Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegas Tuding Israel “Penjahat Perang” Wajib Dibalas
HARIAN PELITA — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa membalas kematian Khamenei merupakan “hak dan kewajiban yang sah” bagi Republik Islam Iran.
Ia menyebut serangan itu sebagai “kejahatan besar” dan bahkan menggambarkannya sebagai “deklarasi perang terhadap umat Muslim.”
Pernyataan keras tersebut muncul di tengah meningkatnya aksi militer di kawasan. Iran dan kelompok sekutunya dilaporkan meluncurkan rudal serta drone ke sejumlah target yang dikaitkan dengan Israel dan pangkalan militer AS di wilayah Teluk. Sejumlah sistem pertahanan udara disebut berhasil mencegat sebagian besar serangan tersebut.
Di dalam negeri, Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Ribuan warga turun ke jalan di berbagai kota untuk memberikan penghormatan kepada Khamenei, yang telah memimpin Iran sejak 1989 dan menjadi figur sentral dalam politik serta kebijakan luar negeri negara itu selama lebih dari tiga dekade.
Dampak peristiwa ini tidak hanya terasa di kawasan, tetapi juga di panggung global. Sejumlah negara menyerukan penahanan diri dan de-eskalasi, sementara Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat guna membahas potensi meluasnya konflik.
Para analis menilai situasi ini sebagai salah satu eskalasi paling signifikan di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir, dengan potensi konsekuensi jangka panjang terhadap stabilitas regional dan hubungan internasional. ●Redaksi/Al Jazeera/Iranianintlcom/HP
