<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/category/hiburan/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2026 02:36:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Film Horor “402: Rumah Sakit Angker Korea” Rilis Teaser Siap Teror Bioskop Juli 2026</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea-rilis-teaser-siap-teror-bioskop-juli-2026/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea-rilis-teaser-siap-teror-bioskop-juli-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 02:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86491</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; MD Pictures resmi merilis teaser trailer dan poster perdana film horor terbaru mereka, “402: Rumah Sakit Angker Korea”. Proyek ini menjadi salah satu rilisan paling ambisius tahun ini, sekaligus digadang-gadang sebagai penerus kesuksesan film-film horor populer setelah era Danur. Film ini merupakan adaptasi resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum, film Korea Selatan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>MD Pictures resmi merilis teaser trailer dan poster perdana film horor terbaru mereka, “402: Rumah Sakit Angker Korea”.</p>



<p>Proyek ini menjadi salah satu rilisan paling ambisius tahun ini, sekaligus digadang-gadang sebagai penerus kesuksesan film-film horor populer setelah era Danur.</p>



<p>Film ini merupakan adaptasi resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum, film Korea Selatan yang sempat mengguncang dunia perfilman horor pada 2018.</p>



<p>Acara peluncuran digelar di Jakarta dan dihadiri langsung oleh Manoj Punjabi selaku CEO &amp; Founder MD Entertainment, sutradara Anggy Umbara, penulis sekaligus produser kreatif Lele Laila, serta jajaran pemain seperti Arbani Yasiz, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil. Influencer Korea, Jang Han-Sol, turut menyapa melalui video khusus.</p>



<p>Sebagai informasi, film aslinya terinspirasi dari rumah sakit jiwa terbengkalai di Gwangju yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling angker di dunia. Versi Indonesia ini tidak sekadar remake, melainkan menghadirkan pendekatan cerita yang lebih relevan dengan era digital.</p>



<p>Kisahnya mengikuti empat YouTuber horor yang terobsesi mengejar 3 juta penonton melalui siaran live streaming. Demi ambisi tersebut, mereka nekat menjelajah rumah sakit angker di Korea.</p>



<p>Namun, aksi tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika gangguan supranatural mulai terjadi secara nyata—dan semuanya terekam kamera.</p>



<p>Manoj Punjabi menyebut film ini akan menghadirkan pengalaman baru dengan pendekatan yang lebih berani. Ia menekankan bahwa fenomena konten kreator menjadi elemen penting dalam membangun ketegangan.</p>



<p>Salah satu daya tarik utama film ini adalah transformasi Arbani Yasiz. Dikenal lewat peran protagonis yang lembut, kali ini ia tampil dengan karakter yang lebih kompleks, misterius, dan penuh sisi gelap.</p>



<p>Arbani mengungkapkan bahwa peran ini menjadi tantangan besar dalam kariernya. Karakternya tidak hanya menghadapi teror dari luar, tetapi juga menyimpan rahasia yang perlahan terungkap sepanjang film—membuat penonton terus bertanya-tanya tentang motif sebenarnya.</p>



<p>Teaser trailer yang dirilis memperlihatkan atmosfer mencekam dengan sentuhan visual yang intens.</p>



<p>Salah satu adegan paling mencuri perhatian adalah momen karakter Bara (diperankan Elang El Gibran) yang memasukkan tangannya ke dalam lubang gelap di sebuah peti mati—adegan yang menjadi reinterpretasi dari versi aslinya.</p>



<p>Dengan pendekatan found footage dan nuansa real-time, film ini menjanjikan pengalaman horor yang imersif dan menegangkan dari awal hingga akhir.</p>



<p>Film “402: Rumah Sakit Angker Korea” dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Dengan kombinasi cerita adaptasi ikonik, pendekatan modern, dan jajaran pemain muda, film ini berpotensi menjadi salah satu horor terbesar tahun ini. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea-rilis-teaser-siap-teror-bioskop-juli-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film &#8220;Dalam Sujudku&#8221; Kisah Nyata Rumah Tangga Penuh Air Mata dan Kekuatan Doa</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 17:49:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86242</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212;  Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati. Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat. Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong> Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati.</p>



<p>Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat.</p>



<p>Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai persoalan hidup.</p>



<p>Tak sekadar drama, “Dalam Sujudku” menghadirkan pesan mendalam tentang kekuatan doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="457" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg" alt="" class="wp-image-86244" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-300x134.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-768x343.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1536x685.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Disutradarai oleh Rico Michael dan diproduseri Donnie Syech, film ini menggambarkan bagaimana konflik rumah tangga dapat menjadi jalan menuju pencarian makna spiritual yang lebih dalam.</p>



<p>Selain Marcell Darwin, film ini juga diperkuat oleh jajaran pemain seperti Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode, hingga Dominique Sanda. Mereka menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, memperkuat pesan moral dalam cerita</p>



<p>Sutradara Rico Michael menegaskan bahwa film ini bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi kehidupan bagi siapa pun yang tengah berada di titik terendah.</p>



<p>“Film ini kami hadirkan sebagai refleksi bahwa harapan selalu ada, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,” ujarnya.</p>



<p>Ia menambahkan, pesan utama film ini terletak pada kekuatan memaafkan dan berserah diri melalui doa.<br>“Ketika kita benar-benar pasrah, di situlah kita belajar makna sujud yang sesungguhnya,” jelas Rico.</p>



<p>Denis Adhiswara mengaku mendapatkan tantangan baru saat memerankan sosok ustaz, berbeda dari karakter yang biasa ia mainkan.</p>



<p>“Saya harus menyampaikan pesan sebagai ustaz, bukan hanya di film, tapi juga agar sampai ke penonton,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Vinessa Inez yang memerankan Aisyah mengaku mendapat pengalaman emosional mendalam dari karakter yang penuh kesabaran dan keyakinan.</p>



<p>Di sisi lain, Naura Hakim menghadirkan karakter dengan konflik kompleks.<br>“Saya ingin menampilkan sisi manusiawi, bukan sekadar antagonis,” ujarnya.</p>



<p>Karakter pendukung juga memberi warna tersendiri. Ryuka tampil sebagai sahabat yang hangat, sementara Chika Waode menghadirkan nuansa segar sebagai karakter ‘tukang gosip’ yang dekat dengan realitas sosial.</p>



<p>OST “Titipan Ilahi” Perkuat Nuansa Spiritual</p>



<p>Kekuatan film ini juga didukung oleh original soundtrack (OST) berjudul “Titipan Ilahi” yang dinyanyikan Evelyn Wijaya. Lagu ini diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Rindu ke Layar Lebar: Transformasi Musik Ifan Seventeen di Era Digital</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/dari-rindu-ke-layar-lebar-transformasi-musik-ifan-seventeen-di-era-digital/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/dari-rindu-ke-layar-lebar-transformasi-musik-ifan-seventeen-di-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 17:11:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86234</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Industri hiburan kini bergerak melampaui batas konvensional. Musik tidak lagi berdiri sendiri, melainkan berkelindan dengan visual, storytelling, dan distribusi digital. Fenomena ini tercermin kuat dalam karya terbaru Ifan Seventeen bertajuk “Jangan Paksa Rindu (Beda)”. Dirilis pada 9 Januari 2026, lagu ini mencatatkan performa impresif di berbagai platform digital. Di Spotify, lagu tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Industri hiburan kini bergerak melampaui batas konvensional. Musik tidak lagi berdiri sendiri, melainkan berkelindan dengan visual, storytelling, dan distribusi digital. Fenomena ini tercermin kuat dalam karya terbaru Ifan Seventeen bertajuk “Jangan Paksa Rindu (Beda)”.</p>



<p>Dirilis pada 9 Januari 2026, lagu ini mencatatkan performa impresif di berbagai platform digital. Di Spotify, lagu tersebut dengan cepat menembus rotasi pendengar dan memperkuat posisinya di lanskap musik pop Indonesia.</p>



<p>Hingga kini, “Jangan Paksa Rindu (Beda)” telah meraih lebih dari 50 juta stream—angka yang menegaskan daya jangkau luas sekaligus relevansinya di tengah persaingan konten.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="889" height="1024" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-889x1024.jpg" alt="" class="wp-image-86236" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-889x1024.jpg 889w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-260x300.jpg 260w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-768x885.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-1333x1536.jpg 1333w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071-1777x2048.jpg 1777w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124071.jpg 1884w" sizes="(max-width: 889px) 100vw, 889px" /></figure>



<p>Tak hanya di platform streaming, lagu ini juga hidup di media sosial. Potongan lirik yang emosional banyak digunakan dalam video pendek, menciptakan koneksi personal dengan audiens dan mendorong penyebaran organik.</p>



<p>Eksposur di ruang publik pun memperluas jangkauan, menjadikan lagu ini tidak sekadar didengar, tetapi juga dirasakan dan divisualisasikan.</p>



<p>Keberhasilan ini menegaskan satu hal: performa musik masa kini ditentukan oleh sinergi lintas platform—mulai dari streaming, media sosial, hingga aktivasi visual.</p>



<p>Melanjutkan momentum tersebut, Ifan merilis video klip resmi pada 10 April 2026 dengan pendekatan yang berbeda: dikemas sebagai film pendek sinematik. Video ini digarap oleh Avesina Soebli dan Jastis Arimba, menghadirkan storytelling yang kuat dan berdiri sebagai karya mandiri.</p>



<p>Kisahnya berpusat pada seorang pria yang terjebak dalam kenangan cinta—merindukan sosok yang berada di antara “ada dan tiada”. Plot twist emosional menjadi elemen kunci yang memperdalam makna lagu sekaligus memperkaya pengalaman visual penonton.</p>



<p>“Pendengar sekarang tidak hanya ingin menikmati lagu, tapi juga memahami dan merasakan ceritanya,” ujar Ifan. “Karena itu, kami menghadirkan pengalaman yang lebih utuh, menggabungkan musik dengan narasi visual.”</p>



<p>Fenomena ini mencerminkan pergeseran besar dalam ekosistem industri kreatif. Musisi kini tidak hanya menjadi pencipta lagu, tetapi juga storyteller yang memanfaatkan bahasa sinema. Di sisi lain, format film pendek menemukan ruang baru melalui distribusi digital, menjadikan video musik sebagai medium strategis.</p>



<p>Kolaborasi lintas disiplin—mulai dari musisi, sutradara, penulis naskah, hingga sinematografer—menjadi kunci dalam menciptakan karya yang mampu menembus attention economy. Di tengah banjir konten, audiens cenderung memilih karya yang tidak hanya kuat secara audio, tetapi juga memiliki narasi dan visual yang berkesan.</p>



<p>Sebagai bagian dari rangkaian peluncuran, akan digelar gala premiere yang menghadirkan pengalaman menonton video klip di layar lebar untuk pertama kalinya.</p>



<p>Langkah ini mempertegas semakin cairnya batas antara konser musik dan pemutaran film, sekaligus membuka peluang monetisasi baru di masa depan.</p>



<p>Melalui “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Ifan Seventeen tidak hanya menghidupkan kembali nuansa emosional khas Seventeen, tetapi juga mendorong arah baru industri—di mana viralitas, storytelling, dan sinematografi menjadi fondasi utama dalam menciptakan dampak berkelanjutan.</p>



<p>Di era ini, satu hal menjadi jelas: musik saja tidak lagi cukup. Karya yang bertahan adalah karya yang mampu hidup di berbagai platform, membangun cerita, dan menghadirkan pengalaman emosional yang utuh.</p>



<p>Credit Musik Video<br>• Performer: Ifan Seventeen<br>• Judul: Jangan Paksa Rindu (Beda)<br>• Composer: Ifan Seventeen &amp; Opik Kurdi<br>• Executive Producer: Octav Panggabean<br>• Producer MV: Avesina Soebli<br>• Director: Jastis Arimba<br>• DOP/Cinematographer: Indra Suryadi<br>• Cast: Raihaanun &amp; Megantara<br>• Label &amp; Production: Royal Prima Musikindo. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/dari-rindu-ke-layar-lebar-transformasi-musik-ifan-seventeen-di-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinetron &#8220;Terikat Janji&#8221; Kembalinya Arya Saloka Setelah Vakum Tiga Tahun Akan Tayang di RCTI</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/sinetron-terikat-janji-kembalinya-arya-saloka-setelah-vakum-tiga-tahun-akan-tayang-di-rcti/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/sinetron-terikat-janji-kembalinya-arya-saloka-setelah-vakum-tiga-tahun-akan-tayang-di-rcti/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 21:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85882</guid>

					<description><![CDATA[●Kisah Cinta Palsu Jadi Nyata Penuh Skandal dan Rahasia Keluarga HARIAN PELITA &#8212;  Arya Saloka kembali ke layar kaca lewat sinetron terbaru berjudul &#8220;Terikat Janji&#8221; yang tayang di RCTI. Comeback jadi momen sangat dinantikan penggemar setelah vakum selama tiga tahun dari dunia sinetron. Diproduksi MNC Pictures, Terikat Janji menghadirkan kisah cinta penuh intrik, pengkhianatan, serta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p>●<strong><em>Kisah Cinta Palsu Jadi Nyata Penuh Skandal dan Rahasia Keluarga</em></strong></p>



<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;  </strong>Arya Saloka kembali ke layar kaca lewat sinetron terbaru berjudul &#8220;Terikat Janji&#8221; yang tayang di RCTI. Comeback jadi momen sangat dinantikan penggemar setelah vakum selama tiga tahun dari dunia sinetron.</p>



<p>Diproduksi MNC Pictures, Terikat Janji menghadirkan kisah cinta penuh intrik, pengkhianatan, serta konflik keluarga yang emosional dan relatable bagi penonton Indonesia. Sinetron ini dijadwalkan tayang perdana mulai Senin, 6 April 2026 setiap hari pukul 19.00 WIB di slot prime time RCTI.</p>



<p>Mengusung alur cerita yang kuat, Terikat Janji dibintangi deretan aktor papan atas seperti Asha Assuncao, Fendy Chow, Yoriko Angeline, Rizky Hanggono, Kinaryosih, hingga Ibob Tarigan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="461" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243-1024x461.jpg" alt="" class="wp-image-85884" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243-1024x461.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243-300x135.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243-768x346.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000118243.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Cerita berpusat pada Davina (Asha Assuncao), seorang putri konglomerat yang hidupnya runtuh akibat pengkhianatan. Demi menjaga harga diri, ia menjalin hubungan pura-pura dengan Sena (Arya Saloka), seorang pedagang ketoprak sederhana. Namun, hubungan tersebut justru berubah menjadi nyata dan membuka berbagai rahasia kelam yang selama ini tersembunyi.</p>



<p>Sena ternyata bukan pria biasa. Ia menyimpan masa lalu kelam dan misi tersembunyi yang berpotensi menghancurkan keluarga Davina. Konflik semakin memanas saat terungkap bahwa kematian Ryan berkaitan dengan ayah Davina serta intrik licik ibu tirinya. Dari sini, cinta berubah menjadi pertaruhan, dan keluarga berubah menjadi musuh.</p>



<p>Dalam konferensi pers, Arya Saloka mengungkapkan kedalaman karakter yang ia perankan. Menurutnya, Sena adalah sosok yang menyimpan luka mendalam namun tetap memilih untuk mencintai. Karakter ini menjadi representasi kekuatan emosi, keikhlasan, dan makna sebuah janji.</p>



<p>Disutradarai oleh Amin Ishaq dan ditulis oleh Donna Rosamayna, sinetron ini diproyeksikan menjadi salah satu tayangan unggulan yang mampu menarik perhatian pemirsa di jam tayang utama.</p>



<p>●Berikut daftar lengkap pemain Terikat Janji:</p>



<p>Arya Saloka sebagai SENA</p>



<p>Asha Assuncao sebagai DAVINA</p>



<p>Fendy Chow sebagai DIPA</p>



<p>Yoriko Angeline sebagai JIHAN</p>



<p>Rizky Hanggono sebagai NOVAN</p>



<p>Kinaryosih sebagai MAYANG</p>



<p>Ibob Tarigan sebagai DION</p>



<p>Rizky Djanbi sebagai REZA<br>Dito Darmawan sebagai RYAN</p>



<p>Virnie Ismail sebagai VERONICA</p>



<p>Oding Siregar sebagai DAMAR</p>



<p>Baby Assegaf sebagai TARA</p>



<p>Irsan Adira sebagai BILAL. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/sinetron-terikat-janji-kembalinya-arya-saloka-setelah-vakum-tiga-tahun-akan-tayang-di-rcti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Aku Harus Mati”: Horor Pesugihan Vs Kerja Keras, Teror Ambisi dan Validasi Sosial di Era Flexing</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/aku-harus-mati-horor-pesugihan-vs-kerja-keras-teror-ambisi-dan-validasi-sosial-di-era-flexing/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/aku-harus-mati-horor-pesugihan-vs-kerja-keras-teror-ambisi-dan-validasi-sosial-di-era-flexing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 22:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85739</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Di tengah maraknya budaya flexing di media sosial kerap dijadikan tolok ukur kesuksesan, film horor terbaru berjudul “Aku Harus Mati” hadir membawa pesan mendalam tentang ambisi, validasi, dan konsekuensi dari jalan pintas menuju kekayaan. Diproduksi Rollink Action bersama Executive Producer Irsan Yapto dan Nadya Yapto, film ini disutradarai Hestu Saputra dan ditulis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p>HARIAN PELITA &#8212; Di tengah maraknya budaya flexing di media sosial kerap dijadikan tolok ukur kesuksesan, film horor terbaru berjudul “Aku Harus Mati” hadir membawa pesan mendalam tentang ambisi, validasi, dan konsekuensi dari jalan pintas menuju kekayaan.</p>



<p>Diproduksi Rollink Action bersama Executive Producer Irsan Yapto dan Nadya Yapto, film ini disutradarai Hestu Saputra dan ditulis Aroe Ama. Mengusung genre horor misteri, film ini tak sekadar menyuguhkan kengerian, tetapi juga mengajak penonton melakukan refleksi diri terhadap realita sosial saat ini.</p>



<p>“Di era modern, tekanan untuk terlihat sukses sering kali membuat seseorang tergoda mencari cara instan. Film ini mempertanyakan—apakah kesuksesan itu hasil kerja keras, atau justru hasil pesugihan?” ungkap Irsan Yapto.</p>



<p>Film ini mengisahkan Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gemerlap kehidupan kota besar hingga terlilit hutang dan dikejar debt collector.</p>



<p>Dalam keputusasaan, ia kembali ke panti asuhan tempat masa lalunya, bertemu sahabat lamanya Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta sosok misterius Ki Jogo (Bambang Paningron).</p>



<p>Perjalanan Mala berubah menjadi teror penuh misteri saat ia mulai mengungkap rahasia kelam yang berkaitan dengan perjanjian iblis dan masa lalu yang menghantuinya. Dalam proses itu, ia harus menghadapi pilihan berat tentang harga yang harus dibayar demi ambisi dan pengakuan.</p>



<p>Sutradara Hestu Saputra menegaskan bahwa film ini adalah cerminan realitas sosial.</p>



<p>“Ambisi dan kebutuhan akan validasi bisa membuat seseorang kehilangan arah. Film ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan sejati lahir dari proses dan integritas, bukan jalan pintas yang berujung kehancuran,” ujarnya.<br>Dengan jajaran pemain seperti Hana Saraswati, Amara Sophie, Prasetya Agni, Mila Rosinta, dan Bambang Paningron, film ini siap menjadi salah satu tontonan horor yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menggugah kesadaran.</p>



<p>Siapa yang harus dikorbankan? Siapa pemegang perjanjian iblis sebenarnya?<br>Temukan jawabannya dalam “Aku Harus Mati”, tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026.</p>



<p>●Tentang produksi<br>Rollink Action merupakan rumah produksi di bawah naungan Link Group International yang berfokus pada karya film berkualitas dengan narasi kuat berbasis isu sosial dan budaya.</p>



<p>Perusahaan ini berkomitmen menghadirkan film yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia sekaligus membuka ruang bagi talenta lokal untuk berkembang.</p>



<p>Sementara itu, Link Group International dikenal sebagai grup media dan marketing independen berbasis di Jakarta yang telah menjadi pemain utama dalam strategi komunikasi merek lintas platform di Indonesia. ●Rsdaksi/Satria</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/aku-harus-mati-horor-pesugihan-vs-kerja-keras-teror-ambisi-dan-validasi-sosial-di-era-flexing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Film Horor Edisi Ke-4: Film Lift Jadi Terpilih, Diskusi Tegaskan Musik adalah “Akhir Cerita” dalam Sinema</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/festival-film-horor-edisi-ke-4-film-lift-jadi-terpilih-diskusi-tegaskan-musik-adalah-akhir-cerita-dalam-sinema/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/festival-film-horor-edisi-ke-4-film-lift-jadi-terpilih-diskusi-tegaskan-musik-adalah-akhir-cerita-dalam-sinema/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 17:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85210</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Festival Film Horor (FFH) Edisi ke-4 kembali digelar dengan konsep berbeda dari festival film pada umumnya. Tidak hanya menyeleksi film horor terbaik setiap bulan, FFH juga menghadirkan ruang diskusi menjadi referensi bagi para sineas dalam memahami berbagai elemen penting dalam produksi film. Pada edisi ke-4 berlangsung di Pictum Cafe, Pasar Minggu, Jakarta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Festival Film Horor (FFH) Edisi ke-4 kembali digelar dengan konsep berbeda dari festival film pada umumnya.</p>



<p>Tidak hanya menyeleksi film horor terbaik setiap bulan, FFH juga menghadirkan ruang diskusi menjadi referensi bagi para sineas dalam memahami berbagai elemen penting dalam produksi film.</p>



<p>Pada edisi ke-4 berlangsung di Pictum Cafe, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, festival ini mengangkat tema “Musik Horor yang Membumi: Membangun Vibes Horor Tanpa Kehadiran Setan.”</p>



<p>Diskusi menghadirkan sejumlah praktisi film, di antaranya produser eksekutif Lok S. Iman, sutradara Randy Chana, music director Bemby Gusti, dengan Alyne Ma’arif sebagai moderator.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="473" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-1024x473.jpg" alt="" class="wp-image-85215" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-1024x473.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-300x139.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-768x355.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-1536x710.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000109636-2048x946.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Salah satu sorotan utama dalam diskusi tersebut adalah pentingnya musik dalam membangun emosi dan ketegangan dalam film horor.</p>



<p>Para pembicara sepakat bahwa musik memiliki peran krusial dalam menghidupkan cerita. Bahkan dalam sejarah sinema, musik menjadi elemen penting yang menghidupkan film sejak era film bisu.</p>



<p>Meski demikian, para pembicara juga menekankan perbedaan antara musik dan sound. Bunyi-bunyian dalam film tidak selalu berarti musik, karena sering kali hanya berupa elemen suara yang digunakan untuk membangun efek psikologis bagi penonton.</p>



<p>Produser eksekutif Lok S. Iman mengungkapkan bahwa dirinya memberikan kebebasan penuh kepada para kreator dalam menentukan komposisi musik maupun sound yang digunakan dalam film.</p>



<p>“Banyak produser ikut menentukan musik atau sound dalam film yang mereka biayai. Tapi saya lebih percaya pada kreator film. Mereka yang lebih paham kebutuhan artistiknya,” ujar Lok.</p>



<p>Sementara itu, music director Bemby Gusti menjelaskan bahwa proses menentukan musik dalam film sering kali melalui diskusi bahkan perdebatan kreatif antara music director dan sutradara.</p>



<p>Menurutnya, meski seorang music director memiliki visi musikal tertentu, pada akhirnya keputusan harus sejalan dengan visi sutradara sebagai pemimpin artistik film.</p>



<p>“Film adalah karya seni yang kompleks. Banyak unsur seni yang bertemu di dalamnya, termasuk musik,” jelas Bemby.</p>



<p>Pandangan serupa disampaikan sutradara Randy Chana yang menilai bahwa pemilihan musik harus benar-benar menyesuaikan dengan tema dan atmosfer film yang digarap.</p>



<p>“Musik bisa membangun ketegangan penonton. Karena itu penting adanya diskusi antara sutradara dan music director agar film memiliki ritme emosional yang tepat,” kata Randy.</p>



<p>Diskusi yang berlangsung hangat tersebut pada akhirnya menghasilkan kesepakatan bahwa musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah film. Tanpa musik yang tepat, sebuah film seolah kehilangan penutup emosionalnya—seakan cerita tidak pernah benar-benar berakhir.</p>



<p>Dalam kesempatan yang sama, FFH juga mengumumkan film pilihan untuk bulan Maret, yaitu “Lift.” Film tersebut meraih sejumlah penghargaan dalam festival edisi ini.</p>



<p>Aktor Alfie Afandi terpilih sebagai pemain pria terbaik, Ismi Melinda sebagai pemain wanita terbaik, Risky Dwipanca sebagai Director of Photography (DoP) terbaik, sementara Randy Chana dinobatkan sebagai sutradara terpilih.</p>



<p>Kesuksesan FFH Edisi ke-4 kembali menegaskan peran festival ini sebagai ruang apresiasi sekaligus laboratorium gagasan bagi sineas horor Indonesia, khususnya dalam mengeksplorasi kekuatan elemen sinematik seperti musik dalam membangun pengalaman menonton yang lebih mendalam. ●Redaksi/Satria</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/festival-film-horor-edisi-ke-4-film-lift-jadi-terpilih-diskusi-tegaskan-musik-adalah-akhir-cerita-dalam-sinema/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ardit Erwandha Totalitas Perankan Arga di Film &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221; Tangis Pecah Usai Syuting</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/ardit-erwandha-totalitas-perankan-arga-di-film-tunggu-aku-sukses-nanti-tangis-pecah-usai-syuting/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/ardit-erwandha-totalitas-perankan-arga-di-film-tunggu-aku-sukses-nanti-tangis-pecah-usai-syuting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 23:11:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85062</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Ardit Erwandha menunjukkan totalitas akting emosional saat didapuk menjadi pemeran utama dalam film &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221; Film garapan sutradara Naya Anindita tersebut, Ardit memerankan karakter Arga — sosok pemuda yang berjuang menaklukkan kerasnya kehidupan demi meraih masa depan yang lebih baik. Peran yang sarat emosi itu rupanya meninggalkan jejak mendalam bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Ardit Erwandha menunjukkan totalitas akting emosional saat didapuk menjadi pemeran utama dalam film &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221;</p>



<p>Film garapan sutradara Naya Anindita tersebut, Ardit memerankan karakter Arga — sosok pemuda yang berjuang menaklukkan kerasnya kehidupan demi meraih masa depan yang lebih baik.</p>



<p>Peran yang sarat emosi itu rupanya meninggalkan jejak mendalam bagi Ardit. Ia mengaku sempat tak kuasa menahan tangis setelah proses syuting rampung.</p>



<p>Tekanan emosional selama produksi membuatnya merasa keluar dari zona nyaman, namun sekaligus memberi pengalaman batin yang kuat sebagai seorang aktor.</p>



<p>“Setelah wrap syuting saya sempat melipir sendiri terus nangis, lalu ditenangkan oleh Naya. Dengan segala beban syuting yang di luar comfort zone saya, akhirnya bisa diselesaikan,” ujar Ardit usai press screening film di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (9/3/2026).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="767" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-85064" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-1024x767.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-1536x1151.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-2048x1535.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Bagi Ardit, film ini bukan sekadar proyek akting, melainkan perjalanan reflektif yang memberinya banyak pelajaran hidup. Ia merasakan kedekatan emosional yang begitu kuat dengan karakter Arga, hingga sulit memisahkan antara peran di layar dan realitas hidupnya sendiri.</p>



<p>“Bukan Arga yang belajar dari Ardit, tapi Ardit yang belajar banyak dari Arga, terutama bagaimana memvalidasi perasaan,” tuturnya.</p>



<p>Menariknya, kisah perjuangan Arga dalam film ternyata memiliki kemiripan dengan perjalanan hidup Ardit di dunia nyata. Jauh sebelum dikenal sebagai aktor, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan sederhana demi bertahan hidup dan mengejar impian.</p>



<p>Ardit mengenang masa-masa ketika harus berangkat sejak subuh menggunakan transportasi umum, membagikan brosur di jalanan, hingga menghadapi tekanan finansial yang sempat memengaruhi kehidupan pribadinya.</p>



<p>“Naik transum subuh-subuh, bagi-bagi brosur, muka kucel lecek, pernah diputusin karena nggak punya duit,” ungkapnya jujur.</p>



<p>Melalui &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221;, Ardit berharap penonton dapat memetik pesan tentang pentingnya ketekunan, keberanian bermimpi, serta ketulusan menerima proses kehidupan. Ia menekankan bahwa ambisi adalah hal yang wajar, selama tidak berubah menjadi rasa iri terhadap pencapaian orang lain.</p>



<p>Film ini menghadirkan potret perjuangan yang dekat dengan realitas generasi muda — tentang jatuh bangun, harapan, serta keyakinan bahwa kerja keras pada akhirnya akan menemukan jalannya menuju keberhasilan. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/ardit-erwandha-totalitas-perankan-arga-di-film-tunggu-aku-sukses-nanti-tangis-pecah-usai-syuting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Horor Korea “Libas” Pasar Indonesia! Sineas Senior Bongkar Rahasia Sukses: Cerita Masuk Akal, Visual Ganas, Ekosistem Solid</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/horor-korea-libas-pasar-indonesia-sineas-senior-bongkar-rahasia-sukses/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/horor-korea-libas-pasar-indonesia-sineas-senior-bongkar-rahasia-sukses/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 22:40:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84176</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Dominasi film horor Korea Selatan di pasar Indonesia kian tak terbendung. Di tengah transformasi besar industri perfilman nasional, sineas senior membedah secara terbuka rahasia di balik kesuksesan sinema Negeri Ginseng yang mampu “menghipnotis” penonton Tanah Air. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam diskusi panel bertajuk “Pengaruh Film Horor Korea di Indonesia” yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Dominasi film horor Korea Selatan di pasar Indonesia kian tak terbendung. Di tengah transformasi besar industri perfilman nasional, sineas senior membedah secara terbuka rahasia di balik kesuksesan sinema Negeri Ginseng yang mampu “menghipnotis” penonton Tanah Air.</p>



<p>Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam diskusi panel bertajuk “Pengaruh Film Horor Korea di Indonesia” yang menghadirkan sutradara senior Toto Hoedi, produser Heart Pictures Herty Purba, serta praktisi film Nanang Istiabudi. Diskusi yang dipandu moderator Chandra Satrya itu mengupas tuntas mengapa film horor Korea mampu melakukan penetrasi pasar yang begitu kuat di Indonesia.</p>



<p>●Penonton Indonesia Makin Cerdas dan Kritis</p>



<p>Salah satu temuan penting dalam diskusi adalah meningkatnya literasi menonton masyarakat Indonesia. Akses luas terhadap film global membuat penonton kini lebih selektif dan kritis. Mereka tidak lagi puas hanya dengan jumpscare instan, tetapi menuntut kualitas cerita yang solid dan visual yang sinematik.</p>



<p>Nanang Istiabudi, yang telah memproduksi film horor sejak era 1990-an, menegaskan bahwa penonton sekarang “lebih pintar membaca cerita”. Film horor Korea dinilai bukan sekadar tontonan menyeramkan, melainkan karya dengan standar produksi tinggi—dari skenario, tata visual, hingga desain promosi. Penonton merasa film tersebut memang “layak bayar”.</p>



<p>●“Medis vs Mistis”: Perbedaan Logika yang Menentukan</p>



<p>Secara kultural, Indonesia dan Korea memiliki kesamaan mitos tentang arwah penasaran. Namun, pendekatan penyelesaian konflik menjadi pembeda utama.</p>



<p>Film Korea cenderung memakai pendekatan logika faktual. Karakter yang mengalami gangguan supranatural tetap ditangani secara medis di rumah sakit. Unsur rasional ini menciptakan kesan realistis dan memperkuat emosi penonton.</p>



<p>Sebaliknya, film horor Indonesia masih banyak mengandalkan penyelesaian mistik murni. Perbedaan inilah yang dinilai membuat sebagian penonton merasa film Korea lebih “masuk akal” sekaligus menegangkan.</p>



<p>●Ekosistem Industri yang Tak Main-Main</p>



<p>Produser Herty Purba mengungkapkan bahwa kekuatan sinema Korea juga bertumpu pada dukungan ekosistem yang solid. Pemerintah Korea memberikan fasilitas besar bagi industri kreatif, termasuk kemudahan izin lokasi syuting di ruang publik seperti kampus dan rumah sakit.</p>



<p>Situasi ini kontras dengan tantangan birokrasi dan biaya perizinan yang kerap menjadi hambatan bagi sineas lokal. Diskusi ini pun menjadi refleksi keras bagi industri film Indonesia untuk memperbaiki infrastruktur dan tata kelola produksi.</p>



<p>●Kritik untuk Produksi Kilat Horor Lokal</p>



<p>Diskusi juga menyoroti praktik produksi film horor lokal yang sering dilakukan secara kilat—bahkan hanya sekitar 10 hari—demi menekan biaya. Praktik ini dinilai berdampak langsung pada kualitas teknis dan kedalaman cerita.</p>



<p>Para panelis menekankan pentingnya riset urban legend yang lebih matang serta eksplorasi pendekatan psikologis. Tren baru seperti monster dan zombie dinilai dapat menjadi alternatif segar menggantikan hantu tradisional yang mulai jenuh di mata penonton.</p>



<p>●FFHoror 2026 Umumkan Film dan Kru Terbaik</p>



<p>Sebagai penutup diskusi, diumumkan pula hasil penilaian Dewan Juri FFHoror periode 13 Januari–13 Februari 2026 yang diketuai Ncank Mail bersama Satria Sabil, Rio Apriciandhito, Nuty Larasaty, Dandung P. Hardoko, dan Dudy Novriansyah.</p>



<p>●Berikut daftar pemenang:</p>



<p>Film Terhoror Terpilih &#8220;Setan Alas&#8221;</p>



<p>Sutradara &#8220;Yusron Fuady&#8221; ( Setan Alas)</p>



<p>Aktor &#8220;Rangga Azof&#8221; (Kafir Gerbang Sukma)</p>



<p>Aktris&nbsp; &#8220;Putri Ayudia&#8221; ( Kafir Gerbang Sukma)</p>



<p>Tata Gambar/DOP&nbsp; &#8220;Awank JJ&#8221; (Dowa Ju Seyo/ Tolong Saya)</p>



<p>Refleksi dari forum ini menjadi alarm sekaligus peluang bagi industri horor nasional. Jika ingin tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sineas Indonesia didorong menyerap profesionalisme Korea—tanpa kehilangan identitas budaya lokal.</p>



<p>Horor Indonesia kini berada di persimpangan: berbenah atau tertinggal. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/horor-korea-libas-pasar-indonesia-sineas-senior-bongkar-rahasia-sukses/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setan Alas! (The Draft!) Bikin Gerah Industri Horor: Film Ini Sengaja “Menghina” Jumpscare?</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 21:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84066</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Gala Premiere film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026) sukses mencuri perhatian publik dan media. Bukan karena adegan kejut yang berisik, melainkan justru karena keberaniannya menabrak pakem horor mainstream selama ini identik dengan jumpscare. Disutradarai Yusron Fuadi mengaku bahwa Setan Alas (The Draft!) tampil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Gala Premiere film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026) sukses mencuri perhatian publik dan media.</p>



<p>Bukan karena adegan kejut yang berisik, melainkan justru karena keberaniannya menabrak pakem horor mainstream selama ini identik dengan jumpscare.</p>



<p>Disutradarai Yusron Fuadi mengaku bahwa Setan Alas (The Draft!) tampil sebagai antitesis film horor komersial. Alih-alih mengandalkan suara keras dan kejutan visual mendadak, film berdurasi 84 menit ini membangun ketegangan secara perlahan melalui atmosfer mencekam, dialog yang tajam, serta permainan psikologis yang memaksa penonton terlibat aktif dalam rasa takut itu sendiri.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="983" height="738" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222.jpg" alt="" class="wp-image-84068" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222.jpg 983w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222-768x577.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 983px) 100vw, 983px" /></figure>



<p>“Sejak awal kami sadar film horor sangat identik dengan jumpscare. Tapi kami memilih berdiri di sisi sebaliknya—menantang kebiasaan itu dan mengajak penonton menikmati horor yang bekerja di pikiran, bukan hanya di refleks,” ujar Yusron Fuadi dalam konferensi pers usai gala premiere.</p>



<p>Film ini mengisahkan lima mahasiswa dengan latar belakang yang saling bertolak belakang yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan.</p>



<p>Ketika salah satu dari mereka tewas secara misterius, teror berkembang bukan dalam bentuk kejutan instan, melainkan akumulasi prasangka, konflik batin, dan cara manusia membangun ketakutan secara kolektif.</p>



<p>Deretan pemain seperti Adhin Abdul Hakim, Anastasya Herzigova, Haydar Salihz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, Ernanto Kusumo (alm.), hingga kemunculan tak terduga Hanung Bramantyo, menuai pujian karena mampu menjaga tensi cerita tanpa eksploitasi efek kejut yang lazim ditemukan dalam film horor arus utama.</p>



<p>Respons penonton gala premiere pun terbilang solid. Banyak yang menyebut Setan Alas! (The Draft!) sebagai horor yang “tidak memberi ruang untuk bernapas”, meski minim jumpscare. Diskusi pasca-pemutaran menguatkan kesan bahwa film ini meninggalkan rasa tidak nyaman yang bertahan lama—bukan karena terkejut, melainkan karena dipaksa berpikir. Keberanian film ini menolak arus utama sejalan dengan rekam jejak prestasinya.</p>



<p>Setan Alas! (The Draft!) sebelumnya meraih Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing di ajang JAFF Indonesian Screen Awards 2023, serta mendapat pujian dari kritikus film Hikmat Darmawan yang menyebutnya sebagai horor Indonesia yang segar dan penuh kejutan.</p>



<p>Di level internasional, film ini telah melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat, serta diputar di London dan Toronto sepanjang 2024. Respons penonton global pun positif, terutama terhadap keberaniannya “melawan pakem” horor konvensional.</p>



<p>Usai gala premiere, Setan Alas! (The Draft!) dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 Maret 2026. Film ini digadang-gadang menjadi penanda penting bahwa horor Indonesia tak melulu soal jumpscare—melainkan juga soal keberanian bercerita dan menggugah ketakutan yang lebih dalam. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Horor &#8220;Waru&#8221; Angkat Mitos Pohon Terlarang Jawa, Siap Teror Bioskop Awal 2026</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-waru-angkat-mitos-pohon-terlarang-jawa-siap-teror-bioskop-awal-2026/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-waru-angkat-mitos-pohon-terlarang-jawa-siap-teror-bioskop-awal-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 14:41:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83974</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Tren film horor tanah air masih menunjukkan geliat kuat di awal 2026. Salah satu paling dinanti adalah &#8220;Waru&#8221;&#160; film horor mitologis mengangkat mitos pohon waru dalam kepercayaan masyarakat Jawa—pohon yang dipercaya menjadi tempat bersemayam makhluk gaib dan pantang ditebang sembarangan. Dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026, Waru tidak hanya menawarkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Tren film horor tanah air masih menunjukkan geliat kuat di awal 2026. Salah satu paling dinanti adalah &#8220;Waru&#8221;&nbsp; film horor mitologis mengangkat mitos pohon waru dalam kepercayaan masyarakat Jawa—pohon yang dipercaya menjadi tempat bersemayam makhluk gaib dan pantang ditebang sembarangan.</p>



<p>Dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026, Waru tidak hanya menawarkan teror instan, tetapi juga menghadirkan kembali cerita-cerita mistis yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat: orang hilang tanpa jejak, kesurupan massal, hingga kematian misterius di sekitar pohon waru.</p>



<p>Sutradara Film Waru Chiska Doppert, menegaskan bahwa keangkeran pohon waru bukan sekadar mitos kosong. Menurutnya, secara fisik pohon waru memiliki kanopi lebar yang menciptakan suasana gelap, sejuk, dan lembap—kondisi yang dalam kepercayaan tradisional kerap dianggap sebagai tempat nyaman bagi makhluk astral.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="980" height="736" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000093234.jpg" alt="" class="wp-image-83976" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000093234.jpg 980w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000093234-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000093234-768x577.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 980px) 100vw, 980px" /></figure>



<p>“Larangan orang tua zaman dulu, seperti tidak melewati pohon waru saat magrib atau tidak menengadah ke atasnya, menjadi fondasi penting dalam membangun atmosfer horor film ini,” ujar Chiska dalam keterangan pers, Selasa, 13 Januari 2026.</p>



<p>Dari sisi produksi, Waru digarap dengan pendekatan serius. Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis, mulai dari Bogor, Sukabumi, Solo, hingga kawasan Gunung Lawu. Produser Aji Fauzi menyebut film ini dirancang sebagai pengalaman horor nasional yang berakar pada kearifan lokal.</p>



<p>Berbeda dari film horor kebanyakan, Waru menonjolkan drama emosional, konflik batin, serta plot twist yang tak terduga. Film ini tidak semata mengandalkan kemunculan makhluk halus, melainkan menggali kisah tentang dosa masa lalu, trauma keluarga, dan warisan gelap yang terus menghantui lintas generasi.</p>



<p>Cerita berpusat pada Lydia (Dewi Amanda), perempuan yang terpasung akibat kerasukan dan kerap membahayakan keluarganya. Dalam kondisi sekarat, Lydia memohon kepada Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon waru terkutuk di kampung halaman orang tuanya—tempat bersemayam jin jahat yang dikenal sebagai Iblis Waru. Permintaan itu dianggap halusinasi, hingga kematian Lydia justru memicu rangkaian teror mengerikan.</p>



<p>Teror tersebut menghantui Nadine bersama Adrian (Zikri Daullay), Anya (Jinan Safa), dan Haqi (Sean Mikhail). Didorong rasa bersalah, mereka mendatangi rumah tua peninggalan keluarga Nadine di tengah hutan. Di lokasi itulah gangguan mistik semakin intens, termasuk kemunculan sosok nenek gaib yang belakangan diketahui sebagai perwujudan Iblis Waru.</p>



<p>Kebenaran kelam terungkap saat mereka menemukan surat perjanjian pesugihan beraksara Jawa kuno. Lydia ternyata pernah membuat perjanjian dengan Iblis Waru—menukar kemakmuran keluarga dengan tumbal kepala manusia setiap tahun. Masuknya karakter Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) memperdalam konflik, sekaligus mengungkap motif Lydia yang melakukan perjanjian terlarang demi menyelamatkan keluarganya pasca perceraian.</p>



<p>Kini, satu-satunya jalan keluar adalah memusnahkan pohon waru sebelum Iblis Waru menagih tumbal berikutnya.</p>



<p>Diproduksi Aglow Pictures bekerja sama dengan Suraya Filem dan Film Q Indonesia, Waru diproduseri Aji Fauzi dengan skenario yang ditulis Ery Sofid. Film ini diadaptasi dari novel karya Aji Fauzi yang kemudian dikembangkan ulang agar lebih relevan secara sinematik. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>



<p></p>



<p> </p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-waru-angkat-mitos-pohon-terlarang-jawa-siap-teror-bioskop-awal-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
