<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelita Hati &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/category/pelitahati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2026 14:02:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Beban Berat di Pundak Kurniawan &#124;&#124; Catatan Kesit Budi Handoyo</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/beban-berat-di-pundak-kurniawan-catatan-kesit-budi-handoyo/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/beban-berat-di-pundak-kurniawan-catatan-kesit-budi-handoyo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 14:01:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia U-17]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87289</guid>

					<description><![CDATA[MENJAGA tradisi lolos ke Piala Dunia menjadi tujuan tim U-17 Indonesia. Bukan sesuatu yang berlebihan apabila masyarakat Indonesia sangat berharap Tim U-17 kembali tampil di Piala Dunia U-17 November mendatang di Qatar (lagi). Target lolos juga bukan mangada-ada. Dasarnya jelas. Indonesia tampil pada dua hajatan terakhir Piala Dunia U-17 (2023 dan 2025). Pertama 2023. Catatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>MENJAGA</strong> tradisi lolos ke Piala Dunia menjadi tujuan tim U-17 Indonesia. Bukan sesuatu yang berlebihan apabila masyarakat Indonesia sangat berharap Tim U-17 kembali tampil di Piala Dunia U-17 November mendatang di Qatar (lagi). Target lolos juga bukan mangada-ada.</p>



<p>Dasarnya jelas. Indonesia tampil pada dua hajatan terakhir Piala Dunia U-17 (2023 dan 2025).</p>



<p>Pertama 2023. Catatan penting ini bolehlah dianggap sebagai sebuah kebetulan. Kebetulan karena Indonesia tetiba ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah &#8211; menggantikan Peru&#8211;setelah sebelumnya pupus sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 gegara isu Israel.</p>



<p>Dua tahun berikutnya (2025) Indonesia mencatat sejarah krusial karena lolos ke Piala Dunia U-17&nbsp;di Qatar, setelah berjuang keras di Piala Asia di Saudi Arabia. Hasil gemilang dicatat Evandra Florasta. Indonesia tampil sebagai juara grup.</p>



<p>Tidak main-main. Tim yang kala itu dilatih Nova Arianto meraih nilai sempurna, 9. hasil tiga kemenangan; lawan Korea, Yaman, dan Afghanistan.</p>



<p>Walau di Piala Dunia 2025 gagal di fase grup, catatan penting lagi-lagi dibuat Indonesia: melanjutkan tradisi bermain di Piala Dunia U-17.</p>



<p>Tahun berganti. Tim dengan skuadnya pun tak lagi sama. Yang sama hanya satu: mempertahankan tradisi! Lolos Piala Dunia lagi.</p>



<p>Beban berat dipikul tim U-17 dibawah pelatih baru, Kurniawan Dwi Julianto. Indonesia masuk dalam grup yang terbilang berat bersama Jepang, Qatar, dan China. Tiga negara ini pernah merasakan juara Piala Asia U-17.</p>



<p>Sanggupkah mantan striker PSSI Primevera&nbsp;itu melanjutkan tradisi lolos ke Piala Dunia U-17?</p>



<p>Jujur. Tidak mudah. Menyimak perjalanan tim U-17, sejak pergantian pelatih dari Nova ke Kurniawan, tampak kurang meyakinkan. Indonesia hanya meraih satu kemenangan saat melawan Timor Leste di AFF Cup.</p>



<p>Sebelumnya tumbang dua kali dari China, calon lawan pertama di Piala Asia. Indonesia juga kalah dari Malaysia, dan seri lawan Vietnam.</p>



<p>Untuk bisa lolos ke Piala Dunia, Garuda Muda minimal tampil sebagai runner-up grup pada helatan Piala Asia 2026 ini. Mampukah?. ******</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/beban-berat-di-pundak-kurniawan-catatan-kesit-budi-handoyo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wahai Pak Sumardji Kenapa Bapak Ikut-ikutan Konflik Pemain Bhayangkara Vs Persib</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/wahai-pak-sumardji-kenapa-bapak-ikut-ikutan-konflik-pemain-bhayangkara-vs-persib/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/wahai-pak-sumardji-kenapa-bapak-ikut-ikutan-konflik-pemain-bhayangkara-vs-persib/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2026 03:30:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara FC]]></category>
		<category><![CDATA[bobotoh persib]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Persib Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87226</guid>

					<description><![CDATA[KITA TIDAK TAHU awal permasalahan konflik antara Marc Klok dengan pemain Bhayangkara FC Presisi yang viral dan berbuah fitnah. Katanya awalnya Marc Klok meminta bola kepada pemain Bhayangkara FC dengan berbahasa Inggris, Give me the ball back, (Kembalikan bolanya padaku) namun kata Mark Klok itu diplintir menjadi Give me the ball &#8220;black&#8221;. Namun pelintiran itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>KITA TIDAK TAHU </strong>awal permasalahan konflik antara Marc Klok dengan pemain Bhayangkara FC Presisi yang viral dan berbuah fitnah.</p>



<p>Katanya awalnya Marc Klok meminta bola kepada pemain Bhayangkara FC dengan berbahasa Inggris, Give me the ball back, (Kembalikan bolanya padaku) namun kata Mark Klok itu diplintir menjadi Give me the ball &#8220;black&#8221;.</p>



<p>Namun pelintiran itu memicu seorang pemain Bhayangkara FC bernama Wahyu Subo Seto malah memperlebar masalah dengan menuduh Mark Klok rasis! Anehnya pemain bernama Firza pun ikut-ikutan membuat gaduh, menyebar fitnah itu.</p>



<p>Yang lebih aneh lagi seorang yang sudah lama berkecimpung di sepakbola nasional bernama Pak Sumardji ikut-ikutan &#8220;mengompori&#8221; persoalan sepele itu menjadi besar. Aneh kan?.</p>



<p>Padahal terjadi kesalahpahaman pendengaran saja, Marc Klok diduga melakukan tindakan rasisme saat duel Bhayangkara FC vs Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026) lalu.</p>



<p>Marc Klok dilaporkan bertindak rasis kepada Henry Doumbia, penyerang The Guardians of Saburai asal Pantai Gading.</p>



<p>Masalahnya lagi kenapa seorang Pak Sumardji ikut-ikutan memanasi persoalan sepele itu menjadi besar? Kian rumit malah.</p>



<p>Padahal seorang Pak Sumardji, sebagai senioritas di sepakbola nasional muncul sebagai penengah, penenang, bukan malah memanas-manasi kasus salahpaham itu.</p>



<p>Alangkah elegannya bila seorang sosok Pak Sumardji tampil sebagai &#8220;orangtua&#8221; yang ikut mengayomi perselisihan pemain. Walau Pak Sumardji Manajer Bhayangkara FC Presisi.</p>



<p>Yang tidak disadari oleh Bhayangkara FC dan Pak Sumardji adalah tuduhan rasis itu tuduhan yang sangat berat, bukan main-main dan bisa merugikan nama baik seseorang.</p>



<p>Maka wajar jika Marc Klok, keluarganya, klub dan Bobotoh bereaksi keras terhadap tuduhan ini. Itu bahaya dan terancam pidana.</p>



<p>Marc Klok mengatakan bahwa Pak Sumardji sebagai manager Bhayangkara FC terus menyebut Marc Klok &#8220;rasis&#8221;. Padahal disisi lain Pak Sumardji tidak berada di tempat kejadian, Marc Klok pun angkat bicara:</p>



<p>&#8220;la mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka (Bhayangkara FC), yang memiliki hubungan baik dengan saya.&#8221;</p>



<p>&#8220;Namun, manager mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan.&#8221;</p>



<p>Hingga kini belum di ketahui siapa yang inisiatif untuk mengeluarkan statement dari pihak official Bhayangkara FC yang mengatakan Marc Klok rasis kepada pemainnya.</p>



<p>Disisi lain pemain Persib Bandung tersebut meminta pihak Bhayangkara FC untuk membuat permohonan maaf di karenakan Marc Klok merasa namanya di rugikan dari statement pihak Bhayangkara FC tersebut. ●<strong>Redaksi/***</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/wahai-pak-sumardji-kenapa-bapak-ikut-ikutan-konflik-pemain-bhayangkara-vs-persib/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahaya Flatfom Media Sosial Bisa Bikin Pemecah Bangsa, Pemerintah Evaluasi Cepat</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/bahaya-flatfom-media-sosial-bisa-bikin-pemecah-bangsa-pemerintah-evaluasi-cepat/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/bahaya-flatfom-media-sosial-bisa-bikin-pemecah-bangsa-pemerintah-evaluasi-cepat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 01:36:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87177</guid>

					<description><![CDATA[TREND fitnah menfitnah, caci memaki, tuduh menuduh, bongkaran kasus apa saja terang-terangan dibuka di flatfom media sosial (Medsos) yang berbahaya bagi kelangsungan perdamaian rakyat Indonesia. Pada flatfom tidak ada lagi aturan main soal etika dan adab, yang sebenarnya kita junjung selama ini. Budaya dan tradisi saling menghormati bisa &#8220;dipatahkan&#8221; lewat medsos. Adat istiadat bangsa ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>TREND</strong> fitnah menfitnah, caci memaki, tuduh menuduh, bongkaran kasus apa saja terang-terangan dibuka di flatfom media sosial (Medsos) yang berbahaya bagi kelangsungan perdamaian rakyat Indonesia.</p>



<p>Pada flatfom tidak ada lagi aturan main soal etika dan adab, yang sebenarnya kita junjung selama ini. Budaya dan tradisi saling menghormati bisa &#8220;dipatahkan&#8221; lewat medsos.</p>



<p>Adat istiadat bangsa ini pun luluh karena media sosial. Gosip murahan merajalela tanpa ada filter. Semuanya bisa dilakukan tanpa memakai &#8220;otak&#8221; yang penting posting sesuai kebencian atau kedengkian. Ajang medsos pun bertengger tanpa batasan, mau itu pejabat, pengamat, atau rakyat jelata bebas memposting sesuka hati.</p>



<p>Disisi lain sebenarnya medsos bila dipergunakan sesuai kaidah dan cara beradab, tidak masalah. Yang bermasalah bila digunakan tanpa etika, membabi buta menyerang karakter orang, lalu kemudian viral, walau pun tak berfakta!.</p>



<p>Contoh polemik soal tudingan Amien Rais menuding Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memiliki perilaku amoral, Ade Armando, Abu Janda diduga seenaknya memposting pidato Jusuf Kalla, yang ternyata video aslinya dipotong-potong.</p>



<p>Saiful Mujani mendadak viral di media sosial diduga dituduh mendorong upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dari pemerintahannya. Termasuk contoh lain yang kita nilai sangat berbahaya.</p>



<p>Pertanyaannya, apa pemerintah membiarkan flatfom medsos sangat bebas menerbitkan &#8220;berita-berita hoaks&#8221; yang akan merusak tatanan berbangsa dan bernegara?.</p>



<p>Apa pemerintah membiarkan perusahaan Meta dan lainya berkiprah seenaknya di Indonesia tanpa mengikuti aturan berlaku. Jangan sampai &#8220;cacimaki&#8221; di medsos menjadi atau merubah perilaku bangsa Indonesia dipenuhi sifat kekerasan?.</p>



<p>Menurut Ustadz Dr Firdaus Turmudzi, media sosial bisa merubah sifat manusia menjadi tak beretika dan beradab gara-gara media sosial. Mereka, katanya, hsnya berpikir sesaat untuk meluapkan kebencian tanpa berpikir lagi.</p>



<p>&#8220;Lho medsos itu bisa merusak tatanan berbangsa dan bernegara lewat medsos. Maka sebaiknya pemerintah mengambil sikap tegas terhadap aplikasi itu,&#8221; tegas Firdaus Turmudzi. *****</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/bahaya-flatfom-media-sosial-bisa-bikin-pemecah-bangsa-pemerintah-evaluasi-cepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menuju 96 Tahun PSSI, Pengetatan Sanksi Hukuman Pemain, Wasit dan Klub Agar Lebih Ketat</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/menuju-96-tahun-pssi-pengetatan-sanksi-hukuman-pemain-wasit-dan-klub-agar-lebih-ketat/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/menuju-96-tahun-pssi-pengetatan-sanksi-hukuman-pemain-wasit-dan-klub-agar-lebih-ketat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 00:22:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86642</guid>

					<description><![CDATA[MENUJU 96 tahun Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) wajib berbenah kembali pada sistem regulasi pengetatan hukum pemain, wasit dan klub. Nama julukan keren Super Leaque pada guliran putaran laga 2025/2026 masih banyak tercoreng oleh ketidakadilan wasit dan petugas VAR. Sehingga menimbulkan kecaman. Berbagai peristiwa tidak mengenakkan tergambar pada Liga 1, 2, 3 dan 4. Profesionalitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p>MENUJU 96 tahun Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) wajib berbenah kembali pada sistem regulasi pengetatan hukum pemain, wasit dan klub.</p>



<p>Nama julukan keren Super Leaque pada guliran putaran laga 2025/2026 masih banyak tercoreng oleh ketidakadilan wasit dan petugas VAR. Sehingga menimbulkan kecaman.</p>



<p>Berbagai peristiwa tidak mengenakkan tergambar pada Liga 1, 2, 3 dan 4. Profesionalitas pemain belum cukup memadai memiliki mental profesional serta tak memiliki adab dan etika.</p>



<p>Paling tidak pada lanjutan Super Leaque 2026/2027 mendatang PSSI wajib mempersiapkan sistem regulasi ketat guna meningkatkan kualitas di setiap laga tanpa mengurangi kuantitas.</p>



<p>Sorotan paling rawan adalah wasit. Wasit sebagai pengawas pertandingan kerap bertindak tidak adil, sehingga memunculkan tudingan dan kecaman masyarakat pencinta sepakbola nasional.</p>



<p>Wasit yang kontroversial dalam pertandingan Persib Bandung baru-baru ini. Pertandingan antara Persib Bandung vs Dewa United pada 20 April 2026 di Stadion Internasional Banten menjadi sorotan karena adanya gol kontroversial yang mempengaruhi hasil pertandingan.</p>



<p>Sering juga kita melihat jajaran kepelatihan memasuki garis terlarang lapangan kemudian membentak-bentak wasit dan panitia pertandingan sehingga menimbulkan provokasi memicu emosi suporter.</p>



<p>Bahkan pemain pun saat mendapatkan kartu kuning atau merah, pemain mendorong-dorong wasit memprotes keputusan wasit yang sudah final. Artinya pemain tidak taat pada aturan berlaku. Ini kan terlihat lucu, ketika wasit sudah keputusannya, pemain tak menerima keputusan wasit.</p>



<p>Peristiwa terbaru yang sangat memalukan di EPA U-20, pemain Alberto Henga secara membabi buta melakukan tendangan kungfu ke seorang pemain. Anehnya lagi pelatih juga ikut-ikutan emosional &#8220;mengompori&#8221; pemainnya.</p>



<p>Bahkan Asisten pelatih sekaligus Direktur Akademi Dewa United Firman Utina mengunggah detik-detik pelatih kiper Bhayangkara FC U-20 yang justru ikut dalam keributan. Menurutnya, Ferdiansyah sama sekali tidak mencerminkan seorang pelatih.</p>



<p>Artinya apa, pemicu keributan yang kerap terjadi karena kurangnya pemahaman regulasi ketat dari PSSI, baik Komisi Wasit dan Komisi Disiplin.</p>



<p>Kita cuma bilang bahwa PSSI kembali menata ulang aturan dan sanksi ketat bagi pemain, wasit dan pelatih agar wajib menjungjung tinggi sportifitas.</p>



<p>Jujur saja, kenapa masyarakat kurang berminat menonton pertandingan Super Leaque atau liga-liga lainnya karena mereka merasa takut bila datang ke stadion. Pasti rusuh!.</p>



<p>Tulisan ini sengaja saya bikin sederhana.Karena betapa pentingnya sebuah pertandingan menjadi tontonan menarik tanpa ada keributan.</p>



<p>Termasuk pemain dan klub mau menerima kekalahan bila kalah. Klub maunya menang setiap pertandingan tak mau kalah. Kan kacau.</p>



<p>Mari kita berkaca pada liga luar negeri. Setiap pertandingan enak ditonton. Kualitas teknik dikedepankan, tanpa merusak jalannya pertandingan dengan niat melukai lawan!.</p>



<p>Menuju 96 tahun PSSI. Mari kita imbau PSSI untuk lebih memperketat aturan-aturan (regulasi) bagi pemain, wasit dan klub. Sehingga setiap laga kita tidak lagi melihat kegaduhan di lapangan ketika pertandingan berlangsung. Itu bos!. ******</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/menuju-96-tahun-pssi-pengetatan-sanksi-hukuman-pemain-wasit-dan-klub-agar-lebih-ketat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seandainya Kita Menang Lawan Bulgaria &#124;&#124; Catatan Nazar Husain</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/seandainya-kita-menang-lawan-bulgaria-catatan-nazar-husain/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/seandainya-kita-menang-lawan-bulgaria-catatan-nazar-husain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 05:32:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85889</guid>

					<description><![CDATA[SEANDAINYA Timnas Indonesia memenangkan laga melawan Timnas Bulgaria 1-0 dipastikan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan meledak. Suporter meloncat-loncat, tertawa lepas sambil melepaskan bajunya (penonton pria-Red) dan menyalakan lampu HP-nya. Pujian pun datang silih berganti. Menyokong kemenangan Timnas Indonesia yang bermain ciamik dengan polesan permainan gaya eropa. Penonton pun tak beranjak dari kursi duduknya, betapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>SEANDAINYA Timnas Indonesia memenangkan laga melawan Timnas Bulgaria 1-0 dipastikan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan meledak. Suporter meloncat-loncat, tertawa lepas sambil melepaskan bajunya (penonton pria-Red) dan menyalakan lampu HP-nya.</strong></p>



<p><strong>Pujian pun datang silih berganti. Menyokong kemenangan Timnas Indonesia yang bermain ciamik dengan polesan permainan gaya eropa. Penonton pun tak beranjak dari kursi duduknya, betapa gembiranya mereka.</strong></p>



<p><strong>Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun ikut bersemangat 100 persen, diikuti jajaran pengurus PSSI. Pemain pun tak berhenti berputar-putar mengelilingi lapangan GBK kemudian mengitari garis bulat di tengah lapangan sambil menyanyikan &#8220;Tanah Airku&#8221;.</strong></p>



<p><strong>Namun apa mau dikata. Pertandingan antara Timnas Bulgaria Vs Timnas Indonesia berakhir menyakitksn. Timnas Indonesia kalah 1-0 akibat pelanggaran dikotak pinalti Kevin Diks kemudian diganjar pinalti.</strong></p>



<p><strong>Mimpi memenangkan </strong>Laga final FIFA Series 2026 pun buyar!. Timnas Indonesia pun belum beruntung. Tendangan Ole Romeny dua kali ke gawang Timnas Bulgaria hanya menghantam tiang gawang.</p>



<p>Ole Romeny belum beruntung. Takdir kemenangan belum ditangan, tetapi permainan Timnas Indonesia sudah berkelas Eropa. Pertahanan kokoh Timnas Indonesia dikawal Jay Idzes solid, sulit ditembus pemain Bulgaria berbadan besar.</p>



<p>Malah pemain Bulgaria terlihat frustasi dan selalu guling-guling di lapangan walau hanya disenggol sedikit. Kevin Diks kena apes, dia bermaksud hendak menggagalkan sepakan pemain Bulgaria yang sudah mengarah ke gawang Emil Aidero, dianggap melanggar oleh wasit asal Malaysia. Pinalti!.</p>



<p>Timnas Indonesia sayangnya harus puas menelan kekalahan dengan skor 0-1. Satu-satunya gol Timnas Bulgaria tercipta lewat Marin Petkov dari titik putih di menit 37&#8243;. Semangat pemain pun agak kendor. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman terlihat memegang kepalanya sangat lecewa. Apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur. Harapan menang hilang begitu saja.</p>



<p>Bukan hanya pelatih John Herdman memuji peningkatan permainan Indonesia tapi seluruh bangsa ikut memuji permainan Indonesia yang sangat apik dengan pola pertahanan sulit ditembus lawan. Mental pemain Indonesia pun bukan mental kerupuk lagi, mereka kini berubah menjadi pemain bermental baja. Ngotot sepanjang pertandingan tanpa lelah.</p>



<p>Dibalik itu, hujatan netizen bertubi-tubi datang, bagai orang tak punya adab dan adat. Mereka seenaknya menghujat, hanya kecewa Indonesia kalah. Bola itu bundar bro. Ada kalanya menang ada kalanya kalah. Itu pertandingan sepakbola yang bermain dengan bola bunder.</p>



<p>Kita salut dengan pelatih asal Inggris John Herdman yang datang melatih Timnas Indonesia lalu merubah bentuk permainan berkelas Eropa</p>



<p>Saat ini kita patut angkat topi untuk Timnas Indonesia yang berhasil membuat permainan Timnas Bulgaria menerapkan permainan &#8220;parkirbus&#8221;. Bahkah terlihat frustasi akibat solidnya pertahanan Jay Idzes dkk.</p>



<p>Ada kebanggaan terukir sejumlah pemain Indonesia bermain di liga eropa seperti Jay Idzes (Italia), Kevin Diks (Jerman), Calvin Verdonk (Prancis), Ole Romany dan Elkan Baggot (Inggris), Emil Audero (Italia), Maarten Paez (Belanda), Justin Hubner (Belanda), Joy Palupessy (Belgia) dan lainnya.</p>



<p>Artinya kita bangga punya pemain-pemain hebat. Kekalahan melawan Timnas Bulgaria bukan akhir dari segalanya, tetapi awal kebangkitan Timnas Indonesia, itu!! *****</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/seandainya-kita-menang-lawan-bulgaria-catatan-nazar-husain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Prabowo, Presiden Menyatu dan Peduli Rakyat Jelata &#124;&#124; Catatan Nazar Husain</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/belajar-dari-prabowo-presiden-menyatu-dan-peduli-rakyat-jelata-catatan-nazar-husain/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/belajar-dari-prabowo-presiden-menyatu-dan-peduli-rakyat-jelata-catatan-nazar-husain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 00:09:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretariat Kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[Setkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85827</guid>

					<description><![CDATA[WARGA permukiman kumuh di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat sekitar 3 km dari Pusat Kota Jakarta ramai pada Kamis 26 Maret 2026 siang, sosok Presiden tiba-tiba muncul ditengah rakyatnya tanpa banyak pengawalan. Presiden Prabowo Subianto berjalan masuk ke permukiman warga ditemani Sekretaris Kabinet Teddy Wijaya dan dua ajudannya menyusuri masuk ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>WARGA</strong> permukiman kumuh di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat sekitar 3 km dari Pusat Kota Jakarta ramai pada Kamis 26 Maret 2026 siang, sosok Presiden tiba-tiba muncul ditengah rakyatnya tanpa banyak pengawalan.</p>



<p>Presiden Prabowo Subianto berjalan masuk ke permukiman warga ditemani Sekretaris Kabinet Teddy Wijaya dan dua ajudannya menyusuri masuk ke rumah warga.</p>



<p>Spontan, dadakan dan mau nyamar rencananya, pakai mobil biasa, pakai topi dan sedikit sekali Paspampres, ternyata warga kaget dan antusias menyambut Presiden Prabowo Subianto.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000117159-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-85829" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000117159-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000117159-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000117159-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000117159.jpg 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p><br>Seorang Presiden datang di tengah permukiman kumuh, dipinggir rel kereta api lagi, adalah sebuah keberanian bagi pemimpin negara. Namun Prabowo tak merasa gentar berhadapan langsung dengan rakyatnya, ditengah kehidupan mereka &#8220;seadanya&#8221;.</p>



<p>Prabowo malah menyambangi rakyatnya tanpa sekat pengamanan ketat. Ia bagai rakyat biasa, tanpa protokoler, menyalami setiap rakyatnya di pinggir rel kereta api.</p>



<p>Artinya selama ini, mungkin warga di sana tak percaya bahwa yang datang itu seorang kepala negara menyambangi mereka, yang selama ini tak pernah disambangi oleh presiden siapa pun kecuali Prabowo Subianto.</p>



<p>Tak percaya tapi pasti bahwa yang datang Presiden Prabowo Subianto ingin meresapi isi hati rakyatnya dengan kehidupan yang sangat dibawah sederhana. Bahkan Prabowo menyebut kedatangannya ke sana ingin mendengar aspirasi rakyatnya.</p>



<p>Prabowo juga kaget melihat kondisi rakyatnya yang bernaung dibawah atap terpal berdingding kardus yang sudah koyak diterpa hujan dan panas.</p>



<p>Bagi Prabowo, mungkin, tanpa rakyat, ia tak berarti dalam status pemimpin negara, orang nomor satu di Indonesia. Prabowo sangat perduli dengan rakyatnya. Itu sudah ditunjukan di sejumlah daerah yang terdampak bencana. Dan itu fakta!.</p>



<p>Setelah mendengar aspirasi rakyatnya di sana, Presiden Prabowo mengumpulkan menterinya dan memerintahkan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat, dan sudah menjadi tekad Prabowo untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia.</p>



<p>Warga di sana pun sangat gembira mendengar janji Presiden Prabowo yang hendak membangun rumah layak huni bagi mereka.</p>



<p>Kita pun berkaca bahwa rakyat selama ini butuh pemimpin negara yang ikut memikirkan kehidupannya. Meski pun selama ini jarak pemimpin negara sangat jauh, ibarat bumi dan langit!.</p>



<p>Maka kita kudu belajar dari Presiden Prabowo, seorang presiden harus menyatu dengan rakyatnya, bukan menjauh dengan kehidupan mereka. itu. *****</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/belajar-dari-prabowo-presiden-menyatu-dan-peduli-rakyat-jelata-catatan-nazar-husain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dilema Parcel dan Beban Berat Rismon Sianipar &#124;&#124; Catatan Nazar Husain</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/dilema-parcel-dan-beban-berat-rismon-sianipar-catatan-nazar-husain/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/dilema-parcel-dan-beban-berat-rismon-sianipar-catatan-nazar-husain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 09:11:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85257</guid>

					<description><![CDATA[BERATNYA PARCEL mungkin seberat beban Rismon Sianipar sehingga menyerah ditengah perjuangannya yang tak kenal lelah. Jiwa heroik, Rismon semula tak terkalahkan. Bagai besi baja, akhirnya lumer disapu bahan kimia bernama &#8220;sologenk&#8221;. Rismon awalnya begitu melawan, bahkan mencaci maki, ketidak kejujuran dari seorang bernama Jokowi. Sehingga, Rismon melintir ke sana kemari mencari kebenaran yang menurut dia, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>BERATNYA PARCEL </strong>mungkin seberat beban Rismon Sianipar sehingga menyerah ditengah perjuangannya yang tak kenal lelah. Jiwa heroik, Rismon semula tak terkalahkan. Bagai besi baja, akhirnya lumer disapu bahan kimia bernama &#8220;sologenk&#8221;.</p>



<p>Rismon awalnya begitu melawan, bahkan mencaci maki, ketidak kejujuran dari seorang bernama Jokowi. Sehingga, Rismon melintir ke sana kemari mencari kebenaran yang menurut dia, kasus itu wajib diungkap hingga ke akar-akarnya.</p>



<p>Perlawanan sengit dari kubu Roy Suryo Cs waktu itu untuk membongkar kebohongan bagai bara api panas agar kebohongan itu &#8220;meleleh&#8221; menjadi dingin.</p>



<p>Bahkan Rismon sempat mengacak-acak Kampus UGM agar kebohongan ijazah palsu terungkap. Bukan cuma itu, Rismon pun sempat melacak ke luar negeri tentang kebohongan itu.</p>



<p>Finalnya, Rismon &#8220;bersujud&#8221; di tembok ratapan rumah dari seorang yang paling dibenci bernama Joko Widodo atau Jokowi. Semesta alam pun menyebutnya &#8220;gamepoint&#8221;. Rismon bagai lunglai tak berdaya mengembangkan ideologisnya, ia terguncang oleh sebuah ironi mengayung isi kepalanya.</p>



<p>Bahkan Rismon Hasiholan Sianipar pernah membuat buku &#8220;Jokowi’s White Paper&#8221; dan &#8220;Gibran End Game&#8221; yang ditulis penuh cacian dan makian tanpa rasa iba. Ia menarasikan sebagai target &#8220;gameover&#8221; bagi Jokowi</p>



<p>Rismon Hasiholan Sianipar dan kawan-kawan saat itu keukeuh mengungkap kasus ijazah palsu Jokowi, bersama Roy Suryo Cs membuat perjuangan heroik dengan suguhan pertentangan dan membongkar narasi kekuasaan yang kini berakhir pahit-pahit manis.</p>



<p>Atas surat permohonan Restorative Justice (RJ), Rismon mengaku berdosa dan mengakhiri perjuangan heroiknya serta meminta ampunan dari &#8220;GenkSolo&#8221; dan kini tergadai oleh pemikiran dangkal, mungkin ujungnya menyerah tanpa perlawanan.</p>



<p>Rismon tidak lagi membawa sengketa panjang untuk menggugat ijazah palsu Jokowi, namun Rismon membawa kedua kakinya dan bersujud memasuki pintu rumah Jokowi, lalu berkata; Ampun Pak!.</p>



<p>Endingnya, Rismon kini harus berhadapan dengan Roy Suryo Cs. Rismon harus jujur mengungkap kenapa dia menyerah, ada apa?. Apa karena tekanan ekonomi atau tekanan berat &#8220;GenkSolo&#8221;.</p>



<p>Cerita tegang pun berakhir damai. Damai di bumi, damai di hati!<strong>. *****</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/dilema-parcel-dan-beban-berat-rismon-sianipar-catatan-nazar-husain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinetron Minta Maaf:  Restorative Justice Alasan Rismon Sianipar Berdamai &#124;&#124; Catatan Nazar Husain</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/sinetron-minta-maaf-restorative-justice-alasan-rismon-sianipar-berdamai-catatan-nazar-husain/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/sinetron-minta-maaf-restorative-justice-alasan-rismon-sianipar-berdamai-catatan-nazar-husain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 00:18:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85226</guid>

					<description><![CDATA[PAK JOKOWI maafkan Rismon Sianipar, walau dimaafkan, artinya belum juga selesai perdamaian itu. Masih ada Roy Suryo Cs. Meskipun alasan Rismon tertatap pada Restorative Justice sehingga sadar harus &#8220;ada dosa&#8221; dibalik serangan ke Jokowi. Itu mungkin alasan Rismon. Beda dengan kubu Roy Suryo Cs yang mengharamkan perdamaian dengan Jokowi. Haram hukumnya, begitu mungkin dalam hati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>PAK JOKOWI </strong>maafkan Rismon Sianipar, walau dimaafkan, artinya belum juga selesai perdamaian itu. Masih ada Roy Suryo Cs. Meskipun alasan Rismon tertatap pada Restorative Justice sehingga sadar harus &#8220;ada dosa&#8221; dibalik serangan ke Jokowi. Itu mungkin alasan Rismon.</p>



<p>Beda dengan kubu Roy Suryo Cs yang mengharamkan perdamaian dengan Jokowi. Haram hukumnya, begitu mungkin dalam hati Roy Suryo. Ngotot iya, Roy Suryo ogah diajak minta maaf oleh Rismon kepada Jokowi.</p>



<p>Memang banyak orang tercengang ketika Rismon mendatangi rumah Jokowi di Solo. Rismon terlihat berbunga-bunga hatinya saat melangkah masuk ke rumah &#8220;ratapan&#8221; Jokowi.</p>



<p>Foto pun muncul di media sosial, Jokowi dan Rismon saling berhadapan di sebuah meja makan. Kita tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Paling ujungnya &#8220;Saya minta maaf&#8221; titik. Entah apa kelanjutannya, &#8220;Hanya Tuhan yang tahu&#8221;.</p>



<p>Padahal sebelumnya, Rismon selalu terlihat ngotot mempermasalah ijazah Jokowi. Rismon sempat mendatang Kampus UGM melakukan konfirmasi dan pendataan ulang soal ijazah Jokowi. Bahkan kabarnya sempat ke luar negeri mengejar kepastian.</p>



<p>Ternyata skenario berubah. Cerita heroik menjadi drama melodrama, ketegangan cerita heroik terhapus menjadi cerita melambai, mirip bencong Dukuh Atas.</p>



<p>Rismon tidak lagi sangar. Rismon kini berwajah melangkolis, senyumnya dikulum, bicaranya juga pelan dan halus. Gaya bicara Bataknya hilang seketika. Bagai pahlawan kesiangan.<br>Cemohan dan caci maki pun datang bertubi-tubi untuk Rismon. Rismon mengelak dan menyalak bahwa ia tidak takut dengan serangan siapa pun. Meskipun datang dari kubu Roy Suryo. Sebuah tebusan jauh dari harapan.</p>



<p>Polemik ijazah Jokowi panjang dan melelahkan lho!. Polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowi sepertinya tidak pernah ada ujungnya. Tidak bakal tuntas. Demi Tuhan, tak bakal selesai.</p>



<p>Nasi sudah menjadi bubur. Tak dinyana, tak diduga, kini menjadi perhatian publik setelah adanya pertemuan antara Jokowi dan peneliti teknologi informasi Rismon Sianipar.</p>



<p>Pertemuan keduanya berlangsung di kediaman Jokowi di Solo dalam suasana yang tenang. Rismon menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas pernyataannya sebelumnya yang sempat menimbulkan polemik di masyarakat.</p>



<p>Jokowi pun menyatakan bahwa dirinya menerima permintaan maaf tersebut dan memilih untuk memaafkan. Selesai!.<br>Mengenai proses hukum yang sempat berjalan, Jokowi menegaskan bahwa keputusan mengenai langkah restorative justice (RJ) sepenuhnya diserahkan kepada tim kuasa hukumnya serta aparat penegak hukum.</p>



<p>Artinya, ketegangan dan perjuangan selama ini bagai air panas ditaruh batu es, berakhir dingin membeku. Rismon Sianipar tak lagi sangar. Sekarang membeku lewat bingkisan parcel, atau mungkin ada &#8220;udang dibalik batu&#8221;. <strong>*****</strong></p>



<p>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/sinetron-minta-maaf-restorative-justice-alasan-rismon-sianipar-berdamai-catatan-nazar-husain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dramaturgi di Balik Piring Gratis MBG, Media Massa dan Realitas Implementasi Kebijakan &#124;&#124; Oleh Dr Bagus Sudarmanto S.Sos M.Si</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/dramaturgi-di-balik-piring-gratis-mbg-media-massa-dan-realitas-implementasi-kebijakan-oleh-dr-bagus-sudarmanto-s-sos-m-si/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/dramaturgi-di-balik-piring-gratis-mbg-media-massa-dan-realitas-implementasi-kebijakan-oleh-dr-bagus-sudarmanto-s-sos-m-si/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 05:28:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84959</guid>

					<description><![CDATA[PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) digadang-gadang sebagai salah satu kebijakan sosial paling ambisius dalam agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Tujuannya jelas, memperbaiki gizi anak. Data Survei Status Gizi Indonesia menunjukkan prevalensi stunting masih berada di angka 21,6 persen pada 2022 (Kementerian Kesehatan, 2023). Artinya, lebih dari satu dari lima anak Indonesia masih menghadapi risiko [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) </strong>digadang-gadang sebagai salah satu kebijakan sosial paling ambisius dalam agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Tujuannya jelas, memperbaiki gizi anak.</p>



<p>Data Survei Status Gizi Indonesia menunjukkan prevalensi stunting masih berada di angka 21,6 persen pada 2022 (Kementerian Kesehatan, 2023).</p>



<p>Artinya, lebih dari satu dari lima anak Indonesia masih menghadapi risiko gangguan pertumbuhan. Dalam konteks itulah MBG hadir bukan sekadar program makan siang, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi masa depan.</p>



<p>Skalanya pun tidak main-main. Program ini dirancang menjangkau puluhan juta siswa dengan dukungan anggaran yang diperkirakan dapat mencapai Rp335 triliun ketika berjalan penuh (Kementerian Keuangan, 2024).</p>



<p>Dengan angka sebesar itu, MBG jelas bukan sekadar program sosial. Ia adalah proyek kebijakan publik yang taruhannya adalah masa depan pembangunan manusia Indonesia.</p>



<p>Namun seperti lazimnya kebijakan besar, MBG tidak lahir tanpa kritik. Setidaknya ada tiga catatan utama yang sering muncul dalam diskusi publik. Pertama, soal ketepatan sasaran. Apakah program ini perlu diberikan secara universal, atau lebih difokuskan kepada kelompok yang benar-benar rentan gizi? Kedua, soal kapasitas implementasi.</p>



<p>Mendistribusikan makanan kepada jutaan siswa tentu bukan urusan dapur sederhana, membutuhkan logistik yang rapi, koordinasi lintas lembaga, dan birokrasi yang siap bekerja.</p>



<p>Ketiga, soal kualitas dan keamanan pangan yang bahkan terdapat laporan kasus dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah. Kritik-kritik ini menunjukkan satu hal sederhana, bahwa program sebesar ini tidak cukup hanya dengan niat baik. Ia membutuhkan tata kelola yang baik pula.</p>



<p>Di tengah dinamika itu, perhatian media terhadap MBG tentu sangat besar. Setiap pembagian makanan di sekolah, kunjungan pejabat ke dapur umum, hingga peluncuran program di daerah menjadi bahan berita yang menarik.</p>



<p>Kamera datang, mikrofon menyala, dan publik pun melihat anak-anak menerima sepiring makanan gratis. Semuanya tampak rapi, nyaris seperti adegan yang sudah disiapkan.</p>



<p>Di sinilah konsep dramaturgi sosial dari Erving Goffman (1959) terasa relevan. Dalam perspektif dramaturgi, kehidupan sosial sering menyerupai panggung pertunjukan. Ada front stage, tempat para aktor menampilkan peran terbaiknya di hadapan publik. Dalam konteks MBG, liputan pembagian makanan di sekolah dapat dilihat sebagai panggung depan itu — simbol bahwa kebijakan sedang bekerja.</p>



<p>Namun setiap panggung selalu memiliki back stage. Di belakang layar itulah cerita yang sebenarnya sering berlangsung, bagaimana logistik diatur, bagaimana kualitas makanan diawasi, bagaimana koordinasi antar lembaga berjalan, dan bagaimana masalah-masalah kecil muncul di lapangan. Bagian inilah yang sering tidak terlihat dalam sorotan kamera.</p>



<p>Persoalannya, produksi berita kadang memang cenderung menyederhanakan realitas. Gregg Barak (1994) menyebut fenomena ini sebagai news mystification — ketika kompleksitas realitas sosial dipadatkan menjadi narasi yang lebih dramatis dan mudah dikonsumsi publik. Hasilnya, yang sering terlihat adalah panggung simbolik kebijakan, bukan proses kebijakan itu sendiri.</p>



<p>Tentu tidak ada yang keliru dengan publikasi kebijakan. Pemerintah memang perlu menyampaikan programnya kepada publik, dan media memiliki peran penting dalam menyebarkannya. Namun jika pemberitaan berhenti pada seremoni peluncuran dan panggung peresmian, media berisiko berubah menjadi semacam event organizer kebijakan — sibuk meliput panggung depan, tetapi jarang menengok ruang belakang tempat kebijakan itu benar-benar bekerja.</p>



<p>Padahal program MBG masih berada dalam fase belajar kebijakan. Program berskala besar seperti ini hampir pasti menghadapi berbagai penyesuaian dalam implementasinya.</p>



<p>Perbaikan membutuhkan waktu, pengalaman lapangan, serta ruang bagi evaluasi. Dalam konteks inilah kritik yang sehat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran kebijakan.</p>



<p>Media tidak cukup hanya berdiri di front stage kebijakan. Ia juga perlu membuka back stage kepada publik —menjelaskan tantangan implementasi, menyoroti celah tata kelola, sekaligus memberi ruang bagi proses pembelajaran kebijakan.</p>



<p>Posisi media karena itu perlu lebih tegas. Media harus menjalankan dua fungsi sekaligus: mengkritisi dan mengedukasi. Kritik diperlukan agar kebijakan tidak berjalan tanpa evaluasi, sementara edukasi penting agar publik memahami bahwa kebijakan besar selalu membutuhkan proses penyesuaian dan perbaikan. Dengan cara itulah media tidak hanya melaporkan kebijakan, tetapi juga membantu memastikan bahwa kebijakan tersebut benar-benar mencapai tujuannya.</p>



<p>Pada akhirnya, MBG bukan sekadar program pemerintah. Ia menyangkut masa depan gizi anak-anak Indonesia. Program sebesar ini tidak boleh gagal. Jika panggung kebijakan sudah berdiri megah, media memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa di balik panggung itu — dapur kebijakan benar-benar bekerja.</p>



<p>Sepiring makanan gratis boleh saja menjadi simbol kebijakan. Namun yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa di balik piring itu, kebijakan benar-benar menghadirkan gizi bagi masa depan bangsa. ●<strong><em>Penulis Pengurus Harian PWI Jaya</em></strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/dramaturgi-di-balik-piring-gratis-mbg-media-massa-dan-realitas-implementasi-kebijakan-oleh-dr-bagus-sudarmanto-s-sos-m-si/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Haayyaa Polisi Lagi, Narkoba Lagi &#124;&#124; Catatan Nazar Husain</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/haayyaa-polisi-lagi-narkoba-lagi-catatan-nazar-husain/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/haayyaa-polisi-lagi-narkoba-lagi-catatan-nazar-husain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 16:40:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84406</guid>

					<description><![CDATA[ITU TERGAMBAR pada melodrama perilaku oknum-oknum kepolisian belakangan ini yang menyayat hati dan menyakitkan serta melukai hati rakyat. Bagaimana tidak, deretan kasus narkoba mencuat pada tubuh kepolisian yang seharusnya bertindak mengayomi masyarakat justru terjerembab ke dalam &#8220;dagelan&#8221; bisnis haram. Karena ingin dibilang berkuasa dan kaya raya!. Bisnis haram itu kini merajela di tubuh kepolisian dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong><em>ITU TERGAMBAR</em></strong> pada melodrama perilaku oknum-oknum kepolisian belakangan ini yang menyayat hati dan menyakitkan serta melukai hati rakyat.</p>



<p>Bagaimana tidak, deretan kasus narkoba mencuat pada tubuh kepolisian yang seharusnya bertindak mengayomi masyarakat justru terjerembab ke dalam &#8220;dagelan&#8221; bisnis haram. Karena ingin dibilang berkuasa dan kaya raya!.</p>



<p>Bisnis haram itu kini merajela di tubuh kepolisian dengan menyepelekan pangkat dan jabatan yang hanya ingin &#8220;dibilang&#8221; hebat justru menghancurkan karirnya yang selama bertahun-tahun diraih dengan jerih payah orangtuanya, hancur berkeping-keping!.</p>



<p>Usai kasus mantan Kapolres Bima Kota yang terjerembab bisnis narkoba serta perilaku seks yang menyimpang; runtuh oleh nafsu setan pada arogansi kekuasaan sebagai penegak hukum keamanan masyarakat!. Sangat menyakitkan!.</p>



<p>Kini muncul lagi kasus narkoba yang dilakukan oknum kepolisian di wilayah hukum Tanah Toraja Sulawesi Selatan.</p>



<p>Belum genap setahun menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Toraja Utara, AKP Arifan Efendi ditangkap bersama seorang personel berinisial N yang menjabat sebagai Kanit.</p>



<p>Keduanya diduga terlibat dalam kasus peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Toraja Utara.</p>



<p>Dari hasil pemeriksaan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap ET, muncul dugaan adanya aliran dana kepada oknum aparat di Polres Toraja Utara.</p>



<p>Dana tersebut disebut sebagai setoran rutin sebesar Rp13 juta per minggu sejak September 2025. AKP Arifan Efendi tercatat baru sekitar sembilan bulan menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Toraja Utara.</p>



<p>Bukan main! Kita tidak tahu ada apa dibalik semua ini, apa karena ingin tampil mapan sehingga lupa akan pangkat dan jabatan sehingga lupa diri bila ia seorang penegak hukum yang wajib menjadi contoh ditengah masyarakat. Kita tidak tahu apa dalam pikiran mereka, sehingga menghancurkan karirnya selama ini diraih susah payah!.</p>



<p>Apa jadinya negara ini bila oknum-oknum kepolisian hanya mengandalkan arogansi kekuasaan terjerat pada kasus narkoba. Kita patut berteriak! Bagaimana genZ Indonesia di masa depan bila edaran narkoba berkutat menghancurkan harapan generasi muda kita.</p>



<p>Sebuah skandal besar kembali mencoreng institusi Kepolisian di Polda Sumatera Utara setelah Aipda Erina secara mengejutkan mengaku bahwa dirinya menjual sabu atas perintah atasannya.</p>



<p>Erina, yang kini telah dipecat secara tidak hormat (PTDH), membeberkan bahwa dirinya hanyalah pion dalam bisnis gelap yang dikendalikan oleh oknum perwira. Pengakuan berani ini langsung menjadi perbincangan panas karena melibatkan manipulasi barang bukti narkoba yang seharusnya dimusnahkan.</p>



<p>Erina mengungkapkan bahwa sabu yang ia jual berasal dari hasil tangkapan kepolisian yang kemudian disisihkan untuk diedarkan kembali demi keuntungan pribadi sang komandan.</p>



<p>Skema bisnis haram di dalam tubuh kepolisian ini sangat terorganisir, di mana bawahan seringkali tidak memiliki pilihan selain menuruti perintah yang menyimpang tersebut.</p>



<p>Kasus ini membongkar sisi kelam penegakan hukum di mana pelindung masyarakat justru menjadi bagian dari jaringan pengedar narkoba.</p>



<p>Pantas saja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo marah karena banyaknya perilaku menyimpang pada tubuh kepolisian terjadi saat ini. Misalnya di Oknum anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Bripka Masias Siahaya (MS) diduga menganiaya seorang pelajar MTsN Maluku Tenggara, Arianto Tawakal (14), hingga tewas.</p>



<p>Mengacu pada perilaku kepolisian belakangan ini, kita&#8211;masyarakat&#8211; minta kepada pimpinan Polri agar segera melakukan &#8220;pembersihan&#8221; bagi oknum-oknum perusak citra kepolisian. Kasihan polisi yang sudah berbakti pada rakyat hancur oleh oknum-oknum yang kesetanan!<br><em>Jangan sampai kita bertutur; haayya polisi lagi, natkoba lagi!.</em> <strong>*****</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/haayyaa-polisi-lagi-narkoba-lagi-catatan-nazar-husain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
