<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Exco PSSI &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/tag/exco-pssi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 May 2026 19:07:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Kiper Asing Persija Jakarta Carlos Eduardo Dikecam</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/kiper-asing-persija-jakarta-carlos-eduardo-dikecam/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/kiper-asing-persija-jakarta-carlos-eduardo-dikecam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 19:07:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[bobotoh persib]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Jakmania]]></category>
		<category><![CDATA[Persib Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Persija Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Suporter Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87514</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Usai laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026) tiba-tiba kiper asing Persija Jakarta Carlos Eduardo mengejar Beckham Putra kemudian mencekik lehernya. Kontan saja cekcok itu memanas. Carlos Eduardo pun dikecam nitizen sebagai pemain berkarakter &#8220;tarkam&#8221;, emosional bukan pemain profesional. &#8220;Lucu. Setelah pertandingan usai seharusnya kiper [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Usai laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026) tiba-tiba kiper asing Persija Jakarta Carlos Eduardo mengejar Beckham Putra kemudian mencekik lehernya.</p>



<p>Kontan saja cekcok itu memanas. Carlos Eduardo pun dikecam nitizen sebagai pemain berkarakter &#8220;tarkam&#8221;, emosional bukan pemain profesional.</p>



<p>&#8220;Lucu. Setelah pertandingan usai seharusnya kiper Carlos Eduardo tidak emosi lagi. Kalah ya kalah!. Ini malah emosi. Kan lucu,&#8221; tutur Ahmad, seorang suporter.</p>



<p>Sepertinya, pemain-pemain dan suporter sepakbola kita tidak pernah mengakui kekalahan klubnya. Bukan saja saat Persib melawan Persija. Tapi juga terjadi pada suporter Persipura dan PSS Sleman.</p>



<p>Isi stadion menjadi pelampiasan dengan menyalakan petasan dan merusak benda-benda di luar stadion.</p>



<p>Jadi kembali ke kiper asing Persija Jakarta Carlos Eduardo yang terlihat tak menerima kekalahan klubnya dengan menghajar Beckham Putra.</p>



<p>Maka pada putaran musim 2026/2027, PSSI membuat regulasi ketat kepada pemain, suporter, pelatih, official agar tidak berulah yang merusak citra sepakbola nasional.</p>



<p>Kita juga kerap melihat wasit diintimidasi oleh pemain. Mengepung wasit yang sudah menentukan keputusannya. Padahal wasit sudah berkomunikasi dengan VAR.</p>



<p>Kayaknya VAR dan wasit masih suka diprotes pemain, pelatih dan official kemudian memasuki lapangan, yang seharusnya tak boleh dilakukan.</p>



<p>Semoga Super Leaque 2026/2027 mendatang lebih baik dari tahun 2025/2026. ●<strong>Redaksi/HL</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/kiper-asing-persija-jakarta-carlos-eduardo-dikecam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beban Berat di Pundak Kurniawan &#124;&#124; Catatan Kesit Budi Handoyo</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/beban-berat-di-pundak-kurniawan-catatan-kesit-budi-handoyo/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/beban-berat-di-pundak-kurniawan-catatan-kesit-budi-handoyo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 14:01:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia U-17]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87289</guid>

					<description><![CDATA[MENJAGA tradisi lolos ke Piala Dunia menjadi tujuan tim U-17 Indonesia. Bukan sesuatu yang berlebihan apabila masyarakat Indonesia sangat berharap Tim U-17 kembali tampil di Piala Dunia U-17 November mendatang di Qatar (lagi). Target lolos juga bukan mangada-ada. Dasarnya jelas. Indonesia tampil pada dua hajatan terakhir Piala Dunia U-17 (2023 dan 2025). Pertama 2023. Catatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>MENJAGA</strong> tradisi lolos ke Piala Dunia menjadi tujuan tim U-17 Indonesia. Bukan sesuatu yang berlebihan apabila masyarakat Indonesia sangat berharap Tim U-17 kembali tampil di Piala Dunia U-17 November mendatang di Qatar (lagi). Target lolos juga bukan mangada-ada.</p>



<p>Dasarnya jelas. Indonesia tampil pada dua hajatan terakhir Piala Dunia U-17 (2023 dan 2025).</p>



<p>Pertama 2023. Catatan penting ini bolehlah dianggap sebagai sebuah kebetulan. Kebetulan karena Indonesia tetiba ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah &#8211; menggantikan Peru&#8211;setelah sebelumnya pupus sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 gegara isu Israel.</p>



<p>Dua tahun berikutnya (2025) Indonesia mencatat sejarah krusial karena lolos ke Piala Dunia U-17&nbsp;di Qatar, setelah berjuang keras di Piala Asia di Saudi Arabia. Hasil gemilang dicatat Evandra Florasta. Indonesia tampil sebagai juara grup.</p>



<p>Tidak main-main. Tim yang kala itu dilatih Nova Arianto meraih nilai sempurna, 9. hasil tiga kemenangan; lawan Korea, Yaman, dan Afghanistan.</p>



<p>Walau di Piala Dunia 2025 gagal di fase grup, catatan penting lagi-lagi dibuat Indonesia: melanjutkan tradisi bermain di Piala Dunia U-17.</p>



<p>Tahun berganti. Tim dengan skuadnya pun tak lagi sama. Yang sama hanya satu: mempertahankan tradisi! Lolos Piala Dunia lagi.</p>



<p>Beban berat dipikul tim U-17 dibawah pelatih baru, Kurniawan Dwi Julianto. Indonesia masuk dalam grup yang terbilang berat bersama Jepang, Qatar, dan China. Tiga negara ini pernah merasakan juara Piala Asia U-17.</p>



<p>Sanggupkah mantan striker PSSI Primevera&nbsp;itu melanjutkan tradisi lolos ke Piala Dunia U-17?</p>



<p>Jujur. Tidak mudah. Menyimak perjalanan tim U-17, sejak pergantian pelatih dari Nova ke Kurniawan, tampak kurang meyakinkan. Indonesia hanya meraih satu kemenangan saat melawan Timor Leste di AFF Cup.</p>



<p>Sebelumnya tumbang dua kali dari China, calon lawan pertama di Piala Asia. Indonesia juga kalah dari Malaysia, dan seri lawan Vietnam.</p>



<p>Untuk bisa lolos ke Piala Dunia, Garuda Muda minimal tampil sebagai runner-up grup pada helatan Piala Asia 2026 ini. Mampukah?. ******</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/beban-berat-di-pundak-kurniawan-catatan-kesit-budi-handoyo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soal Tuduhan Marc Klok, Sumardji: Saya Tidak Pernah Mengeluarkan Pernyataan Apapun</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/soal-tuduhan-marc-klok-sumardji-saya-tidak-pernah-mengeluarkan-pernyataan-apapun/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/soal-tuduhan-marc-klok-sumardji-saya-tidak-pernah-mengeluarkan-pernyataan-apapun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2026 16:25:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87256</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC Kombes Pol Sumardji menegaskan, dirinya sama sekali tidak pernah mengeluarkan statement apapun terkait masalah yang melibatkan pemain Persib Bandung Marc Klok dan pemain Bhayangkara FC Henry Doumbia. &#8220;Saya tidak habis pikir, kenapa jadi saya yang dibawa-bawa? Saya sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC Kombes Pol Sumardji menegaskan, dirinya sama sekali tidak pernah mengeluarkan statement apapun terkait masalah yang melibatkan pemain Persib Bandung Marc Klok dan pemain Bhayangkara FC Henry Doumbia.</p>



<p>&#8220;Saya tidak habis pikir, kenapa jadi saya yang dibawa-bawa? Saya sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun. Pernyataan terkait adanya masalah rasisme saat pertandingan Bhayangkara FC melawan Persib adalah pernyataan resmi klub, bukan saya,&#8221; kata Sumardji kepada <strong><em>HarianPelita.id, </em></strong>Minggu (3/5/2026) malam.</p>



<p>Klok menuding Sumardji yang terus menuduh dirinya sebagai pelaku rasisme. Menurut Klok, tuduhan dilontarkan Sumardji sejak lorong stadion. Tuduhan juga terus dilontarkan setelah laga usai.</p>



<p>Sebagaimana ramai diberitakan, Klok dituding menghina penyerang Bhayangkara FC Doumbia saat kedua tim bertemu pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung, Kamis pekan lalu.</p>



<p>Henry Doumbia menerima aksi rasisme dari Klok disampaikan secara langsung oleh Bhayangkara FC melalui akun media sosial resmi pada Sabtu (2/5/2026). Bhayangkara FC menginformasikan hal itu dalam klarifikasi terkait viralnya video perdebatan antara Wahyu Subo Seto dan Marc Klok di lorong pemain.</p>



<p>●<strong><em>Luruskan pemberitaan</em></strong><br>Selanjutnya, manajemen Bhayangkara FC merasa perlu untuk meluruskan kenapa kejadian tersebut terjadi.</p>



<p>Namun, belakangan justru muncul pernyataan dari Klok yang justru menyeret-nyeret COO Bhayangkara Presisi Lampung FC, Kombes Pol Sumardji.</p>



<p>Sumardji yang juga manajer tim nasional terkejut setelah dirinya menjadi sasaran dari pernyataan yang disampaikan pemain Persib tersebut.</p>



<p>&#8220;Saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan terkait rasisme itu, lho kok, malah saya dibawa-bawa. Ada masalah apa Klok dengan saya?&#8221; Sumardji melanjutkan.</p>



<p>Ia juga membantah dirinya disebut-sebut memanas-manasi situasi terkait masalah tersebut.</p>



<p>&#8220;Sama sekali tidak benar itu. Sebaliknya, saya justru berusaha meredakan situasi agar antara Henry dan Klok bisa segera berdamai, tanpa harus terlibat konflik berkepanjangan,&#8221; kata Sumardji.</p>



<p>●<strong><em>Kasus Klok sudah dilaporkan ke Komdis PSSI</em></strong><br>Kasus rasisme yang dilakukan Klok kabarnya telah dilaporkan ke Komisi Disiplin PSSI. Pihak Bhayangkara Presisi juga sudah menyerahkan bukti terkait apa yang terjadi di lapangan yang melibatkan Henry Doumbia dan Marc Klok.</p>



<p>Kapten Persib Bandung Marc Klok menyebut isu dugaan rasisme yang mewarnai laga antara Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Maung Bandung sejatinya sudah beres di lapangan.</p>



<p>Namun, sayangnya Klok mengaku masih mendapat tuduhan tak menyenangkan dari manajer Chief Operating Officer Bhayangkara FC, Sumardji.</p>



<p>Dalam klarifikasinya, Sabtu (2/4/2026), Klok sudah menjelaskan awal mula mencuatnya tuduhan dugaan tindak rasisme tersebut.</p>



<p>Pemain naturalisasi itu menjelaskan insiden terjadi murni karena kesalahpahaman pendengaran di tengah tensi pertandingan. Menurutnya, momen itu terjadi saat Persib mencetak gol kedua. ●<strong>Redaksi/007</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/soal-tuduhan-marc-klok-sumardji-saya-tidak-pernah-mengeluarkan-pernyataan-apapun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wahai Pak Sumardji Kenapa Bapak Ikut-ikutan Konflik Pemain Bhayangkara Vs Persib</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/wahai-pak-sumardji-kenapa-bapak-ikut-ikutan-konflik-pemain-bhayangkara-vs-persib/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/wahai-pak-sumardji-kenapa-bapak-ikut-ikutan-konflik-pemain-bhayangkara-vs-persib/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2026 03:30:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara FC]]></category>
		<category><![CDATA[bobotoh persib]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Persib Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87226</guid>

					<description><![CDATA[KITA TIDAK TAHU awal permasalahan konflik antara Marc Klok dengan pemain Bhayangkara FC Presisi yang viral dan berbuah fitnah. Katanya awalnya Marc Klok meminta bola kepada pemain Bhayangkara FC dengan berbahasa Inggris, Give me the ball back, (Kembalikan bolanya padaku) namun kata Mark Klok itu diplintir menjadi Give me the ball &#8220;black&#8221;. Namun pelintiran itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>KITA TIDAK TAHU </strong>awal permasalahan konflik antara Marc Klok dengan pemain Bhayangkara FC Presisi yang viral dan berbuah fitnah.</p>



<p>Katanya awalnya Marc Klok meminta bola kepada pemain Bhayangkara FC dengan berbahasa Inggris, Give me the ball back, (Kembalikan bolanya padaku) namun kata Mark Klok itu diplintir menjadi Give me the ball &#8220;black&#8221;.</p>



<p>Namun pelintiran itu memicu seorang pemain Bhayangkara FC bernama Wahyu Subo Seto malah memperlebar masalah dengan menuduh Mark Klok rasis! Anehnya pemain bernama Firza pun ikut-ikutan membuat gaduh, menyebar fitnah itu.</p>



<p>Yang lebih aneh lagi seorang yang sudah lama berkecimpung di sepakbola nasional bernama Pak Sumardji ikut-ikutan &#8220;mengompori&#8221; persoalan sepele itu menjadi besar. Aneh kan?.</p>



<p>Padahal terjadi kesalahpahaman pendengaran saja, Marc Klok diduga melakukan tindakan rasisme saat duel Bhayangkara FC vs Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026) lalu.</p>



<p>Marc Klok dilaporkan bertindak rasis kepada Henry Doumbia, penyerang The Guardians of Saburai asal Pantai Gading.</p>



<p>Masalahnya lagi kenapa seorang Pak Sumardji ikut-ikutan memanasi persoalan sepele itu menjadi besar? Kian rumit malah.</p>



<p>Padahal seorang Pak Sumardji, sebagai senioritas di sepakbola nasional muncul sebagai penengah, penenang, bukan malah memanas-manasi kasus salahpaham itu.</p>



<p>Alangkah elegannya bila seorang sosok Pak Sumardji tampil sebagai &#8220;orangtua&#8221; yang ikut mengayomi perselisihan pemain. Walau Pak Sumardji Manajer Bhayangkara FC Presisi.</p>



<p>Yang tidak disadari oleh Bhayangkara FC dan Pak Sumardji adalah tuduhan rasis itu tuduhan yang sangat berat, bukan main-main dan bisa merugikan nama baik seseorang.</p>



<p>Maka wajar jika Marc Klok, keluarganya, klub dan Bobotoh bereaksi keras terhadap tuduhan ini. Itu bahaya dan terancam pidana.</p>



<p>Marc Klok mengatakan bahwa Pak Sumardji sebagai manager Bhayangkara FC terus menyebut Marc Klok &#8220;rasis&#8221;. Padahal disisi lain Pak Sumardji tidak berada di tempat kejadian, Marc Klok pun angkat bicara:</p>



<p>&#8220;la mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka (Bhayangkara FC), yang memiliki hubungan baik dengan saya.&#8221;</p>



<p>&#8220;Namun, manager mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan.&#8221;</p>



<p>Hingga kini belum di ketahui siapa yang inisiatif untuk mengeluarkan statement dari pihak official Bhayangkara FC yang mengatakan Marc Klok rasis kepada pemainnya.</p>



<p>Disisi lain pemain Persib Bandung tersebut meminta pihak Bhayangkara FC untuk membuat permohonan maaf di karenakan Marc Klok merasa namanya di rugikan dari statement pihak Bhayangkara FC tersebut. ●<strong>Redaksi/***</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/wahai-pak-sumardji-kenapa-bapak-ikut-ikutan-konflik-pemain-bhayangkara-vs-persib/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mental Pemain Super Leaque Menjijikan, Karakter Wahyu Subo Seto Memalukan</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/mental-pemain-super-leaque-menjijikan-karakter-wahyu-subo-seto-memalukan/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/mental-pemain-super-leaque-menjijikan-karakter-wahyu-subo-seto-memalukan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 09:52:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara FC]]></category>
		<category><![CDATA[bobotoh persib]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Persib Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=87159</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Mental pemain&#8211;pemain Super Leaque makin mengkhawatirkan disebabkan tidak mau menerima kekalahan klubnya. Seperti dilakukan pemain klub Bhayangkara FC Wahyu Subo Seto bersitegang dengan Mark Klok usai laga antara Persib Bandung Vs Bhayangkara FC, Kamis 30 April 2026. Ketegangan laga Bhayangkara FC melawan Persib Bandung tak hanya terjadi di dalam lapangan, tapi juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Mental pemain&#8211;pemain Super Leaque makin mengkhawatirkan disebabkan tidak mau menerima kekalahan klubnya. Seperti dilakukan pemain klub Bhayangkara FC Wahyu Subo Seto bersitegang dengan Mark Klok usai laga antara Persib Bandung Vs Bhayangkara FC, Kamis 30 April 2026.</p>



<p>Ketegangan laga Bhayangkara FC melawan Persib Bandung tak hanya terjadi di dalam lapangan, tapi juga meluap hingga ke koridor menuju ruang ganti saat jeda babak pertama.</p>



<p>Tidak ada angin tidak api, tiba-tiba situasi berubah saat jeda babak pertama, menjadi arena konfrontasi menegangkan dan pertengkaran emosional yang sangat lucu.</p>



<p>Suasana semakin memuncak saat Wahyu terlihat mendorong gelandang Persib Mark Klok. Namun justru menjadi bukti nyata betapa kuatnya ikatan di antara para pemain Persib. Pemain Persib melerai tapi Wahyu makin emosi.</p>



<p>Artinya mental pemain tak mau kalah kian terlihat bahwa pemain-pemain lokal tak mau menerima kekalahan. Ia hanya mau menang. Lucu memang!.</p>



<p>PSSI segera merombak aturan keras kepada pemain-pemain, yang katanya profesional, dibayar mahal tetapi etika dan emosinya menjijikan. ●<strong>Redaksi/HT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/mental-pemain-super-leaque-menjijikan-karakter-wahyu-subo-seto-memalukan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menuju 96 Tahun PSSI, Pengetatan Sanksi Hukuman Pemain, Wasit dan Klub Agar Lebih Ketat</title>
		<link>https://harianpelita.id/pelitahati/menuju-96-tahun-pssi-pengetatan-sanksi-hukuman-pemain-wasit-dan-klub-agar-lebih-ketat/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/pelitahati/menuju-96-tahun-pssi-pengetatan-sanksi-hukuman-pemain-wasit-dan-klub-agar-lebih-ketat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 00:22:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86642</guid>

					<description><![CDATA[MENUJU 96 tahun Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) wajib berbenah kembali pada sistem regulasi pengetatan hukum pemain, wasit dan klub. Nama julukan keren Super Leaque pada guliran putaran laga 2025/2026 masih banyak tercoreng oleh ketidakadilan wasit dan petugas VAR. Sehingga menimbulkan kecaman. Berbagai peristiwa tidak mengenakkan tergambar pada Liga 1, 2, 3 dan 4. Profesionalitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p>MENUJU 96 tahun Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) wajib berbenah kembali pada sistem regulasi pengetatan hukum pemain, wasit dan klub.</p>



<p>Nama julukan keren Super Leaque pada guliran putaran laga 2025/2026 masih banyak tercoreng oleh ketidakadilan wasit dan petugas VAR. Sehingga menimbulkan kecaman.</p>



<p>Berbagai peristiwa tidak mengenakkan tergambar pada Liga 1, 2, 3 dan 4. Profesionalitas pemain belum cukup memadai memiliki mental profesional serta tak memiliki adab dan etika.</p>



<p>Paling tidak pada lanjutan Super Leaque 2026/2027 mendatang PSSI wajib mempersiapkan sistem regulasi ketat guna meningkatkan kualitas di setiap laga tanpa mengurangi kuantitas.</p>



<p>Sorotan paling rawan adalah wasit. Wasit sebagai pengawas pertandingan kerap bertindak tidak adil, sehingga memunculkan tudingan dan kecaman masyarakat pencinta sepakbola nasional.</p>



<p>Wasit yang kontroversial dalam pertandingan Persib Bandung baru-baru ini. Pertandingan antara Persib Bandung vs Dewa United pada 20 April 2026 di Stadion Internasional Banten menjadi sorotan karena adanya gol kontroversial yang mempengaruhi hasil pertandingan.</p>



<p>Sering juga kita melihat jajaran kepelatihan memasuki garis terlarang lapangan kemudian membentak-bentak wasit dan panitia pertandingan sehingga menimbulkan provokasi memicu emosi suporter.</p>



<p>Bahkan pemain pun saat mendapatkan kartu kuning atau merah, pemain mendorong-dorong wasit memprotes keputusan wasit yang sudah final. Artinya pemain tidak taat pada aturan berlaku. Ini kan terlihat lucu, ketika wasit sudah keputusannya, pemain tak menerima keputusan wasit.</p>



<p>Peristiwa terbaru yang sangat memalukan di EPA U-20, pemain Alberto Henga secara membabi buta melakukan tendangan kungfu ke seorang pemain. Anehnya lagi pelatih juga ikut-ikutan emosional &#8220;mengompori&#8221; pemainnya.</p>



<p>Bahkan Asisten pelatih sekaligus Direktur Akademi Dewa United Firman Utina mengunggah detik-detik pelatih kiper Bhayangkara FC U-20 yang justru ikut dalam keributan. Menurutnya, Ferdiansyah sama sekali tidak mencerminkan seorang pelatih.</p>



<p>Artinya apa, pemicu keributan yang kerap terjadi karena kurangnya pemahaman regulasi ketat dari PSSI, baik Komisi Wasit dan Komisi Disiplin.</p>



<p>Kita cuma bilang bahwa PSSI kembali menata ulang aturan dan sanksi ketat bagi pemain, wasit dan pelatih agar wajib menjungjung tinggi sportifitas.</p>



<p>Jujur saja, kenapa masyarakat kurang berminat menonton pertandingan Super Leaque atau liga-liga lainnya karena mereka merasa takut bila datang ke stadion. Pasti rusuh!.</p>



<p>Tulisan ini sengaja saya bikin sederhana.Karena betapa pentingnya sebuah pertandingan menjadi tontonan menarik tanpa ada keributan.</p>



<p>Termasuk pemain dan klub mau menerima kekalahan bila kalah. Klub maunya menang setiap pertandingan tak mau kalah. Kan kacau.</p>



<p>Mari kita berkaca pada liga luar negeri. Setiap pertandingan enak ditonton. Kualitas teknik dikedepankan, tanpa merusak jalannya pertandingan dengan niat melukai lawan!.</p>



<p>Menuju 96 tahun PSSI. Mari kita imbau PSSI untuk lebih memperketat aturan-aturan (regulasi) bagi pemain, wasit dan klub. Sehingga setiap laga kita tidak lagi melihat kegaduhan di lapangan ketika pertandingan berlangsung. Itu bos!. ******</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/pelitahati/menuju-96-tahun-pssi-pengetatan-sanksi-hukuman-pemain-wasit-dan-klub-agar-lebih-ketat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Firman Utina Kecam Aksi Penyerangan Pelatih EPA Bhayangkara, Pelatih Bukan Preman</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/firman-utina-kecam-aksi-penyerangan-pelatih-epa-bhayangkara-pelatih-bukan-preman/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/firman-utina-kecam-aksi-penyerangan-pelatih-epa-bhayangkara-pelatih-bukan-preman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 04:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86618</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Firman Utina, mantan pemain sepak bola Indonesia lewat IG-nya mengecam aksi penyerangan dilakukan pelatih EPA Bhayangkara. Berdasarkan informasi&#160; Firman Utina memiliki hubungan dengan Bhayangkara karena pernah bermain untuk klub tersebut pada tahun 2017-2018 dan juga menjadi asisten pelatih di Bhayangkara pada tahun 2018. Ini berarti Firman memiliki latar belakang dan pengalaman dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Firman Utina, mantan pemain sepak bola Indonesia lewat IG-nya mengecam aksi penyerangan dilakukan pelatih EPA Bhayangkara.</p>



<p>Berdasarkan informasi&nbsp; Firman Utina memiliki hubungan dengan Bhayangkara karena pernah bermain untuk klub tersebut pada tahun 2017-2018 dan juga menjadi asisten pelatih di Bhayangkara pada tahun 2018.</p>



<p>Ini berarti Firman memiliki latar belakang dan pengalaman dengan klub yang sama dengan EPA Bhayangkara, kemungkinan besar EPA adalah pelatih di Bhayangkara yang Firman kenal atau pernah bekerja sama.</p>



<p>Kalimat &#8220;kursus jangan tidur&#8221; dalam konteks pernyataan Firman Utina adalah sebuah sindiran atau ejekan terhadap pelatih EPA Bhayangkara.</p>



<p>Makna sebenarnya adalah bahwa pelatih tersebut dinilai perlu mengikuti kursus atau pelatihan untuk memperbaiki perilaku atau kemampuannya, bukan tidur-tidur saja.</p>



<p>&#8220;Saya tidak setuju ada pelatih yang tidak ngerti adab dan etika. Sebaiknya hukum seumur hidup saja. Pelatih itu bukan preman,&#8221; tegas Firman Utina.</p>



<p>Reaksi penggemar terhadap insiden antara Firman Utina dan pelatih EPA Bhayangkara cukup beragam. Beberapa penggemar terlihat mendukung pernyataan Firman Utina yang mengecam aksi penyerangan yang dilakukan oleh pelatih tersebut.</p>



<p>Mereka menilai bahwa tindakan kekerasan bukanlah solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah. ●Redaksi/ES</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/firman-utina-kecam-aksi-penyerangan-pelatih-epa-bhayangkara-pelatih-bukan-preman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelaku Tendangan &#8220;Kungfu&#8221; Sepakbola U-20 Sebaiknya Dihukum Seumur Hidup</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/pelaku-tendangan-kungfu-sepakbola-u-20-sebaiknya-dihukum-seumur-hidup/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/pelaku-tendangan-kungfu-sepakbola-u-20-sebaiknya-dihukum-seumur-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 03:03:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86609</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Aksi kungfu disesalkan di sepakbola Indonesia. Asi tendangan kungfu yang viral, Pemain Bhayangkara Alberto Henga terlebih dahulu melakukan tendangan ke pemain Dewa United (Mohamad Ridwan) di area bench. Tak hanya Alberto. Ada beberapa pemain lainnya dan juga satu Pelatih Kiper yang terlibat. Seperti Alberto, Ahmad Catur Prasetyo, Aqilah Lissunnah dan Ferdiansyah (Pelatih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Aksi kungfu disesalkan di sepakbola Indonesia. Asi tendangan kungfu yang viral, Pemain Bhayangkara Alberto Henga terlebih dahulu melakukan tendangan ke pemain Dewa United (Mohamad Ridwan) di area bench.</p>



<p>Tak hanya Alberto. Ada beberapa pemain lainnya dan juga satu Pelatih Kiper yang terlibat. Seperti Alberto, Ahmad Catur Prasetyo, Aqilah Lissunnah dan Ferdiansyah (Pelatih Kiper Bhayangkara U-20).</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="653" height="490" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000129266.jpg" alt="" class="wp-image-86611" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000129266.jpg 653w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000129266-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /></figure>



<p>Mereka pantas dihukum seumur hidup di.lingkungan sepakbola PSSI, tindakan mereka mempermalukan aturan sepakbola modern.</p>



<p>PSSI wajib mengambil tindakan hukuman setimpal dengan perbuatan pelaku. Suporter Indonesia mendesak pemain-pemain yang terlibat sebaiknya tak lagi berada di sepakbola nasional.</p>



<p>&#8220;Sebaiknya mereka pelaku itu tak lagi berada di sepakbola Indonesia. Kita harus mendidik mental pemain muda beradab. Jangan nanti kelakuan seperti itu diikuti pemain lain,&#8221; tegas pemain lain. ●<strong>Redaksi/HP</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/pelaku-tendangan-kungfu-sepakbola-u-20-sebaiknya-dihukum-seumur-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PSSI Awards 2026: Maarten Paez, Jay Idzes, Emil Audero dan Rizki Ridho Raih Penghargaan</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/pssi-awards-202-maarten-paez-jay-idzes-emil-audero-dan-rizki-ridho-raih-penghargaan/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/pssi-awards-202-maarten-paez-jay-idzes-emil-audero-dan-rizki-ridho-raih-penghargaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 14:52:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timmas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85816</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Jay Idzes meraih penghargaan Player Of The Year 2026 dan Maarten Paes meraih gelar Kelme Indonesia men&#8217;s goalkeeper of the Year dalam PSSI Awards 2026 pada hari Sabtu (28/3/2026) termasuk pemain Persija Rizki Ridho juga menerima penghargaan. Maarten Paes yang saat ini bermain untuk Ajax Amsterdam mengalahkan beberapa nomine, seperti Emil Audero, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Jay Idzes meraih penghargaan Player Of The Year 2026 dan Maarten Paes meraih gelar Kelme Indonesia men&#8217;s goalkeeper of the Year dalam PSSI Awards 2026 pada hari Sabtu (28/3/2026) termasuk pemain Persija Rizki Ridho juga menerima penghargaan.</p>



<p>Maarten Paes yang saat ini bermain untuk Ajax Amsterdam mengalahkan beberapa nomine, seperti Emil Audero, Ernando Ari, Nadeo Argawinata, dan Teja Paku Alam.</p>



<p>Jay Idzes mengucapkan terimakasih kepada PSSI, rekan-rekannya, staff kepelatihan dan fans yang selalu mendukungnya.</p>



<p>&#8220;Saya sangat bersyukur dan saya ingin memberi selamat kepada kiper-kiper lain untuk kerja keras luar biasa mereka tahun ini,&#8221; kata Paes setelah upacara pemberian penghargaan.</p>



<p>&#8220;Mari biarkan Garuda terbang tinggi bersama-sama dengan semangat kebersamaan dan tetap bersemangat,&#8221; lanjut kiper Ajax Amsterdam itu.</p>



<p>Sementara itu kiper&nbsp;Timnas Indonesia Emil Audero memberikan komentar berkelas setelah dirinya meraih penghargaan Penyelamatan Terbaik atau Save of the Year dalam&nbsp;PSSI Awards&nbsp;2026.</p>



<p>Emil mengaku hal ini membuatnya semakin bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).</p>



<p>PSSI Awards 2026. Acara tersebut digelar di Studio 6 Emtek City, Jakarta pada Sabtu (28/3/2026). PSSI Awards sebagai penghargaan tertinggi sepak bola nasional untuk pertama kalinya digelar dalam 95 tahun.</p>



<p><strong><em>Susunan pesepakbola meraih penghargaan</em></strong>:</p>



<p>● Main Awards</p>



<p>●Men’s Player of the Year<br>●Jay Idzes</p>



<p>●Women’s Player of the Year<br>● Shafira Ika</p>



<p>Men’s Goalkeeper of the Year<br>●Maarten Paes</p>



<p>●Women’s Goalkeeper of the Year<br>● Irish de Rouw</p>



<p>●Men’s Young Player of the Year<br>● Marselino Ferdinand</p>



<p>● Women’s Young Player of the Year<br>● Claudia Scheneumann</p>



<p>● MATCH HIGHLIGHTS AWARDS<br>● Goal of the Year<br>●Rizki Ridho (Persija vs Arema)</p>



<p>●Assist of the Year<br>● Yance Sayuri (Persis vs Malut United)</p>



<p>● Save of the Year<br>●Emil Audero (Indonesia vs China). ●<strong>Redaksi</strong>/HP</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/pssi-awards-202-maarten-paez-jay-idzes-emil-audero-dan-rizki-ridho-raih-penghargaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mantan Pemain Madura United Peter Odemwingie Bongkar Kerasnya Liga Indonesia &#8220;Bunuh&#8221; Karir Pemain Asing</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/mantan-pemain-madura-united-peter-odemwingie-bongkar-kerasnya-liga-indonesia-bunuh-karir-pemain-asing/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/mantan-pemain-madura-united-peter-odemwingie-bongkar-kerasnya-liga-indonesia-bunuh-karir-pemain-asing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 05:20:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[bobotoh persib]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Liga 1 Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pencinta Bola]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Super Leaque]]></category>
		<category><![CDATA[Suporter Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83697</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Mantan pemain Madura United dan bintang Premier League West Brom Peter Odemwingie membongkar kekasaran pemain yang berlaga di Super Leaque (Liga 1 Indonesia-Red) menjadi momok menakutkan baginya. Menurut Peter Odemwingie, setelah mengarungi kompetisi panjang Liga Indonesia, ia&#160; menorehkan 15 gol dalam 23 laga selama bergabung dengan Madura United. Saking takutnya, Peter Odemwingie [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Mantan pemain Madura United dan bintang Premier League West Brom Peter Odemwingie membongkar kekasaran pemain yang berlaga di Super Leaque (Liga 1 Indonesia-Red) menjadi momok menakutkan baginya.</p>



<p>Menurut Peter Odemwingie, setelah mengarungi kompetisi panjang Liga Indonesia, ia&nbsp; menorehkan 15 gol dalam 23 laga selama bergabung dengan Madura United.</p>



<p>Saking takutnya, Peter Odemwingie hanya bertahan satu tahun di Madura United karena ia berpikir bila bertahan akan hancur karirnya di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Saya pergi dari Indonesia karena permainan pemain Indonesia sangat kasar dan suka mencederai lawan. Saya sangat kesal dan menakutkan bila saya bertahan,&#8221; tegas Peter Odemwingie kepada media Inggris.</p>



<p>Sehingga kenapa pemain kelas dunia cuma bertahan seumur jagung di Indonesia. Jawabannya ada pada kisah Peter Odemwingie.</p>



<p>Datang dengan status bintang Premier League sempat bikin publik Madura United jatuh cinta. Apalagi 23 laga dimainkan berbuah 15 gol pada waktu itu.</p>



<p>Di atas lapangan, Odemwingie terlihat sangat dominan dan terlalu berkelas. Namun kenyamanan itu runtuh bukan karena fasilitas atau gaji, melainkan karena &#8216;hantaman&#8217; di lapangan.</p>



<p><br>Momen saat ia ditekel keras oleh Indra Kahfi dalam laga melawan Bhayangkara FC menjadi titik balik. Odemwingie tersadar bahwa di sini, talenta besar bisa berakhir seketika karena permainan yang kelewat kasar.</p>



<p>​Satu musim sudah cukup baginya.<br>Ia pergi dengan pesan tersirat: di Liga Indonesia, skill saja tidak cukup untuk bertahan hidup. &#8220;Kamu harus siap dengan risiko cedera yang mengancam karier.&#8221;</p>



<p>Artinya PSSI wajib merubah aturan di Super Leaque dengan ketat dan tanpa kompromi dan banding. Bahkan anehnya, staf kepelatihan di pinggir lapangan pun bisa memprotes membabi buta kepada wasit dan asisten wasit. ●<strong>Redaksi/CR/HP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/mantan-pemain-madura-united-peter-odemwingie-bongkar-kerasnya-liga-indonesia-bunuh-karir-pemain-asing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
