Presiden Prabowo: Sudah Lama Kekayaan Bangsa dan Rakyat Dirampok
HARIAN PELITA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tidak gentar menghadapi segala bentuk perlawanan dalam menjaga dan mengamankan uang rakyat.
Ia menekankan bahwa membela bangsa dan negara adalah prioritas utama, meski harus menghadapi berbagai tantangan.
“Kita siap mati di atas jalan yang benar,” tegas Prabowo pada acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI di Gedung Kejaksaan Agung RI Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Prabowo pun berpesan bagi siapa saja yang mencoba mengusik hak rakyat Indonesia akan dilawan. Pesan itu sekaligus menjadi ajakan bersama mengawal kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan rakyat
Menurut Prabowo, hukum merupakan instrumen utama menjaga kekayaan bangsa dan negara sebagai prasyarat mewujudkan kesejahteraan rakyat, sekaligus menjadi alat krusial dalam penguasaan kembali kawasan hutan serta penyelamatan keuangan negara.
“Hukum adalah instrumen untuk menjaga kekayaan bangsa dan negara. Tanpa kekayaan bangsa dan negara, tidak mungkin rakyat kita hidup sejahtera,” tegas Prabowo.
Prabowo mengatakan penegakan hukum merupakan fondasi penting untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara optimal dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.
Prabowo juga menyoroti berbagai praktik pelanggaran yang masih terjadi dan merugikan negara, mulai dari korupsi, penyelundupan, tambang ilegal, hingga penyalahgunaan kewenangan.
Presiden menegaskan komitmennya untuk tidak tebang pilih dalam menindak para pelanggar hukum demi melindungi aset negara.
“Saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar 1945 kepada Presiden Republik Indonesia untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” tukasnya.
“Bekerja di pemerintahan adalah pengorbanan dan pengabdian. Sudah terlalu lama kekayaan bangsa dan rakyat dirampok,” kata Presiden.
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, serta memperkuat semangat nasionalisme sebagai landasan pembangunan nasional.
“Semakin kita tegas, semakin kita teguh, semakin kita membela rakyat, semakin kita akan dilawan, semakin kita akan diserang,” kata Presiden. ●Redaksi/ES
