Usai Kunjungi Warga Pinggir Rel Kereta Api Senen, Presiden Prabowo Perintahkan Segera Bangun Rumah Mereka
HARIAN PELITA — Kunjungan Mendadak Presiden Prabowo di Senen dan blusukan menyapa warga di pinggir rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026) berbuah berkah bagi warga disana.

Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan melalui telepon karena sedang di Toba (hadir Sekjen Menteri), Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia) serta beberapa pejabat terkait untuk membangun rumah hunian dan MCK bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api.
Kemudian pejabat langsung gercep untuk menyiapkan proses pembangunan hunian dan MCK baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal mereka.

Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas. Kemudian Presiden Prabowo ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin.
Kunjungan Mendadak Presiden Prabowo di Senen, warga menangis haru dan harapan warga pecah di bantaran rel kereta api.
Saat itu, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba hadir di tengah pemukiman padat warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/03/2026) sore.
Presiden lalu mendatangi warga serta menyapa langsung dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
Salah satu warga, Nur Hanifah, mengaku terharu bisa bertemu langsung dengan Presiden. Nur Hanifah menyampaikan harapannya kepada Presiden agar bantuan dari pemerintah terus berjalan.
Warga lainnya, Yana, turut berharap program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan dukungan bagi anak-anak seperti program makan bergizi gratis (MBG) dapat terus berlanjut.
Sementara itu Cono, seorang pemulung yang juga merupakan warga di daerah tersebut, menyampaikan harapannya terkait keterbatasan tempat tinggal.
Kehadiran Presiden Prabowo di Kelurahan Kramat bukan sekadar kunjungan, tetapi momen ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir langsung di tengah rakyat dengan menyapa, mendengar, dan merespons. ●Redaksi/BPMI Setpres/HP
