Banjir di DKI Jakarta, Jakarta Timur Dilaporkan Paling Parah
HARIAN PELITA — Kondisi wilayah di DKI Jakarta pada Jumat (30/1/2026) terutama wilayah Jakarta Timur jumlah Rukun Tetangga (RT) terdampak banjir paling banyak.
Dilaporkan total 53 RT dan tiga ruas jalan tergenang air akibat intensitas hujan tinggi dan luapan sungai.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menjelaskan bahwa Jakarta Timur menjadi fokus utama dengan 41 RT terendam, di mana ketinggian air bervariasi antara 70 sentimeter hingga 3,5 meter.
Kondisi ini diperparah oleh luapan Sungai Ciliwung yang signifikan.
Selain Jakarta Timur, wilayah Jakarta Selatan juga mengalami dampak serius dengan sembilan RT tergenang, bahkan beberapa titik mencapai ketinggian air 2,5 meter.
Sementara itu, kondisi di Jakarta Barat dan Jakarta Utara menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dengan jumlah RT terdampak yang lebih sedikit dan ketinggian air yang mulai surut.
Data BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa Jakarta Timur menjadi episentrum dampak banjir kali ini dengan 41 RT tersebar di beberapa kelurahan mengalami genangan air cukup tinggi.
Kelurahan Kampung Melayu menjadi salah satu yang paling parah, dengan 20 RT terendam, diikuti oleh Kelurahan Cawang dengan 9 RT.
Ketinggian air di Jakarta Timur sangat bervariasi, mulai dari 70 cm hingga mencapai 3,5 meter di beberapa lokasi. Kondisi ini menimbulkan tantangan besar bagi warga dan upaya penanganan bencana.
Jakarta Timur, Jakarta Selatan juga menghadapi situasi yang cukup serius. Sembilan RT di wilayah ini terendam banjir, dengan ketinggian air yang tercatat antara 30 cm hingga 2,5 meter.
Kelurahan Pejaten Timur menjadi yang paling terdampak di Jakarta Selatan dengan empat RT tergenang. ●Redaksi/HP
