempertegas semakin cairnya batas antara konser musik dan pemutaran film, sekaligus membuka peluang monetisasi baru di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Ifan Seventeen tidak hanya menghidupkan kembali nuansa emosional khas Seventeen, tetapi juga mendorong arah baru industri—di mana viralitas, storytelling, dan sinematografi menjadi fondasi utama dalam menciptakan dampak berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di era ini, satu hal menjadi jelas: musik saja tidak lagi cukup. Karya yang bertahan adalah karya yang mampu hidup di berbagai platform, membangun cerita, dan menghadirkan pengalaman emosional yang utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Credit Musik Video<br>• Performer: Ifan Seventeen<br>• Judul: Jangan Paksa Rindu (Beda)<br>• Composer: Ifan Seventeen &amp; Opik Kurdi<br>• Executive Producer: Octav Panggabean<br>• Producer MV: Avesina Soebli<br>• Director: Jastis Arimba<br>• DOP/Cinematographer: Indra Suryadi<br>• Cast: Raihaanun &amp; Megantara<br>• Label &amp; Production: Royal Prima Musikindo. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/dari-rindu-ke-layar-lebar-transformasi-musik-ifan-seventeen-di-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinetron &#8220;Terikat Janji&#8221; Kembalinya Arya Saloka Setelah Vakum Tiga Tahun Akan Tayang di RCTI</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/sinetron-terikat-janji-kembalinya-arya-saloka-setelah-vakum-tiga-tahun-akan-tayang-di-rcti/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/sinetron-terikat-janji-kembalinya-arya-saloka-setelah-vakum-tiga-tahun-akan-tayang-di-rcti/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 21:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85882</guid>

					<description><![CDATA[●Kisah Cinta Palsu Jadi Nyata Penuh Skandal dan Rahasia Keluarga HARIAN PELITA &#8212;  Arya Saloka kembali ke layar kaca lewat sinetron terbaru berjudul &#8220;Terikat Janji&#8221; yang tayang di RCTI. Comeback jadi momen sangat dinantikan penggemar setelah vakum selama tiga tahun dari dunia sinetron. Diproduksi MNC Pictures, Terikat Janji menghadirkan kisah cinta penuh intrik, pengkhianatan, serta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph">●<strong><em>Kisah Cinta Palsu Jadi Nyata Penuh Skandal dan Rahasia Keluarga</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212;  </strong>Arya Saloka kembali ke layar kaca lewat sinetron terbaru berjudul &#8220;Terikat Janji&#8221; yang tayang di RCTI. Comeback jadi momen sangat dinantikan penggemar setelah vakum selama tiga tahun dari dunia sinetron.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diproduksi MNC Pictures, Terikat Janji menghadirkan kisah cinta penuh intrik, pengkhianatan, serta konflik keluarga yang emosional dan relatable bagi penonton Indonesia. Sinetron ini dijadwalkan tayang perdana mulai Senin, 6 April 2026 setiap hari pukul 19.00 WIB di slot prime time RCTI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung alur cerita yang kuat, Terikat Janji dibintangi deretan aktor papan atas seperti Asha Assuncao, Fendy Chow, Yoriko Angeline, Rizky Hanggono, Kinaryosih, hingga Ibob Tarigan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="461" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243-1024x461.jpg" alt="" class="wp-image-85884" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243-1024x461.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243-300x135.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243-768x346.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Cerita berpusat pada Davina (Asha Assuncao), seorang putri konglomerat yang hidupnya runtuh akibat pengkhianatan. Demi menjaga harga diri, ia menjalin hubungan pura-pura dengan Sena (Arya Saloka), seorang pedagang ketoprak sederhana. Namun, hubungan tersebut justru berubah menjadi nyata dan membuka berbagai rahasia kelam yang selama ini tersembunyi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sena ternyata bukan pria biasa. Ia menyimpan masa lalu kelam dan misi tersembunyi yang berpotensi menghancurkan keluarga Davina. Konflik semakin memanas saat terungkap bahwa kematian Ryan berkaitan dengan ayah Davina serta intrik licik ibu tirinya. Dari sini, cinta berubah menjadi pertaruhan, dan keluarga berubah menjadi musuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konferensi pers, Arya Saloka mengungkapkan kedalaman karakter yang ia perankan. Menurutnya, Sena adalah sosok yang menyimpan luka mendalam namun tetap memilih untuk mencintai. Karakter ini menjadi representasi kekuatan emosi, keikhlasan, dan makna sebuah janji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disutradarai oleh Amin Ishaq dan ditulis oleh Donna Rosamayna, sinetron ini diproyeksikan menjadi salah satu tayangan unggulan yang mampu menarik perhatian pemirsa di jam tayang utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">●Berikut daftar lengkap pemain Terikat Janji:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arya Saloka sebagai SENA</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asha Assuncao sebagai DAVINA</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fendy Chow sebagai DIPA</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yoriko Angeline sebagai JIHAN</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizky Hanggono sebagai NOVAN</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kinaryosih sebagai MAYANG</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibob Tarigan sebagai DION</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizky Djanbi sebagai REZA<br>Dito Darmawan sebagai RYAN</p>



<p class="wp-block-paragraph">Virnie Ismail sebagai VERONICA</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oding Siregar sebagai DAMAR</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baby Assegaf sebagai TARA</p>



<p class="wp-block-paragraph">Irsan Adira sebagai BILAL. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/sinetron-terikat-janji-kembalinya-arya-saloka-setelah-vakum-tiga-tahun-akan-tayang-di-rcti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Aku Harus Mati”: Horor Pesugihan Vs Kerja Keras, Teror Ambisi dan Validasi Sosial di Era Flexing</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/aku-harus-mati-horor-pesugihan-vs-kerja-keras-teror-ambisi-dan-validasi-sosial-di-era-flexing/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/aku-harus-mati-horor-pesugihan-vs-kerja-keras-teror-ambisi-dan-validasi-sosial-di-era-flexing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 22:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85739</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Di tengah maraknya budaya flexing di media sosial kerap dijadikan tolok ukur kesuksesan, film horor terbaru berjudul “Aku Harus Mati” hadir membawa pesan mendalam tentang ambisi, validasi, dan konsekuensi dari jalan pintas menuju kekayaan. Diproduksi Rollink Action bersama Executive Producer Irsan Yapto dan Nadya Yapto, film ini disutradarai Hestu Saputra dan ditulis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph">HARIAN PELITA &#8212; Di tengah maraknya budaya flexing di media sosial kerap dijadikan tolok ukur kesuksesan, film horor terbaru berjudul “Aku Harus Mati” hadir membawa pesan mendalam tentang ambisi, validasi, dan konsekuensi dari jalan pintas menuju kekayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diproduksi Rollink Action bersama Executive Producer Irsan Yapto dan Nadya Yapto, film ini disutradarai Hestu Saputra dan ditulis Aroe Ama. Mengusung genre horor misteri, film ini tak sekadar menyuguhkan kengerian, tetapi juga mengajak penonton melakukan refleksi diri terhadap realita sosial saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Di era modern, tekanan untuk terlihat sukses sering kali membuat seseorang tergoda mencari cara instan. Film ini mempertanyakan—apakah kesuksesan itu hasil kerja keras, atau justru hasil pesugihan?” ungkap Irsan Yapto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini mengisahkan Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gemerlap kehidupan kota besar hingga terlilit hutang dan dikejar debt collector.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam keputusasaan, ia kembali ke panti asuhan tempat masa lalunya, bertemu sahabat lamanya Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta sosok misterius Ki Jogo (Bambang Paningron).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan Mala berubah menjadi teror penuh misteri saat ia mulai mengungkap rahasia kelam yang berkaitan dengan perjanjian iblis dan masa lalu yang menghantuinya. Dalam proses itu, ia harus menghadapi pilihan berat tentang harga yang harus dibayar demi ambisi dan pengakuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sutradara Hestu Saputra menegaskan bahwa film ini adalah cerminan realitas sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ambisi dan kebutuhan akan validasi bisa membuat seseorang kehilangan arah. Film ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan sejati lahir dari proses dan integritas, bukan jalan pintas yang berujung kehancuran,” ujarnya.<br>Dengan jajaran pemain seperti Hana Saraswati, Amara Sophie, Prasetya Agni, Mila Rosinta, dan Bambang Paningron, film ini siap menjadi salah satu tontonan horor yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menggugah kesadaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa yang harus dikorbankan? Siapa pemegang perjanjian iblis sebenarnya?<br>Temukan jawabannya dalam “Aku Harus Mati”, tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">●Tentang produksi<br>Rollink Action merupakan rumah produksi di bawah naungan Link Group International yang berfokus pada karya film berkualitas dengan narasi kuat berbasis isu sosial dan budaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan ini berkomitmen menghadirkan film yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia sekaligus membuka ruang bagi talenta lokal untuk berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Link Group International dikenal sebagai grup media dan marketing independen berbasis di Jakarta yang telah menjadi pemain utama dalam strategi komunikasi merek lintas platform di Indonesia. ●Rsdaksi/Satria</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/aku-harus-mati-horor-pesugihan-vs-kerja-keras-teror-ambisi-dan-validasi-sosial-di-era-flexing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Film Horor Edisi Ke-4: Film Lift Jadi Terpilih, Diskusi Tegaskan Musik adalah “Akhir Cerita” dalam Sinema</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/festival-film-horor-edisi-ke-4-film-lift-jadi-terpilih-diskusi-tegaskan-musik-adalah-akhir-cerita-dalam-sinema/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/festival-film-horor-edisi-ke-4-film-lift-jadi-terpilih-diskusi-tegaskan-musik-adalah-akhir-cerita-dalam-sinema/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 17:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85210</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Festival Film Horor (FFH) Edisi ke-4 kembali digelar dengan konsep berbeda dari festival film pada umumnya. Tidak hanya menyeleksi film horor terbaik setiap bulan, FFH juga menghadirkan ruang diskusi menjadi referensi bagi para sineas dalam memahami berbagai elemen penting dalam produksi film. Pada edisi ke-4 berlangsung di Pictum Cafe, Pasar Minggu, Jakarta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Festival Film Horor (FFH) Edisi ke-4 kembali digelar dengan konsep berbeda dari festival film pada umumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya menyeleksi film horor terbaik setiap bulan, FFH juga menghadirkan ruang diskusi menjadi referensi bagi para sineas dalam memahami berbagai elemen penting dalam produksi film.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada edisi ke-4 berlangsung di Pictum Cafe, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, festival ini mengangkat tema “Musik Horor yang Membumi: Membangun Vibes Horor Tanpa Kehadiran Setan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi menghadirkan sejumlah praktisi film, di antaranya produser eksekutif Lok S. Iman, sutradara Randy Chana, music director Bemby Gusti, dengan Alyne Ma’arif sebagai moderator.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="473" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-1024x473.jpg" alt="" class="wp-image-85215" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-1024x473.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-300x139.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-768x355.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-1536x710.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-2048x946.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu sorotan utama dalam diskusi tersebut adalah pentingnya musik dalam membangun emosi dan ketegangan dalam film horor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para pembicara sepakat bahwa musik memiliki peran krusial dalam menghidupkan cerita. Bahkan dalam sejarah sinema, musik menjadi elemen penting yang menghidupkan film sejak era film bisu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, para pembicara juga menekankan perbedaan antara musik dan sound. Bunyi-bunyian dalam film tidak selalu berarti musik, karena sering kali hanya berupa elemen suara yang digunakan untuk membangun efek psikologis bagi penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produser eksekutif Lok S. Iman mengungkapkan bahwa dirinya memberikan kebebasan penuh kepada para kreator dalam menentukan komposisi musik maupun sound yang digunakan dalam film.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Banyak produser ikut menentukan musik atau sound dalam film yang mereka biayai. Tapi saya lebih percaya pada kreator film. Mereka yang lebih paham kebutuhan artistiknya,” ujar Lok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, music director Bemby Gusti menjelaskan bahwa proses menentukan musik dalam film sering kali melalui diskusi bahkan perdebatan kreatif antara music director dan sutradara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, meski seorang music director memiliki visi musikal tertentu, pada akhirnya keputusan harus sejalan dengan visi sutradara sebagai pemimpin artistik film.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Film adalah karya seni yang kompleks. Banyak unsur seni yang bertemu di dalamnya, termasuk musik,” jelas Bemby.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan serupa disampaikan sutradara Randy Chana yang menilai bahwa pemilihan musik harus benar-benar menyesuaikan dengan tema dan atmosfer film yang digarap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Musik bisa membangun ketegangan penonton. Karena itu penting adanya diskusi antara sutradara dan music director agar film memiliki ritme emosional yang tepat,” kata Randy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi yang berlangsung hangat tersebut pada akhirnya menghasilkan kesepakatan bahwa musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah film. Tanpa musik yang tepat, sebuah film seolah kehilangan penutup emosionalnya—seakan cerita tidak pernah benar-benar berakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan yang sama, FFH juga mengumumkan film pilihan untuk bulan Maret, yaitu “Lift.” Film tersebut meraih sejumlah penghargaan dalam festival edisi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktor Alfie Afandi terpilih sebagai pemain pria terbaik, Ismi Melinda sebagai pemain wanita terbaik, Risky Dwipanca sebagai Director of Photography (DoP) terbaik, sementara Randy Chana dinobatkan sebagai sutradara terpilih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesuksesan FFH Edisi ke-4 kembali menegaskan peran festival ini sebagai ruang apresiasi sekaligus laboratorium gagasan bagi sineas horor Indonesia, khususnya dalam mengeksplorasi kekuatan elemen sinematik seperti musik dalam membangun pengalaman menonton yang lebih mendalam. ●Redaksi/Satria</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/festival-film-horor-edisi-ke-4-film-lift-jadi-terpilih-diskusi-tegaskan-musik-adalah-akhir-cerita-dalam-sinema/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ardit Erwandha Totalitas Perankan Arga di Film &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221; Tangis Pecah Usai Syuting</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/ardit-erwandha-totalitas-perankan-arga-di-film-tunggu-aku-sukses-nanti-tangis-pecah-usai-syuting/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/ardit-erwandha-totalitas-perankan-arga-di-film-tunggu-aku-sukses-nanti-tangis-pecah-usai-syuting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 23:11:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85062</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Ardit Erwandha menunjukkan totalitas akting emosional saat didapuk menjadi pemeran utama dalam film &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221; Film garapan sutradara Naya Anindita tersebut, Ardit memerankan karakter Arga — sosok pemuda yang berjuang menaklukkan kerasnya kehidupan demi meraih masa depan yang lebih baik. Peran yang sarat emosi itu rupanya meninggalkan jejak mendalam bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p class="wp-block-paragraph"><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Ardit Erwandha menunjukkan totalitas akting emosional saat didapuk menjadi pemeran utama dalam film &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film garapan sutradara Naya Anindita tersebut, Ardit memerankan karakter Arga — sosok pemuda yang berjuang menaklukkan kerasnya kehidupan demi meraih masa depan yang lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peran yang sarat emosi itu rupanya meninggalkan jejak mendalam bagi Ardit. Ia mengaku sempat tak kuasa menahan tangis setelah proses syuting rampung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan emosional selama produksi membuatnya merasa keluar dari zona nyaman, namun sekaligus memberi pengalaman batin yang kuat sebagai seorang aktor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setelah wrap syuting saya sempat melipir sendiri terus nangis, lalu ditenangkan oleh Naya. Dengan segala beban syuting yang di luar comfort zone saya, akhirnya bisa diselesaikan,” ujar Ardit usai press screening film di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (9/3/2026).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="767" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-85064" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-1024x767.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-1536x1151.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-2048x1535.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Ardit, film ini bukan sekadar proyek akting, melainkan perjalanan reflektif yang memberinya banyak pelajaran hidup. Ia merasakan kedekatan emosional yang begitu kuat dengan karakter Arga, hingga sulit memisahkan antara peran di layar dan realitas hidupnya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bukan Arga yang belajar dari Ardit, tapi Ardit yang belajar banyak dari Arga, terutama bagaimana memvalidasi perasaan,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, kisah perjuangan Arga dalam film ternyata memiliki kemiripan dengan perjalanan hidup Ardit di dunia nyata. Jauh sebelum dikenal sebagai aktor, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan sederhana demi bertahan hidup dan mengejar impian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ardit mengenang masa-masa ketika harus berangkat sejak subuh menggunakan transportasi umum, membagikan brosur di jalanan, hingga menghadapi tekanan finansial yang sempat memengaruhi kehidupan pribadinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Naik transum subuh-subuh, bagi-bagi brosur, muka kucel lecek, pernah diputusin karena nggak punya duit,” ungkapnya jujur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221;, Ardit berharap penonton dapat memetik pesan tentang pentingnya ketekunan, keberanian bermimpi, serta ketulusan menerima proses kehidupan. Ia menekankan bahwa ambisi adalah hal yang wajar, selama tidak berubah menjadi rasa iri terhadap pencapaian orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini menghadirkan potret perjuangan yang dekat dengan realitas generasi muda — tentang jatuh bangun, harapan, serta keyakinan bahwa kerja keras pada akhirnya akan menemukan jalannya menuju keberhasilan. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/ardit-erwandha-totalitas-perankan-arga-di-film-tunggu-aku-sukses-nanti-tangis-pecah-usai-syuting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
