<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/tag/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 17:49:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Film &#8220;Dalam Sujudku&#8221; Kisah Nyata Rumah Tangga Penuh Air Mata dan Kekuatan Doa</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 17:49:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86242</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212;  Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati. Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat. Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong> Industri film Tanah Air kembali menghadirkan karya drama spiritual menyentuh hati.</p>



<p>Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, mengusung perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan rumah tangga yang dekat dengan realitas masyarakat.</p>



<p>Dibintangi Marcell Darwin, film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga yang diuji berbagai persoalan hidup.</p>



<p>Tak sekadar drama, “Dalam Sujudku” menghadirkan pesan mendalam tentang kekuatan doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="457" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg" alt="" class="wp-image-86244" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1024x457.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-300x134.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-768x343.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098-1536x685.jpg 1536w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000124098.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Disutradarai oleh Rico Michael dan diproduseri Donnie Syech, film ini menggambarkan bagaimana konflik rumah tangga dapat menjadi jalan menuju pencarian makna spiritual yang lebih dalam.</p>



<p>Selain Marcell Darwin, film ini juga diperkuat oleh jajaran pemain seperti Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode, hingga Dominique Sanda. Mereka menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, memperkuat pesan moral dalam cerita</p>



<p>Sutradara Rico Michael menegaskan bahwa film ini bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi kehidupan bagi siapa pun yang tengah berada di titik terendah.</p>



<p>“Film ini kami hadirkan sebagai refleksi bahwa harapan selalu ada, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,” ujarnya.</p>



<p>Ia menambahkan, pesan utama film ini terletak pada kekuatan memaafkan dan berserah diri melalui doa.<br>“Ketika kita benar-benar pasrah, di situlah kita belajar makna sujud yang sesungguhnya,” jelas Rico.</p>



<p>Denis Adhiswara mengaku mendapatkan tantangan baru saat memerankan sosok ustaz, berbeda dari karakter yang biasa ia mainkan.</p>



<p>“Saya harus menyampaikan pesan sebagai ustaz, bukan hanya di film, tapi juga agar sampai ke penonton,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Vinessa Inez yang memerankan Aisyah mengaku mendapat pengalaman emosional mendalam dari karakter yang penuh kesabaran dan keyakinan.</p>



<p>Di sisi lain, Naura Hakim menghadirkan karakter dengan konflik kompleks.<br>“Saya ingin menampilkan sisi manusiawi, bukan sekadar antagonis,” ujarnya.</p>



<p>Karakter pendukung juga memberi warna tersendiri. Ryuka tampil sebagai sahabat yang hangat, sementara Chika Waode menghadirkan nuansa segar sebagai karakter ‘tukang gosip’ yang dekat dengan realitas sosial.</p>



<p>OST “Titipan Ilahi” Perkuat Nuansa Spiritual</p>



<p>Kekuatan film ini juga didukung oleh original soundtrack (OST) berjudul “Titipan Ilahi” yang dinyanyikan Evelyn Wijaya. Lagu ini diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid. ●<strong>Redaksi/SAT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-dalam-sujudku-kisah-nyata-rumah-tangga-penuh-air-mata-dan-kekuatan-doa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setan Alas! (The Draft!) Bikin Gerah Industri Horor: Film Ini Sengaja “Menghina” Jumpscare?</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 21:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84066</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Gala Premiere film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026) sukses mencuri perhatian publik dan media. Bukan karena adegan kejut yang berisik, melainkan justru karena keberaniannya menabrak pakem horor mainstream selama ini identik dengan jumpscare. Disutradarai Yusron Fuadi mengaku bahwa Setan Alas (The Draft!) tampil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Gala Premiere film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026) sukses mencuri perhatian publik dan media.</p>



<p>Bukan karena adegan kejut yang berisik, melainkan justru karena keberaniannya menabrak pakem horor mainstream selama ini identik dengan jumpscare.</p>



<p>Disutradarai Yusron Fuadi mengaku bahwa Setan Alas (The Draft!) tampil sebagai antitesis film horor komersial. Alih-alih mengandalkan suara keras dan kejutan visual mendadak, film berdurasi 84 menit ini membangun ketegangan secara perlahan melalui atmosfer mencekam, dialog yang tajam, serta permainan psikologis yang memaksa penonton terlibat aktif dalam rasa takut itu sendiri.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="983" height="738" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222.jpg" alt="" class="wp-image-84068" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222.jpg 983w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/02/1000095222-768x577.jpg 768w" sizes="(max-width: 983px) 100vw, 983px" /></figure>



<p>“Sejak awal kami sadar film horor sangat identik dengan jumpscare. Tapi kami memilih berdiri di sisi sebaliknya—menantang kebiasaan itu dan mengajak penonton menikmati horor yang bekerja di pikiran, bukan hanya di refleks,” ujar Yusron Fuadi dalam konferensi pers usai gala premiere.</p>



<p>Film ini mengisahkan lima mahasiswa dengan latar belakang yang saling bertolak belakang yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan.</p>



<p>Ketika salah satu dari mereka tewas secara misterius, teror berkembang bukan dalam bentuk kejutan instan, melainkan akumulasi prasangka, konflik batin, dan cara manusia membangun ketakutan secara kolektif.</p>



<p>Deretan pemain seperti Adhin Abdul Hakim, Anastasya Herzigova, Haydar Salihz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, Ernanto Kusumo (alm.), hingga kemunculan tak terduga Hanung Bramantyo, menuai pujian karena mampu menjaga tensi cerita tanpa eksploitasi efek kejut yang lazim ditemukan dalam film horor arus utama.</p>



<p>Respons penonton gala premiere pun terbilang solid. Banyak yang menyebut Setan Alas! (The Draft!) sebagai horor yang “tidak memberi ruang untuk bernapas”, meski minim jumpscare. Diskusi pasca-pemutaran menguatkan kesan bahwa film ini meninggalkan rasa tidak nyaman yang bertahan lama—bukan karena terkejut, melainkan karena dipaksa berpikir. Keberanian film ini menolak arus utama sejalan dengan rekam jejak prestasinya.</p>



<p>Setan Alas! (The Draft!) sebelumnya meraih Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing di ajang JAFF Indonesian Screen Awards 2023, serta mendapat pujian dari kritikus film Hikmat Darmawan yang menyebutnya sebagai horor Indonesia yang segar dan penuh kejutan.</p>



<p>Di level internasional, film ini telah melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat, serta diputar di London dan Toronto sepanjang 2024. Respons penonton global pun positif, terutama terhadap keberaniannya “melawan pakem” horor konvensional.</p>



<p>Usai gala premiere, Setan Alas! (The Draft!) dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 Maret 2026. Film ini digadang-gadang menjadi penanda penting bahwa horor Indonesia tak melulu soal jumpscare—melainkan juga soal keberanian bercerita dan menggugah ketakutan yang lebih dalam. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/setan-alas-the-draft-bikin-gerah-industri-horor-film-ini-sengaja-menghina-jumpscare/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” Siap Teror Bioskop 29 Januari 2026</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 08:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Sensor Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83269</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA JAKARTA &#8212; Film horor romance “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” produksi Heart Pictures siap mengguncang layar bioskop Tanah Air mulai 29 Januari 2026. Mengusung kisah nyata, film ini memadukan horor khas Korea Selatan dengan mitos urban Indonesia, dibalut drama romantis cinta segitiga emosional dan penuh misteri. Sebagai film perdana Heart Pictures, “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” digarap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA JAKARTA &#8212; </strong>Film horor romance “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” produksi Heart Pictures siap mengguncang layar bioskop Tanah Air mulai 29 Januari 2026.</p>



<p>Mengusung kisah nyata, film ini memadukan horor khas Korea Selatan dengan mitos urban Indonesia, dibalut drama romantis cinta segitiga emosional dan penuh misteri.</p>



<p>Sebagai film perdana Heart Pictures, “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” digarap oleh dua sutradara, Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, dengan jajaran pemain lintas negara.</p>



<p>Film ini dibintangi Saskia Chadwick dan Cinta Brian, serta menghadirkan aktor Korea Selatan Kim Geba dan Kim Seoyoung. Tak hanya itu, film ini juga menjadi debut layar lebar kreator digital asal Korea Selatan, Bung Korea.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="767" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-1024x767.jpg" alt="" class="wp-image-83271" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-1024x767.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767-768x575.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000083767.jpg 1399w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Cerita berfokus pada Tania (Saskia Chadwick), mahasiswi asal Indonesia yang melanjutkan studi di Korea Selatan. Kehidupan Tania berubah drastis ketika ia berinteraksi dengan arwah penasaran bernama Min Yong (Kim Seoyoung). Sejak saat itu, teror supranatural mulai menghantuinya, menghadirkan gangguan misterius yang semakin membahayakan nyawanya.</p>



<p>Dalam upaya mengungkap kebenaran di balik tragedi Min Yong, Tania mendapat bantuan dari Dr. Park Min Jae (Kim Geba), seorang dokter yang diam-diam menaruh perasaan padanya. Namun konflik semakin kompleks dengan kemunculan Dion (Cinta Brian), pria misterius dengan masa lalu kelam yang terjebak dalam pusaran horor dan konflik emosional.</p>



<p>Tak hanya mengandalkan jumpscare, film ini membangun ketegangan secara perlahan dan konsisten. Atmosfer dingin horor Korea dipadukan dengan kepercayaan mistis yang akrab bagi penonton Indonesia, menciptakan rasa takut yang lebih dekat dan membekas. Sementara itu, drama cinta segitiga menjadi lapisan emosional yang memperdalam konflik batin para karakter.</p>



<p>Seluruh proses produksi dilakukan langsung di Korea Selatan, memanfaatkan berbagai lokasi ikonik yang memperkuat nuansa misterius dan visual sinematik. Kehadiran aktor Korea Selatan memberi sentuhan autentik yang jarang ditemui dalam film horor Indonesia. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-tolong-saya-dowajuseyo-siap-teror-bioskop-29-januari-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film “Macam Betool Aja” Kisah Gila EO Freelance, Cinta Lama dan Pernikahan Mewah Disabotase</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 14:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=82908</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film layar lebar berjudul “Macam Betool Aja”, sebuah film komedi romantis Indonesia 2026 mengangkat kisah nekat tiga sahabat Event Organizer (EO) terjebak antara cinta lama, persahabatan, dan godaan cuan besar. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 12 Februari 2026, tepat menjelang Valentine. Mengambil latar dunia EO freelance penuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film layar lebar berjudul “Macam Betool Aja”, sebuah film komedi romantis Indonesia 2026 mengangkat kisah nekat tiga sahabat Event Organizer (EO) terjebak antara cinta lama, persahabatan, dan godaan cuan besar.</p>



<p>Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 12 Februari 2026, tepat menjelang Valentine.</p>



<p>Mengambil latar dunia EO freelance penuh dinamika, film ini menyuguhkan cerita segar tentang perjuangan anak muda merintis mimpi dari nol—dibalut komedi situasi, konflik emosional, dan romansa yang tak terduga.</p>



<p>Cing Kyatt, selaku Executive Producer, menegaskan bahwa “Macam Betool Aja” lahir dari realitas yang sangat dekat dengan generasi kreatif saat ini.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1014" data-id="82910" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-1024x1014.jpg" alt="" class="wp-image-82910" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-1024x1014.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-300x297.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-150x150.jpg 150w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-768x760.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799-75x75.jpg 75w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/01/1000078799.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p>“Kami ingin menghadirkan film yang jujur, dekat dengan keseharian anak muda—freelancer yang jatuh bangun membangun usaha, namun tetap memberi ruang bagi cinta dan persahabatan.</p>



<p>Film ini adalah persembahan untuk para pejuang kreatif Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>●<strong>Sinopsis</strong><br>Film ini mengisahkan Alung, Igor, dan Ujay, tiga sahabat yang membentuk AIU-EO, tim EO freelance bermarkas di ruko sederhana milik keluarga Alung dekat pasar.</p>



<p>Kesempatan emas datang ketika mereka dipercaya menggarap pesta pernikahan super mewah milik Udin, pengusaha tajir melintir.</p>



<p>Namun segalanya berubah saat Igor menyadari calon pengantin wanita adalah Sofia, sahabat masa SMP yang menyimpan kisah cinta lama. Konflik memuncak ketika Sofia meminta Igor dan tim AIU-EO untuk diam-diam menggagalkan pernikahan tersebut.</p>



<p>Terjebak dalam misi rahasia, ketiganya harus memilih: mengejar keuntungan besar atau setia pada suara hati. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-macam-betool-aja-kisah-gila-eo-freelance-cinta-lama-dan-pernikahan-mewah-disabotase/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terinspirasi Kisah Nyata, Film Horor Indonesia–Korea Tolong Saya! Angkat Teror Urban di Negeri Ginseng</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/terinspirasi-kisah-nyata-film-horor-indonesia-korea-tolong-saya-angkat-teror-urban-di-negeri-ginseng/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/terinspirasi-kisah-nyata-film-horor-indonesia-korea-tolong-saya-angkat-teror-urban-di-negeri-ginseng/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 08:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=81985</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film horor kolaborasi Indonesia–Korea Selatan berjudul Tolong Saya! (Dowajuseyo) terinspirasi dari kisah nyata yang dialami anak penulis naskah Nucke Rachma saat menempuh pendidikan di Korea Selatan. Pengalaman tersebut berkembang menjadi cerita horor urban lintas negara yang dibalut drama romantis emosional. Nucke Rachma mengungkapkan, ide film bermula dari kegelisahannya sebagai orang tua ketika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Film horor kolaborasi Indonesia–Korea Selatan berjudul Tolong Saya! (Dowajuseyo) terinspirasi dari kisah nyata yang dialami anak penulis naskah Nucke Rachma saat menempuh pendidikan di Korea Selatan.</p>



<p>Pengalaman tersebut berkembang menjadi cerita horor urban lintas negara yang dibalut drama romantis emosional.</p>



<p>Nucke Rachma mengungkapkan, ide film bermula dari kegelisahannya sebagai orang tua ketika sang anak tinggal dan kuliah di Korea. Sejumlah kejadian yang dialami anaknya kemudian dicatat dan didiskusikan hingga menjadi dasar cerita film.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-81987" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-1024x768.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-300x225.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445-768x576.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/12/1000063445.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Awalnya dari rasa khawatir saya sebagai ibu. Ada beberapa kejadian yang dialami anak saya, lalu kami saling mencatat dan berdiskusi. Dari situ muncul ide membuat film horor dengan latar Korea dan sentuhan romansa. Ceritanya based on true story,” ujar Nucke.</p>



<p>Tolong Saya! (Dowajuseyo) mengangkat mitos urban Korea tentang larangan menolong orang asing secara sembarangan.</p>



<p>Dalam kepercayaan tertentu, sosok yang meminta pertolongan dipercaya bisa saja merupakan arwah gentayangan yang membawa dampak buruk bagi orang yang menolongnya.</p>



<p>Produser Erick Mulyono menyebut film ini menawarkan konsep metro urban horror yang masih jarang diangkat di perfilman Indonesia.</p>



<p>“Ini horor urban lintas negara yang terjadi di kota besar dan melibatkan emosi penonton. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, dengan target utama penonton Gen Z,” kata Erick.</p>



<p>Film produksi Heart Pictures ini disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca. Deretan pemainnya antara lain Saskia Chadwick sebagai Tania, mahasiswa Indonesia di Korea Selatan, Kim Geba, Cinta Brian, dan Kim Seoyoung.</p>



<p>Cerita berfokus pada Tania yang tanpa sadar terjebak dalam dunia arwah, sekaligus menghadapi konflik emosional dan kisah cinta yang rumit. Poster dan trailer resmi film ini telah dirilis, menampilkan atmosfer mencekam kota besar Korea Selatan dengan sentuhan mistis khas Indonesia.</p>



<p>Produser eksekutif Herty Paulina Purba menyebut film ini tak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga pesan emosional.</p>



<p>“Film ini bukan hanya soal rasa takut, tapi juga tentang empati, pilihan, dan konsekuensi saat seseorang memutuskan untuk menolong orang lain,” ujarnya.<br>Film horor Indonesia–Korea Tolong Saya! (Dowajuseyo) dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/terinspirasi-kisah-nyata-film-horor-indonesia-korea-tolong-saya-angkat-teror-urban-di-negeri-ginseng/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku!’ Siap Gebrak Bioskop 27 November, Special Screening di 27 Kota Ludes Terjual</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/agak-laen-2-menyala-pantiku-siap-gebrak-bioskop-27-november-special-screening-di-27-kota-ludes-terjual/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/agak-laen-2-menyala-pantiku-siap-gebrak-bioskop-27-november-special-screening-di-27-kota-ludes-terjual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 12:28:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=80992</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Film komedi terbaru produksi Imajinari, AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku!, siap menggebrak seluruh bioskop Indonesia mulai 27 November 2025. Sekuel dari film fenomenal AGAK LAEN ini sudah menunjukkan euforianya lebih awal lewat rangkaian special screening di 27 kota yang sukses sold out. Film yang kembali menghadirkan quartet Bene Dion, Boris Bokir, Indra [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Film komedi terbaru produksi Imajinari, AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku!, siap menggebrak seluruh bioskop Indonesia mulai 27 November 2025.</p>



<p>Sekuel dari film fenomenal AGAK LAEN ini sudah menunjukkan euforianya lebih awal lewat rangkaian special screening di 27 kota yang sukses sold out.</p>



<p>Film yang kembali menghadirkan quartet Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga ini membawa cerita baru. Keempatnya kini berperan sebagai detektif cupu yang terancam dipecat karena selalu gagal menyelesaikan misi.</p>



<p>Kesempatan terakhir datang ketika mereka harus mengungkap kasus pembunuhan anak wali kota Yamakarta, dengan dugaan pelaku bersembunyi di sebuah panti jompo.</p>



<p>Layaknya gaya komedi khas AGAK LAEN, misi yang awalnya tampak mulus berubah menjadi rangkaian kekacauan kocak. Penyusupan ke panti jompo menghadirkan kejutan, misteri, dan komedi situasi absurd yang menjadi ciri khas kelompok ini.</p>



<p>Deretan komika dan aktor kawakan seperti Tissa Biani, Ariyo Wahab, Chew Kin Wah, Jajang C. Noer, Tika Panggabean, hingga Surya Saputra ikut memperkuat tawa per menit di film ini.</p>



<p>Produser Ernest Prakasa menyebut film kedua ini menawarkan warna komedi yang segar tanpa meninggalkan kekhasan AGAK LAEN. “Tujuan utama AGAK LAEN 2 adalah membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Latar panti jompo justru membawa twist yang seru,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu Produser Dipa Andika menilai antusiasme penonton sudah terlihat dari special screening yang ludes di berbagai kota. “Respons positif ini menunjukkan bahwa film AGAK LAEN 2 bisa menghibur penonton. Semoga energi tawa ini menular saat tayang serentak di bioskop,” katanya.</p>



<p>Sutradara sekaligus penulis naskah Muhadkly Acho menambahkan bahwa komedi di film ini dipikirkan matang karena melibatkan banyak lansia dalam adegan.</p>



<p>“Komedi tanpa empati membuat penonton sulit tertawa. Karena itu kami sangat hati-hati meraciknya agar tetap lucu dan dapat dinikmati,” ujarnya.</p>



<p>Para pemeran juga berbagi pengalaman seru saat syuting. Oki Rengga mengungkap ia memainkan adegan spesial bersama istrinya yang membuatnya “berbunga-bunga selama dua minggu”.</p>



<p>Indra Jegel dan Boris Bokir menegaskan film kedua tetap menghadirkan komedi benturan situasi khas AGAK LAEN yang lebih liar namun tetap universal.</p>



<p>Tiket special screening di Medan, Pekanbaru, Batam juga sudah habis terjual. Hanya Pematang Siantar yang menyisakan sedikit kursi. Film ini juga akan tayang di Malaysia pada 4 Desember 2025, disertai roadshow 4–7 Desember 2025.</p>



<p>AGAK LAEN 2: Menyala Pantiku! kembali diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika, dengan Imajinari yang sebelumnya sukses lewat film AGAK LAEN dan Jatuh Cinta Seperti di Film Film. Advance Ticket Sales (ATS) akan dibuka pada 21–22 November melalui MTix, TIX ID, Cinepolis Apps, dan CGV Apps. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/agak-laen-2-menyala-pantiku-siap-gebrak-bioskop-27-november-special-screening-di-27-kota-ludes-terjual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Timur” Resmi Rilis Trailer dan Poster: Iko Uwais dan Nagita Slavina Siap Angkat Standar Baru Film Laga Indonesia</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/timur-resmi-rilis-trailer-dan-poster-iko-uwais-dan-nagita-slavina-siap-angkat-standar-baru-film-laga-indonesia/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/timur-resmi-rilis-trailer-dan-poster-iko-uwais-dan-nagita-slavina-siap-angkat-standar-baru-film-laga-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 13:12:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=80213</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Dunia perfilman Indonesia kembali bergetar. Uwais Pictures resmi merilis official trailer dan poster film laga terbaru berjudul “Timur” dalam konferensi pers digelar di Jakarta, Kamis (6/11/2025). Film yang mendapat dukungan penuh dari Bank Negara Indonesia (BNI) ini menjadi tonggak penting dalam sejarah sinema nasional. Selain menandai debut penyutradaraan Iko Uwais, Timur juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Dunia perfilman Indonesia kembali bergetar. Uwais Pictures resmi merilis official trailer dan poster film laga terbaru berjudul “Timur” dalam konferensi pers digelar di Jakarta, Kamis (6/11/2025).</p>



<p>Film yang mendapat dukungan penuh dari Bank Negara Indonesia (BNI) ini menjadi tonggak penting dalam sejarah sinema nasional.</p>



<p>Selain menandai debut penyutradaraan Iko Uwais, Timur juga menjadi produksi perdana Uwais Pictures dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025.<br>Sebagai sutradara sekaligus pemeran utama, Iko Uwais menegaskan bahwa Timur bukan hanya film aksi biasa, melainkan sebuah pernyataan visi dan dedikasi terhadap kualitas perfilman nasional.</p>



<p>“Saya bersyukur bisa mewujudkan Timur bersama kolaborator hebat yang punya semangat dan visi yang sama,” ujar Iko Uwais.</p>



<p>Dengan pengalaman panjang di dunia film aksi global, Iko Uwais berambisi menjadikan Timur sebagai tolak ukur baru film laga Indonesia — memadukan koreografi realistis, kedalaman karakter, dan nilai kemanusiaan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-80215" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953-1024x682.jpg 1024w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953-300x200.jpg 300w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953-768x511.jpg 768w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2025/11/1000041953.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>●<strong><em>Trailer brutal penuh emosi</em></strong><br>Trailer resmi Timur menampilkan aksi brutal dan intens dengan kualitas sinematografi yang menawan. Iko Uwais berperan sebagai Timur, anggota pasukan khusus yang menjalankan misi penyelamatan berisiko tinggi melawan musuh tangguh Tobias (Arnold Kobogau) dan Frans (Macho Hungan).</p>



<p>Dengan koreografi khas Uwais Team yang realistis, trailer ini sukses memadukan ketegangan aksi dengan kedalaman emosi.<br>Sementara poster resmi “Timur” menampilkan adegan dramatis—Timur (Iko Uwais) berada di helikopter mengulurkan tangan kepada Apollo (Aufa Assagaf). Visual ini menimbulkan pertanyaan misterius: siapa sebenarnya yang diselamatkan, dan dari apa?</p>



<p>Tak kalah menarik, proyek ini juga melibatkan Nagita Slavina sebagai Executive Producer. Dalam konferensi pers, Nagita mengungkapkan alasan kuatnya bergabung dalam proyek ambisius ini.</p>



<p>“Saya percaya Iko dan tim Uwais Pictures punya visi besar untuk masa depan film laga Indonesia. Timur bukan hanya tontonan seru, tapi juga bukti bahwa film Indonesia mampu bersaing di level internasional,” jelas Nagita Slavina.</p>



<p>Dukungan dari BNI dan para nama besar di balik layar memperlihatkan bahwa Timur bukan sekadar proyek hiburan, melainkan kolaborasi lintas talenta untuk mengangkat citra perfilman nasional. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/timur-resmi-rilis-trailer-dan-poster-iko-uwais-dan-nagita-slavina-siap-angkat-standar-baru-film-laga-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Santri Film Festival 2025, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Sebut Santri Pendekar Budaya Masa Depan</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/santri-film-festival-2025-menteri-kebudayaan-fadli-zon-sebut-santri-pendekar-budaya-masa-depan/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/santri-film-festival-2025-menteri-kebudayaan-fadli-zon-sebut-santri-pendekar-budaya-masa-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 08:31:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=79530</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Himpunan Seni Budaya Bangsa (HSBI) dan Lokomotif Layar Muda Bangsa (LLMB) membuka Santri Film Festival 2025 (SANFFEST 2025) pada Selasa (21/10/2025) di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Acara pembukaan SANFFEST 2025 berlangsung meriah dan dihadiri lebih dari 300 peserta secara hybrid, terdiri dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Himpunan Seni Budaya Bangsa (HSBI) dan Lokomotif Layar Muda Bangsa (LLMB) membuka Santri Film Festival 2025 (SANFFEST 2025) pada Selasa (21/10/2025) di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.</p>



<p>Acara pembukaan SANFFEST 2025 berlangsung meriah dan dihadiri lebih dari 300 peserta secara hybrid, terdiri dari para santri, ulama, sineas muslim, akademisi, budayawan, hingga pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan.</p>



<p>Festival ini dibuka Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan bahwa santri adalah pendekar budaya masa depan.</p>



<p>“Film-film pendek karya santri dari seluruh Indonesia menjadi cermin kekayaan kebudayaan nasional. Insya Allah, karya para santri ini akan dibina hingga mampu bersaing di pasar global,” ujar Fadli Zon.</p>



<p>Fadli menambahkan, dengan lebih dari 43.000 pesantren di Indonesia, para santri memiliki potensi besar untuk menjadi motor kebangkitan budaya nasional melalui karya visual.</p>



<p>SANFFEST 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Dengan tema “Sinema Santri: Gerakan Kebudayaan Nasional”, festival ini membuka ruang bagi santri untuk mengekspresikan gagasan profetik dan nilai-nilai luhur bangsa melalui media film.</p>



<p>Sejumlah tokoh nasional turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik), KH. Jazir ASP, KH. Fahmi Salim, KH. Jeje Zainudin, KH. Zaitun Rasmin, Deddy Mizwar, Christine Hakim, Erick Yusuf, Asma Nadia, Dedy Miing Gumelar, Dr. Shofwan Al Banna, dan Dr. Phil. Lily Tjahjandari.</p>



<p>Ketua Komite SANFFEST 2025, Neno Warisman, menyampaikan bahwa festival ini telah disiapkan sejak Maret 2025 dengan dukungan tim kreatif muda di bawah arahan Festival Director Fadhli Sapawie.</p>



<p>Antusiasme santri sangat tinggi. Dari hanya 20 pondok pesantren di awal, kini lebih dari 200 pesantren turut serta, termasuk partisipasi santri diaspora dari Australia, Inggris, Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.</p>



<p>“Para santri adalah pemegang pena sejarah. Lewat tinta karya mereka sendiri, mereka akan menjadi pelukis masa depan peradaban melalui film-film pendek,” ujar Neno. ●Redaksi/Satria</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/santri-film-festival-2025-menteri-kebudayaan-fadli-zon-sebut-santri-pendekar-budaya-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Romantisnya Endy Arfian Bimbing Steffi Zamora Menuju Perubahan Hidup di Film “Pengin Hijrah”</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/romantisnya-endy-arfian-bimbing-steffi-zamora-menuju-perubahan-hidup-di-film-pengin-hijrah/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/romantisnya-endy-arfian-bimbing-steffi-zamora-menuju-perubahan-hidup-di-film-pengin-hijrah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 23:26:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film Perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=79469</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Aktor muda berbakat Endy Arfian kembali mencuri perhatian publik lewat perannya dalam film drama romansa religi terbaru berjudul &#8220;Pengin Hijrah&#8221; produksi Sinemata Buana Kreasindo. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Oktober 2025. Dalam film Pengin Hijrah, Endy Arfian memerankan Omar, sosok laki-laki blasteran Uzbekistan-Indonesia yang hadir dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Aktor muda berbakat Endy Arfian kembali mencuri perhatian publik lewat perannya dalam film drama romansa religi terbaru berjudul &#8220;Pengin Hijrah&#8221; produksi Sinemata Buana Kreasindo.</p>



<p>Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Oktober 2025.</p>



<p>Dalam film Pengin Hijrah, Endy Arfian memerankan Omar, sosok laki-laki blasteran Uzbekistan-Indonesia yang hadir dalam kehidupan Alina (diperankan oleh Steffi Zamora), seorang selebgram yang tengah mengalami krisis jati diri dan pencarian makna hidup.</p>



<p>Meski awalnya dibenci dan dihindari oleh Alina, karakter Omar justru menjadi sosok penuh pengertian yang membantu Alina menemukan arah hidupnya. Sifat sabar dan romantis Omar menjadi kontras dengan Joe (diperankan oleh Daffa Wardhana), mantan kekasih Alina yang justru membuat hidup Alina berantakan dan jauh dari kebaikan.</p>



<p>“Omar adalah karakter yang mengajarkan saya arti ketulusan dan kesabaran. Ia membantu Alina untuk berubah lebih baik tanpa menghakimi, tapi dengan penerimaan dan cinta,” ujar Endy Arfian.</p>



<p>Makna Hijrah yang Mendalam<br>Disutradarai oleh Jastis Arimba, film Pengin Hijrah menggambarkan proses hijrah bukan sekadar perubahan penampilan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang jujur dan personal. Cerita film ini juga menampilkan perjalanan penuh keajaiban dan emosional antara Omar dan Alina, hingga membawa mereka ke Uzbekistan.</p>



<p>Menurut sutradara Jastis Arimba, film ini berusaha menyampaikan pesan bahwa setiap proses menjadi lebih baik harus dilakukan dengan keikhlasan, bukan dengan menghakimi orang lain.</p>



<p>“Pesan terpenting dari Pengin Hijrah adalah menjadi lebih baik tanpa merasa lebih suci dari yang lain. Hijrah adalah proses hati yang penuh kesadaran,” ujar Jastis Arimba.</p>



<p>Film Pengin Hijrah juga dibintangi oleh Nadzira Shafa, Donny Alamsyah, Karina Suwandi, dan pendatang baru Sita Permata Sari. Diproduseri oleh Arismuda Irawan dan Rendy Gunawan, film ini menggabungkan unsur drama, romansa, dan religi dalam balutan sinematografi yang hangat dan menyentuh.</p>



<p>“Selain menghibur, kami ingin penonton pulang dari bioskop dengan pelajaran hidup baru — bahwa menjadi lebih baik bukan berarti merasa lebih baik dari orang lain,” jelas produser Rendy Gunawan.</p>



<p>●<strong>Sinopsis Film Pengin Hijrah</strong><br>Alina (Steffi Zamora), selebgram populer yang kehilangan arah setelah kematian sahabatnya, bertemu dengan Omar (Endy Arfian), mahasiswa semester akhir yang bijak dan religius. Pertemuan mereka menjadi awal dari perjalanan spiritual dan cinta yang mengubah hidup Alina. Namun, di tengah proses hijrahnya, Alina justru kembali kehilangan arah dan harus belajar menemukan makna sejati dari perubahan itu sendiri.</p>



<p>Film Pengin Hijrah menghadirkan kisah cinta, persahabatan, dan spiritualitas dalam satu paket yang menyentuh hati. Saksikan kisah romantis penuh makna ini di bioskop mulai 30 Oktober 2025. ●Redaksi/Sat</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/romantisnya-endy-arfian-bimbing-steffi-zamora-menuju-perubahan-hidup-di-film-pengin-hijrah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Horor “Lintrik: Ilmu Pemikat” Angkat Kearifan Lokal Banyuwangi Tayang 11 September 2025</title>
		<link>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-lintrik-ilmu-pemikat-angkat-kearifan-lokal-banyuwangi-tayang-11-september-2025/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-lintrik-ilmu-pemikat-angkat-kearifan-lokal-banyuwangi-tayang-11-september-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 19:27:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=77752</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film horor terbaru berjudul “Lintrik: Ilmu Pemikat”, karya kolaborasi Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film. Film ini menghadirkan nuansa berbeda dari film horor pada umumnya dengan mengangkat kearifan lokal budaya Banyuwangi, lengkap dengan bahasa, tradisi, hingga lokasi syuting yang autentik.Ide pembuatan Lintrik lahir pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film horor terbaru berjudul “Lintrik: Ilmu Pemikat”, karya kolaborasi Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film.</p>



<p>Film ini menghadirkan nuansa berbeda dari film horor pada umumnya dengan mengangkat kearifan lokal budaya Banyuwangi, lengkap dengan bahasa, tradisi, hingga lokasi syuting yang autentik.<br>Ide pembuatan Lintrik lahir pada akhir 2022, saat produser Asye Siregar diperlihatkan film pendek Lintrik – Janakim Series karya komunitas film Banyuwangi.</p>



<p>Melihat potensinya, pihak Prama Gatra Film kemudian menggandeng komunitas tersebut untuk terlibat langsung dalam produksi film layar lebar ini, sekaligus menjadi konsultan budaya dalam penyusunan skenario.</p>



<p>●Kisah horor<br>“Lintrik” mengisahkan tentang ilmu pemikat atau pelet khas Jawa kuno yang hanya bisa dilakukan oleh seorang dukun wanita melalui ritual tertentu. Berbeda dengan pelet biasa, lintrik memiliki daya tarik kuat, bahkan mampu memikat seseorang meski berada di luar negeri, namun hanya bersifat sementara.</p>



<p>Film ini menyoroti tokoh Sari, seorang perempuan yang berusaha meraih kehidupan ideal dengan “melintrik” cinta pertamanya yang kini sudah beristri. Dari ambisinya inilah, Sari terseret dalam konspirasi besar penuh misteri yang baru akan terjawab di akhir cerita.</p>



<p>Sebagian besar proses syuting dilakukan di Banyuwangi, dengan dukungan resmi Pemda setempat. Beberapa adegan bahkan mengambil latar Festival Banyuwangi.</p>



<p>Lokasi wisata ikonik seperti Hutan De Djawatan, Patung Terakota, hingga pantai-pantai indah juga turut ditampilkan.<br>Tak hanya itu, film Lintrik melibatkan seniman asli Banyuwangi seperti Mak Temu Misti, maestro tari Gandrung, dan seniman senior Mas Yon DD. Mereka menggunakan bahasa Osing, bahasa asli masyarakat Banyuwangi, untuk memperkuat nuansa lokal.</p>



<p>Lintrik juga dibintangi sejumlah artis nasional, di antaranya Donny Damara, Yatti Surachman, Meisya Amira, Karina Icha, Akbar Nasdar, Fannita Posumah, serta Teguh Ryder sebagai ustaz muda dengan karakter unik.</p>



<p>Film ini digarap oleh sutradara Irham Acho Bahtiar, yang sebelumnya dikenal melalui film komedi nasional seperti Epen Cupen the Movie dan Security Ugal-ugalan. Bersama Prama Gatra Film, ia juga pernah menyutradarai Horas Amang yang mengangkat budaya Batak. ●<strong>Redaksi/Satria</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hiburan/film/film-horor-lintrik-ilmu-pemikat-angkat-kearifan-lokal-banyuwangi-tayang-11-september-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
