Sinetron Minta Maaf: Restorative Justice Alasan Rismon Sianipar Berdamai || Catatan Nazar Husain
PAK JOKOWI maafkan Rismon Sianipar, walau dimaafkan, artinya belum juga selesai perdamaian itu. Masih ada Roy Suryo Cs. Meskipun alasan Rismon tertatap pada Restorative Justice sehingga sadar harus “ada dosa” dibalik serangan ke Jokowi. Itu mungkin alasan Rismon.
Beda dengan kubu Roy Suryo Cs yang mengharamkan perdamaian dengan Jokowi. Haram hukumnya, begitu mungkin dalam hati Roy Suryo. Ngotot iya, Roy Suryo ogah diajak minta maaf oleh Rismon kepada Jokowi.
Memang banyak orang tercengang ketika Rismon mendatangi rumah Jokowi di Solo. Rismon terlihat berbunga-bunga hatinya saat melangkah masuk ke rumah “ratapan” Jokowi.
Foto pun muncul di media sosial, Jokowi dan Rismon saling berhadapan di sebuah meja makan. Kita tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Paling ujungnya “Saya minta maaf” titik. Entah apa kelanjutannya, “Hanya Tuhan yang tahu”.
Padahal sebelumnya, Rismon selalu terlihat ngotot mempermasalah ijazah Jokowi. Rismon sempat mendatang Kampus UGM melakukan konfirmasi dan pendataan ulang soal ijazah Jokowi. Bahkan kabarnya sempat ke luar negeri mengejar kepastian.
Ternyata skenario berubah. Cerita heroik menjadi drama melodrama, ketegangan cerita heroik terhapus menjadi cerita melambai, mirip bencong Dukuh Atas.
Rismon tidak lagi sangar. Rismon kini berwajah melangkolis, senyumnya dikulum, bicaranya juga pelan dan halus. Gaya bicara Bataknya hilang seketika. Bagai pahlawan kesiangan.
Cemohan dan caci maki pun datang bertubi-tubi untuk Rismon. Rismon mengelak dan menyalak bahwa ia tidak takut dengan serangan siapa pun. Meskipun datang dari kubu Roy Suryo. Sebuah tebusan jauh dari harapan.
Polemik ijazah Jokowi panjang dan melelahkan lho!. Polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowi sepertinya tidak pernah ada ujungnya. Tidak bakal tuntas. Demi Tuhan, tak bakal selesai.
Nasi sudah menjadi bubur. Tak dinyana, tak diduga, kini menjadi perhatian publik setelah adanya pertemuan antara Jokowi dan peneliti teknologi informasi Rismon Sianipar.
Pertemuan keduanya berlangsung di kediaman Jokowi di Solo dalam suasana yang tenang. Rismon menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas pernyataannya sebelumnya yang sempat menimbulkan polemik di masyarakat.
Jokowi pun menyatakan bahwa dirinya menerima permintaan maaf tersebut dan memilih untuk memaafkan. Selesai!.
Mengenai proses hukum yang sempat berjalan, Jokowi menegaskan bahwa keputusan mengenai langkah restorative justice (RJ) sepenuhnya diserahkan kepada tim kuasa hukumnya serta aparat penegak hukum.
Artinya, ketegangan dan perjuangan selama ini bagai air panas ditaruh batu es, berakhir dingin membeku. Rismon Sianipar tak lagi sangar. Sekarang membeku lewat bingkisan parcel, atau mungkin ada “udang dibalik batu”. *****
.
