DPMD Ciamis Terima Kunjungan Studi Banding Komisi A DPRD Cilacap Pengembangan BUMDesma
HARIAN PELITA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis secara resmi menerima kunjungan delegasi Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap melakukan studi banding terkait pengembangan Badan Usaha Milik Desa Mandiri (BUMDesma) pada Kamis (5/3/2026)
Kegiatan berlangsung di Aula Utama DPMD Ciamis bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran terkait perencanaan, implementasi, serta pengelolaan BUMDesma berkelanjutan. Tim dari DPRD Cilacap dipimpin Ketua Komisi A yang juga menjelaskan bahwa studi banding ini menjadi bagian dari upaya menyusun kebijakan daerah yang mendukung kemandirian ekonomi desa di wilayah Cilacap.
Kepala DPMD Ciamis melalui Sekretaris DPMD Aman Sutiaman kepada HarianPelita id, menyampaikan, apresiasi atas kunjungan tersebut dan memaparkan berbagai inisiatif unggulan Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan BUMDesma, antara lain melalui pendampingan teknis berkelanjutan, penguatan kapasitas pengelola, serta sinergi dengan berbagai pihak terkait.
Selain berbagi materi pembelajaran, kedua pihak juga melakukan diskusi mendalam terkait tantangan dan solusi dalam mengoptimalkan peran BUMDesma sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Stadi banding komisi A DPRDd Cilacap ke DPMD Ciamis ini untuj studi komparasi tukar pengalaman tukar pendapat mengenai BumdesMa dan alhamdulillah pengelolaan BumdesMa di Kabupaten Ciamis dikategorikan cukup baik karena kita punya satu Bumdes yang sudah ikut bom desert yaitu BumdesMa Panji Boma Desa di Kecamatan sadananya.”ungkapnya.
“BumdesMa Panji Boma Sekdis DPMD Ciamis menerangkan bahwa pengelolaan juga sangat luar biasa dan mereka pun barusan dapat menyerap juga dapat memahami sekaligus menggali pengalaman menggali potensi .
Pada intinya dan Bumdes itu satu-satunya Bundes yang menurut statusnya adalah tes maju itu peningkatan kapasitas untuk yang diunggulkan karena BumdesMa Panji Boma itu mempunyai produk ketahanan pangan BumdesMa Panji Boma juga melaksanakan kegiatan ketahanan pangan 20% yang sudah diprogram kan oleh Kementerian Desa ,”ujar Aman.
Pada akhir kunjungan, kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam mengembangkan potensi ekonomi desa di Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta akan mengikuti-up hasil dari studi banding ini dalam bentuk langkah konkret ke depan. ●Redaksi/Lili
