2026-02-07 23:53

Film Horor “Waru” Angkat Mitos Pohon Terlarang Jawa, Siap Teror Bioskop Awal 2026

Share

HARIAN PELITA — Tren film horor tanah air masih menunjukkan geliat kuat di awal 2026. Salah satu paling dinanti adalah “Waru”  film horor mitologis mengangkat mitos pohon waru dalam kepercayaan masyarakat Jawa—pohon yang dipercaya menjadi tempat bersemayam makhluk gaib dan pantang ditebang sembarangan.

Dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026, Waru tidak hanya menawarkan teror instan, tetapi juga menghadirkan kembali cerita-cerita mistis yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat: orang hilang tanpa jejak, kesurupan massal, hingga kematian misterius di sekitar pohon waru.

Sutradara Film Waru Chiska Doppert, menegaskan bahwa keangkeran pohon waru bukan sekadar mitos kosong. Menurutnya, secara fisik pohon waru memiliki kanopi lebar yang menciptakan suasana gelap, sejuk, dan lembap—kondisi yang dalam kepercayaan tradisional kerap dianggap sebagai tempat nyaman bagi makhluk astral.

“Larangan orang tua zaman dulu, seperti tidak melewati pohon waru saat magrib atau tidak menengadah ke atasnya, menjadi fondasi penting dalam membangun atmosfer horor film ini,” ujar Chiska dalam keterangan pers, Selasa, 13 Januari 2026.

Dari sisi produksi, Waru digarap dengan pendekatan serius. Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis, mulai dari Bogor, Sukabumi, Solo, hingga kawasan Gunung Lawu. Produser Aji Fauzi menyebut film ini dirancang sebagai pengalaman horor nasional yang berakar pada kearifan lokal.

Berbeda dari film horor kebanyakan, Waru menonjolkan drama emosional, konflik batin, serta plot twist yang tak terduga. Film ini tidak semata mengandalkan kemunculan makhluk halus, melainkan menggali kisah tentang dosa masa lalu, trauma keluarga, dan warisan gelap yang terus menghantui lintas generasi.

Cerita berpusat pada Lydia (Dewi Amanda), perempuan yang terpasung akibat kerasukan dan kerap membahayakan keluarganya. Dalam kondisi sekarat, Lydia memohon kepada Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon waru terkutuk di kampung halaman orang tuanya—tempat bersemayam jin jahat yang dikenal sebagai Iblis Waru. Permintaan itu dianggap halusinasi, hingga kematian Lydia justru memicu rangkaian teror mengerikan.

Teror tersebut menghantui Nadine bersama Adrian (Zikri Daullay), Anya (Jinan Safa), dan Haqi (Sean Mikhail). Didorong rasa bersalah, mereka mendatangi rumah tua peninggalan keluarga Nadine di tengah hutan. Di lokasi itulah gangguan mistik semakin intens, termasuk kemunculan sosok nenek gaib yang belakangan diketahui sebagai perwujudan Iblis Waru.

Kebenaran kelam terungkap saat mereka menemukan surat perjanjian pesugihan beraksara Jawa kuno. Lydia ternyata pernah membuat perjanjian dengan Iblis Waru—menukar kemakmuran keluarga dengan tumbal kepala manusia setiap tahun. Masuknya karakter Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) memperdalam konflik, sekaligus mengungkap motif Lydia yang melakukan perjanjian terlarang demi menyelamatkan keluarganya pasca perceraian.

Kini, satu-satunya jalan keluar adalah memusnahkan pohon waru sebelum Iblis Waru menagih tumbal berikutnya.

Diproduksi Aglow Pictures bekerja sama dengan Suraya Filem dan Film Q Indonesia, Waru diproduseri Aji Fauzi dengan skenario yang ditulis Ery Sofid. Film ini diadaptasi dari novel karya Aji Fauzi yang kemudian dikembangkan ulang agar lebih relevan secara sinematik. ●Redaksi/Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *