Belajar dari Prabowo, Presiden Menyatu dan Peduli Rakyat Jelata || Catatan Nazar Husain
WARGA permukiman kumuh di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat sekitar 3 km dari Pusat Kota Jakarta ramai pada Kamis 26 Maret 2026 siang, sosok Presiden tiba-tiba muncul ditengah rakyatnya tanpa banyak pengawalan.
Presiden Prabowo Subianto berjalan masuk ke permukiman warga ditemani Sekretaris Kabinet Teddy Wijaya dan dua ajudannya menyusuri masuk ke rumah warga.
Spontan, dadakan dan mau nyamar rencananya, pakai mobil biasa, pakai topi dan sedikit sekali Paspampres, ternyata warga kaget dan antusias menyambut Presiden Prabowo Subianto.

Seorang Presiden datang di tengah permukiman kumuh, dipinggir rel kereta api lagi, adalah sebuah keberanian bagi pemimpin negara. Namun Prabowo tak merasa gentar berhadapan langsung dengan rakyatnya, ditengah kehidupan mereka “seadanya”.
Prabowo malah menyambangi rakyatnya tanpa sekat pengamanan ketat. Ia bagai rakyat biasa, tanpa protokoler, menyalami setiap rakyatnya di pinggir rel kereta api.
Artinya selama ini, mungkin warga di sana tak percaya bahwa yang datang itu seorang kepala negara menyambangi mereka, yang selama ini tak pernah disambangi oleh presiden siapa pun kecuali Prabowo Subianto.
Tak percaya tapi pasti bahwa yang datang Presiden Prabowo Subianto ingin meresapi isi hati rakyatnya dengan kehidupan yang sangat dibawah sederhana. Bahkan Prabowo menyebut kedatangannya ke sana ingin mendengar aspirasi rakyatnya.
Prabowo juga kaget melihat kondisi rakyatnya yang bernaung dibawah atap terpal berdingding kardus yang sudah koyak diterpa hujan dan panas.
Bagi Prabowo, mungkin, tanpa rakyat, ia tak berarti dalam status pemimpin negara, orang nomor satu di Indonesia. Prabowo sangat perduli dengan rakyatnya. Itu sudah ditunjukan di sejumlah daerah yang terdampak bencana. Dan itu fakta!.
Setelah mendengar aspirasi rakyatnya di sana, Presiden Prabowo mengumpulkan menterinya dan memerintahkan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat, dan sudah menjadi tekad Prabowo untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia.
Warga di sana pun sangat gembira mendengar janji Presiden Prabowo yang hendak membangun rumah layak huni bagi mereka.
Kita pun berkaca bahwa rakyat selama ini butuh pemimpin negara yang ikut memikirkan kehidupannya. Meski pun selama ini jarak pemimpin negara sangat jauh, ibarat bumi dan langit!.
Maka kita kudu belajar dari Presiden Prabowo, seorang presiden harus menyatu dengan rakyatnya, bukan menjauh dengan kehidupan mereka. itu. *****
