Geger Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing, Pelatih Dinonaktifkan
HARIAN PELITA — Pelatnas panjat tebing Indonesia geger setelah tersebar kabar bahwa muncul skandal pelecehan seksual dan kekerasan fisik dialami sejumlah atlet dengan terduga pelaku adalah pelatih kepala pelatnas Hendra Basir.
Skandal pelecehan seksual di pelatnas panjat tebing Indonesia mencuat kepermukaan pada Selasa 24 Februari 2026 setelah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengeluarkan Surat Keputusan dengan Nomor 0209/SKP/PP.NAS/II/2026 yang memutuskan menonaktifkan sementara pelatih kepala Hendra Basir.
Surat itu menyebutkan bahwa ada dugaan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan pelatnas panjat tebing. Skandal tersebut terungkap setelah pada 28 Januari 2026 delapan atlet panjat tebing pelatnas mengadukan kejadian tersebut kepada ketua FPTI Yenny Wahid.

“FPTI berkewajiban menjamin lingkungan pembinaan atlet yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan,” demikian pernyataan surat keputusan FPTI.
Demi menjamin perlindungan atlet dan menjaga objektivitas dna independensi prosses pemeriksaan maka FPTI memutuskan menonaktifkan Hendra Basir.
Hendra Basir tidak bisa memimpin latihan, datang ke pelatnas, mengakses fasilitas latihan hingga berkomunitasi dengan atlet.
Dalam surat keputusan tersebut, FPTI tidak menyebutkan siapa atlet yang menjadi korban pelecehan seksual. Kini Yenny Wahid belum memberikan keterangan resmi kepada wartawan. ●Redaksi/CK
