<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film Horor &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/tag/film-horor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2026 02:36:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Film Horor “402: Rumah Sakit Angker Korea” Rilis Teaser Siap Teror Bioskop Juli 2026</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea-rilis-teaser-siap-teror-bioskop-juli-2026/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea-rilis-teaser-siap-teror-bioskop-juli-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 02:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86491</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; MD Pictures resmi merilis teaser trailer dan poster perdana film horor terbaru mereka, “402: Rumah Sakit Angker Korea”. Proyek ini menjadi salah satu rilisan paling ambisius tahun ini, sekaligus digadang-gadang sebagai penerus kesuksesan film-film horor populer setelah era Danur. Film ini merupakan adaptasi resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum, film Korea Selatan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>MD Pictures resmi merilis teaser trailer dan poster perdana film horor terbaru mereka, “402: Rumah Sakit Angker Korea”.</p>



<p>Proyek ini menjadi salah satu rilisan paling ambisius tahun ini, sekaligus digadang-gadang sebagai penerus kesuksesan film-film horor populer setelah era Danur.</p>



<p>Film ini merupakan adaptasi resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum, film Korea Selatan yang sempat mengguncang dunia perfilman horor pada 2018.</p>



<p>Acara peluncuran digelar di Jakarta dan dihadiri langsung oleh Manoj Punjabi selaku CEO &amp; Founder MD Entertainment, sutradara Anggy Umbara, penulis sekaligus produser kreatif Lele Laila, serta jajaran pemain seperti Arbani Yasiz, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil. Influencer Korea, Jang Han-Sol, turut menyapa melalui video khusus.</p>



<p>Sebagai informasi, film aslinya terinspirasi dari rumah sakit jiwa terbengkalai di Gwangju yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling angker di dunia. Versi Indonesia ini tidak sekadar remake, melainkan menghadirkan pendekatan cerita yang lebih relevan dengan era digital.</p>



<p>Kisahnya mengikuti empat YouTuber horor yang terobsesi mengejar 3 juta penonton melalui siaran live streaming. Demi ambisi tersebut, mereka nekat menjelajah rumah sakit angker di Korea.</p>



<p>Namun, aksi tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika gangguan supranatural mulai terjadi secara nyata—dan semuanya terekam kamera.</p>



<p>Manoj Punjabi menyebut film ini akan menghadirkan pengalaman baru dengan pendekatan yang lebih berani. Ia menekankan bahwa fenomena konten kreator menjadi elemen penting dalam membangun ketegangan.</p>



<p>Salah satu daya tarik utama film ini adalah transformasi Arbani Yasiz. Dikenal lewat peran protagonis yang lembut, kali ini ia tampil dengan karakter yang lebih kompleks, misterius, dan penuh sisi gelap.</p>



<p>Arbani mengungkapkan bahwa peran ini menjadi tantangan besar dalam kariernya. Karakternya tidak hanya menghadapi teror dari luar, tetapi juga menyimpan rahasia yang perlahan terungkap sepanjang film—membuat penonton terus bertanya-tanya tentang motif sebenarnya.</p>



<p>Teaser trailer yang dirilis memperlihatkan atmosfer mencekam dengan sentuhan visual yang intens.</p>



<p>Salah satu adegan paling mencuri perhatian adalah momen karakter Bara (diperankan Elang El Gibran) yang memasukkan tangannya ke dalam lubang gelap di sebuah peti mati—adegan yang menjadi reinterpretasi dari versi aslinya.</p>



<p>Dengan pendekatan found footage dan nuansa real-time, film ini menjanjikan pengalaman horor yang imersif dan menegangkan dari awal hingga akhir.</p>



<p>Film “402: Rumah Sakit Angker Korea” dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Dengan kombinasi cerita adaptasi ikonik, pendekatan modern, dan jajaran pemain muda, film ini berpotensi menjadi salah satu horor terbesar tahun ini. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-402-rumah-sakit-angker-korea-rilis-teaser-siap-teror-bioskop-juli-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setan Alas! (The Draft!) Bikin Gerah Industri Horor: Film Ini Sengaja “Menghina” Jumpscare?</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 21:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84066</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Gala Premiere film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026) sukses mencuri perhatian publik dan media. Bukan karena adegan kejut yang berisik, melainkan justru karena keberaniannya menabrak pakem horor mainstream selama ini identik dengan jumpscare. Disutradarai Yusron Fuadi mengaku bahwa Setan Alas (The Draft!) tampil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Gala Premiere film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026) sukses mencuri perhatian publik dan media.</p>



<p>Bukan karena adegan kejut yang berisik, melainkan justru karena keberaniannya menabrak pakem horor mainstream selama ini identik dengan jumpscare.</p>



<p>Disutradarai Yusron Fuadi mengaku bahwa Setan Alas (The Draft!) tampil sebagai antitesis film horor komersial. Alih-alih mengandalkan suara keras dan kejutan visual mendadak, film berdurasi 84 menit ini membangun ketegangan secara perlahan melalui atmosfer mencekam, dialog yang tajam, serta permainan psikologis yang memaksa penonton terlibat aktif dalam rasa takut itu sendiri.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="983" height="738" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222.jpg" alt="" class="wp-image-84068" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222.jpg 983w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222-768x577.jpg 768w" sizes="(max-width: 983px) 100vw, 983px" /></figure>



<p>“Sejak awal kami sadar film horor sangat identik dengan jumpscare. Tapi kami memilih berdiri di sisi sebaliknya—menantang kebiasaan itu dan mengajak penonton menikmati horor yang bekerja di pikiran, bukan hanya di refleks,” ujar Yusron Fuadi dalam konferensi pers usai gala premiere.</p>



<p>Film ini mengisahkan lima mahasiswa dengan latar belakang yang saling bertolak belakang yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan.</p>



<p>Ketika salah satu dari mereka tewas secara misterius, teror berkembang bukan dalam bentuk kejutan instan, melainkan akumulasi prasangka, konflik batin, dan cara manusia membangun ketakutan secara kolektif.</p>



<p>Deretan pemain seperti Adhin Abdul Hakim, Anastasya Herzigova, Haydar Salihz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, Ernanto Kusumo (alm.), hingga kemunculan tak terduga Hanung Bramantyo, menuai pujian karena mampu menjaga tensi cerita tanpa eksploitasi efek kejut yang lazim ditemukan dalam film horor arus utama.</p>



<p>Respons penonton gala premiere pun terbilang solid. Banyak yang menyebut Setan Alas! (The Draft!) sebagai horor yang “tidak memberi ruang untuk bernapas”, meski minim jumpscare. Diskusi pasca-pemutaran menguatkan kesan bahwa film ini meninggalkan rasa tidak nyaman yang bertahan lama—bukan karena terkejut, melainkan karena dipaksa berpikir. Keberanian film ini menolak arus utama sejalan dengan rekam jejak prestasinya.</p>



<p>Setan Alas! (The Draft!) sebelumnya meraih Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing di ajang JAFF Indonesian Screen Awards 2023, serta mendapat pujian dari kritikus film Hikmat Darmawan yang menyebutnya sebagai horor Indonesia yang segar dan penuh kejutan.</p>



<p>Di level internasional, film ini telah melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat, serta diputar di London dan Toronto sepanjang 2024. Respons penonton global pun positif, terutama terhadap keberaniannya “melawan pakem” horor konvensional.</p>



<p>Usai gala premiere, Setan Alas! (The Draft!) dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 Maret 2026. Film ini digadang-gadang menjadi penanda penting bahwa horor Indonesia tak melulu soal jumpscare—melainkan juga soal keberanian bercerita dan menggugah ketakutan yang lebih dalam. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” Siap Teror Bioskop 29 Januari 2026</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 08:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Sensor Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83269</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA JAKARTA &#8212; Film horor romance “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” produksi Heart Pictures siap mengguncang layar bioskop Tanah Air mulai 29 Januari 2026. Mengusung kisah nyata, film ini memadukan horor khas Korea Selatan dengan mitos urban Indonesia, dibalut drama romantis cinta segitiga emosional dan penuh misteri. Sebagai film perdana Heart Pictures, “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” digarap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA JAKARTA &#8212; </strong>Film horor romance “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” produksi Heart Pictures siap mengguncang layar bioskop Tanah Air mulai 29 Januari 2026.</p>



<p>Mengusung kisah nyata, film ini memadukan horor khas Korea Selatan dengan mitos urban Indonesia, dibalut drama romantis cinta segitiga emosional dan penuh misteri.</p>



<p>Sebagai film perdana Heart Pictures, “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” digarap oleh dua sutradara, Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, dengan jajaran pemain lintas negara.</p>



<p>Film ini dibintangi Saskia Chadwick dan Cinta Brian, serta menghadirkan aktor Korea Selatan Kim Geba dan Kim Seoyoung. Tak hanya itu, film ini juga menjadi debut layar lebar kreator digital asal Korea Selatan, Bung Korea.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="767" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-83271" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-1024x767.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-768x575.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767.jpg 1399w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Cerita berfokus pada Tania (Saskia Chadwick), mahasiswi asal Indonesia yang melanjutkan studi di Korea Selatan. Kehidupan Tania berubah drastis ketika ia berinteraksi dengan arwah penasaran bernama Min Yong (Kim Seoyoung). Sejak saat itu, teror supranatural mulai menghantuinya, menghadirkan gangguan misterius yang semakin membahayakan nyawanya.</p>



<p>Dalam upaya mengungkap kebenaran di balik tragedi Min Yong, Tania mendapat bantuan dari Dr. Park Min Jae (Kim Geba), seorang dokter yang diam-diam menaruh perasaan padanya. Namun konflik semakin kompleks dengan kemunculan Dion (Cinta Brian), pria misterius dengan masa lalu kelam yang terjebak dalam pusaran horor dan konflik emosional.</p>



<p>Tak hanya mengandalkan jumpscare, film ini membangun ketegangan secara perlahan dan konsisten. Atmosfer dingin horor Korea dipadukan dengan kepercayaan mistis yang akrab bagi penonton Indonesia, menciptakan rasa takut yang lebih dekat dan membekas. Sementara itu, drama cinta segitiga menjadi lapisan emosional yang memperdalam konflik batin para karakter.</p>



<p>Seluruh proses produksi dilakukan langsung di Korea Selatan, memanfaatkan berbagai lokasi ikonik yang memperkuat nuansa misterius dan visual sinematik. Kehadiran aktor Korea Selatan memberi sentuhan autentik yang jarang ditemui dalam film horor Indonesia. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Macam Betool Aja” Kisah Gila EO Freelance, Cinta Lama dan Pernikahan Mewah Disabotase</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 14:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=82908</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film layar lebar berjudul “Macam Betool Aja”, sebuah film komedi romantis Indonesia 2026 mengangkat kisah nekat tiga sahabat Event Organizer (EO) terjebak antara cinta lama, persahabatan, dan godaan cuan besar. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 12 Februari 2026, tepat menjelang Valentine. Mengambil latar dunia EO freelance penuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film layar lebar berjudul “Macam Betool Aja”, sebuah film komedi romantis Indonesia 2026 mengangkat kisah nekat tiga sahabat Event Organizer (EO) terjebak antara cinta lama, persahabatan, dan godaan cuan besar.</p>



<p>Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 12 Februari 2026, tepat menjelang Valentine.</p>



<p>Mengambil latar dunia EO freelance penuh dinamika, film ini menyuguhkan cerita segar tentang perjuangan anak muda merintis mimpi dari nol—dibalut komedi situasi, konflik emosional, dan romansa yang tak terduga.</p>



<p>Cing Kyatt, selaku Executive Producer, menegaskan bahwa “Macam Betool Aja” lahir dari realitas yang sangat dekat dengan generasi kreatif saat ini.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1014" data-id="82910" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-1024x1014.jpg" alt="" class="wp-image-82910" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-1024x1014.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-300x297.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-150x150.jpg 150w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-768x760.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-75x75.jpg 75w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p>“Kami ingin menghadirkan film yang jujur, dekat dengan keseharian anak muda—freelancer yang jatuh bangun membangun usaha, namun tetap memberi ruang bagi cinta dan persahabatan.</p>



<p>Film ini adalah persembahan untuk para pejuang kreatif Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>●<strong>Sinopsis</strong><br>Film ini mengisahkan Alung, Igor, dan Ujay, tiga sahabat yang membentuk AIU-EO, tim EO freelance bermarkas di ruko sederhana milik keluarga Alung dekat pasar.</p>



<p>Kesempatan emas datang ketika mereka dipercaya menggarap pesta pernikahan super mewah milik Udin, pengusaha tajir melintir.</p>



<p>Namun segalanya berubah saat Igor menyadari calon pengantin wanita adalah Sofia, sahabat masa SMP yang menyimpan kisah cinta lama. Konflik memuncak ketika Sofia meminta Igor dan tim AIU-EO untuk diam-diam menggagalkan pernikahan tersebut.</p>



<p>Terjebak dalam misi rahasia, ketiganya harus memilih: mengejar keuntungan besar atau setia pada suara hati. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terinspirasi Kisah Nyata, Film Horor Indonesia–Korea Tolong Saya! Angkat Teror Urban di Negeri Ginseng</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/terinspirasi-kisah-nyata-film-horor-indonesia-korea-tolong-saya-angkat-teror-urban-di-negeri-ginseng/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/terinspirasi-kisah-nyata-film-horor-indonesia-korea-tolong-saya-angkat-teror-urban-di-negeri-ginseng/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 08:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=81985</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film horor kolaborasi Indonesia–Korea Selatan berjudul Tolong Saya! (Dowajuseyo) terinspirasi dari kisah nyata yang dialami anak penulis naskah Nucke Rachma saat menempuh pendidikan di Korea Selatan. Pengalaman tersebut berkembang menjadi cerita horor urban lintas negara yang dibalut drama romantis emosional. Nucke Rachma mengungkapkan, ide film bermula dari kegelisahannya sebagai orang tua ketika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film horor kolaborasi Indonesia–Korea Selatan berjudul Tolong Saya! (Dowajuseyo) terinspirasi dari kisah nyata yang dialami anak penulis naskah Nucke Rachma saat menempuh pendidikan di Korea Selatan.</p>



<p>Pengalaman tersebut berkembang menjadi cerita horor urban lintas negara yang dibalut drama romantis emosional.</p>



<p>Nucke Rachma mengungkapkan, ide film bermula dari kegelisahannya sebagai orang tua ketika sang anak tinggal dan kuliah di Korea. Sejumlah kejadian yang dialami anaknya kemudian dicatat dan didiskusikan hingga menjadi dasar cerita film.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-81987" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Awalnya dari rasa khawatir saya sebagai ibu. Ada beberapa kejadian yang dialami anak saya, lalu kami saling mencatat dan berdiskusi. Dari situ muncul ide membuat film horor dengan latar Korea dan sentuhan romansa. Ceritanya based on true story,” ujar Nucke.</p>



<p>Tolong Saya! (Dowajuseyo) mengangkat mitos urban Korea tentang larangan menolong orang asing secara sembarangan.</p>



<p>Dalam kepercayaan tertentu, sosok yang meminta pertolongan dipercaya bisa saja merupakan arwah gentayangan yang membawa dampak buruk bagi orang yang menolongnya.</p>



<p>Produser Erick Mulyono menyebut film ini menawarkan konsep metro urban horror yang masih jarang diangkat di perfilman Indonesia.</p>



<p>“Ini horor urban lintas negara yang terjadi di kota besar dan melibatkan emosi penonton. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, dengan target utama penonton Gen Z,” kata Erick.</p>



<p>Film produksi Heart Pictures ini disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca. Deretan pemainnya antara lain Saskia Chadwick sebagai Tania, mahasiswa Indonesia di Korea Selatan, Kim Geba, Cinta Brian, dan Kim Seoyoung.</p>



<p>Cerita berfokus pada Tania yang tanpa sadar terjebak dalam dunia arwah, sekaligus menghadapi konflik emosional dan kisah cinta yang rumit. Poster dan trailer resmi film ini telah dirilis, menampilkan atmosfer mencekam kota besar Korea Selatan dengan sentuhan mistis khas Indonesia.</p>



<p>Produser eksekutif Herty Paulina Purba menyebut film ini tak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga pesan emosional.</p>



<p>“Film ini bukan hanya soal rasa takut, tapi juga tentang empati, pilihan, dan konsekuensi saat seseorang memutuskan untuk menolong orang lain,” ujarnya.<br>Film horor Indonesia–Korea Tolong Saya! (Dowajuseyo) dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/terinspirasi-kisah-nyata-film-horor-indonesia-korea-tolong-saya-angkat-teror-urban-di-negeri-ginseng/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Santri Film Festival 2025, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Sebut Santri Pendekar Budaya Masa Depan</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/santri-film-festival-2025-menteri-kebudayaan-fadli-zon-sebut-santri-pendekar-budaya-masa-depan/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/santri-film-festival-2025-menteri-kebudayaan-fadli-zon-sebut-santri-pendekar-budaya-masa-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 08:31:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=79530</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Himpunan Seni Budaya Bangsa (HSBI) dan Lokomotif Layar Muda Bangsa (LLMB) membuka Santri Film Festival 2025 (SANFFEST 2025) pada Selasa (21/10/2025) di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Acara pembukaan SANFFEST 2025 berlangsung meriah dan dihadiri lebih dari 300 peserta secara hybrid, terdiri dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Himpunan Seni Budaya Bangsa (HSBI) dan Lokomotif Layar Muda Bangsa (LLMB) membuka Santri Film Festival 2025 (SANFFEST 2025) pada Selasa (21/10/2025) di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.</p>



<p>Acara pembukaan SANFFEST 2025 berlangsung meriah dan dihadiri lebih dari 300 peserta secara hybrid, terdiri dari para santri, ulama, sineas muslim, akademisi, budayawan, hingga pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan.</p>



<p>Festival ini dibuka Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan bahwa santri adalah pendekar budaya masa depan.</p>



<p>“Film-film pendek karya santri dari seluruh Indonesia menjadi cermin kekayaan kebudayaan nasional. Insya Allah, karya para santri ini akan dibina hingga mampu bersaing di pasar global,” ujar Fadli Zon.</p>



<p>Fadli menambahkan, dengan lebih dari 43.000 pesantren di Indonesia, para santri memiliki potensi besar untuk menjadi motor kebangkitan budaya nasional melalui karya visual.</p>



<p>SANFFEST 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Dengan tema “Sinema Santri: Gerakan Kebudayaan Nasional”, festival ini membuka ruang bagi santri untuk mengekspresikan gagasan profetik dan nilai-nilai luhur bangsa melalui media film.</p>



<p>Sejumlah tokoh nasional turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik), KH. Jazir ASP, KH. Fahmi Salim, KH. Jeje Zainudin, KH. Zaitun Rasmin, Deddy Mizwar, Christine Hakim, Erick Yusuf, Asma Nadia, Dedy Miing Gumelar, Dr. Shofwan Al Banna, dan Dr. Phil. Lily Tjahjandari.</p>



<p>Ketua Komite SANFFEST 2025, Neno Warisman, menyampaikan bahwa festival ini telah disiapkan sejak Maret 2025 dengan dukungan tim kreatif muda di bawah arahan Festival Director Fadhli Sapawie.</p>



<p>Antusiasme santri sangat tinggi. Dari hanya 20 pondok pesantren di awal, kini lebih dari 200 pesantren turut serta, termasuk partisipasi santri diaspora dari Australia, Inggris, Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.</p>



<p>“Para santri adalah pemegang pena sejarah. Lewat tinta karya mereka sendiri, mereka akan menjadi pelukis masa depan peradaban melalui film-film pendek,” ujar Neno. ●Redaksi/Satria</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/santri-film-festival-2025-menteri-kebudayaan-fadli-zon-sebut-santri-pendekar-budaya-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Tukar Takdir: Nicholas Saputra Terjebak Rasa Bersalah di Antara Duka Marsha Timothy dan Adhisty Zara</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tukar-takdir-nicholas-saputra-terjebak-rasa-bersalah-di-antara-duka-marsha-timothy-dan-adhisty-zara/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tukar-takdir-nicholas-saputra-terjebak-rasa-bersalah-di-antara-duka-marsha-timothy-dan-adhisty-zara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 04:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film Perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=78278</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Sutradara kenamaan Mouly Surya kembali menghadirkan karya terbaru berjudul Tukar Takdir, sebuah drama petaka pesawat diproduksi Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025, sekaligus terpilih menjadi bagian dari Asian Contents &#38; Film Market (ACFM) dalam rangkaian Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Menjelang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Sutradara kenamaan Mouly Surya kembali menghadirkan karya terbaru berjudul Tukar Takdir, sebuah drama petaka pesawat diproduksi Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures.</p>



<p>Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025, sekaligus terpilih menjadi bagian dari Asian Contents &amp; Film Market (ACFM) dalam rangkaian Busan International Film Festival (BIFF) 2025.</p>



<p>Menjelang penayangannya, Tukar Takdir resmi merilis official trailer memperlihatkan kisah pilu Rawa (Nicholas Saputra), satu-satunya penumpang selamat dari jatuhnya pesawat Jakarta Airways 79.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-78280" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-1536x1152.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/09/1000015946-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Luka fisik dan trauma mendalam membuat Rawa terjebak dalam perasaan bersalah. Hidupnya kian rumit saat ia harus berhadapan dengan Dita (Marsha Timothy), istri penumpang bertukar kursi dengannya, dan Zahra (Adhisty Zara), putri tunggal sang pilot.</p>



<p>Adaptasi dari Novel Valiant Budi<br>Film Tukar Takdir diadaptasi dari novel berjudul sama karya Valiant Budi (Vabyo). Mouly Surya mengemasnya menjadi sebuah drama emosional dengan latar tragedi pesawat, tema yang jarang diangkat dalam perfilman Indonesia.</p>



<p>Dibintangi Aktor-Aktris Terkenal Indonesia<br>Selain Nicholas Saputra, Marsha Timothy, dan Adhisty Zara, film ini juga menghadirkan deretan bintang besar, antara lain: Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Teddy Syach, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, hingga Revaldo.</p>



<p>Nicholas Saputra menegaskan film ini akan terasa dekat bagi penonton:<br>“Rawa adalah representasi dari orang yang berhadapan dengan musibah. Cerita ini sangat relate dengan kehidupan banyak orang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Marsha Timothy menambahkan: “Memerankan Dita menjadi pengalaman berat sekaligus menantang. Lewat film ini, saya belajar menghadapi ketakutan saya terhadap tragedi pesawat dengan cara masuk langsung ke dalam ceritanya.”</p>



<p>Ikut Ramaikan Busan International Film Festival 2025 Tukar Takdir juga dipastikan tampil di Asian Contents &amp; Film Market (ACFM) 2025 yang berlangsung pada 20–23 September 2025 di Busan, Korea Selatan. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tukar-takdir-nicholas-saputra-terjebak-rasa-bersalah-di-antara-duka-marsha-timothy-dan-adhisty-zara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Pangku Siap Tayang 6 November 2025 dan Berkompetisi di Busan International Film Festival</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-pangku-siap-tayang-6-november-2025-dan-berkompetisi-di-busan-international-film-festival/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-pangku-siap-tayang-6-november-2025-dan-berkompetisi-di-busan-international-film-festival/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 06:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=78207</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212;  Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian kembali mencuri perhatian publik dengan karya debut penyutradaraannya, Pangku (judul internasional On Your Lap). Film ini resmi merilis official teaser trailer dan poster, sekaligus mengumumkan tanggal tayang di bioskop Indonesia mulai 6 November 2025. Sebelum penayangan nasional, Pangku akan lebih dulu berkompetisi dalam program Vision di Busan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;  </strong>Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian kembali mencuri perhatian publik dengan karya debut penyutradaraannya, Pangku (judul internasional On Your Lap).</p>



<p>Film ini resmi merilis official teaser trailer dan poster, sekaligus mengumumkan tanggal tayang di bioskop Indonesia mulai 6 November 2025.</p>



<p>Sebelum penayangan nasional, Pangku akan lebih dulu berkompetisi dalam program Vision di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, yang digelar pada 17–26 September 2025.</p>



<p>Kehadiran film ini di salah satu festival film terbesar Asia menjadi langkah penting bagi perfilman Indonesia di kancah internasional.</p>



<p>Kisah Perjuangan Perempuan dalam Film Pangku<br>Pangku mengangkat kisah perjuangan Sartika (diperankan Claresta Taufan), seorang perempuan muda yang sedang hamil dan berusaha bertahan hidup di tengah keterbatasan. Ia merantau ke Pantura dan bertemu Maya (Christine Hakim), pemilik warung kopi yang menolongnya.</p>



<p>Namun, hidup Sartika berubah ketika ia diajak bekerja sebagai pelayan kopi pangku, hingga akhirnya jatuh cinta pada Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk distributor ikan.<br>Dalam teaser trailer yang dirilis, kisah haru perjuangan perempuan ini semakin emosional dengan hadirnya lagu legendaris Iwan Fals, Ibu, yang menjadi lagu tema film Pangku.</p>



<p>Deretan Bintang dan Kru Terbaik<br>Selain Claresta Taufan, Fedi Nuril, dan Christine Hakim, film ini juga dibintangi Devano Danendra, Shakeel Fauzi, Lukman Sardi, Jose Rizal Manua, Reza Chandika, Kaan Lativan, Nazira C. Noer, Galabby, T.J. Ruth, hingga Nai Djenar Maisa Ayu. Ansambel pemain ini menghadirkan kolaborasi lintas generasi yang unik dan penuh warna.<br>Film ini diproduksi oleh rumah produksi Gambar Gerak yang didirikan Reza Rahadian bersama Arya Ibrahim. Skenarionya ditulis oleh Reza Rahadian dan penulis Felix K. Nesi, sementara Arya Ibrahim dan Gita Fara bertindak sebagai produser. ●Redaksi/Satria</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-pangku-siap-tayang-6-november-2025-dan-berkompetisi-di-busan-international-film-festival/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Horor “Lintrik: Ilmu Pemikat” Angkat Kearifan Lokal Banyuwangi Tayang 11 September 2025</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-lintrik-ilmu-pemikat-angkat-kearifan-lokal-banyuwangi-tayang-11-september-2025/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-lintrik-ilmu-pemikat-angkat-kearifan-lokal-banyuwangi-tayang-11-september-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 19:27:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=77752</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film horor terbaru berjudul “Lintrik: Ilmu Pemikat”, karya kolaborasi Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film. Film ini menghadirkan nuansa berbeda dari film horor pada umumnya dengan mengangkat kearifan lokal budaya Banyuwangi, lengkap dengan bahasa, tradisi, hingga lokasi syuting yang autentik.Ide pembuatan Lintrik lahir pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film horor terbaru berjudul “Lintrik: Ilmu Pemikat”, karya kolaborasi Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film.</p>



<p>Film ini menghadirkan nuansa berbeda dari film horor pada umumnya dengan mengangkat kearifan lokal budaya Banyuwangi, lengkap dengan bahasa, tradisi, hingga lokasi syuting yang autentik.<br>Ide pembuatan Lintrik lahir pada akhir 2022, saat produser Asye Siregar diperlihatkan film pendek Lintrik – Janakim Series karya komunitas film Banyuwangi.</p>



<p>Melihat potensinya, pihak Prama Gatra Film kemudian menggandeng komunitas tersebut untuk terlibat langsung dalam produksi film layar lebar ini, sekaligus menjadi konsultan budaya dalam penyusunan skenario.</p>



<p>●Kisah horor<br>“Lintrik” mengisahkan tentang ilmu pemikat atau pelet khas Jawa kuno yang hanya bisa dilakukan oleh seorang dukun wanita melalui ritual tertentu. Berbeda dengan pelet biasa, lintrik memiliki daya tarik kuat, bahkan mampu memikat seseorang meski berada di luar negeri, namun hanya bersifat sementara.</p>



<p>Film ini menyoroti tokoh Sari, seorang perempuan yang berusaha meraih kehidupan ideal dengan “melintrik” cinta pertamanya yang kini sudah beristri. Dari ambisinya inilah, Sari terseret dalam konspirasi besar penuh misteri yang baru akan terjawab di akhir cerita.</p>



<p>Sebagian besar proses syuting dilakukan di Banyuwangi, dengan dukungan resmi Pemda setempat. Beberapa adegan bahkan mengambil latar Festival Banyuwangi.</p>



<p>Lokasi wisata ikonik seperti Hutan De Djawatan, Patung Terakota, hingga pantai-pantai indah juga turut ditampilkan.<br>Tak hanya itu, film Lintrik melibatkan seniman asli Banyuwangi seperti Mak Temu Misti, maestro tari Gandrung, dan seniman senior Mas Yon DD. Mereka menggunakan bahasa Osing, bahasa asli masyarakat Banyuwangi, untuk memperkuat nuansa lokal.</p>



<p>Lintrik juga dibintangi sejumlah artis nasional, di antaranya Donny Damara, Yatti Surachman, Meisya Amira, Karina Icha, Akbar Nasdar, Fannita Posumah, serta Teguh Ryder sebagai ustaz muda dengan karakter unik.</p>



<p>Film ini digarap oleh sutradara Irham Acho Bahtiar, yang sebelumnya dikenal melalui film komedi nasional seperti Epen Cupen the Movie dan Security Ugal-ugalan. Bersama Prama Gatra Film, ia juga pernah menyutradarai Horas Amang yang mengangkat budaya Batak. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-lintrik-ilmu-pemikat-angkat-kearifan-lokal-banyuwangi-tayang-11-september-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Doti Tumbal Ilmu Hitam” Eksplorasi Ilmu Hitam Sulawesi Balutan Horor Psikologis</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-doti-tumbal-ilmu-hitam-eksplorasi-ilmu-hitam-sulawesi-balutan-horor-psikologis/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-doti-tumbal-ilmu-hitam-eksplorasi-ilmu-hitam-sulawesi-balutan-horor-psikologis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 06:35:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film Perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=76607</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film horor terbaru berjudul “Doti Tumbal Ilmu Hitam” resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia. Disutradarai Bayu Pamungkas dan diproduksi Dream Picture bersama Ruang Visual Production, film ini menyuguhkan cerita mencekam terinspirasi dari praktik ilmu hitam khas Sulawesi dikenal dengan nama doti. Mengusung genre elevated horror Indonesia, film ini tidak hanya menampilkan teror [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film horor terbaru berjudul “Doti Tumbal Ilmu Hitam” resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia.</p>



<p>Disutradarai Bayu Pamungkas dan diproduksi Dream Picture bersama Ruang Visual Production, film ini menyuguhkan cerita mencekam terinspirasi dari praktik ilmu hitam khas Sulawesi dikenal dengan nama doti.</p>



<p>Mengusung genre elevated horror Indonesia, film ini tidak hanya menampilkan teror supranatural, tetapi juga membangun ketegangan melalui elemen psikologis dan konflik sosial.<br>Skenario ditulis oleh Kayla Maulida, dengan Yehezkiel Amir sebagai produser.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-76611" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-1536x1152.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/07/1000218830-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>●<strong>Sinopsis</strong><br>Cerita berfokus pada Ikhsan (diperankan Ahmad Pule), seorang pemuda yang kembali ke kampung halaman di Desa Jonjo, Gowa, Sulawesi Selatan untuk menziarahi makam ayahnya, Daeng Rate (Jerry Wongiyanto). Ayahnya tewas secara misterius 15 tahun lalu karena dituduh sebagai dukun doti.</p>



<p>Namun kepulangan Ikhsan justru memicu kembali konflik lama. Ia berusaha mengajak warga kembali ke jalan agama dengan membangun mushola, tapi mendapat perlawanan dari Daeng Rewa (Billy Budjanger), seorang dukun sakti yang menyimpan dendam dan menggunakan ilmu hitam untuk menyerangnya.</p>



<p>Film ini juga dibintangi oleh Sri Herawati, Della Ogini, Anita Tanjung, serta aktor lokal lainnya. Seluruh proses syuting dilakukan langsung di Desa Jonjo, Parigi, wilayah yang dikenal dengan suasana mistis dan kearifan lokalnya.</p>



<p>●<strong>Kritik dan apresiasi</strong><br>Meski mengangkat tema lokal yang unik dan jarang diangkat ke layar lebar, Doti Tumbal Ilmu Hitam mendapatkan respons beragam. Beberapa kritik diarahkan pada kelemahan dramaturgi dan penokohan yang kurang tergarap mendalam. Penjelasan mengenai praktik doti juga dinilai belum eksploratif.</p>



<p>Namun, akting Jerry Wongiyanto mendapat pujian karena berhasil menghadirkan karakter kuat dan emosional. Dari sisi teknis, sinematografi dan atmosfer desa berhasil menciptakan nuansa horor yang autentik.</p>



<p>“Doti Tumbal Ilmu Hitam” menjadi langkah berani dalam memperkenalkan kisah horor lokal dari luar Pulau Jawa. Di tengah dominasi cerita urban dan hantu-hantu populer, film ini menjadi angin segar sekaligus pengingat akan kekayaan budaya horor dari berbagai daerah di Indonesia. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-doti-tumbal-ilmu-hitam-eksplorasi-ilmu-hitam-sulawesi-balutan-horor-psikologis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
