<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PSSI &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/tag/pssi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 04:58:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Firman Utina Kecam Aksi Penyerangan Pelatih EPA Bhayangkara, Pelatih Bukan Preman</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/firman-utina-kecam-aksi-penyerangan-pelatih-epa-bhayangkara-pelatih-bukan-preman/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/firman-utina-kecam-aksi-penyerangan-pelatih-epa-bhayangkara-pelatih-bukan-preman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 04:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86618</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Firman Utina, mantan pemain sepak bola Indonesia lewat IG-nya mengecam aksi penyerangan dilakukan pelatih EPA Bhayangkara. Berdasarkan informasi&#160; Firman Utina memiliki hubungan dengan Bhayangkara karena pernah bermain untuk klub tersebut pada tahun 2017-2018 dan juga menjadi asisten pelatih di Bhayangkara pada tahun 2018. Ini berarti Firman memiliki latar belakang dan pengalaman dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Firman Utina, mantan pemain sepak bola Indonesia lewat IG-nya mengecam aksi penyerangan dilakukan pelatih EPA Bhayangkara.</p>



<p>Berdasarkan informasi&nbsp; Firman Utina memiliki hubungan dengan Bhayangkara karena pernah bermain untuk klub tersebut pada tahun 2017-2018 dan juga menjadi asisten pelatih di Bhayangkara pada tahun 2018.</p>



<p>Ini berarti Firman memiliki latar belakang dan pengalaman dengan klub yang sama dengan EPA Bhayangkara, kemungkinan besar EPA adalah pelatih di Bhayangkara yang Firman kenal atau pernah bekerja sama.</p>



<p>Kalimat &#8220;kursus jangan tidur&#8221; dalam konteks pernyataan Firman Utina adalah sebuah sindiran atau ejekan terhadap pelatih EPA Bhayangkara.</p>



<p>Makna sebenarnya adalah bahwa pelatih tersebut dinilai perlu mengikuti kursus atau pelatihan untuk memperbaiki perilaku atau kemampuannya, bukan tidur-tidur saja.</p>



<p>&#8220;Saya tidak setuju ada pelatih yang tidak ngerti adab dan etika. Sebaiknya hukum seumur hidup saja. Pelatih itu bukan preman,&#8221; tegas Firman Utina.</p>



<p>Reaksi penggemar terhadap insiden antara Firman Utina dan pelatih EPA Bhayangkara cukup beragam. Beberapa penggemar terlihat mendukung pernyataan Firman Utina yang mengecam aksi penyerangan yang dilakukan oleh pelatih tersebut.</p>



<p>Mereka menilai bahwa tindakan kekerasan bukanlah solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah. ●Redaksi/ES</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/firman-utina-kecam-aksi-penyerangan-pelatih-epa-bhayangkara-pelatih-bukan-preman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelaku Penendang &#8220;Kungfu&#8221; Alberto Henga Dkk Dicoret dari PSSI</title>
		<link>https://harianpelita.id/hukum/kriminal/pelaku-penendang-kungfu-alberto-henga-dkk-sumardji-sebut-sudah-dicoret-dari-sepakbola-nasional/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/hukum/kriminal/pelaku-penendang-kungfu-alberto-henga-dkk-sumardji-sebut-sudah-dicoret-dari-sepakbola-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 03:19:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86613</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Ketua BTN Sumardji menegaskan pemain sepakbola yang terlibat perkelahian dan tendangan kungfu Alberto Henga dan pemain lainnya telah dicoret dari Timnas Indonesia U-20. Pencoretan Alberto Henga dari Timnas Indonesia U-20 karena melakukan tendangan kungfu saat menghadapi Dewa United U-20. Keputusan ini diumumkan Ketua BTN Sumardji menyatakan bahwa Alberto Henga sudah tidak lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Ketua BTN Sumardji menegaskan pemain sepakbola yang terlibat perkelahian dan tendangan kungfu Alberto Henga dan pemain lainnya telah dicoret dari Timnas Indonesia U-20.</p>



<p>Pencoretan Alberto Henga dari Timnas Indonesia U-20 karena melakukan tendangan kungfu saat menghadapi Dewa United U-20.</p>



<p>Keputusan ini diumumkan Ketua BTN Sumardji menyatakan bahwa Alberto Henga sudah tidak lagi menjadi bagian timnas U-20 Indonesia.</p>



<p>Tindakan Alberto Henga ini mendapat reaksi keras dari publik, dan meminta pemain-pemain sepakbola tak beradab dan tak beretika sebaiknya dihukum seumur hidup.</p>



<p>&#8220;Masih banyak pemain-pemain muda yang punya adab dan etika. Sebaiknya dihapus nama mereka di sepakbola nasional,&#8221; tegas Imam, pencinta sepakbola nasional. ●<strong>Redaksi</strong>/<strong>HP</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/hukum/kriminal/pelaku-penendang-kungfu-alberto-henga-dkk-sumardji-sebut-sudah-dicoret-dari-sepakbola-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelaku Tendangan &#8220;Kungfu&#8221; Sepakbola U-20 Sebaiknya Dihukum Seumur Hidup</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/pelaku-tendangan-kungfu-sepakbola-u-20-sebaiknya-dihukum-seumur-hidup/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/pelaku-tendangan-kungfu-sepakbola-u-20-sebaiknya-dihukum-seumur-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 03:03:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86609</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Aksi kungfu disesalkan di sepakbola Indonesia. Asi tendangan kungfu yang viral, Pemain Bhayangkara Alberto Henga terlebih dahulu melakukan tendangan ke pemain Dewa United (Mohamad Ridwan) di area bench. Tak hanya Alberto. Ada beberapa pemain lainnya dan juga satu Pelatih Kiper yang terlibat. Seperti Alberto, Ahmad Catur Prasetyo, Aqilah Lissunnah dan Ferdiansyah (Pelatih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Aksi kungfu disesalkan di sepakbola Indonesia. Asi tendangan kungfu yang viral, Pemain Bhayangkara Alberto Henga terlebih dahulu melakukan tendangan ke pemain Dewa United (Mohamad Ridwan) di area bench.</p>



<p>Tak hanya Alberto. Ada beberapa pemain lainnya dan juga satu Pelatih Kiper yang terlibat. Seperti Alberto, Ahmad Catur Prasetyo, Aqilah Lissunnah dan Ferdiansyah (Pelatih Kiper Bhayangkara U-20).</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="653" height="490" src="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000129266.jpg" alt="" class="wp-image-86611" srcset="https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000129266.jpg 653w, https://harianpelita.id/wp-content/uploads/2026/04/1000129266-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /></figure>



<p>Mereka pantas dihukum seumur hidup di.lingkungan sepakbola PSSI, tindakan mereka mempermalukan aturan sepakbola modern.</p>



<p>PSSI wajib mengambil tindakan hukuman setimpal dengan perbuatan pelaku. Suporter Indonesia mendesak pemain-pemain yang terlibat sebaiknya tak lagi berada di sepakbola nasional.</p>



<p>&#8220;Sebaiknya mereka pelaku itu tak lagi berada di sepakbola Indonesia. Kita harus mendidik mental pemain muda beradab. Jangan nanti kelakuan seperti itu diikuti pemain lain,&#8221; tegas pemain lain. ●<strong>Redaksi/HP</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/pelaku-tendangan-kungfu-sepakbola-u-20-sebaiknya-dihukum-seumur-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PSSI Awards 2026: Maarten Paez, Jay Idzes, Emil Audero dan Rizki Ridho Raih Penghargaan</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/pssi-awards-202-maarten-paez-jay-idzes-emil-audero-dan-rizki-ridho-raih-penghargaan/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/pssi-awards-202-maarten-paez-jay-idzes-emil-audero-dan-rizki-ridho-raih-penghargaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 14:52:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timmas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85816</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Jay Idzes meraih penghargaan Player Of The Year 2026 dan Maarten Paes meraih gelar Kelme Indonesia men&#8217;s goalkeeper of the Year dalam PSSI Awards 2026 pada hari Sabtu (28/3/2026) termasuk pemain Persija Rizki Ridho juga menerima penghargaan. Maarten Paes yang saat ini bermain untuk Ajax Amsterdam mengalahkan beberapa nomine, seperti Emil Audero, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Jay Idzes meraih penghargaan Player Of The Year 2026 dan Maarten Paes meraih gelar Kelme Indonesia men&#8217;s goalkeeper of the Year dalam PSSI Awards 2026 pada hari Sabtu (28/3/2026) termasuk pemain Persija Rizki Ridho juga menerima penghargaan.</p>



<p>Maarten Paes yang saat ini bermain untuk Ajax Amsterdam mengalahkan beberapa nomine, seperti Emil Audero, Ernando Ari, Nadeo Argawinata, dan Teja Paku Alam.</p>



<p>Jay Idzes mengucapkan terimakasih kepada PSSI, rekan-rekannya, staff kepelatihan dan fans yang selalu mendukungnya.</p>



<p>&#8220;Saya sangat bersyukur dan saya ingin memberi selamat kepada kiper-kiper lain untuk kerja keras luar biasa mereka tahun ini,&#8221; kata Paes setelah upacara pemberian penghargaan.</p>



<p>&#8220;Mari biarkan Garuda terbang tinggi bersama-sama dengan semangat kebersamaan dan tetap bersemangat,&#8221; lanjut kiper Ajax Amsterdam itu.</p>



<p>Sementara itu kiper&nbsp;Timnas Indonesia Emil Audero memberikan komentar berkelas setelah dirinya meraih penghargaan Penyelamatan Terbaik atau Save of the Year dalam&nbsp;PSSI Awards&nbsp;2026.</p>



<p>Emil mengaku hal ini membuatnya semakin bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).</p>



<p>PSSI Awards 2026. Acara tersebut digelar di Studio 6 Emtek City, Jakarta pada Sabtu (28/3/2026). PSSI Awards sebagai penghargaan tertinggi sepak bola nasional untuk pertama kalinya digelar dalam 95 tahun.</p>



<p><strong><em>Susunan pesepakbola meraih penghargaan</em></strong>:</p>



<p>● Main Awards</p>



<p>●Men’s Player of the Year<br>●Jay Idzes</p>



<p>●Women’s Player of the Year<br>● Shafira Ika</p>



<p>Men’s Goalkeeper of the Year<br>●Maarten Paes</p>



<p>●Women’s Goalkeeper of the Year<br>● Irish de Rouw</p>



<p>●Men’s Young Player of the Year<br>● Marselino Ferdinand</p>



<p>● Women’s Young Player of the Year<br>● Claudia Scheneumann</p>



<p>● MATCH HIGHLIGHTS AWARDS<br>● Goal of the Year<br>●Rizki Ridho (Persija vs Arema)</p>



<p>●Assist of the Year<br>● Yance Sayuri (Persis vs Malut United)</p>



<p>● Save of the Year<br>●Emil Audero (Indonesia vs China). ●<strong>Redaksi</strong>/HP</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/pssi-awards-202-maarten-paez-jay-idzes-emil-audero-dan-rizki-ridho-raih-penghargaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SIWO PWI Pusat Kecam Intimidasi Ofisial Malut United Terhadap Wartawan Peliput</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/siwo-pwi-pusat-kecam-intimidasi-ofisial-malut-united-terhadap-wartawan-peliput/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/siwo-pwi-pusat-kecam-intimidasi-ofisial-malut-united-terhadap-wartawan-peliput/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 11:45:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<category><![CDATA[PWI DKI]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84937</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam keras tindakan intimidasi dialami sejumlah wartawan peliput pertandingan BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha (GKR), Ternate, Maluku Utara.  Insiden yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026) malam, sekitar pukul 23.05 WIT, pasca-pertandingan itu merupakan pelanggaran serius [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam keras tindakan intimidasi dialami sejumlah wartawan peliput pertandingan BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha (GKR), Ternate, Maluku Utara. </p>



<p>Insiden yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026) malam, sekitar pukul 23.05 WIT, pasca-pertandingan itu merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hak-hak jurnalistik yang dijamin oleh undang-undang.</p>



<p>Salah satu wartawan yang menjadi korban adalah Irwan Djailani (alias Bradex), jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, yang didatangi, diintimidasi, dan dipaksa menghapus rekaman video yang merupakan bagian sah dari kerja jurnalistiknya. Tindakan tersebut dilakukan oleh seorang pria yang diduga ofisial tim Malut United.</p>



<p>Tidak hanya berhenti pada intimidasi terhadap wartawan, ofisial yang sama juga meminta steward untuk mengusir sejumlah jurnalis dari area tribun, meski para wartawan tersebut telah dilengkapi dengan ID Card resmi yang dikeluarkan oleh penyelenggara kompetisi BRI Super League.</p>



<p>Tindakan ini merupakan bentuk nyata dari penghalangan kerja jurnalistik yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi dan alasan apapun.</p>



<p>Lebih jauh, situasi di dalam stadion semakin memanas ketika ofisial tersebut membuntuti tim wasit hingga ke area ruang ganti, menggedor pintu dengan keras, serta melontarkan umpatan dan ancaman kepada para perangkat pertandingan.</p>



<p>Akibatnya, tim wasit terpaksa bertahan di dalam ruang ganti selama kurang lebih satu setengah jam dan baru dapat meninggalkan stadion sekitar pukul 00.20 WIT setelah pihak kepolisian dan steward memastikan kondisi stadion telah kondusif.</p>



<p>&#8220;Kami mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oleh ofisial Malut United terhadap wartawan peliput. Ini bukan sekadar tindakan tidak terpuji — ini adalah pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang. Wartawan yang hadir di lapangan telah mengantongi kredensial resmi dan menjalankan tugas jurnalistik yang sah. Tidak ada satu pun pihak yang berhak menghalangi, mengancam, apalagi memaksa mereka menghapus hasil kerja jurnalistiknya,&#8221; ujar Suryansyah, Ketua Umum SIWO PWI Pusat di Jakarta, Minggu (8/3/2026).</p>



<p>Hal senada juga diungkapkan Ketua PWI Maluku Utara Asri Fabanyo mengecam tindakan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis saat menjalankan tugas peliputan pada laga BRI Super League antara Malut United FC melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3).</p>



<p>&#8220;Tindakan yang dilakukan bos Malut United tidak dapat dibenarkan karena menghambat kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang. Saya mendukung SIWO PWI Pusat yang bersurat ke Kapolri untuk menindaklanjuti dugaan intimidasi tersebut,&#8221; kata Asri Fabanyo.</p>



<p>Dia menegaskan wartawan yang melakukan peliputan dalam pertandingan tersebut telah mengantongi kartu identitas resmi dari penyelenggara kompetisi.</p>



<p>&#8220;Mereka bekerja di lapangan sesuai SOP dan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, segala bentuk penghalangan terhadap kerja wartawan merupakan pelanggaran hukum. Kami geram sekali dengan sikap dan tindakan bos Malut United,&#8221; tandasnya.</p>



<p>&#8220;SIWO PWI Pusat tidak akan tinggal diam. Kami akan melaporkan hal ini secara resmi ke Kapolri,&nbsp; sekaligus mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kejadian ini secara serius. Kami juga mendesak PT I-League untuk segera menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang bersangkutan.&nbsp; Intimidasi terhadap wartawan adalah ancaman terhadap demokrasi dan hak publik atas informasi. Kami akan terus berdiri di garis terdepan untuk melindungi setiap wartawan olahraga Indonesia dalam menjalankan tugasnya,&#8221; lanjut&nbsp; Suryansyah,</p>



<p>●<strong>Sikap dan tuntutan SIWO PWI Pusat</strong><br>Berdasarkan fakta-fakta yang terjadi, SIWO PWI Pusat menyatakan hal-hal sebagai berikut:</p>



<p>Pertama, SIWO PWI Pusat menyesali dan mengecam keras segala bentuk intimidasi, ancaman, dan penghalangan kerja jurnalistik yang dialami oleh wartawan peliput pertandingan BRI Super League di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.</p>



<p>Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang secara tegas menjamin kemerdekaan pers dan melindungi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.</p>



<p>Kedua, SIWO PWI Pusat mendesak PT I-League selaku penyelenggara kompetisi BRI Super League untuk segera mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi yang setimpal kepada ofisial tim Malut United yang terbukti melakukan intimidasi terhadap wartawan dan perangkat pertandingan. Kejadian ini mencoreng citra kompetisi sepak bola profesional Indonesia.</p>



<p>Ketiga, SIWO PWI Pusat mendorong Kapolri untuk menindaklanjuti laporan ini secara serius, mengingat tindakan intimidasi dan ancaman yang dilakukan oleh oknum tersebut berpotensi memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun Undang-Undang Pers.</p>



<p>Keempat, SIWO PWI Pusat mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem sepak bola Indonesia — termasuk manajemen klub, official tim, suporter, dan penyelenggara kompetisi — bahwa kehadiran wartawan di lapangan adalah bagian tak terpisahkan dari upaya membangun transparansi dan akuntabilitas dalam dunia olahraga. Wartawan bukan musuh, melainkan mitra dalam memajukan olahraga Indonesia.</p>



<p>Kelima, SIWO PWI Pusat menyerukan kepada seluruh wartawan olahraga Indonesia untuk tidak gentar dalam menjalankan tugas jurnalistik yang mulia. SIWO PWI Pusat akan senantiasa hadir sebagai pelindung dan pembela hak-hak wartawan olahraga di seluruh pelosok Indonesia.</p>



<p>SIWO PWI Pusat berkomitmen penuh untuk terus memperjuangkan keselamatan dan kebebasan wartawan olahraga Indonesia dalam menjalankan tugasnya. SIWO PWI Pusat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan ekosistem olahraga Indonesia yang sehat, profesional, dan menghormati kebebasan pers. ●<strong>Redaksi/CRT</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/siwo-pwi-pusat-kecam-intimidasi-ofisial-malut-united-terhadap-wartawan-peliput/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Super Leaque Semakin Menakutkan, Oknum Official Malut United Intimidasi Wartawan dan Suporter Pukul Wasit</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/super-leaque-semakin-menakutkan-oknum-official-malut-united-intimidasi-wartawan-dan-suporter-pukul-wasit/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/super-leaque-semakin-menakutkan-oknum-official-malut-united-intimidasi-wartawan-dan-suporter-pukul-wasit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 01:43:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Pukul Wasit]]></category>
		<category><![CDATA[Super Leaque]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84927</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Super Leaque semakin menakutkan. Peristiwa pemukulan wasit Thoriq Alkatiri dan pengusiran dan penghapusan rekaman video wartawan oleh oknum official tim Malut United. Buktinya wartawan meliput pertandingan BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha (GKR), Ternate mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang pria yang diduga merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Super Leaque semakin menakutkan. Peristiwa pemukulan wasit Thoriq Alkatiri dan pengusiran dan penghapusan rekaman video wartawan oleh oknum official tim Malut United.</p>



<p>Buktinya wartawan meliput pertandingan BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha (GKR), Ternate mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang pria yang diduga merupakan official tim Malut United.</p>



<p>Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.05 WIT, usai pertandingan antara Malut United dan PSM Makassar. Salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan Djailani alias Bradex, yang mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan setelah laga didatangi dan diintimidasi hingga diminta menghapus sejumlah video yang direkamnya.</p>



<p>Tak hanya meminta penghapusan rekaman video yang merupakan bagian dari kerja jurnalistik, pria tersebut juga meminta steward untuk mengusir sejumlah wartawan dari area tribun, meski para jurnalis tersebut menggunakan ID Card resmi Super League.</p>



<p>“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriak pria tersebut sembari memprovokasi sejumlah suporter yang berada di sekitar lokasi.</p>



<p>●<strong>Wasit pun dipukul</strong><br>Situasi di sekitar stadion juga sempat memanas setelah pertandingan berakhir. Oknum manajemen yang sama bahkan terlihat membuntuti wasit hingga ke area ruang ganti.</p>



<p>Setibanya di depan ruang ganti, ia beberapa kali menggedor pintu dengan keras sambil melontarkan umpatan dan ancaman kepada wasit yang berada di dalam ruangan.</p>



<p>Kondisi tersebut membuat tim perangkat pertandingan memilih tetap bertahan di dalam ruang ganti untuk menghindari potensi konflik yang lebih besar. Akibatnya, tim wasit tertahan di dalam stadion selama kurang lebih satu setengah jam setelah pertandingan berakhir.</p>



<p>Para wasit baru dapat meninggalkan stadion sekitar pukul 00.20 WIT setelah pihak kepolisian bersama steward memastikan area stadion telah steril dari potensi intimidasi, baik dari suporter maupun oknum official tim. ●<strong>Redaksi/HP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/super-leaque-semakin-menakutkan-oknum-official-malut-united-intimidasi-wartawan-dan-suporter-pukul-wasit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erick Thohir Kecam Keras Segala Bentuk Pelecehan Seksual Terhadap Atlet Indonesia</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/erick-thohir-kecam-keras-segala-bentuk-pelecehan-seksual-terhadap-atlet-indonesia/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/erick-thohir-kecam-keras-segala-bentuk-pelecehan-seksual-terhadap-atlet-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 15:59:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[humas kemenpora]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=84536</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Ketua Umum PSSI dan.selaku Kemenpora mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet Indonesia. &#8220;Kami berempati dan berada di garda terdepan untuk memberikan dukungan penuh kepada atlet yang menjadi korban. Kemenpora siap memberikan pendampingan hukum serta dukungan psikologis untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik,&#8221; tegas Erick Thohir, Kamis (26/2/2026)? [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Ketua Umum PSSI dan.selaku Kemenpora mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet Indonesia.</p>



<p>&#8220;Kami berempati dan berada di garda terdepan untuk memberikan dukungan penuh kepada atlet yang menjadi korban. Kemenpora siap memberikan pendampingan hukum serta dukungan psikologis untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik,&#8221; tegas Erick Thohir, Kamis (26/2/2026)?</p>



<p>Menurut Erick, apabila terbukti, kami akan memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Termasuk sanksi larangan seumur hidup dari dunia olahraga.</p>



<p>&#8220;Kami juga menyediakan layanan pengaduan untuk atlet yang pernah atau sedang mengalami tindak kekerasan seksual maupun kekerasan fisik, melalui email: pengaduan.atlet@kemenpora.go.id</p>



<p>Ditegaskannya, tidak ada tempat bagi pelaku pelecehan seksual maupun kekerasan fisik dalam bentuk apa pun. Kemenpora berdiri bersama para atlet, memastikan setiap individu mendapatkan perlindungan, demi menjaga marwah dan martabat bangsa. ●<strong>Redaksi/Kemenpora/09</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/erick-thohir-kecam-keras-segala-bentuk-pelecehan-seksual-terhadap-atlet-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mantan Pemain Madura United Peter Odemwingie Bongkar Kerasnya Liga Indonesia &#8220;Bunuh&#8221; Karir Pemain Asing</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/mantan-pemain-madura-united-peter-odemwingie-bongkar-kerasnya-liga-indonesia-bunuh-karir-pemain-asing/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/mantan-pemain-madura-united-peter-odemwingie-bongkar-kerasnya-liga-indonesia-bunuh-karir-pemain-asing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 05:20:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[bobotoh persib]]></category>
		<category><![CDATA[Exco PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Liga 1 Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pencinta Bola]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Super Leaque]]></category>
		<category><![CDATA[Suporter Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83697</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Mantan pemain Madura United dan bintang Premier League West Brom Peter Odemwingie membongkar kekasaran pemain yang berlaga di Super Leaque (Liga 1 Indonesia-Red) menjadi momok menakutkan baginya. Menurut Peter Odemwingie, setelah mengarungi kompetisi panjang Liga Indonesia, ia&#160; menorehkan 15 gol dalam 23 laga selama bergabung dengan Madura United. Saking takutnya, Peter Odemwingie [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Mantan pemain Madura United dan bintang Premier League West Brom Peter Odemwingie membongkar kekasaran pemain yang berlaga di Super Leaque (Liga 1 Indonesia-Red) menjadi momok menakutkan baginya.</p>



<p>Menurut Peter Odemwingie, setelah mengarungi kompetisi panjang Liga Indonesia, ia&nbsp; menorehkan 15 gol dalam 23 laga selama bergabung dengan Madura United.</p>



<p>Saking takutnya, Peter Odemwingie hanya bertahan satu tahun di Madura United karena ia berpikir bila bertahan akan hancur karirnya di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Saya pergi dari Indonesia karena permainan pemain Indonesia sangat kasar dan suka mencederai lawan. Saya sangat kesal dan menakutkan bila saya bertahan,&#8221; tegas Peter Odemwingie kepada media Inggris.</p>



<p>Sehingga kenapa pemain kelas dunia cuma bertahan seumur jagung di Indonesia. Jawabannya ada pada kisah Peter Odemwingie.</p>



<p>Datang dengan status bintang Premier League sempat bikin publik Madura United jatuh cinta. Apalagi 23 laga dimainkan berbuah 15 gol pada waktu itu.</p>



<p>Di atas lapangan, Odemwingie terlihat sangat dominan dan terlalu berkelas. Namun kenyamanan itu runtuh bukan karena fasilitas atau gaji, melainkan karena &#8216;hantaman&#8217; di lapangan.</p>



<p><br>Momen saat ia ditekel keras oleh Indra Kahfi dalam laga melawan Bhayangkara FC menjadi titik balik. Odemwingie tersadar bahwa di sini, talenta besar bisa berakhir seketika karena permainan yang kelewat kasar.</p>



<p>​Satu musim sudah cukup baginya.<br>Ia pergi dengan pesan tersirat: di Liga Indonesia, skill saja tidak cukup untuk bertahan hidup. &#8220;Kamu harus siap dengan risiko cedera yang mengancam karier.&#8221;</p>



<p>Artinya PSSI wajib merubah aturan di Super Leaque dengan ketat dan tanpa kompromi dan banding. Bahkan anehnya, staf kepelatihan di pinggir lapangan pun bisa memprotes membabi buta kepada wasit dan asisten wasit. ●<strong>Redaksi/CR/HP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/mantan-pemain-madura-united-peter-odemwingie-bongkar-kerasnya-liga-indonesia-bunuh-karir-pemain-asing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiper Timnas Indonesia dan Cremonese Emil Audero Dilempar Flare Suporter Inter Milan</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/kiper-timnas-indonesia-dan-cremonese-emil-audero-dilempar-flare-suporter-ac-milan/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/kiper-timnas-indonesia-dan-cremonese-emil-audero-dilempar-flare-suporter-ac-milan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 02:18:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[bobotoh persib]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Liga 1 Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Persija Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Super Leaque]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83677</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Kiper Timnas Indonesia Emil Audero mengalami masalah fisik setelah terkena flare yang dilempar suporter dalam laga Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari waktu Indonesia. Emil Audero yang tampil di bawah mistar Cremonese sejak menit pertama mendadak terjatuh saat awal babak kedua. Mantan kiper Inter itu terkena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Kiper Timnas Indonesia Emil Audero mengalami masalah fisik setelah terkena flare yang dilempar suporter dalam laga Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari waktu Indonesia.</p>



<p>Emil Audero yang tampil di bawah mistar Cremonese sejak menit pertama mendadak terjatuh saat awal babak kedua. Mantan kiper Inter itu terkena flare.</p>



<p>Dilansir dari AP, Emil Audero mengalami luka di kaki kanan dan tampak memberi tahu staf medis bahwa telinga kanannya tidak bisa mendengar.</p>



<p>Sebuah flare atau cerawat dilempar suporter yang menempati tribun utara ke dalam lapangan dan meledak di area kotak penalti, dekat posisi Emil berdiri.</p>



<p>Saat ini Emil Audero masih menjalani perawatan, pelatih dan pemain Inter mencoba menenangkan fans agar tetap tertib.</p>



<p>Setelah mendapat perawatan, Emil Audero kemudian melanjutkan pertandingan dan mengawal gawang Cremonese hingga laga bubar. ●<strong>Redaksi/AP/03</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/kiper-timnas-indonesia-dan-cremonese-emil-audero-dilempar-flare-suporter-ac-milan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jersey Thom Haye dan Mark Klok Dilelang Rp150 Juta Ditebus Raffi Ahmad Bantu Korban Longsor Bandung Barat</title>
		<link>https://harianpelita.id/sport/jersey-thom-haye-dan-mark-klok-dilelang-rp150-juta-ditebus-raffi-ahmad-bantu-korban-longsor-bandung-barat/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/sport/jersey-thom-haye-dan-mark-klok-dilelang-rp150-juta-ditebus-raffi-ahmad-bantu-korban-longsor-bandung-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 01:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[bobotoh persib]]></category>
		<category><![CDATA[Persib Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=83581</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Ketua Umum Viking Persib Club (VPC) melelang Jersey Timnas Indonesia milik Thom Haye dan Mark Klok untuk membantu korban bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jersey nomor punggung 19 Thom Haye di Timnas Indonesia dan jersey Persib Bandung di AFC milik Marc Klok akhirnya laku Rp150 juta ditebus Raffi Ahmad. Giat lelang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Ketua Umum Viking Persib Club (VPC) melelang Jersey Timnas Indonesia milik Thom Haye dan Mark Klok untuk membantu korban bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.</p>



<p>Jersey nomor punggung 19 Thom Haye di Timnas Indonesia dan jersey Persib Bandung di AFC milik Marc Klok akhirnya laku Rp150 juta ditebus Raffi Ahmad.</p>



<p>Giat lelang ini sebelumnya juga lewat lelang kemanusiaan yang dilakukan manajemen Persib dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk bencana di Sumatera.</p>



<p>“Kemarin Alhamdulillah laku Rp150 juta, hari ini mulai didistribusikan, tadi saya distribusi bahan makanan untuk dapur umum BPBD Jabar,” kata Tobias.</p>



<p>“Mereka kan setiap hari bikin 1000 porsi makanan buat relawan yang mencari evakuasi jadi kita suplai ke sana dahulu,” tuturnya.</p>



<p>“Terus Viking juga bikin posko, ada dapur umum kita sebagian ke Viking juga,” terang Tobi.</p>



<p>“Harapannya mudah-mudahan ini kan masih proses evakuasi pencarian, yang belum ketemu semoga segera ketemu yang korban meninggal dunia kita doakan Khusnul Khotimah,”</p>



<p>“Yang terdampak mudah-mudahan diberikan kekuatan dan semangat saya yakin pemerintah sudah gerak cepat dari provinsi kabupaten, pusat, sudah membantu mudah-mudahan segera pulih kembali,” harap Tobi. ●<strong>Redaksi/HP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/sport/jersey-thom-haye-dan-mark-klok-dilelang-rp150-juta-ditebus-raffi-ahmad-bantu-korban-longsor-bandung-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
