Relawan Dapur MBG Buka Puasa Bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan
HARIAN PELITA — Yayasan Salman Peduli Berkarya menggelar buka puasa bersama di bulan suci Ramadan 1447H/2026M dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan di Hotel Grand Travello, Bekasi.
Kegiatan bimbingan teknis keamanan pangan pun diselenggarakan pada kesempatan oleh Nofalia yaitu pemilik Yayasan Salman Peduli Berkarya Nofalia dan Haikal Safar pemilik Yayasan Garuda Biru Indonesia.
Selain itu dihadiri juga Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional Brigjen TNI (Purn) Sarwono, Ketua Umum Yayasan Forum Alumni Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (FAAHMI) H Abdul Malik dan Sekjen Lampung Perantauan H Wawan.
Kegiatan ini turut dihadiri ribuan karyawan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Se-Jabodetabek sekaligus merayakan ulang tahun yang ke 42 Tahun, Nofalia.

SPPG merupakan unit operasional di bawah Badan Gizi Nasional yang berfungsi sebagai dapur pusat pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Dewan Pembina Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia Heikal Safar SH merupakan tokoh aktivis, politisi, serta pengusaha yang aktif mendukung program dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto diantaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penggunaan produk lokal seperti mobil Maung Pindad.
“Saya beserta istri selaku pimpinan dan seluruh karyawan dapur SPPG Yayasan Salman peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia mengucapkan terimakasih atas kehadiran Menteri Menko Pangan Zulkifli Hasan, yang telah memberikan energi tambahan inspirasi dan memotivasi dalam memimpin Yayasan Salman Peduli Berkarya yang bergerak dalam bidang penyediaan dapur makanan bergizi dan halal supaya kedepannya untuk lebih lagi,” jelas Heikal Safar, Sabtu (14/3/2026).
Menteri Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia yang memiliki kepedulian sosial yang selalu aktif dalam mendukung kebijakan Pemerintah terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kemudian, ketahanan pangan meningkatkan gizi anak-nak di Indonesia.
Dalam konteks Ramadan 2026 Zulhas menegaskan dan memastikan bahwa program MBG tetap berjalan selama Ramadhan dengan penyesuaian menu seperti makanan kering serta dibawa pulang pada waktu pembagian terutama untuk siswa muslim.
Penerima lainnya yaitu di Pesantren biasanya di bagikan pada siang hari berhubungan bulan suci Ramadhan kata dia ada pergeseran waktu ke sore hari yaitu menjelang berbuka puasa.
Zulhas mengatakan arah kebijakan pangan nasional saat ini difokuskan untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi secara penuh ke tangan rakyat.
Menurut dia sektor pangan wajib menjadi fondasi utama pembangunan agar makna kemerdekaan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Zulhas juga menyinggung kembali perjalanan panjangnya mendukung Presiden Prabowo Subianto.
Kata dia selama 15 tahun melewati berbagai dinamika politik yang berliku, Zulhas mengungkapkan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto tidak pernah luntur sedikit pun. Kebijakan Presiden sangat sejalan dengan cita-cita kemerdekaan bangsa.
Ia menambahkan pada pemerintahan saat ini ekonomi ditempatkan sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat bukan semata-mata mengejar angka pertumbuhan.
“Program-programnya itu, kebijakan-kebijakannya itu, ingin meluruskan cita-cita kita merdeka. Pasal 33, ekonomi pancasila, kedaulatan ditangan rakyat kebersamaan gotong royong,” tandasnya.
Dalam ajaran Islam diutarakan Zulhas keberpihakan kepada kaum miskin dan kelompok yang susah ini selaras dengan prinsip teologi Al-Ma’un. Sejak awal pencapaian swasembada pangan telah menjadi kesepakatan utama. Ia meyakini penguasaan sektor pangan oleh rakyat adalah kunci krusial untuk mengentaskan kemiskinan struktural. ●Redaksi/Dw
