JKI-GKPR Berikan Pelayanan Kasih Bagi Komunitas ODGJ di Yayasan Doa Embun Kasih Kota Bekasi
HARIAN PELITA — Bakti Sosial Natal “Sukacita bagi Dunia yang Gelap” merupakan Pelayanan Kasih Jemaat Kristen Indonesia, Gereja Kesadaran Peperangan Rohani (JKI-GKPR) berlokasi di Ruko Osaka Blok OTF B03, Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Jakarta Utara.
Dan pelayanan bagi ODGJ di Yayasan Doa Embun Kasih, Jalan Haji Nelin No128, Jati Bening, Bekasi hari ini Sabtu, 29 November 2025, menurut Ketua Panitia Baksos JKI-GKPR Yanuar Telaumbanua, sebagai kegiatan terakhir dalam rangkaian Pelayanan Kasih menjelang Natal tahun 2025. kita berbagi kasih di tengah dunia yang penuh tekanan, luka batin, dan pergumulan hidup, dimana ditempat ini ada saudara-saudara kita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sering terlupakan, atau bahkan dipandang sebelah mata, atau bahkan ditolak.
Padahal di mata Tuhan, mereka adalah pribadi-pribadi yang berharga dan dikasihi.
Pelayanan JKI-GKPR terpanggil bukan hanya untuk berkhotbah, tetapi juga hadir dan mengasihi secara nyata, sebagaimana Firman Tuhan “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16).
Dan JKI-GKPR menjelang Natal 2025, mengangkat tema “Sukacita bagi Dunia yang Gelap”, kita rindu membawa terang Kristus ke tempat – tempat yang sering dipenuhi ketidakpastian dan kegelapan jiwa. Untuk itu hari ini melalui pelayanan kasih di Yayasan Doa Embun Kasih, Jati Bening, Bekasi, Gereja ingin menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang terlalu rusak untuk dikasihi, dan tidak ada keadaan yang terlalu gelap untuk diterangi oleh kasih Kristus.
Bakti sosial ini menjadi wujud nyata iman yang bekerja melalui kasih; bukan sekadar program sosial, tetapi perjumpaan kasih Allah dengan saudara-saudara ODGJ dan para pendamping yang melayani mereka setiap hari, ungkap Yanuar Telaumbanua.
Kami ingin menghadirkan kasih Kristus secara konkret kepada saudara-saudara ODGJ yang dirawat dan didampingi oleh Yayasan Doa Embun Kasih serta memberikan dukungan kebutuhan sehari-hari (seperti makanan, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan dasar lainnya) bagi yayasan dan para penerima pelayanan. Serta menguatkan para pengasuh, pengurus, dan pendamping melalui doa dan kehadiran gereja sebagai tubuh Kristus yang saling menopang.
Menumbuhkan kepekaan, empati, dan solidaritas jemaat GKPR terhadap isu kesehatan jiwa dan pelayanan diakonia.
Kami ingin menegaskan kembali, bahwa pelayanan diakonia adalah bagian tak terpisahkan dari panggilan gereja untuk melayani, bukan dilayani, mengikuti teladan Tuhan Yesus, tambahnya.
Seusai penyerahan bantuan kebutuhan sehari-hari berupa sembako, makanan siap saji serta perlengkapan kebersihan dan sanitasi, Pembina JKI-GKPR Hengky Jita juga menjelaskan, bahwa bantuan kebutuhan sehari-hari ini diharapkan membawa manfaat bagi warga binaan Yayasan Doa Embun Kasih, Jati Bening, Bekasi dan ODGJ dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari serta merasakan dukungan moral dan spiritual dari gereja, melalui perjumpaan kasih, doa, dan perhatian yang tulus, bagi Jemaat GKPR mengalami pembelajaran nyata tentang arti mengasihi tanpa membeda – bedakan.
“Meningkatnya kesadaran akan pentingnya perhatian kepada mereka yang bergumul dalam kesehatan jiwa serta bertumbuh dalam karakter Kristus melalui pelayanan diakonia yang konkret. Dan kami berharap bagi Gereja dan masyarakat terbangun jejaring dan kerja sama antara gereja dan lembaga pelayanan sosial. Menyatakan bahwa gereja hadir bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi mereka yang terluka, terpinggirkan, dan dilupakan,” ungkapnya.
JKI-GKPR memiliki visi untuk menumbuhkan kesadaran akan peperangan rohani dalam kehidupan sehari-hari, serta memperlengkapi jemaat agar menjadi prajurit Kristus yang membawa damai, kasih, dan kebenaran di tengah dunia.
Melalui Bakti Sosial Natal “Sukacita bagi Dunia yang Gelap” Gereja JKI-GKPR ingin menegaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan liturgis, tetapi kehadiran nyata Kristus di tengah dunia yang rapuh, terluka, dan bergumul termasuk di dalamnya saudara – saudara kita dengan gangguan jiwa.
Kiranya setiap senyum yang terbangun, setiap pelukan yang diberikan, setiap doa yang dinaikkan, dan setiap bantuan yang disalurkan menjadi saksi kasih Allah yang hidup. Di dalam kasih itulah, dunia yang gelap, termasuk jiwa yang diliputi kegelapan agar mendapatkan terang-Nya.
Ibu Maria K Liunesi ketua Yayasan Doa Embun Kasih (YADEKI) dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kedatangan Jemaat JKI-GKPR dan menjadi penyalur berkat buat kami dan warga Yayasan, dan inilah peperangan Rohani disini ya seperti ini. Kebanggaan kami serta kebahagiaan bagi kami beserta Anak-anak Raja, kenapa kami menyebut mereka adalah anak-anak Raja, karena dengan adanya mereka disini kamipun Diberkati, dan kami yakin bapak Ibu juga akan terberkati.
“Kami melayani mereka dari tahun 2001, namun orang tua kami melayani dari tahun 1995, sebagaimana Visi misi kami yaitu Membawa yang tidak terbawa dan merangkul yang tidak terangkut, kami melayani bukan untuk makan tapi melayani pasti makan, kehidupan kami dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun kalau bukan Karena Tuhan kami tidak mampu, namun ini semua Karena Tuhan Yesus kami diberi kemampuan dan siap melayani Anak-anak Raja ditempat ini, dan sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Jemaat JKI-GKPR Semoga menjadi berkat buat kita semua,” ungkap Maria K Liunesi. ●Redaksi/Rls16
