32 Nyawa Warga Palestina Melayang Diserang Israel Hancurkan Permukiman Warga
HARIAN PELITA — Sedikitnya 32 warga Palestina dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan udara Israel menghantam sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada Sabtu 31 Januari 2026, meskipun gencatan senjata disebut telah berlaku sejak Oktober lalu.
Menurut laporan Reuters, Associated Press (AP), dan Al Jazeera, serangan terjadi sejak dini hari dan mengenai kawasan permukiman padat penduduk, termasuk area barat Gaza City. Otoritas kesehatan setempat menyebutkan, sebagian korban merupakan warga sipil, dan jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah karena sejumlah orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Jenazah korban dibawa ke rumah sakit, termasuk Al Shifa Hospital, sementara tim medis dan relawan terus melakukan evakuasi dengan peralatan terbatas. Serangan ini juga menyebabkan kerusakan berat pada bangunan, kendaraan, dan fasilitas umum di sekitar lokasi.
Peristiwa ini terjadi di tengah sorotan internasional terhadap langkah Israel yang bergabung dalam forum internasional Board of Peace.
Namun, dalam pernyataan terpisah yang dikutip CNN Indonesia dan sejumlah media internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan mengakui pembentukan negara Palestina, dan tidak menyampaikan komitmen baru terkait proses perdamaian.
Sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 500 warga Palestina dilaporkan tewas akibat operasi militer Israel, berdasarkan data otoritas kesehatan Gaza yang dikutip Reuters dan AP.
Fakta ini kembali memunculkan pertanyaan dari komunitas internasional mengenai konsistensi antara diplomasi perdamaian dan realitas di lapangan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terbaru dari otoritas Israel terkait serangan udara pada 31 Januari tersebut. ●Redaksi/Reuters, Associated Press (AP), Al Jazeera
