
Kongres Persatuan PWI 2025: Damai di Bumi Damai di Hati || Catatan Nazar Husain
SEJARAH tertoreh-mungkin-di Cikarang, Bekasi, semoga berbuah manis di Kongres Persatuan PWI 2025, berjalan lancar. Dua kandidat calon Ketua Umum PWI plus Ketua Dewan Kehormatan Cak Munir-Atal Depari dan Hendry-Sihono siap bertarung.
Fakta akan bergulir. Kita sudah capek melihat “konflik” berkepanjangan yang tak berujung. Tak ada yang mengalah, bahkan tampil sebagai pengayom dan pemersatu, tidak ada. Itu berjalan lama.
Dua kali “berdamai” antara Sakedang dengan Hendry, namun tetap saja skor 0-0, tidak ada kesepakatan, perdamaian itu tercoreng, sama-sama keras kepala. Kita sudah muak.
Statistik timpang, keduanya “ngotot” mencari jalan sendiri-sendiri. Tiada titik temu, meskipun Zulmansyah Sakedang sudah ingin berdamai, damai di bumi, damai di hati. Tapi apa lacur, Hendry Ch Bangun waktu itu tetap keukeh mempertahankan legalitasnya sebagai Ketua Umum PWI sah hasil Kongres PWI Bandung!.
Timbullah Kongres Luar Biasa (KLB) versi Zulmansyah Sakedang, berputar-putar mencari alasan kenapa ada KLB. Alasan Sakedang ingin PWI kembali kokoh, tidak berantakan dan sesuai harapan anggota PWI seluruh Indonesia. Ini mungkin alasannya.
Namun alasan itu, bagi Hendry waktu itu mungkin tidak logis, disebabkan legalitas ada padanya, meskipun tumbuh kasus uang UKW, yang tak pernah ada ujungnya.
Kembali timpang; tidak ada solusi valid, ricuh kembali menggema di hati anggota PWI. Pada waktu itu, seluruh anggota PWI-sudah muak.
Itu bolak-balik bertengger di berita-berita media. Berita saling membenarkan, saling menuding dan saling menyalahkan. Kisruh tanpa tedeng aling-aling, terus saja berlangsung kala itu. Berisiknya tak pernah berhenti.
Pada saat inilah, kita semua-anggota PWI-mendukung Kongres Persatuan PWI 2025 sebagai bentuk persatuan dan pemersatu serta memilih pilihan yang terbaik, dengan tujuan kembali ke marwah PWI, sebagai organisasi wartawan yang kokoh dan berdiri diatas kemandirian penggerak kemerdekaan pers.
Kita, saat ini bertumpu kepada calon terpilih nanti, untuk membangun kembali kekokohan wartawan Indonesia yang berdiri satu kaki tanpa ada lagi kisruh berkepanjangan. Tanpa deadlock, tanpa kisruh!.
Saat ini, setelah Kongres Persatuan PWI 2025, digelar di Cikarang Bekasi, pada 29-30 Agustus 2025, ujung kisruh itu semoga berbuah manis. Baik Cak Munir, atau Hendry terpilih, semoga berjalan lancar. Artinya siapa pun yang terpilih, mari kita legowo menerimanya.
Memilih yang terbaik sesuai harapan kita, biar tidak berisik lagi!. *****