Teheran Tolak Berdamai, bagi Iran Kehancuran Israel dan AS Harga Mati!
HARIAN PELITA — Teheran menolak berdamai dengan Israel dan Amerika karena bagi Iran, kehancuran Israel dan AS adalah harga mati!.
Pemerintah AS sebelumnya menyampaikan bahwa Iran siap untuk bernegosiasi. Bahkan Trump kembali ke Washington dalam kondisi terlihat tertekan.
Namun pernyataan itu langsung dibantah tegas oleh Teheran: mereka menyatakan tidak akan duduk berunding dengan Amerika Serikat. Teheran tegas menolak.
Jika konflik ini berlarut lebih dari sebulan, posisi politik Trump dipastikan terancam. Tekanan dari dalam negeri bisa meningkat tajam, terutama jika korban di pihak AS terus bertambah dan aset militer mereka terus mengalami kehancuran.
Trump sendiri sempat akui bahwa konflik dengan Iran berpotensi menimbulkan korban besar di pihak Amerika.
Namun ketika seorang jurnalis bertanya apa pesan yang ingin ia sampaikan kepada orang tua prajurit AS yang tewas dalam perang tersebut, Trump tidak memberikan jawaban.
Muncul kabar 3 jet tempur F 15e milik AS jatuh di Kuwait. Dugaan sementara menyebutkan kemungkinan ditembak jatuh, meski masih menunggu konfirmasi resmi.
Upaya Israel dan AS untuk menggempur Teheran sebelumnya disebut sebagai langkah strategis. Namun fakta yang kemudian berlaku adalah kontradiksi, dimana serangan itu dinilai tidak serta-merta melumpuhkan kemampuan Iran dalam meluncurkan rudal secara berkelanjutan ke wilayah Israel.
Menurut laporan media internasional bahwa serangan terhadap pangkalan AS di Uni Emirat Arab dan Bahrain disebut sebagai langkah yang diperhitungkan dalam konteks menyudutkan posisi politik Trump, mengingat di sana terdapat berbagai kepentingan intelijen CIA dan Mossad, serta aset bisnis pribadi milik Trump.
Dua kepala negara itu Netanyahu dan Trump gagap dan tidak tahu bagaimana cara menghentikan perang yang telah mereka mulai. Mereka sadar keputusannya memulai perang ini telah menjerumuskan negara mereka ke dalam jurang kehancuran. ●Redaksi/CRC/HP
