2026-01-01 9:13

Pantauan Arus Nataru 2026: Perjalanan Palembang–Pagaralam Lancar, Perayaan Tahun Baru Digelar Sederhana

Share

HARIAN PELITA — Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, arus lalu lintas di jalur darat Sumatera Selatan terpantau lancar dan terkendali.

Hal tersebut berdasarkan pantauan langsung wartawan Harianpelita.id Satria Sabil, yang sekaligus melaksanakan tugas peliputan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Perjalanan darat dilakukan dari Kota Palembang menuju Kota Pagaralam, melewati jalur lintas Sumatera dengan rute Palembang–Prabumulih–Muara Enim–Lahat–Pagaralam. Secara umum, kondisi lalu lintas di sepanjang jalur tersebut terpantau lancar jaya.

Meski sempat terjadi perlambatan arus kendaraan di beberapa titik lintasan kereta api, khususnya di wilayah Prabumulih menuju Muara Enim, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kepadatan kendaraan.

Total jarak tempuh Palembang–Pagaralam sekitar 291 kilometer, dengan waktu perjalanan kurang lebih 6 jam, hingga akhirnya tiba di Kota Pagaralam, yang dikenal dengan udara sejuk kawasan Pegunungan Gunung Dempo.

Wartawan Harianpelita.id memulai perjalanan H-1 menjelang Hari Natal, dan perjalanan berlangsung aman, lancar, serta kondusif hingga tiba di kota tujuan.

Wisata Nataru di Pagaralam masih normal
Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak terlihat lonjakan signifikan wisatawan yang datang ke Pagaralam untuk merayakan Natal dan Tahun Baru.

Kondisi ini sejalan dengan imbauan pemerintah daerah agar masyarakat tidak merayakan Nataru secara berlebihan, sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana alam.

Situasi lalu lintas di wilayah Pagaralam dan sekitarnya juga terpantau normal dan lengang, tanpa kemacetan berarti.

Pergantian Tahun Baru dirayakan dengan nuansa kekeluargaan
Pada malam pergantian tahun 2025–2026, wartawan Harianpelita.id merayakan momen tersebut bersama keluarga besarnya di Dusun Karang Anyar, Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam.

Perayaan ini juga menjadi kado istimewa karena berlangsung bersama keluarga besan, menyusul pernikahan putri pertamanya, Shesyll, dengan Fahrorozi, yang merupakan warga Pagaralam.

Menjelang detik-detik tahun baru, masyarakat setempat memilih merayakan dengan kebersamaan dan nuansa kekeluargaan, seperti memasak bersama, bakar jagung, hingga karaoke bersama warga.

Suasana semakin meriah dengan adanya lomba karaoke dadakan yang berlangsung spontan. Para peserta yang bernyanyi disawer oleh sanak keluarga, sementara anak-anak tampak ceria menikmati kembang api yang menghiasi malam pergantian tahun.

Tepat pukul 00.00 WIB, suasana malam di Dusun Karang Anyar pecah oleh bunyi terompet, tabuhan gendang, dan letusan kembang api, menandai datangnya Tahun Baru 2026.

Harapan di Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, masyarakat Pagaralam berharap diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, kemudahan urusan, serta kesuksesan.

Bagi pasangan yang baru menikah, doa dipanjatkan agar menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah, sementara bagi yang belum menemukan jodoh, diharapkan segera dipertemukan dengan pasangan terbaik.

Tak lupa, warga juga mendoakan agar saudara-saudara yang terdampak bencana alam dapat segera bangkit, serta berharap pemerintah dan negara hadir secara cepat dalam memulihkan fasilitas yang rusak.

Masyarakat juga menyampaikan harapan agar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi pemimpin yang bijaksana, adil, dan membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

●Selamat Tahun Baru 2026.
Semoga membawa harapan baru dan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. ●Redaksi/Satria Sabil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *