<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film Cinta &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/tag/film-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 17:49:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Film &#8220;Dalam Sujudku&#8221; Kisah Nyata Rumah Tangga Penuh Air Mata dan Kekuatan Doa</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 17:49:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86242</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212;  Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati. Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat. Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong> Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati.</p>



<p>Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat.</p>



<p>Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai persoalan hidup.</p>



<p>Tak sekadar drama, “Dalam Sujudku” menghadirkan pesan mendalam tentang kekuatan doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="457" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg" alt="" class="wp-image-86244" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-300x134.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-768x343.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1536x685.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Disutradarai oleh Rico Michael dan diproduseri Donnie Syech, film ini menggambarkan bagaimana konflik rumah tangga dapat menjadi jalan menuju pencarian makna spiritual yang lebih dalam.</p>



<p>Selain Marcell Darwin, film ini juga diperkuat oleh jajaran pemain seperti Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode, hingga Dominique Sanda. Mereka menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, memperkuat pesan moral dalam cerita</p>



<p>Sutradara Rico Michael menegaskan bahwa film ini bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi kehidupan bagi siapa pun yang tengah berada di titik terendah.</p>



<p>“Film ini kami hadirkan sebagai refleksi bahwa harapan selalu ada, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,” ujarnya.</p>



<p>Ia menambahkan, pesan utama film ini terletak pada kekuatan memaafkan dan berserah diri melalui doa.<br>“Ketika kita benar-benar pasrah, di situlah kita belajar makna sujud yang sesungguhnya,” jelas Rico.</p>



<p>Denis Adhiswara mengaku mendapatkan tantangan baru saat memerankan sosok ustaz, berbeda dari karakter yang biasa ia mainkan.</p>



<p>“Saya harus menyampaikan pesan sebagai ustaz, bukan hanya di film, tapi juga agar sampai ke penonton,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Vinessa Inez yang memerankan Aisyah mengaku mendapat pengalaman emosional mendalam dari karakter yang penuh kesabaran dan keyakinan.</p>



<p>Di sisi lain, Naura Hakim menghadirkan karakter dengan konflik kompleks.<br>“Saya ingin menampilkan sisi manusiawi, bukan sekadar antagonis,” ujarnya.</p>



<p>Karakter pendukung juga memberi warna tersendiri. Ryuka tampil sebagai sahabat yang hangat, sementara Chika Waode menghadirkan nuansa segar sebagai karakter ‘tukang gosip’ yang dekat dengan realitas sosial.</p>



<p>OST “Titipan Ilahi” Perkuat Nuansa Spiritual</p>



<p>Kekuatan film ini juga didukung oleh original soundtrack (OST) berjudul “Titipan Ilahi” yang dinyanyikan Evelyn Wijaya. Lagu ini diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ardit Erwandha Totalitas Perankan Arga di Film &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221; Tangis Pecah Usai Syuting</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/ardit-erwandha-totalitas-perankan-arga-di-film-tunggu-aku-sukses-nanti-tangis-pecah-usai-syuting/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/ardit-erwandha-totalitas-perankan-arga-di-film-tunggu-aku-sukses-nanti-tangis-pecah-usai-syuting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 23:11:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85062</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Ardit Erwandha menunjukkan totalitas akting emosional saat didapuk menjadi pemeran utama dalam film &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221; Film garapan sutradara Naya Anindita tersebut, Ardit memerankan karakter Arga — sosok pemuda yang berjuang menaklukkan kerasnya kehidupan demi meraih masa depan yang lebih baik. Peran yang sarat emosi itu rupanya meninggalkan jejak mendalam bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Ardit Erwandha menunjukkan totalitas akting emosional saat didapuk menjadi pemeran utama dalam film &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221;</p>



<p>Film garapan sutradara Naya Anindita tersebut, Ardit memerankan karakter Arga — sosok pemuda yang berjuang menaklukkan kerasnya kehidupan demi meraih masa depan yang lebih baik.</p>



<p>Peran yang sarat emosi itu rupanya meninggalkan jejak mendalam bagi Ardit. Ia mengaku sempat tak kuasa menahan tangis setelah proses syuting rampung.</p>



<p>Tekanan emosional selama produksi membuatnya merasa keluar dari zona nyaman, namun sekaligus memberi pengalaman batin yang kuat sebagai seorang aktor.</p>



<p>“Setelah wrap syuting saya sempat melipir sendiri terus nangis, lalu ditenangkan oleh Naya. Dengan segala beban syuting yang di luar comfort zone saya, akhirnya bisa diselesaikan,” ujar Ardit usai press screening film di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (9/3/2026).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="767" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-85064" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-1024x767.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-1536x1151.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/03/1000107955-2048x1535.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Bagi Ardit, film ini bukan sekadar proyek akting, melainkan perjalanan reflektif yang memberinya banyak pelajaran hidup. Ia merasakan kedekatan emosional yang begitu kuat dengan karakter Arga, hingga sulit memisahkan antara peran di layar dan realitas hidupnya sendiri.</p>



<p>“Bukan Arga yang belajar dari Ardit, tapi Ardit yang belajar banyak dari Arga, terutama bagaimana memvalidasi perasaan,” tuturnya.</p>



<p>Menariknya, kisah perjuangan Arga dalam film ternyata memiliki kemiripan dengan perjalanan hidup Ardit di dunia nyata. Jauh sebelum dikenal sebagai aktor, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan sederhana demi bertahan hidup dan mengejar impian.</p>



<p>Ardit mengenang masa-masa ketika harus berangkat sejak subuh menggunakan transportasi umum, membagikan brosur di jalanan, hingga menghadapi tekanan finansial yang sempat memengaruhi kehidupan pribadinya.</p>



<p>“Naik transum subuh-subuh, bagi-bagi brosur, muka kucel lecek, pernah diputusin karena nggak punya duit,” ungkapnya jujur.</p>



<p>Melalui &#8220;Tunggu Aku Sukses Nanti&#8221;, Ardit berharap penonton dapat memetik pesan tentang pentingnya ketekunan, keberanian bermimpi, serta ketulusan menerima proses kehidupan. Ia menekankan bahwa ambisi adalah hal yang wajar, selama tidak berubah menjadi rasa iri terhadap pencapaian orang lain.</p>



<p>Film ini menghadirkan potret perjuangan yang dekat dengan realitas generasi muda — tentang jatuh bangun, harapan, serta keyakinan bahwa kerja keras pada akhirnya akan menemukan jalannya menuju keberhasilan. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/ardit-erwandha-totalitas-perankan-arga-di-film-tunggu-aku-sukses-nanti-tangis-pecah-usai-syuting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” Siap Teror Bioskop 29 Januari 2026</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 08:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Sensor Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83269</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA JAKARTA &#8212; Film horor romance “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” produksi Heart Pictures siap mengguncang layar bioskop Tanah Air mulai 29 Januari 2026. Mengusung kisah nyata, film ini memadukan horor khas Korea Selatan dengan mitos urban Indonesia, dibalut drama romantis cinta segitiga emosional dan penuh misteri. Sebagai film perdana Heart Pictures, “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” digarap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA JAKARTA &#8212; </strong>Film horor romance “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” produksi Heart Pictures siap mengguncang layar bioskop Tanah Air mulai 29 Januari 2026.</p>



<p>Mengusung kisah nyata, film ini memadukan horor khas Korea Selatan dengan mitos urban Indonesia, dibalut drama romantis cinta segitiga emosional dan penuh misteri.</p>



<p>Sebagai film perdana Heart Pictures, “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” digarap oleh dua sutradara, Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, dengan jajaran pemain lintas negara.</p>



<p>Film ini dibintangi Saskia Chadwick dan Cinta Brian, serta menghadirkan aktor Korea Selatan Kim Geba dan Kim Seoyoung. Tak hanya itu, film ini juga menjadi debut layar lebar kreator digital asal Korea Selatan, Bung Korea.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="767" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-83271" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-1024x767.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-768x575.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767.jpg 1399w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Cerita berfokus pada Tania (Saskia Chadwick), mahasiswi asal Indonesia yang melanjutkan studi di Korea Selatan. Kehidupan Tania berubah drastis ketika ia berinteraksi dengan arwah penasaran bernama Min Yong (Kim Seoyoung). Sejak saat itu, teror supranatural mulai menghantuinya, menghadirkan gangguan misterius yang semakin membahayakan nyawanya.</p>



<p>Dalam upaya mengungkap kebenaran di balik tragedi Min Yong, Tania mendapat bantuan dari Dr. Park Min Jae (Kim Geba), seorang dokter yang diam-diam menaruh perasaan padanya. Namun konflik semakin kompleks dengan kemunculan Dion (Cinta Brian), pria misterius dengan masa lalu kelam yang terjebak dalam pusaran horor dan konflik emosional.</p>



<p>Tak hanya mengandalkan jumpscare, film ini membangun ketegangan secara perlahan dan konsisten. Atmosfer dingin horor Korea dipadukan dengan kepercayaan mistis yang akrab bagi penonton Indonesia, menciptakan rasa takut yang lebih dekat dan membekas. Sementara itu, drama cinta segitiga menjadi lapisan emosional yang memperdalam konflik batin para karakter.</p>



<p>Seluruh proses produksi dilakukan langsung di Korea Selatan, memanfaatkan berbagai lokasi ikonik yang memperkuat nuansa misterius dan visual sinematik. Kehadiran aktor Korea Selatan memberi sentuhan autentik yang jarang ditemui dalam film horor Indonesia. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Macam Betool Aja” Kisah Gila EO Freelance, Cinta Lama dan Pernikahan Mewah Disabotase</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 14:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=82908</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film layar lebar berjudul “Macam Betool Aja”, sebuah film komedi romantis Indonesia 2026 mengangkat kisah nekat tiga sahabat Event Organizer (EO) terjebak antara cinta lama, persahabatan, dan godaan cuan besar. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 12 Februari 2026, tepat menjelang Valentine. Mengambil latar dunia EO freelance penuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film layar lebar berjudul “Macam Betool Aja”, sebuah film komedi romantis Indonesia 2026 mengangkat kisah nekat tiga sahabat Event Organizer (EO) terjebak antara cinta lama, persahabatan, dan godaan cuan besar.</p>



<p>Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 12 Februari 2026, tepat menjelang Valentine.</p>



<p>Mengambil latar dunia EO freelance penuh dinamika, film ini menyuguhkan cerita segar tentang perjuangan anak muda merintis mimpi dari nol—dibalut komedi situasi, konflik emosional, dan romansa yang tak terduga.</p>



<p>Cing Kyatt, selaku Executive Producer, menegaskan bahwa “Macam Betool Aja” lahir dari realitas yang sangat dekat dengan generasi kreatif saat ini.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1014" data-id="82910" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-1024x1014.jpg" alt="" class="wp-image-82910" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-1024x1014.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-300x297.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-150x150.jpg 150w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-768x760.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-75x75.jpg 75w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p>“Kami ingin menghadirkan film yang jujur, dekat dengan keseharian anak muda—freelancer yang jatuh bangun membangun usaha, namun tetap memberi ruang bagi cinta dan persahabatan.</p>



<p>Film ini adalah persembahan untuk para pejuang kreatif Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>●<strong>Sinopsis</strong><br>Film ini mengisahkan Alung, Igor, dan Ujay, tiga sahabat yang membentuk AIU-EO, tim EO freelance bermarkas di ruko sederhana milik keluarga Alung dekat pasar.</p>



<p>Kesempatan emas datang ketika mereka dipercaya menggarap pesta pernikahan super mewah milik Udin, pengusaha tajir melintir.</p>



<p>Namun segalanya berubah saat Igor menyadari calon pengantin wanita adalah Sofia, sahabat masa SMP yang menyimpan kisah cinta lama. Konflik memuncak ketika Sofia meminta Igor dan tim AIU-EO untuk diam-diam menggagalkan pernikahan tersebut.</p>



<p>Terjebak dalam misi rahasia, ketiganya harus memilih: mengejar keuntungan besar atau setia pada suara hati. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Tukar Takdir: Nicholas Saputra Terjebak Rasa Bersalah di Antara Duka Marsha Timothy dan Adhisty Zara</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tukar-takdir-nicholas-saputra-terjebak-rasa-bersalah-di-antara-duka-marsha-timothy-dan-adhisty-zara/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tukar-takdir-nicholas-saputra-terjebak-rasa-bersalah-di-antara-duka-marsha-timothy-dan-adhisty-zara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 04:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film Perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=78278</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Sutradara kenamaan Mouly Surya kembali menghadirkan karya terbaru berjudul Tukar Takdir, sebuah drama petaka pesawat diproduksi Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025, sekaligus terpilih menjadi bagian dari Asian Contents &#38; Film Market (ACFM) dalam rangkaian Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Menjelang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Sutradara kenamaan Mouly Surya kembali menghadirkan karya terbaru berjudul Tukar Takdir, sebuah drama petaka pesawat diproduksi Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures.</p>



<p>Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025, sekaligus terpilih menjadi bagian dari Asian Contents &amp; Film Market (ACFM) dalam rangkaian Busan International Film Festival (BIFF) 2025.</p>



<p>Menjelang penayangannya, Tukar Takdir resmi merilis official trailer memperlihatkan kisah pilu Rawa (Nicholas Saputra), satu-satunya penumpang selamat dari jatuhnya pesawat Jakarta Airways 79.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-78280" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-1536x1152.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Luka fisik dan trauma mendalam membuat Rawa terjebak dalam perasaan bersalah. Hidupnya kian rumit saat ia harus berhadapan dengan Dita (Marsha Timothy), istri penumpang bertukar kursi dengannya, dan Zahra (Adhisty Zara), putri tunggal sang pilot.</p>



<p>Adaptasi dari Novel Valiant Budi<br>Film Tukar Takdir diadaptasi dari novel berjudul sama karya Valiant Budi (Vabyo). Mouly Surya mengemasnya menjadi sebuah drama emosional dengan latar tragedi pesawat, tema yang jarang diangkat dalam perfilman Indonesia.</p>



<p>Dibintangi Aktor-Aktris Terkenal Indonesia<br>Selain Nicholas Saputra, Marsha Timothy, dan Adhisty Zara, film ini juga menghadirkan deretan bintang besar, antara lain: Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Teddy Syach, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, hingga Revaldo.</p>



<p>Nicholas Saputra menegaskan film ini akan terasa dekat bagi penonton:<br>“Rawa adalah representasi dari orang yang berhadapan dengan musibah. Cerita ini sangat relate dengan kehidupan banyak orang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Marsha Timothy menambahkan: “Memerankan Dita menjadi pengalaman berat sekaligus menantang. Lewat film ini, saya belajar menghadapi ketakutan saya terhadap tragedi pesawat dengan cara masuk langsung ke dalam ceritanya.”</p>



<p>Ikut Ramaikan Busan International Film Festival 2025 Tukar Takdir juga dipastikan tampil di Asian Contents &amp; Film Market (ACFM) 2025 yang berlangsung pada 20–23 September 2025 di Busan, Korea Selatan. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tukar-takdir-nicholas-saputra-terjebak-rasa-bersalah-di-antara-duka-marsha-timothy-dan-adhisty-zara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Horor “Lintrik: Ilmu Pemikat” Angkat Kearifan Lokal Banyuwangi Tayang 11 September 2025</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-lintrik-ilmu-pemikat-angkat-kearifan-lokal-banyuwangi-tayang-11-september-2025/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-lintrik-ilmu-pemikat-angkat-kearifan-lokal-banyuwangi-tayang-11-september-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 19:27:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=77752</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film horor terbaru berjudul “Lintrik: Ilmu Pemikat”, karya kolaborasi Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film. Film ini menghadirkan nuansa berbeda dari film horor pada umumnya dengan mengangkat kearifan lokal budaya Banyuwangi, lengkap dengan bahasa, tradisi, hingga lokasi syuting yang autentik.Ide pembuatan Lintrik lahir pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film horor terbaru berjudul “Lintrik: Ilmu Pemikat”, karya kolaborasi Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film.</p>



<p>Film ini menghadirkan nuansa berbeda dari film horor pada umumnya dengan mengangkat kearifan lokal budaya Banyuwangi, lengkap dengan bahasa, tradisi, hingga lokasi syuting yang autentik.<br>Ide pembuatan Lintrik lahir pada akhir 2022, saat produser Asye Siregar diperlihatkan film pendek Lintrik – Janakim Series karya komunitas film Banyuwangi.</p>



<p>Melihat potensinya, pihak Prama Gatra Film kemudian menggandeng komunitas tersebut untuk terlibat langsung dalam produksi film layar lebar ini, sekaligus menjadi konsultan budaya dalam penyusunan skenario.</p>



<p>●Kisah horor<br>“Lintrik” mengisahkan tentang ilmu pemikat atau pelet khas Jawa kuno yang hanya bisa dilakukan oleh seorang dukun wanita melalui ritual tertentu. Berbeda dengan pelet biasa, lintrik memiliki daya tarik kuat, bahkan mampu memikat seseorang meski berada di luar negeri, namun hanya bersifat sementara.</p>



<p>Film ini menyoroti tokoh Sari, seorang perempuan yang berusaha meraih kehidupan ideal dengan “melintrik” cinta pertamanya yang kini sudah beristri. Dari ambisinya inilah, Sari terseret dalam konspirasi besar penuh misteri yang baru akan terjawab di akhir cerita.</p>



<p>Sebagian besar proses syuting dilakukan di Banyuwangi, dengan dukungan resmi Pemda setempat. Beberapa adegan bahkan mengambil latar Festival Banyuwangi.</p>



<p>Lokasi wisata ikonik seperti Hutan De Djawatan, Patung Terakota, hingga pantai-pantai indah juga turut ditampilkan.<br>Tak hanya itu, film Lintrik melibatkan seniman asli Banyuwangi seperti Mak Temu Misti, maestro tari Gandrung, dan seniman senior Mas Yon DD. Mereka menggunakan bahasa Osing, bahasa asli masyarakat Banyuwangi, untuk memperkuat nuansa lokal.</p>



<p>Lintrik juga dibintangi sejumlah artis nasional, di antaranya Donny Damara, Yatti Surachman, Meisya Amira, Karina Icha, Akbar Nasdar, Fannita Posumah, serta Teguh Ryder sebagai ustaz muda dengan karakter unik.</p>



<p>Film ini digarap oleh sutradara Irham Acho Bahtiar, yang sebelumnya dikenal melalui film komedi nasional seperti Epen Cupen the Movie dan Security Ugal-ugalan. Bersama Prama Gatra Film, ia juga pernah menyutradarai Horas Amang yang mengangkat budaya Batak. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-lintrik-ilmu-pemikat-angkat-kearifan-lokal-banyuwangi-tayang-11-september-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Lyora: Penantian Buah Hati” Film Pertama di Indonesia tentang Perjuangan IVF</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/lyora-penantian-buah-hati-film-pertama-di-indonesia-tentang-perjuangan-ivf/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/lyora-penantian-buah-hati-film-pertama-di-indonesia-tentang-perjuangan-ivf/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 03:33:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Filem]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=76887</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film drama keluarga “Lyora: Penantian Buah Hati”, karya terbaru dari sutradara Pritagita Arianegara tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 7 Agustus 2025. Film ini menjadi film Indonesia pertama yang mengangkat tema perjuangan program bayi tabung (IVF) dan harapan menjadi seorang ibu, menjadikannya sangat relevan dan menyentuh bagi banyak pasangan di Indonesia. Diproduksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film drama keluarga “Lyora: Penantian Buah Hati”, karya terbaru dari sutradara Pritagita Arianegara tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 7 Agustus 2025.</p>



<p>Film ini menjadi film Indonesia pertama yang mengangkat tema perjuangan program bayi tabung (IVF) dan harapan menjadi seorang ibu, menjadikannya sangat relevan dan menyentuh bagi banyak pasangan di Indonesia.</p>



<p>Diproduksi Jarasta Enterprise, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment, film Lyora sebelumnya telah menjalani roadshow special screening di berbagai kota besar seperti Solo, Makassar, Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Bekasi, dan Tangerang disambut hangat ratusan perempuan pejuang garis dua—sebutan bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan keturunan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/08/1000223449-768x1024.jpg" alt="" class="wp-image-76889" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/08/1000223449-768x1024.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/08/1000223449-225x300.jpg 225w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/08/1000223449-1152x1536.jpg 1152w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/08/1000223449.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure>



<p>Diadaptasi dari buku “Lyora: Keajaiban yang Dinanti” karya Fenty Effendy, film ini menghadirkan kisah Meutya (diperankan oleh Marsha Timothy) dan suaminya Fajrie (diperankan oleh Darius Sinathrya) dalam perjalanan penuh haru, jatuh bangun, dan keteguhan hati mengikuti berbagai program kehamilan, termasuk bayi tabung. Keduanya memperlihatkan emosi mendalam dan relasi yang kuat, menggambarkan realita yang sering kali tidak terlihat dalam masyarakat.</p>



<p>Film ini juga dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Widyawati, Olga Lidya, Hannah Al Rashid, Aimee Saras, Aryo Wahab, dan Ivanka Suwandi. Naskah film ditulis oleh Titien Wattimena dan Priska Amalia, berhasil menyentuh isu infertilitas secara empatik—isu yang selama ini jarang dibicarakan dan masih dianggap tabu.</p>



<p>Produser Virgie Baker menyampaikan bahwa film ini menjadi ruang untuk menyuarakan pengalaman banyak perempuan yang merasa tertekan karena belum memiliki anak.</p>



<p>“Lyora ingin mengajak masyarakat lebih berempati kepada perjuangan pasangan dalam menghadapi kenyataan yang tidak mudah,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Pritagita Arianegara menjelaskan bahwa melalui film ini, penonton diajak menyelami perjalanan emosional pasangan pejuang garis dua yang sering kali menjadi kisah sunyi.</p>



<p>Bagi Marsha Timothy, karakter Meutya adalah simbol kekuatan dan harapan. Sedangkan Darius Sinathrya menekankan pentingnya peran suami sebagai pendamping setia dalam situasi sulit. “Fajrie adalah gambaran suami siaga yang siap mendampingi dalam suka dan duka,” kata Darius.</p>



<p>Film ini diproduseri oleh Virgie Baker, Robert Ronny, dan Pandu Birantoro, serta produser eksekutif Januar R. Kusuma dan Andi Boediman. Lyora: Penantian Buah Hati juga mendapat dukungan dari RS Bunda, Morula IVF, Garuda Indonesia, dan Livin&#8217; by Mandiri sebagai official partner.</p>



<p>Jangan lewatkan film Lyora: Penantian Buah Hati yang menginspirasi, menyentuh, dan membuka mata tentang realita perjuangan mendapatkan keturunan. Saksikan di bioskop mulai 7 Agustus 2025. ●Redaksi/Satria</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/lyora-penantian-buah-hati-film-pertama-di-indonesia-tentang-perjuangan-ivf/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Doti Tumbal Ilmu Hitam” Eksplorasi Ilmu Hitam Sulawesi Balutan Horor Psikologis</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-doti-tumbal-ilmu-hitam-eksplorasi-ilmu-hitam-sulawesi-balutan-horor-psikologis/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-doti-tumbal-ilmu-hitam-eksplorasi-ilmu-hitam-sulawesi-balutan-horor-psikologis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 06:35:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film Perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=76607</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film horor terbaru berjudul “Doti Tumbal Ilmu Hitam” resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia. Disutradarai Bayu Pamungkas dan diproduksi Dream Picture bersama Ruang Visual Production, film ini menyuguhkan cerita mencekam terinspirasi dari praktik ilmu hitam khas Sulawesi dikenal dengan nama doti. Mengusung genre elevated horror Indonesia, film ini tidak hanya menampilkan teror [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film horor terbaru berjudul “Doti Tumbal Ilmu Hitam” resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia.</p>



<p>Disutradarai Bayu Pamungkas dan diproduksi Dream Picture bersama Ruang Visual Production, film ini menyuguhkan cerita mencekam terinspirasi dari praktik ilmu hitam khas Sulawesi dikenal dengan nama doti.</p>



<p>Mengusung genre elevated horror Indonesia, film ini tidak hanya menampilkan teror supranatural, tetapi juga membangun ketegangan melalui elemen psikologis dan konflik sosial.<br>Skenario ditulis oleh Kayla Maulida, dengan Yehezkiel Amir sebagai produser.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-76611" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-1536x1152.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>●<strong>Sinopsis</strong><br>Cerita berfokus pada Ikhsan (diperankan Ahmad Pule), seorang pemuda yang kembali ke kampung halaman di Desa Jonjo, Gowa, Sulawesi Selatan untuk menziarahi makam ayahnya, Daeng Rate (Jerry Wongiyanto). Ayahnya tewas secara misterius 15 tahun lalu karena dituduh sebagai dukun doti.</p>



<p>Namun kepulangan Ikhsan justru memicu kembali konflik lama. Ia berusaha mengajak warga kembali ke jalan agama dengan membangun mushola, tapi mendapat perlawanan dari Daeng Rewa (Billy Budjanger), seorang dukun sakti yang menyimpan dendam dan menggunakan ilmu hitam untuk menyerangnya.</p>



<p>Film ini juga dibintangi oleh Sri Herawati, Della Ogini, Anita Tanjung, serta aktor lokal lainnya. Seluruh proses syuting dilakukan langsung di Desa Jonjo, Parigi, wilayah yang dikenal dengan suasana mistis dan kearifan lokalnya.</p>



<p>●<strong>Kritik dan apresiasi</strong><br>Meski mengangkat tema lokal yang unik dan jarang diangkat ke layar lebar, Doti Tumbal Ilmu Hitam mendapatkan respons beragam. Beberapa kritik diarahkan pada kelemahan dramaturgi dan penokohan yang kurang tergarap mendalam. Penjelasan mengenai praktik doti juga dinilai belum eksploratif.</p>



<p>Namun, akting Jerry Wongiyanto mendapat pujian karena berhasil menghadirkan karakter kuat dan emosional. Dari sisi teknis, sinematografi dan atmosfer desa berhasil menciptakan nuansa horor yang autentik.</p>



<p>“Doti Tumbal Ilmu Hitam” menjadi langkah berani dalam memperkenalkan kisah horor lokal dari luar Pulau Jawa. Di tengah dominasi cerita urban dan hantu-hantu populer, film ini menjadi angin segar sekaligus pengingat akan kekayaan budaya horor dari berbagai daerah di Indonesia. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-doti-tumbal-ilmu-hitam-eksplorasi-ilmu-hitam-sulawesi-balutan-horor-psikologis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film &#8220;Agape: The Unconditional Love&#8221; Kisah Mengharukan Cinta Tanpa Syarat</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-agape-the-unconditional-love-kisah-mengharukan-cinta-tanpa-syarat/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-agape-the-unconditional-love-kisah-mengharukan-cinta-tanpa-syarat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 06:41:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Agape]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=76331</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Industri film Tanah Air kembali diramaikan hadirnya drama menyentuh berjudul Agape: The Unconditional Love, produksi perdana dari rumah produksi HoLoFa Pictures. Film ini meluncurkan poster dan trailer perdananya dalam sebuah acara press conference eksklusif digelar di salah satu kafe ternama di Jakarta, Kamis (17/7/2025). Disutradarai Arie Azis dan ditulis penulis kawakan Titien [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Industri film Tanah Air kembali diramaikan hadirnya drama menyentuh berjudul Agape: The Unconditional Love, produksi perdana dari rumah produksi HoLoFa Pictures.</p>



<p>Film ini meluncurkan poster dan trailer perdananya dalam sebuah acara press conference eksklusif digelar di salah satu kafe ternama di Jakarta, Kamis (17/7/2025).</p>



<p>Disutradarai Arie Azis dan ditulis penulis kawakan Titien Wattimena bersama Beta Ingrid Ayu, Agape hadir sebagai film drama multiplot merangkai empat kisah penuh air mata, harapan, dan cinta tanpa syarat—semuanya bertemu dalam satu titik: sebuah rumah sakit.</p>



<p>Salah satu bintang utama film ini Maudy Koesnaedi mengungkapkan bahwa Agape bukan sekadar film tentang kesedihan, tetapi juga selebrasi atas kasih dalam berbagai bentuknya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000214964-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-76333" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000214964-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000214964-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000214964-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000214964-1536x1152.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000214964-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Kasih seorang ibu tidak hanya digambarkan lewat air mata, tapi juga lewat perjuangan, kelucuan kecil, dan momen-momen sehari-hari yang penuh makna,” ungkap Maudy.</p>



<p>Film berdurasi 105 menit ini menghadirkan jajaran pemain lintas generasi, mulai dari Sarah Beatrix, Pangeran Lantang, Meriam Bellina, Tyo Pakusadewo, Rania Putrisari, Maudy Wilhelmina, hingga Tutie Kirana, Dewi Yull, dan Dwi Yan.</p>



<p>●<strong>Resensi</strong><br>Cerita berpusat pada Kira, remaja penderita leukemia (diperankan oleh Sarah Beatrix), dan ibunya Sania (Maudy Koesnaedi) yang rela bekerja siang malam demi biaya pengobatan.</p>



<p>Sementara itu, kisah lain menggambarkan perjuangan Gino (Pangeran Lantang), kakak yang mengorbankan mimpinya demi sang adik, Gigi (Rania Putrisari) yang mengidap sakit jantung bawaan.</p>



<p>Di sisi lain, ada Daffa (Tanta Ginting), pemilik kafe flamboyan yang harus menghadapi gagal ginjal, serta Yosua (Tyo Pakusadewo), pria sinis yang perlahan berubah berkat cinta istrinya, Martha (Meriam Bellina).</p>



<p>Agape: The Unconditional Love dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada September 2025.</p>



<p>Film ini menawarkan lebih dari sekadar drama air mata—ia adalah ode untuk kasih yang tidak bersyarat, untuk orang-orang yang berjuang diam-diam, dan untuk mereka yang tetap mencinta meski dalam kehilangan. ●Redaksi/Satria</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-agape-the-unconditional-love-kisah-mengharukan-cinta-tanpa-syarat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
