2026-02-04 9:35

Mengenal Sosok Mayor Teddy Indra Wijaya Kini Jadi Jantung Birokrasi Kabinet Prabowo

Share

HARIAN PELITA — Nama Letnan Kolonel (Inf) Teddy Indra Wijaya akrab disapa Mayor Teddy telah menjadi fenomena tersendiri di panggung nasional.

Dari perannya sebagai ajudan yang sigap di belakang Prabowo Subianto, kini ia memegang tongkat komando birokrasi sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) Indonesia sejak Oktober 2024.

Langkah kariernya yang melesat bak meteor menjadikannya salah satu perwira militer muda paling berpengaruh di tanah air saat ini. ▪︎Dikutip dari Wikipedia.

Jejak Prestasi
Lulusan Terbaik US Army Ranger
Lahir di Manado pada 14 April 1989, Teddy mewarisi darah militer kental dari kedua orang tuanya yang merupakan purnawirawan pamen TNI. Alumnus SMA Taruna Nusantara (2007) dan Akademi Militer (2011) ini bukan sekadar perwira biasa.

Dunia internasional mengenalnya saat ia meraih gelar International Honor Graduate Award di United States Army Infantry School pada 2019.

Ia juga berhasil menaklukkan sekolah elit Ranger Angkatan Darat AS, sebuah prestasi yang hanya bisa diraih oleh segelintir prajurit dengan ketahanan fisik dan mental luar biasa.

Karier di Lingkaran Utama Kekuasaan
Teddy memulai karier elitnya di Kopassus sebelum akhirnya dipercaya menjadi asisten ajudan Presiden Joko Widodo (2016–2019).

Loyalitas dan dedikasinya kemudian berlanjut saat ia mendampingi Prabowo Subianto sebagai ajudan Menteri Pertahanan hingga sang jenderal dilantik menjadi Presiden RI ke-8.

Kini, sebagai Seskab, Teddy menjadi sosok kunci yang mengatur ritme administrasi kepresidenan. Atas pengaruhnya yang masif, pada 6 Februari 2025, ia dianugerahi penghargaan Fortune Indonesia 40 Under 40, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Indonesia di bawah usia 40 tahun.

Kenaikan Pangkat dan Kontroversi Sesko
Perjalanan karier Teddy tak lepas dari sorotan tajam. Pada 6 Maret 2025, ia resmi menyandang pangkat Letnan Kolonel (Letkol). Namun, kenaikan pangkat ini memicu perdebatan di kalangan pengamat militer.

Banyak pihak mempertanyakan aspek administratif terkait Peraturan Panglima TNI, mengingat kenaikan pangkat tersebut terjadi saat ia menjabat posisi sipil/birokrat dan tanpa melalui jenjang pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) yang lazimnya menjadi syarat mutlak bagi perwira menengah untuk naik golongan.

Sisi pribadi dan akademis
Di luar seragam militernya, Letkol Teddy adalah sosok yang akademis. Ia memegang gelar Master dalam bidang Kajian Terorisme dari Universitas Indonesia.

Tesisnya yang membahas evolusi jaringan teroris menunjukkan kedalaman pemikirannya terhadap isu keamanan nasional.

Meski kehidupan pribadinya sempat menjadi sorotan pasca-perceraiannya pada 2019, Teddy tetap fokus pada tugas negara. Sebagai “tangan kanan” Presiden Prabowo, setiap gerak-geriknya kini menjadi cerminan dari efektivitas kabinet yang sedang berjalan. ●Redaksi/Sumber Wikipedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *