2026-01-19 12:37

Dimata Prabowo Pemulung Lebih Mulia Daripada Koruptor || Catatan Nazar Husain

Share

Ilustrasi foto PngTree

SIKAP MULIA ditunjukan lagi Presiden Prabowo Subianto bahwa persoalan integritas dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebuah pernyataan tegas dilontarkannya sehingga menarik perhatian publik. Prabowo menyatakan bahwa ia lebih menghormati pemulung yang bekerja keras demi kehidupan sehari-hari daripada seseorang “pintar tapi mencuri uang”.

Presiden Prabowo menilai karakter dan sikap moral seseorang, terutama mereka yang berada di posisi strategis atau memiliki akses terhadap sumber daya publik lebih penting.

Prabowo secara tegas meminta para pejabat negara untuk jujur dan bekerja keras merupakan nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar kemampuan akademik atau kecerdasan intelektual semata.

Disebutkannya, bahwa seorang pemulung, meskipun hanya mengumpulkan barang bekas di jalan untuk mencari nafkah, melakukan hal itu dengan cara yang jujur dan tanpa merugikan orang lain.

Bahkan ia menyayangkan jika seseorang yang berpendidikan tinggi atau memiliki kecerdasan luar biasa justru menggunakan kemampuannya untuk melakukan tindakan ilegal seperti korupsi atau pencurian uang negara.

“Kalau orang pintar tetapi mencuri uang, saya tidak hormat kepada dia. Saya lebih hormat kepada pemulung yang bekerja dari pagi sampai sore untuk mencukupi kebutuhan hidupnya,” ujar Prabowo dalam pernyataannya.

Kalimat ini menegaskan bahwa nilai moral dan etika bagi Prabowo lebih penting dibanding sekadar kecerdasan intelektual atau prestise pendidikan.

Respons itu pun kita tarik sebagai sikap gentelmen seorang presiden yang menginginkan rasa malu untuk melakukan tindakan mencuri uang rakyat alias korupsi.
Prabowo menilai kerja keras dan kejujuran sebagai dasar untuk menghormati seseorang. Tidak merugikan negara apalagi memalukan keluarganya dalam tindakan hanya ingin memperkaya diri lewat hasil haram.

Beberapa analis sosial juga menyampaikan bahwa pernyataan Prabowo menggambarkan sentiment yang lebih luas dalam masyarakat, di mana tindakan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan semakin mendapat kecaman dari publik.

Prabowo sesungguhnya sedang menegaskan kembali nilai-nilai dasar yang sempat memudar akibat praktik korupsi dan kejahatan elite.

Kita tahu saat ini, fenomena korupsi lagi marak karena ada yang membackup sehingga para koruptor itu kebal hukum seenaknya saja mencuri uang rakyat dalan jumlah besar. Ini yang tidak disukai Presiden Prabowo Subianto.

Rakyat yang melihat fenomena itu merasakan penderitaannya ketika hitungan triliunan “dipajang” dan pelakunya hanya tersenyum tanpa ada rasa malu. Malah tetlihat bangga! *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *