<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SEO Meta &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/tag/seo-meta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2026 03:02:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Meta Uji Coba Versi Premium dari Aplikasi Pesan Instan Populernya WhatsApp</title>
		<link>https://harianpelita.id/bisnisdanekonomi/meta-uji-coba-versi-premium-dari-aplikasi-pesan-instan-populernya-whatsapp/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/bisnisdanekonomi/meta-uji-coba-versi-premium-dari-aplikasi-pesan-instan-populernya-whatsapp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 03:02:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[SEO Meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86703</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Meta kembali menguji coba versi premium dari aplikasi pesan instan populernya WhatsApp. Layanan bertajuk&#160;WhatsApp Plus&#160;ini akan menyertakan sejumlah fitur eksklusif yang berada di balik paywall atau skema berlangganan. Dikutip dari&#160;WABetaInfo, yang mengamati bahwa Meta mulai meluncurkan versi berbayar ini kepada pengguna terbatas. Mengutip laman&#160;Engadget, Rabu (22/4/2026), fokus utama dari WhatsApp Plus saat ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Meta kembali menguji coba versi premium dari aplikasi pesan instan populernya WhatsApp.</p>



<p>Layanan bertajuk&nbsp;WhatsApp Plus&nbsp;ini akan menyertakan sejumlah fitur eksklusif yang berada di balik paywall atau skema berlangganan.</p>



<p>Dikutip dari&nbsp;<em>WABetaInfo</em>, yang mengamati bahwa Meta mulai meluncurkan versi berbayar ini kepada pengguna terbatas.</p>



<p>Mengutip laman&nbsp;<em>Engadget</em>, Rabu (22/4/2026), fokus utama dari WhatsApp Plus saat ini adalah memberikan pembaruan estetika dan personalisasi bagi para penggunanya.</p>



<p>Menurut laman Pusat Bantuan (Help Center), pelanggan WhatsApp Plus akan mendapatkan akses ke stiker premium dengan efek khusus.</p>



<p>Selain itu, pengguna juga diberikan kebebasan untuk mempersonalisasi tema aplikasi serta mengubah ikon sesuai keinginan.</p>



<p>Tak hanya aspek dekoratif, Meta juga menawarkan fungsi tambahan untuk menunjang produktivitas dan organisasi pesan, antara lain:</p>



<p>●Penyematan Chat: Pengguna dapat menyematkan (pin) hingga 20 obrolan penting di bagian atas daftar pesan.</p>



<p>●Nada Dering Khusus: Kemampuan untuk mengatur nada dering premium bagi kontak tertentu.</p>



<p>●Kustomisasi Lanjut: Pengaturan daftar obrolan yang lebih mendalam dengan peringatan (<em>alert</em>) dan tema yang dipersonalisasi.</p>



<p>Meskipun Meta belum mengumumkan harga resmi secara global, WABetaInfo melaporkan bahwa biaya berlangganan saat ini bervariasi di wilayah uji coba.</p>



<p>Harga berkisar dari 229 Rupee Pakistan (sekitar Rp13.000) hingga €2,49 (sekitar Rp51.000) per bulan.</p>



<p>Meta juga dilaporkan tengah mempertimbangkan pemberian masa uji coba gratis selama satu bulan bagi pengguna yang tertarik.</p>



<p>Penting untuk dicatat bahwa Meta tidak akan memungut biaya untuk fungsi dasar WhatsApp. Fitur-fitur fundamental seperti pengiriman pesan teks, panggilan suara, hingga sistem keamanan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) akan tetap tersedia secara gratis bagi seluruh pengguna. ●<strong>Redaksi/Meta/HP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/bisnisdanekonomi/meta-uji-coba-versi-premium-dari-aplikasi-pesan-instan-populernya-whatsapp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membangkang, Meta Telah Patuhi Regulasi Pembatasan Standar Usia di Flatfom Media Sosial</title>
		<link>https://harianpelita.id/tren/setelah-membangkan-meta-telah-patuhi-regulasi-pembatasan-standar-usia-di-flatfom-media-sosial/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/tren/setelah-membangkan-meta-telah-patuhi-regulasi-pembatasan-standar-usia-di-flatfom-media-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 03:02:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[FacebookIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[SEO Meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86205</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Setelah mendapat teguran keras dari pemerintah masalah dtandar usia minimal pengguna di tanah air menjadi 16 tahun, naik dari aturan global sebelumnya hanya 13 tahun, akhirnya Meta membersihkan akun-akun di bawah umur ini diperkirakan akan rampung mulai sekarang. Ternyata basis pengguna Meta di Indonesia melampaui 100 juta akun. Menteri Komunikasi dan Digital [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Setelah mendapat teguran keras dari pemerintah masalah dtandar usia minimal pengguna di tanah air menjadi 16 tahun, naik dari aturan global sebelumnya hanya 13 tahun, akhirnya Meta membersihkan akun-akun di bawah umur ini diperkirakan akan rampung mulai sekarang. Ternyata basis pengguna Meta di Indonesia melampaui 100 juta akun.</p>



<p>Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyatakan bahwa perubahan kebijakan Meta ini merupakan hasil nyata dari pemeriksaan ketat yang dilakukan kementerian pada awal pekan ini.</p>



<p>Meutya menegaskan, kepatuhan Meta menjadi preseden penting bagi platform digital lainnya. Keberhasilan Meta melakukan penyesuaian ini membuktikan bahwa kendala teknis bukanlah penghalang utama bagi platform digital untuk patuh pada hukum nasional.</p>



<p>&#8220;Masalah teknis sebetulnya bukan kendala. Ini masalah kemauan dan iktikad dari platform-platform besar untuk patuh kepada hukum di Indonesia,&#8221; kata Meutya.</p>



<p>Diketahui saat ini Meta&nbsp;menghindari sanksi regulasi di Indonesia. Perusahaan induk&nbsp;Facebook,&nbsp;Instagram, dan Threads tersebut resmi&nbsp;menetapkan standar usia minimal pengguna di tanah air menjadi 16 tahun, naik dari aturan global sebelumnya yang hanya 13 tahun.<br>Perwakilan kuasa hukum Meta di Indonesia bersama Pejabat Kebijakan Publik Meta Regional Asia Pasifik, Rafael Frankel, telah melaporkan pembaruan ini secara resmi kepada pemerintah.</p>



<p>Komitmen ini mencakup pembaruan batas usia pengguna dan langkah de-aktivasi akun secara bertahap bagi pengguna di bawah 16 tahun. ●<strong>Redaksi/HP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/tren/setelah-membangkan-meta-telah-patuhi-regulasi-pembatasan-standar-usia-di-flatfom-media-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Ancam Meta dan Google Bila Tak Patuhi Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital</title>
		<link>https://harianpelita.id/news/nasional/pemerintah-ancam-meta-dan-google-bila-tak-patuhi-aturan-perlindungan-anak-di-ruang-digital/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/news/nasional/pemerintah-ancam-meta-dan-google-bila-tak-patuhi-aturan-perlindungan-anak-di-ruang-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 14:47:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google Alphabet]]></category>
		<category><![CDATA[Google Discoveri]]></category>
		<category><![CDATA[Komindigi]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[SEO Meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=85986</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengancam Meta dan Google bila tak mematuhi aturan perlindungan anak di ruang digital. Ketegasan itu dikeluarkan setelah keduanya absen dari panggilan pertama dalam pemeriksaan soal PP Tunas. Pemanggilan ini merupakan prosedur sebelum sanksi lebih tegas dijatuhkan. Meta (induk Instagram, Facebook, dan Threads) serta Google (pemilik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengancam Meta dan Google bila tak mematuhi aturan perlindungan anak di ruang digital.</p>



<p>Ketegasan itu dikeluarkan setelah keduanya absen dari panggilan pertama dalam pemeriksaan soal PP Tunas. Pemanggilan ini merupakan prosedur sebelum sanksi lebih tegas dijatuhkan.</p>



<p>Meta (induk Instagram, Facebook, dan Threads) serta Google (pemilik YouTube) dinilai belum memenuhi standar perlindungan anak sesuai regulasi berlaku di Indonesia.</p>



<p>Meski telah meminta penjadwalan ulang, pemerintah menilai penundaan ini berpotensi memperpanjang risiko bagi anak-anak di ruang digital. Karena itu, Kemkomdigi mendesak kepatuhan segera dari platform global tersebut.</p>



<p>Jika tetap tidak kooperatif, pemerintah membuka opsi sanksi bertahap, mulai dari teguran tertulis, pemblokiran sementara, hingga pemutusan akses permanen.</p>



<p>Kemkomdigi menegaskan, menciptakan ruang digital yang aman bagi anak bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh platform digital. ●<strong>Redaksi/HP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/news/nasional/pemerintah-ancam-meta-dan-google-bila-tak-patuhi-aturan-perlindungan-anak-di-ruang-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dianggap Pemicu konten provokatif, Wamenkomdigi Panggil TikTok dan Meta Buntut Demo Ricuh di DPR</title>
		<link>https://harianpelita.id/bisnisdanekonomi/dianggap-pemicu-konten-provokatif-wamenkomdigi-panggil-tiktok-dan-meta-buntut-demo-ricuh-di-dpr/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/bisnisdanekonomi/dianggap-pemicu-konten-provokatif-wamenkomdigi-panggil-tiktok-dan-meta-buntut-demo-ricuh-di-dpr/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 04:58:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[SEO Meta]]></category>
		<category><![CDATA[Tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=77831</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Marak demo di depan DPR karena ditengarai dari konten brutal berasal flatfom media sosial bernama TikTok hingga Meta yang menimbulkan kericuhan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menyebut akan memanggil TikTok hingga Meta buntut demo ricuh di DPR yang dipicu konten provokatif. “Saya sudah hubungi Head TikTok Asia Pasifik, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Marak demo di depan DPR karena ditengarai dari konten brutal berasal flatfom media sosial bernama TikTok hingga Meta yang menimbulkan kericuhan.</p>



<p>Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menyebut akan memanggil TikTok hingga Meta buntut demo ricuh di DPR yang dipicu konten provokatif.</p>



<p>“Saya sudah hubungi Head TikTok Asia Pasifik, Helena. Saya minta mereka ke Jakarta, kita akan bercerita tentang fenomena ini,” ujar Angga di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).</p>



<p>Ia juga mengonfirmasi sudah berkomunikasi dengan TikTok Indonesia dan Meta Indonesia. Namun, pemanggilan belum bisa dilakukan pada platform X karena tidak memiliki kantor perwakilan di Indonesia.</p>



<p>Angga menilai fenomena disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) yang menyebar di media sosial dapat merusak sendi demokrasi dan membuat aspirasi publik menjadi bias.</p>



<p>“Harusnya dengan sistem mereka, mereka juga sudah bisa lihat, oh ini enggak benar, oh ini palsu. Harusnya sudah bisa langsung di-take down,” tegasnya.</p>



<p>Meski begitu, Angga memastikan takedown konten tidak bertujuan membungkam kebebasan berekspresi, melainkan menjaga agar aspirasi masyarakat disampaikan dengan cara yang sehat. ●Redaksi/Cr-110</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/bisnisdanekonomi/dianggap-pemicu-konten-provokatif-wamenkomdigi-panggil-tiktok-dan-meta-buntut-demo-ricuh-di-dpr/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meta dan Google Rencana Bangun Kabel Bawah Laut Inisiatif Aktivitas Asean</title>
		<link>https://harianpelita.id/bisnisdanekonomi/meta-dan-google-rencana-bangun-kabel-bawah-laut-inisiatif-aktifitas-asean/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/bisnisdanekonomi/meta-dan-google-rencana-bangun-kabel-bawah-laut-inisiatif-aktifitas-asean/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2025 01:49:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google Alphabet]]></category>
		<category><![CDATA[Google Discover]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[SEO Meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=75409</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Meta dan Google berencana membangun kabel bawah laut baru yang melintasi wilayah Indonesia sebagai bagian dari inisiatif konektivitas Asia Tenggara. Langkah ini bertujuan memperkuat infrastruktur digital dan meningkatkan kecepatan serta stabilitas internet, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kabel ini akan menghubungkan pusat data besar dengan lintas benua, menghadirkan latensi rendah untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Meta dan Google berencana membangun kabel bawah laut baru yang melintasi wilayah Indonesia sebagai bagian dari inisiatif konektivitas Asia Tenggara.</p>



<p>Langkah ini bertujuan memperkuat infrastruktur digital dan meningkatkan kecepatan serta stabilitas internet, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.</p>



<p>Kabel ini akan menghubungkan pusat data besar dengan lintas benua, menghadirkan latensi rendah untuk mendukung lalu lintas data global.</p>



<p>Pemerintah Indonesia menyambut positif proyek ini karena sejalan dengan agenda transformasi digital nasional.</p>



<p>Selain memperkuat jaringan utama, kehadiran kabel bawah laut juga diharapkan memperluas pemerataan akses internet ke wilayah terpencil.</p>



<p>Meskipun jadwal pembangunan belum diumumkan, rencana ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan konektivitas inklusif di seluruh nusantara. ●<strong>Redaksi/Alia</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/bisnisdanekonomi/meta-dan-google-rencana-bangun-kabel-bawah-laut-inisiatif-aktifitas-asean/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mark Zuckerberg Hanya Digaji Rp16.200 dari Meta Tapi Bisa Menggaji Konten Kreator</title>
		<link>https://harianpelita.id/militer/internasional/mark-zuckerberg-hanya-digaji-rp16-200-dari-meta-tapi-bisa-menggaji-konten-kreator/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/militer/internasional/mark-zuckerberg-hanya-digaji-rp16-200-dari-meta-tapi-bisa-menggaji-konten-kreator/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 03:40:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[FacebookIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[SEO Meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=74219</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Nama Mark Zuckerberg sudah tak asing bagi para konten kreator di sejumlah flatfom media sosial. Ternyata Mark Zuckerberg digaji US$ 1 atau Rp16.200 sebagai CEO Meta perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS). Dikutip dari New York Post, Jumat (26/4/2024) lalu, penghasilannya ini menjadi yang terendah di antara semua karyawan Meta pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Nama Mark Zuckerberg sudah tak asing bagi para konten kreator di sejumlah flatfom media sosial. Ternyata Mark Zuckerberg digaji US$ 1 atau Rp<a href="tel:16200" target="_blank">16.200</a> sebagai CEO Meta perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS).</p>



<p>Dikutip dari New York Post, Jumat (26/4/2024) lalu, penghasilannya ini menjadi yang terendah di antara semua karyawan Meta pada 2023.</p>



<p>Sebagai perbandingan, rata-rata pekerja teknologi memperoleh penghasilan antara US$ <a href="tel:35000120000">35.000-120.000</a> atau setara Rp567 juta sampai Rp1,9 miliar tergantung pada posisi kerjanya.</p>



<p>Namun Mark Zuckerberg mendapatkan tunjangan lain US$ 24,4 juta atau sekitar Rp395 miliar.</p>



<p>Berdasarkan pengajuan proksi, dana ini digunakan untuk biaya keamanan Zuckerberg yang meningkat menjadi US$ 14 juta dari sebelumnya US$ 10 juta.</p>



<p>Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Juru Bicara Meta mengatakan Zuckerberg telah berjanji untuk memberikan 90% hasil sahamnya untuk kegiatan amal selama hidupnya.</p>



<p>Hingga saat ini, Zuckerberg telah menyumbang lebih dari US$ 6,7 juta untuk kegiatan filantropi di bidang kesehatan, pendidikan, hingga mendukung komunitas lokal.</p>



<p>Meski hanya digaji US$ 1, kekayaan Zuckerberg meningkat setiap tahunnya.</p>



<p>Menurut Indeks Miliarder Bloomberg, Mark Zuckerberg menempati posisi orang kaya ketiga di dunia dengan kekayaan bersih mencapai US$176 miliar.</p>



<p>Mayoritas kekayaannya sejauh ini berasal dari 13% sahamnya di Meta yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp.</p>



<p>Bisnis berbasis di Menlo Park, California ini meraup pendapatan US$ 134,9 miliar pada 2023 karena popularitasnya dan semakin banyaknya pengguna yang mencapai 4 miliar.</p>



<p>Zuckerberg bukan satu-satunya CEO dengan gaji US$ 1. CEO Tesla Elon Musk, Kepala Yelp Jeremy Stoppelman, dan salah satu pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin juga hanya menghasilkan US$ 1 per tahun di perusahaan masing-masing. ●<strong>Redaksi/Alia</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/militer/internasional/mark-zuckerberg-hanya-digaji-rp16-200-dari-meta-tapi-bisa-menggaji-konten-kreator/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
