2026-03-11 6:21

Ardit Erwandha Totalitas Perankan Arga di Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” Tangis Pecah Usai Syuting

Share

HARIAN PELITA — Ardit Erwandha menunjukkan totalitas akting emosional saat didapuk menjadi pemeran utama dalam film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Film garapan sutradara Naya Anindita tersebut, Ardit memerankan karakter Arga — sosok pemuda yang berjuang menaklukkan kerasnya kehidupan demi meraih masa depan yang lebih baik.

Peran yang sarat emosi itu rupanya meninggalkan jejak mendalam bagi Ardit. Ia mengaku sempat tak kuasa menahan tangis setelah proses syuting rampung.

Tekanan emosional selama produksi membuatnya merasa keluar dari zona nyaman, namun sekaligus memberi pengalaman batin yang kuat sebagai seorang aktor.

“Setelah wrap syuting saya sempat melipir sendiri terus nangis, lalu ditenangkan oleh Naya. Dengan segala beban syuting yang di luar comfort zone saya, akhirnya bisa diselesaikan,” ujar Ardit usai press screening film di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Bagi Ardit, film ini bukan sekadar proyek akting, melainkan perjalanan reflektif yang memberinya banyak pelajaran hidup. Ia merasakan kedekatan emosional yang begitu kuat dengan karakter Arga, hingga sulit memisahkan antara peran di layar dan realitas hidupnya sendiri.

“Bukan Arga yang belajar dari Ardit, tapi Ardit yang belajar banyak dari Arga, terutama bagaimana memvalidasi perasaan,” tuturnya.

Menariknya, kisah perjuangan Arga dalam film ternyata memiliki kemiripan dengan perjalanan hidup Ardit di dunia nyata. Jauh sebelum dikenal sebagai aktor, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan sederhana demi bertahan hidup dan mengejar impian.

Ardit mengenang masa-masa ketika harus berangkat sejak subuh menggunakan transportasi umum, membagikan brosur di jalanan, hingga menghadapi tekanan finansial yang sempat memengaruhi kehidupan pribadinya.

“Naik transum subuh-subuh, bagi-bagi brosur, muka kucel lecek, pernah diputusin karena nggak punya duit,” ungkapnya jujur.

Melalui “Tunggu Aku Sukses Nanti”, Ardit berharap penonton dapat memetik pesan tentang pentingnya ketekunan, keberanian bermimpi, serta ketulusan menerima proses kehidupan. Ia menekankan bahwa ambisi adalah hal yang wajar, selama tidak berubah menjadi rasa iri terhadap pencapaian orang lain.

Film ini menghadirkan potret perjuangan yang dekat dengan realitas generasi muda — tentang jatuh bangun, harapan, serta keyakinan bahwa kerja keras pada akhirnya akan menemukan jalannya menuju keberhasilan. ●Redaksi/Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *