2026-01-23 9:11

Presiden Prabowo: Segera Atasi Banjir dan Bentuk Kajian Terutama di Jakarta

Share

HARIAN PELITA — Presiden Prabowo Subianto mengkhawatirkan dimasa mendatang peristiwa banjir di Jakarta semakin menakutkan sehingga segera membentuk tim kajian untuk menganalisis dan menyusun rancangan (grand design) penyelesaian persoalan banjir di Pulau Jawa akibat meningkatnya curah hujan berdampak terhadap genangan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.

“Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisis dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di Jawa, terutama khususnya di Pulau Jawa,” kata Prasetyo, Kamis (22/1/2026).

“Karena bagaimanapun kita sadari bahwa masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya. Tentunya kita sebagai bangsa harus berpikir untuk bagaimana bisa melakukan penanganan-penanganan yang lebih terintegrasi, penyelesaian dari hulu ke hilirnya,” jelasnya.

Prasetyo pun menyatakan, bahwa keprihatinan presiden terhadap perkembangan banjir di tanah air meskipun sedang berada di luar negeri serta berkomunikasi dengan jajaran terkait untuk penanganan dampak hujan lebat.

Untuk itu, katanya, harus segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNPB, dan BMKG untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek guna mengurangi intensitas curah hujan yang diperkirakan mencapai puncaknya hingga akhir Januari.

Prasetyo menyebut penanganan lintas sektor sangat penting, termasuk dampak genangan terhadap infrastruktur transportasi seperti kereta api.

Sebelumnya terdapat 16 titik genangan di jalur rel kereta api dan bertambah menjadi 17 titik, termasuk lokasi yang sebelumnya tidak pernah terdampak, sehingga mengganggu perjalanan dan pelayanan kereta api.

“Karena sesuai dengan laporan Dirut PT KAI, ada dalam waktu satu minggu terakhir ini ada 16 titik, yang sekarang bertambah menjadi 17, satu titik yang selama ini belum pernah terjadi itu kemudian juga muncul genangan di jalur rel kereta api yang kemudian itu juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat,” ujarnya.

Prasetyo menilai persoalan banjir juga dipengaruhi perubahan tata ruang, pendangkalan daerah aliran sungai serta berkurangnya jumlah situ, danau, atau telaga, seperti di wilayah Jabodetabek yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.

Untuk itu, Presiden Prabowo memerintahkan penanganan persoalan ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Bappenas, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Dalam Negeri, mengingat persoalan tersebut melintasi batas provinsi. ●Redaksi/RR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *