<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film Nasional &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/tag/film-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 17:49:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Film &#8220;Dalam Sujudku&#8221; Kisah Nyata Rumah Tangga Penuh Air Mata dan Kekuatan Doa</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 17:49:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86242</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212;  Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati. Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat. Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong> Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati.</p>



<p>Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat.</p>



<p>Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai persoalan hidup.</p>



<p>Tak sekadar drama, “Dalam Sujudku” menghadirkan pesan mendalam tentang kekuatan doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="457" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg" alt="" class="wp-image-86244" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-300x134.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-768x343.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1536x685.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Disutradarai oleh Rico Michael dan diproduseri Donnie Syech, film ini menggambarkan bagaimana konflik rumah tangga dapat menjadi jalan menuju pencarian makna spiritual yang lebih dalam.</p>



<p>Selain Marcell Darwin, film ini juga diperkuat oleh jajaran pemain seperti Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode, hingga Dominique Sanda. Mereka menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, memperkuat pesan moral dalam cerita</p>



<p>Sutradara Rico Michael menegaskan bahwa film ini bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi kehidupan bagi siapa pun yang tengah berada di titik terendah.</p>



<p>“Film ini kami hadirkan sebagai refleksi bahwa harapan selalu ada, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,” ujarnya.</p>



<p>Ia menambahkan, pesan utama film ini terletak pada kekuatan memaafkan dan berserah diri melalui doa.<br>“Ketika kita benar-benar pasrah, di situlah kita belajar makna sujud yang sesungguhnya,” jelas Rico.</p>



<p>Denis Adhiswara mengaku mendapatkan tantangan baru saat memerankan sosok ustaz, berbeda dari karakter yang biasa ia mainkan.</p>



<p>“Saya harus menyampaikan pesan sebagai ustaz, bukan hanya di film, tapi juga agar sampai ke penonton,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Vinessa Inez yang memerankan Aisyah mengaku mendapat pengalaman emosional mendalam dari karakter yang penuh kesabaran dan keyakinan.</p>



<p>Di sisi lain, Naura Hakim menghadirkan karakter dengan konflik kompleks.<br>“Saya ingin menampilkan sisi manusiawi, bukan sekadar antagonis,” ujarnya.</p>



<p>Karakter pendukung juga memberi warna tersendiri. Ryuka tampil sebagai sahabat yang hangat, sementara Chika Waode menghadirkan nuansa segar sebagai karakter ‘tukang gosip’ yang dekat dengan realitas sosial.</p>



<p>OST “Titipan Ilahi” Perkuat Nuansa Spiritual</p>



<p>Kekuatan film ini juga didukung oleh original soundtrack (OST) berjudul “Titipan Ilahi” yang dinyanyikan Evelyn Wijaya. Lagu ini diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setan Alas! (The Draft!) Bikin Gerah Industri Horor: Film Ini Sengaja “Menghina” Jumpscare?</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 21:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84066</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Gala Premiere film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026) sukses mencuri perhatian publik dan media. Bukan karena adegan kejut yang berisik, melainkan justru karena keberaniannya menabrak pakem horor mainstream selama ini identik dengan jumpscare. Disutradarai Yusron Fuadi mengaku bahwa Setan Alas (The Draft!) tampil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Gala Premiere film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026) sukses mencuri perhatian publik dan media.</p>



<p>Bukan karena adegan kejut yang berisik, melainkan justru karena keberaniannya menabrak pakem horor mainstream selama ini identik dengan jumpscare.</p>



<p>Disutradarai Yusron Fuadi mengaku bahwa Setan Alas (The Draft!) tampil sebagai antitesis film horor komersial. Alih-alih mengandalkan suara keras dan kejutan visual mendadak, film berdurasi 84 menit ini membangun ketegangan secara perlahan melalui atmosfer mencekam, dialog yang tajam, serta permainan psikologis yang memaksa penonton terlibat aktif dalam rasa takut itu sendiri.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="983" height="738" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222.jpg" alt="" class="wp-image-84068" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222.jpg 983w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222-768x577.jpg 768w" sizes="(max-width: 983px) 100vw, 983px" /></figure>



<p>“Sejak awal kami sadar film horor sangat identik dengan jumpscare. Tapi kami memilih berdiri di sisi sebaliknya—menantang kebiasaan itu dan mengajak penonton menikmati horor yang bekerja di pikiran, bukan hanya di refleks,” ujar Yusron Fuadi dalam konferensi pers usai gala premiere.</p>



<p>Film ini mengisahkan lima mahasiswa dengan latar belakang yang saling bertolak belakang yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan.</p>



<p>Ketika salah satu dari mereka tewas secara misterius, teror berkembang bukan dalam bentuk kejutan instan, melainkan akumulasi prasangka, konflik batin, dan cara manusia membangun ketakutan secara kolektif.</p>



<p>Deretan pemain seperti Adhin Abdul Hakim, Anastasya Herzigova, Haydar Salihz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, Ernanto Kusumo (alm.), hingga kemunculan tak terduga Hanung Bramantyo, menuai pujian karena mampu menjaga tensi cerita tanpa eksploitasi efek kejut yang lazim ditemukan dalam film horor arus utama.</p>



<p>Respons penonton gala premiere pun terbilang solid. Banyak yang menyebut Setan Alas! (The Draft!) sebagai horor yang “tidak memberi ruang untuk bernapas”, meski minim jumpscare. Diskusi pasca-pemutaran menguatkan kesan bahwa film ini meninggalkan rasa tidak nyaman yang bertahan lama—bukan karena terkejut, melainkan karena dipaksa berpikir. Keberanian film ini menolak arus utama sejalan dengan rekam jejak prestasinya.</p>



<p>Setan Alas! (The Draft!) sebelumnya meraih Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing di ajang JAFF Indonesian Screen Awards 2023, serta mendapat pujian dari kritikus film Hikmat Darmawan yang menyebutnya sebagai horor Indonesia yang segar dan penuh kejutan.</p>



<p>Di level internasional, film ini telah melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat, serta diputar di London dan Toronto sepanjang 2024. Respons penonton global pun positif, terutama terhadap keberaniannya “melawan pakem” horor konvensional.</p>



<p>Usai gala premiere, Setan Alas! (The Draft!) dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 Maret 2026. Film ini digadang-gadang menjadi penanda penting bahwa horor Indonesia tak melulu soal jumpscare—melainkan juga soal keberanian bercerita dan menggugah ketakutan yang lebih dalam. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film &#8220;Macam Betool Ajaa&#8221;: Ketika Anak Muda, Cinta dan Kontrak Kerja Saling Menipu</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-ajaa-ketika-anak-muda-cinta-dan-kontrak-kerja-saling-menipu/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-ajaa-ketika-anak-muda-cinta-dan-kontrak-kerja-saling-menipu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 23:04:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83560</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Di sebuah ruko kecil dekat pasar—ruang sempit tempat proposal, debu, dan doa saling berserakan—tiga anak muda mencoba menamai nasib mereka dengan akronim: AIU-EO. Bukan karena besar, apalagi mapan. Singkatan itu sekadar topeng profesional agar terdengar layak di hadapan klien yang gemar menawar harga sambil memuji kreativitas. Alung, Igor, dan Ujay hidup dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Di sebuah ruko kecil dekat pasar—ruang sempit tempat proposal, debu, dan doa saling berserakan—tiga anak muda mencoba menamai nasib mereka dengan akronim: AIU-EO.</p>



<p>Bukan karena besar, apalagi mapan. Singkatan itu sekadar topeng profesional agar terdengar layak di hadapan klien yang gemar menawar harga sambil memuji kreativitas.</p>



<p>Alung, Igor, dan Ujay hidup dari kalender acara dan janji transfer. Mereka disebut freelancer, istilah modern yang di negeri ini kerap berarti kebebasan bermimpi, sekaligus kebebasan untuk kelaparan.</p>



<p>Dari Medan, mereka menatap masa depan seperti poster motivasi: penuh warna, mudah sobek.</p>



<p>Kabar baik datang dalam bentuk pesta pernikahan mewah milik seorang pengusaha kaya bernama Udin. Proyek besar. Proyek emas.</p>



<p>Sebuah pekerjaan yang—setidaknya di atas kertas—mampu menyelamatkan sewa ruko, biaya hidup, dan keyakinan bahwa kerja kreatif masih memiliki harga.</p>



<p>Namun emas selalu punya retak. Igor mendapati nama pengantin perempuan itu: Sofia. Nama lama yang seharusnya tinggal di bangku sekolah, kini berdiri di altar masa depan.</p>



<p>Sofia tidak datang membawa cinta. Ia datang membawa kewajiban. Pernikahan ini bukan perayaan, melainkan transaksi—cara keluarga melunasi utang budi, mata uang paling tua dan paling kejam dalam relasi sosial.</p>



<p>Sofia meminta satu hal yang terdengar sederhana sekaligus mustahil: membatalkan pernikahan.</p>



<p>Di titik inilah &#8220;Macam Betool Ajaa&#8221; berhenti menjadi sekadar komedi situasi. Film ini berubah menjadi cermin. AIU-EO dipaksa memilih antara profesionalisme dan nurani, antara invoice dan cinta, antara kontrak kerja dan keberanian berkhianat pada sistem yang tak pernah benar-benar adil.</p>



<p>Tawa memang disiapkan sebagai kemasan. Namun di baliknya, film ini menyimpan kisah tentang generasi muda yang berkali-kali belajar bahwa mimpi kerap dipaksa tunduk pada ekonomi, dan cinta harus antre di belakang kepentingan keluarga.</p>



<p>Tanpa berteriak, Macam Betool Ajaa menyindir realitas dengan sopan. Ia tertawa pelan, tapi tepat sasaran. Di dunia kreatif, yang paling sering disabotase bukanlah acara—melainkan harapan.</p>



<p>Ketika lampu panggung akhirnya menyala, pertanyaan terpenting bukan lagi apakah pesta akan berjalan lancar. Melainkan: siapa yang harus dikorbankan agar semuanya tampak baik-baik saja.</p>



<p>Macam Betool Ajaa adalah komedi romantis yang membuat penonton tertawa, lalu pulang dengan dada terasa sedikit lebih berat—seperti hidup itu sendiri. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-ajaa-ketika-anak-muda-cinta-dan-kontrak-kerja-saling-menipu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” Siap Teror Bioskop 29 Januari 2026</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 08:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Sensor Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83269</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA JAKARTA &#8212; Film horor romance “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” produksi Heart Pictures siap mengguncang layar bioskop Tanah Air mulai 29 Januari 2026. Mengusung kisah nyata, film ini memadukan horor khas Korea Selatan dengan mitos urban Indonesia, dibalut drama romantis cinta segitiga emosional dan penuh misteri. Sebagai film perdana Heart Pictures, “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” digarap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA JAKARTA &#8212; </strong>Film horor romance “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” produksi Heart Pictures siap mengguncang layar bioskop Tanah Air mulai 29 Januari 2026.</p>



<p>Mengusung kisah nyata, film ini memadukan horor khas Korea Selatan dengan mitos urban Indonesia, dibalut drama romantis cinta segitiga emosional dan penuh misteri.</p>



<p>Sebagai film perdana Heart Pictures, “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” digarap oleh dua sutradara, Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, dengan jajaran pemain lintas negara.</p>



<p>Film ini dibintangi Saskia Chadwick dan Cinta Brian, serta menghadirkan aktor Korea Selatan Kim Geba dan Kim Seoyoung. Tak hanya itu, film ini juga menjadi debut layar lebar kreator digital asal Korea Selatan, Bung Korea.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="767" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-83271" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-1024x767.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-768x575.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767.jpg 1399w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Cerita berfokus pada Tania (Saskia Chadwick), mahasiswi asal Indonesia yang melanjutkan studi di Korea Selatan. Kehidupan Tania berubah drastis ketika ia berinteraksi dengan arwah penasaran bernama Min Yong (Kim Seoyoung). Sejak saat itu, teror supranatural mulai menghantuinya, menghadirkan gangguan misterius yang semakin membahayakan nyawanya.</p>



<p>Dalam upaya mengungkap kebenaran di balik tragedi Min Yong, Tania mendapat bantuan dari Dr. Park Min Jae (Kim Geba), seorang dokter yang diam-diam menaruh perasaan padanya. Namun konflik semakin kompleks dengan kemunculan Dion (Cinta Brian), pria misterius dengan masa lalu kelam yang terjebak dalam pusaran horor dan konflik emosional.</p>



<p>Tak hanya mengandalkan jumpscare, film ini membangun ketegangan secara perlahan dan konsisten. Atmosfer dingin horor Korea dipadukan dengan kepercayaan mistis yang akrab bagi penonton Indonesia, menciptakan rasa takut yang lebih dekat dan membekas. Sementara itu, drama cinta segitiga menjadi lapisan emosional yang memperdalam konflik batin para karakter.</p>



<p>Seluruh proses produksi dilakukan langsung di Korea Selatan, memanfaatkan berbagai lokasi ikonik yang memperkuat nuansa misterius dan visual sinematik. Kehadiran aktor Korea Selatan memberi sentuhan autentik yang jarang ditemui dalam film horor Indonesia. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Macam Betool Aja” Kisah Gila EO Freelance, Cinta Lama dan Pernikahan Mewah Disabotase</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 14:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=82908</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film layar lebar berjudul “Macam Betool Aja”, sebuah film komedi romantis Indonesia 2026 mengangkat kisah nekat tiga sahabat Event Organizer (EO) terjebak antara cinta lama, persahabatan, dan godaan cuan besar. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 12 Februari 2026, tepat menjelang Valentine. Mengambil latar dunia EO freelance penuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film layar lebar berjudul “Macam Betool Aja”, sebuah film komedi romantis Indonesia 2026 mengangkat kisah nekat tiga sahabat Event Organizer (EO) terjebak antara cinta lama, persahabatan, dan godaan cuan besar.</p>



<p>Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 12 Februari 2026, tepat menjelang Valentine.</p>



<p>Mengambil latar dunia EO freelance penuh dinamika, film ini menyuguhkan cerita segar tentang perjuangan anak muda merintis mimpi dari nol—dibalut komedi situasi, konflik emosional, dan romansa yang tak terduga.</p>



<p>Cing Kyatt, selaku Executive Producer, menegaskan bahwa “Macam Betool Aja” lahir dari realitas yang sangat dekat dengan generasi kreatif saat ini.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1014" data-id="82910" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-1024x1014.jpg" alt="" class="wp-image-82910" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-1024x1014.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-300x297.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-150x150.jpg 150w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-768x760.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-75x75.jpg 75w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p>“Kami ingin menghadirkan film yang jujur, dekat dengan keseharian anak muda—freelancer yang jatuh bangun membangun usaha, namun tetap memberi ruang bagi cinta dan persahabatan.</p>



<p>Film ini adalah persembahan untuk para pejuang kreatif Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>●<strong>Sinopsis</strong><br>Film ini mengisahkan Alung, Igor, dan Ujay, tiga sahabat yang membentuk AIU-EO, tim EO freelance bermarkas di ruko sederhana milik keluarga Alung dekat pasar.</p>



<p>Kesempatan emas datang ketika mereka dipercaya menggarap pesta pernikahan super mewah milik Udin, pengusaha tajir melintir.</p>



<p>Namun segalanya berubah saat Igor menyadari calon pengantin wanita adalah Sofia, sahabat masa SMP yang menyimpan kisah cinta lama. Konflik memuncak ketika Sofia meminta Igor dan tim AIU-EO untuk diam-diam menggagalkan pernikahan tersebut.</p>



<p>Terjebak dalam misi rahasia, ketiganya harus memilih: mengejar keuntungan besar atau setia pada suara hati. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terinspirasi Kisah Nyata, Film Horor Indonesia–Korea Tolong Saya! Angkat Teror Urban di Negeri Ginseng</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/terinspirasi-kisah-nyata-film-horor-indonesia-korea-tolong-saya-angkat-teror-urban-di-negeri-ginseng/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/terinspirasi-kisah-nyata-film-horor-indonesia-korea-tolong-saya-angkat-teror-urban-di-negeri-ginseng/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 08:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=81985</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film horor kolaborasi Indonesia–Korea Selatan berjudul Tolong Saya! (Dowajuseyo) terinspirasi dari kisah nyata yang dialami anak penulis naskah Nucke Rachma saat menempuh pendidikan di Korea Selatan. Pengalaman tersebut berkembang menjadi cerita horor urban lintas negara yang dibalut drama romantis emosional. Nucke Rachma mengungkapkan, ide film bermula dari kegelisahannya sebagai orang tua ketika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film horor kolaborasi Indonesia–Korea Selatan berjudul Tolong Saya! (Dowajuseyo) terinspirasi dari kisah nyata yang dialami anak penulis naskah Nucke Rachma saat menempuh pendidikan di Korea Selatan.</p>



<p>Pengalaman tersebut berkembang menjadi cerita horor urban lintas negara yang dibalut drama romantis emosional.</p>



<p>Nucke Rachma mengungkapkan, ide film bermula dari kegelisahannya sebagai orang tua ketika sang anak tinggal dan kuliah di Korea. Sejumlah kejadian yang dialami anaknya kemudian dicatat dan didiskusikan hingga menjadi dasar cerita film.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-81987" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Awalnya dari rasa khawatir saya sebagai ibu. Ada beberapa kejadian yang dialami anak saya, lalu kami saling mencatat dan berdiskusi. Dari situ muncul ide membuat film horor dengan latar Korea dan sentuhan romansa. Ceritanya based on true story,” ujar Nucke.</p>



<p>Tolong Saya! (Dowajuseyo) mengangkat mitos urban Korea tentang larangan menolong orang asing secara sembarangan.</p>



<p>Dalam kepercayaan tertentu, sosok yang meminta pertolongan dipercaya bisa saja merupakan arwah gentayangan yang membawa dampak buruk bagi orang yang menolongnya.</p>



<p>Produser Erick Mulyono menyebut film ini menawarkan konsep metro urban horror yang masih jarang diangkat di perfilman Indonesia.</p>



<p>“Ini horor urban lintas negara yang terjadi di kota besar dan melibatkan emosi penonton. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, dengan target utama penonton Gen Z,” kata Erick.</p>



<p>Film produksi Heart Pictures ini disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca. Deretan pemainnya antara lain Saskia Chadwick sebagai Tania, mahasiswa Indonesia di Korea Selatan, Kim Geba, Cinta Brian, dan Kim Seoyoung.</p>



<p>Cerita berfokus pada Tania yang tanpa sadar terjebak dalam dunia arwah, sekaligus menghadapi konflik emosional dan kisah cinta yang rumit. Poster dan trailer resmi film ini telah dirilis, menampilkan atmosfer mencekam kota besar Korea Selatan dengan sentuhan mistis khas Indonesia.</p>



<p>Produser eksekutif Herty Paulina Purba menyebut film ini tak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga pesan emosional.</p>



<p>“Film ini bukan hanya soal rasa takut, tapi juga tentang empati, pilihan, dan konsekuensi saat seseorang memutuskan untuk menolong orang lain,” ujarnya.<br>Film horor Indonesia–Korea Tolong Saya! (Dowajuseyo) dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/terinspirasi-kisah-nyata-film-horor-indonesia-korea-tolong-saya-angkat-teror-urban-di-negeri-ginseng/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku!’ Siap Gebrak Bioskop 27 November, Special Screening di 27 Kota Ludes Terjual</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/agak-laen-2-menyala-pantiku-siap-gebrak-bioskop-27-november-special-screening-di-27-kota-ludes-terjual/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/agak-laen-2-menyala-pantiku-siap-gebrak-bioskop-27-november-special-screening-di-27-kota-ludes-terjual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 12:28:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=80992</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film komedi terbaru produksi Imajinari, AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku!, siap menggebrak seluruh bioskop Indonesia mulai 27 November 2025. Sekuel dari film fenomenal AGAK LAEN ini sudah menunjukkan euforianya lebih awal lewat rangkaian special screening di 27 kota yang sukses sold out. Film yang kembali menghadirkan quartet Bene Dion, Boris Bokir, Indra [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Film komedi terbaru produksi Imajinari, AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku!, siap menggebrak seluruh bioskop Indonesia mulai 27 November 2025.</p>



<p>Sekuel dari film fenomenal AGAK LAEN ini sudah menunjukkan euforianya lebih awal lewat rangkaian special screening di 27 kota yang sukses sold out.</p>



<p>Film yang kembali menghadirkan quartet Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga ini membawa cerita baru. Keempatnya kini berperan sebagai detektif cupu yang terancam dipecat karena selalu gagal menyelesaikan misi.</p>



<p>Kesempatan terakhir datang ketika mereka harus mengungkap kasus pembunuhan anak wali kota Yamakarta, dengan dugaan pelaku bersembunyi di sebuah panti jompo.</p>



<p>Layaknya gaya komedi khas AGAK LAEN, misi yang awalnya tampak mulus berubah menjadi rangkaian kekacauan kocak. Penyusupan ke panti jompo menghadirkan kejutan, misteri, dan komedi situasi absurd yang menjadi ciri khas kelompok ini.</p>



<p>Deretan komika dan aktor kawakan seperti Tissa Biani, Ariyo Wahab, Chew Kin Wah, Jajang C. Noer, Tika Panggabean, hingga Surya Saputra ikut memperkuat tawa per menit di film ini.</p>



<p>Produser Ernest Prakasa menyebut film kedua ini menawarkan warna komedi yang segar tanpa meninggalkan kekhasan AGAK LAEN. “Tujuan utama AGAK LAEN 2 adalah membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Latar panti jompo justru membawa twist yang seru,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu Produser Dipa Andika menilai antusiasme penonton sudah terlihat dari special screening yang ludes di berbagai kota. “Respons positif ini menunjukkan bahwa film AGAK LAEN 2 bisa menghibur penonton. Semoga energi tawa ini menular saat tayang serentak di bioskop,” katanya.</p>



<p>Sutradara sekaligus penulis naskah Muhadkly Acho menambahkan bahwa komedi di film ini dipikirkan matang karena melibatkan banyak lansia dalam adegan.</p>



<p>“Komedi tanpa empati membuat penonton sulit tertawa. Karena itu kami sangat hati-hati meraciknya agar tetap lucu dan dapat dinikmati,” ujarnya.</p>



<p>Para pemeran juga berbagi pengalaman seru saat syuting. Oki Rengga mengungkap ia memainkan adegan spesial bersama istrinya yang membuatnya “berbunga-bunga selama dua minggu”.</p>



<p>Indra Jegel dan Boris Bokir menegaskan film kedua tetap menghadirkan komedi benturan situasi khas AGAK LAEN yang lebih liar namun tetap universal.</p>



<p>Tiket special screening di Medan, Pekanbaru, Batam juga sudah habis terjual. Hanya Pematang Siantar yang menyisakan sedikit kursi. Film ini juga akan tayang di Malaysia pada 4 Desember 2025, disertai roadshow 4–7 Desember 2025.</p>



<p>AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! kembali diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika, dengan Imajinari yang sebelumnya sukses lewat film AGAK LAEN dan Jatuh Cinta Seperti di Film Film. Advance Ticket Sales (ATS) akan dibuka pada 21–22 November melalui MTix, TIX ID, Cinepolis Apps, dan CGV Apps. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/agak-laen-2-menyala-pantiku-siap-gebrak-bioskop-27-november-special-screening-di-27-kota-ludes-terjual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “NIA” Tayang 4 Desember 2025: Angkat Tragedi Kayu Tanam dan Isu Kekerasan Perempuan</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-nia-tayang-4-desember-2025-angkat-tragedi-kayu-tanam-dan-isu-kekerasan-perempuan/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-nia-tayang-4-desember-2025-angkat-tragedi-kayu-tanam-dan-isu-kekerasan-perempuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 00:12:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=80956</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Industri film Indonesia kembali menghadirkan karya berbasis kisah nyata melalui film “NIA”, sebuah drama tragedi yang mengangkat kasus kekerasan perempuan di Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Film besutan sutradara Aditya Gumay ini resmi tayang di seluruh bioskop Tanah Air mulai 4 Desember 2025, setelah menggelar gala premier di XXI Epicentrum, Senin,(24/11) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Industri film Indonesia kembali menghadirkan karya berbasis kisah nyata melalui film “NIA”, sebuah drama tragedi yang mengangkat kasus kekerasan perempuan di Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat.</p>



<p>Film besutan sutradara Aditya Gumay ini resmi tayang di seluruh bioskop Tanah Air mulai 4 Desember 2025, setelah menggelar gala premier di XXI Epicentrum, Senin,(24/11) Jakarta.</p>



<p>Diproduseri Smaradana Pro bersama Ronny Mepet, film “NIA” menyoroti kerasnya realitas sosial yang menimpa perempuan rentan, sekaligus menggambarkan perjuangan keluarga yang terdesak kondisi ekonomi. Penggarapan musik dipercayakan kepada komposer Adam S Permana.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000051002-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-80958" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000051002-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000051002-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000051002-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000051002-1536x1152.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000051002-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Film ini mengangkat tragedi nyata yang menimpa Nia Kurnia Sari, remaja 18 tahun yang menjadi tulang punggung keluarganya setelah kedua orang tuanya berpisah. Tokoh Nia diperankan Syakira Humaira, yang disebut menuangkan seluruh emosinya demi menjiwai sosok tersebut.</p>



<p>Dalam film, Nia bekerja keras menghidupi ibu yang sakit (diperankan Helsi Herlinda) dan kedua saudaranya. Namun nasib naas menimpanya ketika ia menjadi korban kekerasan brutal oleh pemuda pengangguran bernama Andri (Qya Ditra). Nia diserang saat perjalanan pulang berjualan, diperkosa, lalu dibunuh. Tiga hari kemudian jasadnya ditemukan di tepi irigasi Kayu Tanam—peristiwa yang mengguncang Sumatera Barat.</p>



<p>Para aktor menilai menghidupkan kisah nyata memiliki beban emosional tersendiri.<br>Syakira Humaira mengungkapkan ia melakukan pendalaman intens, termasuk belajar bahasa dan keseharian warga Minang.</p>



<p>Aktor senior Zainal Chaniago bahkan menyebut film “NIA” sebagai karya paling membekas sepanjang 35 tahun kariernya.</p>



<p>Selain para pemeran utama, film ini juga menampilkan Neno Warisman, A. Aisyah, dan Eka Maharani, yang berperan sebagai keluarga dan tokoh pendukung dengan intensitas emosional tinggi. Neno yang memerankan Makwo menjadi representasi jeritan masyarakat yang menuntut keadilan. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-nia-tayang-4-desember-2025-angkat-tragedi-kayu-tanam-dan-isu-kekerasan-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Timur” Resmi Rilis Trailer dan Poster: Iko Uwais dan Nagita Slavina Siap Angkat Standar Baru Film Laga Indonesia</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/timur-resmi-rilis-trailer-dan-poster-iko-uwais-dan-nagita-slavina-siap-angkat-standar-baru-film-laga-indonesia/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/timur-resmi-rilis-trailer-dan-poster-iko-uwais-dan-nagita-slavina-siap-angkat-standar-baru-film-laga-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 13:12:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=80213</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Dunia perfilman Indonesia kembali bergetar. Uwais Pictures resmi merilis official trailer dan poster film laga terbaru berjudul “Timur” dalam konferensi pers digelar di Jakarta, Kamis (6/11/2025). Film yang mendapat dukungan penuh dari Bank Negara Indonesia (BNI) ini menjadi tonggak penting dalam sejarah sinema nasional. Selain menandai debut penyutradaraan Iko Uwais, Timur juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Dunia perfilman Indonesia kembali bergetar. Uwais Pictures resmi merilis official trailer dan poster film laga terbaru berjudul “Timur” dalam konferensi pers digelar di Jakarta, Kamis (6/11/2025).</p>



<p>Film yang mendapat dukungan penuh dari Bank Negara Indonesia (BNI) ini menjadi tonggak penting dalam sejarah sinema nasional.</p>



<p>Selain menandai debut penyutradaraan Iko Uwais, Timur juga menjadi produksi perdana Uwais Pictures dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025.<br>Sebagai sutradara sekaligus pemeran utama, Iko Uwais menegaskan bahwa Timur bukan hanya film aksi biasa, melainkan sebuah pernyataan visi dan dedikasi terhadap kualitas perfilman nasional.</p>



<p>“Saya bersyukur bisa mewujudkan Timur bersama kolaborator hebat yang punya semangat dan visi yang sama,” ujar Iko Uwais.</p>



<p>Dengan pengalaman panjang di dunia film aksi global, Iko Uwais berambisi menjadikan Timur sebagai tolak ukur baru film laga Indonesia — memadukan koreografi realistis, kedalaman karakter, dan nilai kemanusiaan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-80215" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953-1024x682.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953-300x200.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953-768x511.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>●<strong><em>Trailer brutal penuh emosi</em></strong><br>Trailer resmi Timur menampilkan aksi brutal dan intens dengan kualitas sinematografi yang menawan. Iko Uwais berperan sebagai Timur, anggota pasukan khusus yang menjalankan misi penyelamatan berisiko tinggi melawan musuh tangguh Tobias (Arnold Kobogau) dan Frans (Macho Hungan).</p>



<p>Dengan koreografi khas Uwais Team yang realistis, trailer ini sukses memadukan ketegangan aksi dengan kedalaman emosi.<br>Sementara poster resmi “Timur” menampilkan adegan dramatis—Timur (Iko Uwais) berada di helikopter mengulurkan tangan kepada Apollo (Aufa Assagaf). Visual ini menimbulkan pertanyaan misterius: siapa sebenarnya yang diselamatkan, dan dari apa?</p>



<p>Tak kalah menarik, proyek ini juga melibatkan Nagita Slavina sebagai Executive Producer. Dalam konferensi pers, Nagita mengungkapkan alasan kuatnya bergabung dalam proyek ambisius ini.</p>



<p>“Saya percaya Iko dan tim Uwais Pictures punya visi besar untuk masa depan film laga Indonesia. Timur bukan hanya tontonan seru, tapi juga bukti bahwa film Indonesia mampu bersaing di level internasional,” jelas Nagita Slavina.</p>



<p>Dukungan dari BNI dan para nama besar di balik layar memperlihatkan bahwa Timur bukan sekadar proyek hiburan, melainkan kolaborasi lintas talenta untuk mengangkat citra perfilman nasional. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/timur-resmi-rilis-trailer-dan-poster-iko-uwais-dan-nagita-slavina-siap-angkat-standar-baru-film-laga-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Santri Film Festival 2025, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Sebut Santri Pendekar Budaya Masa Depan</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/santri-film-festival-2025-menteri-kebudayaan-fadli-zon-sebut-santri-pendekar-budaya-masa-depan/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/santri-film-festival-2025-menteri-kebudayaan-fadli-zon-sebut-santri-pendekar-budaya-masa-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 08:31:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=79530</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Himpunan Seni Budaya Bangsa (HSBI) dan Lokomotif Layar Muda Bangsa (LLMB) membuka Santri Film Festival 2025 (SANFFEST 2025) pada Selasa (21/10/2025) di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Acara pembukaan SANFFEST 2025 berlangsung meriah dan dihadiri lebih dari 300 peserta secara hybrid, terdiri dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Himpunan Seni Budaya Bangsa (HSBI) dan Lokomotif Layar Muda Bangsa (LLMB) membuka Santri Film Festival 2025 (SANFFEST 2025) pada Selasa (21/10/2025) di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.</p>



<p>Acara pembukaan SANFFEST 2025 berlangsung meriah dan dihadiri lebih dari 300 peserta secara hybrid, terdiri dari para santri, ulama, sineas muslim, akademisi, budayawan, hingga pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan.</p>



<p>Festival ini dibuka Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan bahwa santri adalah pendekar budaya masa depan.</p>



<p>“Film-film pendek karya santri dari seluruh Indonesia menjadi cermin kekayaan kebudayaan nasional. Insya Allah, karya para santri ini akan dibina hingga mampu bersaing di pasar global,” ujar Fadli Zon.</p>



<p>Fadli menambahkan, dengan lebih dari 43.000 pesantren di Indonesia, para santri memiliki potensi besar untuk menjadi motor kebangkitan budaya nasional melalui karya visual.</p>



<p>SANFFEST 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Dengan tema “Sinema Santri: Gerakan Kebudayaan Nasional”, festival ini membuka ruang bagi santri untuk mengekspresikan gagasan profetik dan nilai-nilai luhur bangsa melalui media film.</p>



<p>Sejumlah tokoh nasional turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik), KH. Jazir ASP, KH. Fahmi Salim, KH. Jeje Zainudin, KH. Zaitun Rasmin, Deddy Mizwar, Christine Hakim, Erick Yusuf, Asma Nadia, Dedy Miing Gumelar, Dr. Shofwan Al Banna, dan Dr. Phil. Lily Tjahjandari.</p>



<p>Ketua Komite SANFFEST 2025, Neno Warisman, menyampaikan bahwa festival ini telah disiapkan sejak Maret 2025 dengan dukungan tim kreatif muda di bawah arahan Festival Director Fadhli Sapawie.</p>



<p>Antusiasme santri sangat tinggi. Dari hanya 20 pondok pesantren di awal, kini lebih dari 200 pesantren turut serta, termasuk partisipasi santri diaspora dari Australia, Inggris, Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.</p>



<p>“Para santri adalah pemegang pena sejarah. Lewat tinta karya mereka sendiri, mereka akan menjadi pelukis masa depan peradaban melalui film-film pendek,” ujar Neno. ●Redaksi/Satria</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/santri-film-festival-2025-menteri-kebudayaan-fadli-zon-sebut-santri-pendekar-budaya-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
